9 Pilihan dan Fakta Ilmiah Tanaman Penyerap Asap Rokok

Tanaman Penyerap Asap Rokok

Tanaman Penyerap Asap Rokok

Tanaman penyerap asap rokok adalah tanaman hias dalam ruangan yang menyerap polutan seperti benzena dan formaldehida lewat daun dan media tanamnya. Lidah mertua, sirih gading, peace lily, dan palem kuning menjadi pilihan populer karena perawatannya mudah dan tampilannya mempercantik rumah. Selain itu, penelitian NASA pada 1989 menunjukkan bahwa tanaman menurunkan kadar benzena, trikloroetilena, dan formaldehida di ruang uji tertutup (Wolverton, Douglas, et al., 1989a). Namun, kamu tetap perlu memahami batas kemampuan tanaman supaya ekspektasimu realistis dan keluargamu benar-benar terlindungi.

Mengapa Asap Rokok Berbahaya bagi Penghuni Rumah?

Asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia. Ratusan di antaranya beracun dan sekitar 70 zat memicu kanker (Centers for Disease Control and Prevention [CDC], n.d.). Selain itu, perokok pasif ikut menghirup zat tersebut ketika asap menumpuk di dalam ruangan, termasuk anak-anak, lansia, dan hewan peliharaan. Laporan Surgeon General Amerika Serikat bahkan menyimpulkan bahwa paparan asap rokok tidak punya tingkat yang bebas risiko (U.S. Department of Health and Human Services [HHS], 2006).

Di samping itu, residu asap menempel di tirai, sofa, dan dinding. Para peneliti menyebut residu tersebut thirdhand smoke, yaitu sisa asap yang bertahan di udara, debu, dan permukaan, lalu berubah menjadi polutan baru (Matt et al., 2011). Karena itu, kamu sebaiknya tidak merokok di dalam ruangan. Tanaman hanya berperan sebagai pelengkap, bukan pengganti kebiasaan sehat.

9 Tanaman Penyerap Racun Rokok untuk Rumah

1. Lidah Mertua (Sansevieria)

Lidah mertua termasuk tanaman penyaring udara paling populer. Sumber populer mengaitkan daunnya yang keras, tegak, dan runcing dengan penyerapan benzena, formaldehida, dan trikloroetilena. Selain itu, tanaman sukulen tersebut bertahan di tempat teduh dan hanya butuh penyiraman jarang. Kamu bahkan bisa meletakkannya di kamar tidur, karena tanaman jenis CAM membuka stomata pada malam hari.

2. Sirih Gading (Epipremnum aureum)

Sirih gading tumbuh baik pada cahaya sedang sampai terang tanpa sinar matahari langsung. Sumber populer mengaitkan tanaman rambat tersebut dengan penyerapan karbon monoksida, benzena, dan formaldehida. Oleh karena itu, kamu bisa menggantungnya di dekat area yang sering terkena asap.

3. Peace Lily (Spathiphyllum)

Sumber populer menyebut peace lily menetralisir benzena, formaldehida, amonia, dan aseton. Bunga putihnya tampil elegan, dan tanaman tersebut tumbuh baik di tempat teduh. Untuk perawatannya, siram seminggu sekali, lalu lap daunnya secara berkala agar tetap bersih dan mengilap.

4. Palem Kuning atau Palem Areca (Dypsis lutescens)

Palem kuning menambah kelembapan udara, dan sumber populer mengaitkannya dengan penyerapan formaldehida, toluena, dan xilena. Selain itu, daunnya yang rimbun memberi nuansa tropis di ruang tamu. Tempatkan palem kuning di area dengan cahaya terang tidak langsung, lalu siram rutin agar tanahnya tetap lembap.

5. Sirih Belanda (Dieffenbachia)

Sumber populer mengaitkan sirih Belanda dengan penyaringan formaldehida, benzena, dan karbon monoksida. Tanaman tersebut beradaptasi baik pada cahaya rendah, sehingga cocok untuk ruangan minim jendela. Meski begitu, kamu perlu berhati-hati dengan getahnya yang bersifat iritan.

6. Sri Rejeki (Aglaonema)

Sumber populer menyebut sri rejeki atau Chinese evergreen mengurangi formaldehida dan benzena. Tanaman tersebut tahan penyiraman yang tidak teratur dan pencahayaan yang berubah-ubah. Dengan demikian, sri rejeki cocok untuk pemula.

7. Pakis Boston (Nephrolepis exaltata)

Pakis Boston sering muncul dalam kajian kualitas udara dalam ruangan. Kelembapan tinggi membuat pakis tumbuh rimbun. Karena itu, semprot daunnya secara rutin dan hindari panas langsung.

8. Krisan (Chrysanthemum)

Sumber populer mengaitkan krisan dengan penyerapan amonia, formaldehida, benzena, dan xilena. Bunganya cantik, tetapi perawatannya menuntut ketelitian, terutama soal cahaya dan siraman agar berbunga lebat.

9. Karet Kebo (Ficus elastica)

Sumber populer menyebut karet kebo menyerap benzena dan formaldehida. Daunnya lebar dan tebal, sehingga kamu mudah mengelapnya. Selain itu, tanaman tersebut membutuhkan cahaya terang tidak langsung.

Tabel Perbandingan Tanaman Penyerap Asap Rokok

Kolom zat pada tabel berikut merangkum klaim yang beredar di sumber populer. Namun, laporan NASA 1989 hanya menguji benzena, trikloroetilena, dan formaldehida (Wolverton, Douglas, et al., 1989a).

TanamanZat yang Sering DikaitkanKebutuhan CahayaPenyiramanTingkat Perawatan
Lidah mertuaBenzena, formaldehida, trikloroetilenaTeduh sampai terangJarangSangat mudah
Sirih gadingKarbon monoksida, benzena, formaldehidaSedang sampai terang tidak langsungSaat tanah mulai keringMudah
Peace lilyAmonia, aseton, benzena, formaldehidaTeduhSeminggu sekaliSedang
Palem kuningFormaldehida, toluena, xilenaTerang tidak langsungRutin, tanah lembapSedang
Sirih BelandaFormaldehida, benzena, karbon monoksidaRendah sampai sedangSaat tanah keringMudah
Sri rejekiFormaldehida, benzenaRendah sampai sedangJarangMudah
Pakis BostonFormaldehida, xilenaTerang tidak langsungRutin, kelembapan tinggiSedang
KrisanAmonia, formaldehida, benzena, xilenaTerangRutinMenuntut ketelitian
Karet keboBenzena, formaldehidaTerang tidak langsungSaat tanah keringMudah

Seberapa Efektif Tanaman dalam Menyerap Asap Rokok?

Kamu perlu tahu fakta ilmiahnya. Peneliti NASA menguji tanaman di ruang tertutup, lalu mencatat penurunan kadar benzena, trikloroetilena, dan formaldehida (Wolverton, Douglas, et al., 1989a). Untuk asap rokok, tim yang sama justru merancang filter karbon aktif yang mereka gabungkan dengan tanaman, bukan mengandalkan tanaman saja (Wolverton, Johnson, et al., 1989b).

Namun, rumah sungguhan berbeda jauh dari ruang uji, karena udara terus bergerak lewat pintu, jendela, dan ventilasi. Cummings dan Waring (2020) menganalisis 196 hasil eksperimen dari berbagai studi. Hasilnya, mereka menghitung bahwa kamu butuh 10 sampai 1.000 tanaman per meter persegi lantai agar laju pembersihan udaranya setara pertukaran udara luar dan dalam pada bangunan biasa. Selain itu, penelitian yang kami rujuk belum menguji penyerapan nikotin dari asap rokok oleh tanaman, jadi kamu sebaiknya berhati-hati terhadap klaim tersebut.

Laporan Surgeon General juga menegaskan bahwa ventilasi dan teknologi pembersih udara tidak dapat sepenuhnya mengendalikan risiko paparan asap rokok (HHS, 2006). Dengan demikian, tanaman memberi manfaat untuk kesegaran, kelembapan, dan suasana ruangan, tetapi tidak menggantikan ventilasi dan berhenti merokok di dalam ruangan.

Tips Praktis Menempatkan dan Merawat Tanaman Penyerap Racun Rokok

Panduan perawatan umum berikut membantu tanaman tetap sehat:

  • Kelompokkan beberapa pot di sudut ruangan agar tampilan lebih rapi dan kelembapan terasa lebih kuat.
  • Lap daun dengan kain lembap seminggu sekali, karena debu menutup pori daun dan menghambat pertumbuhan.
  • Pilih pot dengan lubang drainase, sebab akar yang tergenang memicu busuk akar, terutama pada lidah mertua dan sri rejeki.
  • Cek kelembapan tanah dengan jari sebelum menyiram. Kebiasaan sederhana tersebut mencegah kelebihan air, kesalahan paling umum pada pemula.
  • Ganti media tanam setahun sekali dan beri pupuk secukupnya.
  • Pindahkan tanaman yang daunnya menguning ke tempat dengan cahaya lebih sesuai.

Selain itu, kamu bisa mencatat dan memotret perkembangan tanamanmu setiap bulan. Catatan pribadi membantumu mengenali pola cahaya dan siraman yang paling cocok di rumahmu.

Keamanan untuk Anak dan Hewan Peliharaan

Beberapa tanaman di atas beracun bila anak atau hewan menggigit atau menelannya. Daftar ASPCA mencantumkan peace lily, sirih gading, lidah mertua, dan sirih Belanda sebagai tanaman berbahaya bagi kucing dan anjing (ASPCA, n.d.). Gejalanya antara lain iritasi mulut, mual, muntah, dan air liur berlebih. Oleh karena itu, jika kamu memelihara hewan atau punya balita, letakkan tanaman tersebut di rak tinggi atau pilih palem areca dan pakis Boston yang tergolong aman menurut daftar tersebut. Selain itu, hubungi dokter atau dokter hewan segera jika ada yang memakan bagian tanaman, dan cek nama spesies tanamanmu di basis data ASPCA sebelum membelinya.

Cara Lain Mengurangi Asap Rokok di Dalam Rumah

Kombinasikan tanaman dengan langkah berikut agar kualitas udara benar-benar membaik:

  • Jadikan teras atau halaman area merokok, bukan ruang tamu atau kamar.
  • Buka jendela dan nyalakan kipas ventilasi agar udara segar masuk.
  • Gunakan air purifier berfilter HEPA untuk menyaring partikel halus, tetapi ingat bahwa alat tersebut hanya mengurangi, bukan menghapus, risiko paparan (HHS, 2006).
  • Cuci tirai, sarung sofa, dan seprai secara rutin untuk mengurangi residu asap (Matt et al., 2011).
  • Pertimbangkan berhenti merokok demi kesehatan seluruh keluarga.

Tanaman penyerap asap rokok seperti lidah mertua, sirih gading, peace lily, dan palem kuning menyegarkan ruangan, menambah kelembapan, dan mempercantik interior. Meski begitu, manfaat penyaringan udaranya terbatas (Cummings & Waring, 2020), sehingga kamu tetap perlu menjaga ventilasi dan tidak merokok di dalam rumah. Jika kamu menemukan panduan serupa yang bermanfaat, bagikan artikel tersebut ke keluarga dan teman lewat WhatsApp, Facebook, atau Instagram, lalu ceritakan tanaman favoritmu di kolom komentar.

Baca juga:

FAQ

1. Apa saja tanaman penyerap asap rokok yang paling sering direkomendasikan?

Lidah mertua, sirih gading, peace lily, palem kuning, dan krisan paling sering muncul dalam rangkuman populer yang merujuk pada penelitian NASA. Namun, penelitian asli NASA hanya menguji benzena, trikloroetilena, dan formaldehida di ruang tertutup (Wolverton, Douglas, et al., 1989a).

2. Apakah tanaman benar-benar bisa menghilangkan asap rokok di rumah?

Tidak sepenuhnya. Tanaman pot membersihkan udara jauh lebih lambat daripada pertukaran udara lewat ventilasi (Cummings & Waring, 2020). Karena itu, ventilasi dan tidak merokok di dalam ruangan memberi perlindungan jauh lebih besar.

3. Berapa banyak tanaman yang perlu kamu taruh dalam satu ruangan?

Tidak ada jumlah yang terbukti membersihkan asap rokok. Perhitungan Cummings dan Waring (2020) menunjukkan kebutuhan 10 sampai 1.000 tanaman per meter persegi untuk menyaingi ventilasi biasa. Oleh karena itu, anggap tanaman sebagai pelengkap dekorasi dan kenyamanan.

4. Tanaman penyerap asap rokok mana yang aman untuk hewan peliharaan?

Palem areca dan pakis Boston tergolong aman bagi kucing dan anjing. Sebaliknya, peace lily, sirih gading, lidah mertua, dan sirih Belanda berpotensi beracun (ASPCA, n.d.).

5. Tanaman apa yang cocok untuk kamar tidur?

Lidah mertua dan sri rejeki cocok karena butuh cahaya rendah dan penyiraman jarang. Meski begitu, pastikan hewan peliharaan tidak menggigit daunnya, karena lidah mertua beracun bagi kucing dan anjing (ASPCA, n.d.).

Referensi

  1. ASPCA. (n.d.). Toxic and non-toxic plants. https://www.aspca.org/pet-care/animal-poison-control/toxic-and-non-toxic-plants
  2. Centers for Disease Control and Prevention. (n.d.). Fact sheet: Health effects of secondhand smoke. U.S. Department of Health and Human Services. https://digitalmedia.hhs.gov/storefront/showContent/665
  3. Cummings, B. E., & Waring, M. S. (2020). Potted plants do not improve indoor air quality: A review and analysis of reported VOC removal efficiencies. Journal of Exposure Science & Environmental Epidemiology, 30(2), 253–261. https://doi.org/10.1038/s41370-019-0175-9
  4. Matt, G. E., Quintana, P. J. E., Destaillats, H., Gundel, L. A., Sleiman, M., Singer, B. C., Jacob, P., III, Benowitz, N. L., Winickoff, J. P., Rehan, V., Talbot, P., Schick, S., Samet, J., Wang, Y., Hang, B., Martins-Green, M., Pankow, J. F., & Hovell, M. F. (2011). Thirdhand tobacco smoke: Emerging evidence and arguments for a multidisciplinary research agenda. Environmental Health Perspectives, 119(9), 1218–1226. https://doi.org/10.1289/ehp.1103500
  5. U.S. Department of Health and Human Services. (2006). The health consequences of involuntary exposure to tobacco smoke: A report of the Surgeon General—Executive summary. Centers for Disease Control and Prevention. https://stacks.cdc.gov/view/cdc/13252
  6. Wolverton, B. C., Douglas, W. L., & Bounds, K. (1989a). A study of interior landscape plants for indoor air pollution abatement (NASA-TM-108061). NASA John C. Stennis Space Center. https://ntrs.nasa.gov/citations/19930072988
  7. Wolverton, B. C., Johnson, A., & Bounds, K. (1989b). Interior landscape plants for indoor air pollution abatement (NASA-TM-101766). NASA John C. Stennis Space Center. https://ntrs.nasa.gov/citations/19930073077
Scroll to Top