Apa Saja Tanaman Penyerap Polusi? 11 Pilihan untuk Udara Rumah Lebih Segar

Tanaman Penyerap Polusi

Tanaman Penyerap Polusi

Tanaman penyerap polusi adalah tanaman hias yang mampu menyerap zat kimia berbahaya, seperti formaldehida, benzena, dan xilena, dari udara dalam ruangan (Wolverton et al., 1989). Beberapa jenis yang paling populer adalah lidah mertua, spider plant, peace lily, sirih gading, dan lidah buaya. Kamu bisa menaruhnya di kamar tidur, ruang kerja, atau kamar mandi untuk membantu menyegarkan udara. keke akan membahas daftar tanaman, tabel perbandingan, tips perawatan, dan batas manfaatnya secara jujur.

Mengapa Udara di Dalam Rumah Bisa Tercemar?

Kebanyakan orang menghabiskan sekitar 80–90% waktunya di dalam ruangan (Klepeis et al., 2001; Orwell et al., 2004). Ruangan dengan ventilasi terbatas mudah menjebak senyawa organik yang mudah menguap (Volatile Organic Compounds/VOC). Cat dinding, karpet, perabot berlem, plastik, dan produk pembersih lantai melepaskan zat-zat tersebut secara perlahan. Bahan bangunan dan perabot, misalnya, merupakan salah satu sumber formaldehida di dalam gedung (Joshi, 2008).

Paparan jangka panjang dapat memicu iritasi mata, sakit kepala, mual, dan kelelahan. Kumpulan gejala itu sering disebut sick building syndrome (SBS), yaitu gejala nonspesifik yang dialami penghuni bangunan dan tampak berkaitan dengan waktu yang dihabiskan di dalamnya (Joshi, 2008). Karena itu, banyak orang mulai memadukan ventilasi yang baik dengan tanaman pembersih udara alami.

Bagaimana Tanaman Menyaring Polutan?

Proses alami yang berperan disebut fitoremediasi. Daun menyerap gas polutan melalui stomata, yaitu pori-pori kecil di permukaan daun. Zat tersebut lalu bergerak menuju akar, dan mikroba tanah di sekitar akar memecahnya menjadi molekul sederhana yang berguna bagi tanaman. Penelitian terhadap tujuh jenis tanaman pot menemukan bahwa mikroorganisme pada media tanam merupakan agen utama penyingkir benzena, sedangkan pada beberapa spesies tanamannya sendiri ikut berkontribusi (Orwell et al., 2004).

Peneliti NASA mempublikasikan studi pada 1989 yang menguji tanaman hias dalam ruang tertutup. Hasilnya menunjukkan bahwa tanaman dan mikroba tanahnya mampu mengurangi polutan organik tertentu, yaitu benzena, trikloroetilen, dan formaldehida (Wolverton et al., 1989). Penelitian itu menjadi dasar popularitas tanaman anti polusi hingga sekarang.

Daftar Tanaman Penyerap Polusi Terbaik untuk Rumah

1. Lidah Mertua (Sansevieria)

Lidah mertua menjadi favorit banyak orang karena tahan banting dan jarang perlu disiram. Tanaman ini menyerap formaldehida, benzena, xilena, toluena, dan trikloroetilen. Kamu bisa menaruhnya di kamar tidur karena ia tetap tumbuh baik dalam cahaya redup.

2. Spider Plant (Chlorophytum comosum)

Spider plant cocok untuk pemula karena sangat tangguh. Daunnya yang panjang dan tipis membantu mengurangi karbon monoksida, formaldehida, dan xilena. Kamu juga bisa merasa lebih tenang karena tanaman ini tergolong aman bagi kucing dan anjing (ASPCA, n.d.).

3. Peace Lily (Spathiphyllum)

Peace lily berbunga putih elegan dan menyerap amonia, benzena, formaldehida, serta trikloroetilen. Tanaman ini juga menambah kelembapan ruangan dan membantu menekan jamur, sehingga cocok untuk kamar mandi. Jauhkan dari anak-anak dan hewan peliharaan karena bagian tanamannya beracun jika tertelan (ASPCA, n.d.).

4. Sirih Gading (Epipremnum aureum)

Sirih gading tumbuh cepat dan sanggup hidup dengan cahaya minim. Tanaman rambat ini membantu mengurangi karbon monoksida dan formaldehida. Gantung di rak tinggi supaya daunnya menjuntai cantik dan jauh dari jangkauan hewan peliharaan.

5. Lidah Buaya (Aloe vera)

Selain terkenal untuk perawatan kulit dan rambut, lidah buaya juga menyerap formaldehida dan benzena. Kamu perlu menaruhnya di tempat yang mendapat sinar matahari cukup. Penyiramannya hemat karena tanaman sukulen ini tidak membutuhkan banyak air.

6. Krisan (Chrysanthemum)

Krisan menempati peringkat atas dalam studi NASA sebagai penyaring udara (Wolverton et al., 1989). Bunga musiman ini menyerap amonia, benzena, xilena, dan formaldehida. Letakkan di area yang terkena sinar matahari agar bunganya mekar maksimal.

7. English Ivy (Hedera helix)

English ivy membantu mengurangi benzena, xilena, trikloroetilen, dan formaldehida. Tanaman rambat ini juga menyerap kelembapan berlebih di kamar mandi sehingga membantu mencegah jamur. Hindari menaruhnya di rumah yang memiliki kucing atau anjing karena daunnya beracun bagi hewan (ASPCA, n.d.).

8. Dracaena

Dracaena berdaun panjang dengan tepi putih, merah, atau krem. Tanaman ini membantu menyaring formaldehida, benzena, dan trikloroetilen. Kamu bisa menjadikannya penghias sudut ruang tamu, tetapi waspadai hewan peliharaan karena tanaman ini beracun bagi mereka (ASPCA, n.d.).

9. Pakis Boston (Nephrolepis exaltata)

Pakis Boston bekerja sebagai pelembap udara alami dan membantu mengurangi formaldehida dari perabot berlem. Tanaman ini menyukai lingkungan lembap dengan cahaya tidak langsung. Kamu bisa menaruhnya di kamar mandi atau dekat jendela yang teduh.

10. Karet Kebo (Ficus elastica)

Karet kebo berdaun lebar dan tebal serta menyerap formaldehida dari udara ruangan. Bersihkan daunnya secara berkala dengan kain lembap supaya pori-porinya tetap terbuka.

11. Sri Rejeki (Aglaonema)

Sri rejeki berdaun lebar dan bergelombang, dan membantu menyaring formaldehida, benzena, serta trikloroetilen. Tanaman ini cocok untuk ruangan yang teduh dan tumbuh stabil jika kamu merawatnya telaten.

Tabel Tanaman Anti Polusi

TanamanPolutan yang DiserapKebutuhan CahayaAman untuk Hewan?
Lidah mertuaFormaldehida, benzena, xilena, toluena, trikloroetilenRedup hingga terangTidak (toksisitas ringan)
Spider plantKarbon monoksida, formaldehida, xilenaTerang tidak langsungYa
Peace lilyAmonia, benzena, formaldehida, trikloroetilenTeduhTidak
Sirih gadingKarbon monoksida, formaldehidaMinim hingga sedangTidak
Lidah buayaFormaldehida, benzenaSinar matahari cukupTidak
KrisanAmonia, benzena, xilena, formaldehidaSinar matahariTidak
English ivyBenzena, xilena, trikloroetilen, formaldehidaTerang tidak langsungTidak
DracaenaFormaldehida, benzena, trikloroetilenTerang tidak langsungTidak
Pakis BostonFormaldehidaTidak langsung, lembapYa
Karet keboFormaldehidaTerang tidak langsungTidak (toksisitas ringan)
Sri rejekiFormaldehida, benzena, trikloroetilenTeduhTidak

Sumber: Wolverton et al. (1989) untuk data penyerapan polutan; ASPCA (n.d.) untuk keamanan bagi hewan peliharaan.

Tips Merawat Tanaman Pembersih Udara Berdasarkan Pengalaman Lapangan

Perawatan yang tepat membuat tanaman tetap sehat dan bekerja optimal. Beberapa kebiasaan berikut sering dipraktikkan para pencinta tanaman di rumah tropis:

  • Atur penyiraman sesuai jenisnya. Sukulen seperti lidah mertua dan lidah buaya cukup disiram saat tanah kering. Peace lily dan pakis membutuhkan tanah yang selalu lembap.
  • Tempatkan sesuai cahaya. Sirih gading dan lidah mertua bertahan di ruangan redup, sedangkan krisan dan lidah buaya membutuhkan sinar matahari.
  • Bersihkan daun rutin. Debu menutup stomata dan menghambat penyerapan gas.
  • Cek pot dan tanah. Tanah gembur dengan drainase baik mencegah akar membusuk. Ini juga penting karena mikroba di media tanam berperan besar dalam menguraikan polutan (Orwell et al., 2004).
  • Perhatikan keselamatan hewan peliharaan. Pilih spider plant atau pakis Boston jika di rumah ada kucing atau anjing (ASPCA, n.d.).

Catatan penting: tambahkan foto dan pengalaman nyatamu sendiri, misalnya perubahan yang kamu rasakan setelah memelihara tanaman selama beberapa bulan. Konten pengalaman pribadi memperkuat nilai artikel di mata pembaca dan mesin pencari.

Seberapa Efektif Tanaman dalam Membersihkan Udara?

Kamu perlu memahami batasannya agar tidak berharap berlebihan. Studi NASA berlangsung di ruang uji tertutup (Wolverton et al., 1989), sedangkan rumah biasa memiliki ventilasi dan pergantian udara yang jauh lebih besar. Tinjauan terhadap puluhan hasil percobaan menyimpulkan bahwa untuk menyamai laju pembersihan dari pergantian udara di gedung pada umumnya, diperlukan sekitar 10–1.000 tanaman per meter persegi luas lantai (Cummings & Waring, 2020). Dengan kata lain, kamu membutuhkan sangat banyak tanaman untuk menyamai efek ventilasi atau filter udara mekanis.

Karena itu, anggap tanaman sebagai pelengkap. Buka jendela secara rutin, kurangi sumber VOC seperti pengharum semprot, dan pertimbangkan filter HEPA jika polusi luar ruangan tinggi. Tanaman tetap memberi manfaat nyata lain, yaitu mempercantik ruangan, menambah kelembapan, dan menghadirkan suasana tenang. Jika kamu mengalami batuk berkepanjangan atau sesak napas, segera periksakan diri ke dokter.

Kesimpulan

Daftar tanaman penyerap polusi di atas memberi kamu banyak pilihan untuk setiap kondisi rumah, dari kamar mandi lembap hingga sudut ruang tamu yang teduh. Mulailah dengan satu atau dua jenis yang paling mudah dirawat, lalu tambahkan perlahan sesuai kebutuhan. Bagikan artikel ini ke keluarga dan temanmu lewat tombol share, lalu ceritakan tanaman favoritmu di medsos. Udara bersih tidak selalu datang dari mesin; kadang ia tumbuh di pot kecil di sudut rumahmu.

Baca juga:

FAQ

1. Apa saja tanaman penyerap polusi terbaik untuk dalam ruangan?

Lidah mertua, spider plant, peace lily, sirih gading, lidah buaya, krisan, English ivy, dracaena, pakis Boston, karet kebo, dan sri rejeki. Pilih sesuai cahaya ruangan dan keamanan bagi hewan peliharaan.

2. Polutan apa saja yang bisa diserap tanaman?

Tanaman membantu menyerap formaldehida, benzena, xilena, toluena, trikloroetilen, amonia, dan karbon monoksida (Wolverton et al., 1989). Zat-zat tersebut umum berasal dari cat, karpet, perabot, dan produk pembersih.

3. Tanaman apa yang cocok untuk kamar tidur?

Lidah mertua dan sirih gading cocok karena tumbuh baik dalam cahaya redup dan mudah dirawat. Spider plant juga pilihan aman jika kamu memelihara kucing atau anjing (ASPCA, n.d.).

4. Berapa banyak tanaman yang dibutuhkan untuk membersihkan udara?

Satu tanaman tidak cukup untuk mengubah kualitas udara satu ruangan secara signifikan (Cummings & Waring, 2020). Kamu bisa menaruh beberapa pot di tiap ruangan sambil menjaga ventilasi dan kebersihan rumah.

5. Apakah tanaman penyerap polusi aman untuk hewan peliharaan?

Tidak semuanya. Spider plant dan pakis Boston tergolong aman, sedangkan peace lily, English ivy, dracaena, dan sirih gading beracun jika tergigit atau tertelan (ASPCA, n.d.). Letakkan tanaman beracun di tempat yang tidak terjangkau.

Referensi

  1. American Society for the Prevention of Cruelty to Animals. (n.d.). Toxic and non-toxic plants. https://www.aspca.org/pet-care/animal-poison-control/toxic-and-non-toxic-plants
  2. Cummings, B. E., & Waring, M. S. (2020). Potted plants do not improve indoor air quality: A review and analysis of reported VOC removal efficiencies. Journal of Exposure Science & Environmental Epidemiology, 30(2), 253–261. https://doi.org/10.1038/s41370-019-0175-9
  3. Joshi, S. M. (2008). The sick building syndrome. Indian Journal of Occupational and Environmental Medicine, 12(2), 61–64. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC2796751/
  4. Klepeis, N. E., Nelson, W. C., Ott, W. R., Robinson, J. P., Tsang, A. M., Switzer, P., Behar, J. V., Hern, S. C., & Engelmann, W. H. (2001). The National Human Activity Pattern Survey (NHAPS): A resource for assessing exposure to environmental pollutants. Journal of Exposure Analysis and Environmental Epidemiology, 11(3), 231–252. https://doi.org/10.1038/sj.jea.7500165
  5. Orwell, R. L., Wood, R. L., Tarran, J., Torpy, F., & Burchett, M. D. (2004). Removal of benzene by the indoor plant/substrate microcosm and implications for air quality. Water, Air, and Soil Pollution, 157(1–4), 193–207. https://opus.cloud1.lib.uts.edu.au/handle/10453/3603
  6. Wolverton, B. C., Douglas, W. L., & Bounds, K. (1989). A study of interior landscape plants for indoor air pollution abatement (NASA Technical Memorandum 108061). NASA John C. Stennis Space Center. https://ntrs.nasa.gov/citations/19930072988
  7. Wolverton, B. C., Johnson, A., & Bounds, K. (1989). Interior landscape plants for indoor air pollution abatement (NASA Technical Memorandum 101766). NASA John C. Stennis Space Center. https://ntrs.nasa.gov/citations/19930073077
Scroll to Top