Jenis Tanaman Lidah Mertua untuk Indoor
Jenis tanaman lidah mertua untuk indoor yang paling cocok bagi pemula adalah Sansevieria trifasciata ‘Laurentii’, Cylindrica, Hahnii, dan Moonshine. Keempatnya bertahan di cahaya redup, tumbuh sehat dengan siraman sesekali, dan tampil menarik di meja kerja, ruang tamu, maupun kamar tidur. Kamu bisa memilih varietas sansevieria berdasarkan ukuran, corak daun, dan cahaya yang masuk ke rumahmu.
Apa Itu Lidah Mertua dan Mengapa Cocok untuk Indoor?
Lidah mertua, atau snake plant, adalah tanaman sukulen berdaun tegak yang menyimpan air di dalam daunnya. Para ahli botani memindahkan genus Sansevieria ke genus Dracaena pada 2017. Karena itu, kamu akan menemukan dua nama untuk tanaman yang sama, misalnya Sansevieria trifasciata dan Dracaena trifasciata.
Tanaman hias ini populer sebagai penghuni dalam ruangan karena tiga alasan:
- Daunnya menyimpan cadangan air, sehingga kamu tidak perlu menyiram tiap hari.
- Tanaman ini bertahan di cahaya redup, termasuk ruangan dengan jendela kecil.
- Bentuk daunnya yang tegak dan bercorak mempercantik interior bergaya modern maupun klasik.
Studi NASA pada akhir 1980-an menempatkan lidah mertua sebagai tanaman penyaring udara alami. Namun, satu-dua pot tidak akan mengubah kualitas udara satu rumah secara nyata. Anggap kemampuan tersebut sebagai bonus, dan pilih tanaman karena tampilannya serta kemudahan merawatnya.
Tabel Perbandingan Jenis Lidah Mertua untuk Indoor
| Jenis | Ciri Utama | Perkiraan Tinggi | Kebutuhan Cahaya | Cocok Untuk |
|---|---|---|---|---|
| Trifasciata ‘Laurentii’ | Tepi daun kuning emas | 60–100 cm | Redup hingga terang tidak langsung | Ruang tamu, sudut ruangan |
| Trifasciata hijau | Daun hijau tua bergaris terang | 60–120 cm | Redup hingga terang | Kantor, pemula |
| Cylindrica | Daun bulat memanjang, ujung runcing | 50 cm–1,5 m | Terang tidak langsung | Ruang kerja, teras teduh |
| Hahnii (Golden Hahnii) | Roset padat, tepi krem | 10–25 cm | Redup hingga sedang | Meja kerja, rak |
| Kirkii | Daun melengkung seperti bintang | 30–60 cm | Sedang | Kolektor, rak dekoratif |
| Moonshine | Hijau keperakan | 40–90 cm | Sedang | Kamar tidur, ruang tamu |
| Futura Robusta | Daun lebar dan pendek | 40–60 cm | Redup hingga sedang | Meja samping, koleksi |
| Black Gold | Hijau gelap, tepi kuning | Hingga 90 cm | Redup hingga sedang | Sudut ruangan |
| Fischeri (Singularis) | Daun seperti cangkang taco | 30–40 cm | Sedang | Ruang kecil |
| Patens | Roset silindris melengkung | Hingga 90 cm | Terang tidak langsung | Meja konsol, koleksi |
Tinggi tanaman berbeda-beda tergantung ukuran pot, cahaya, dan usia tanaman. Anggap angka di tabel sebagai panduan kasar.
10 Jenis Tanaman Lidah Mertua untuk Indoor yang Layak di Koleksi
1. Sansevieria Trifasciata ‘Laurentii’
‘Laurentii’ menjadi primadona karena tepi daunnya berwarna kuning keemasan yang kontras dengan hijau tua di tengah. Daunnya tebal, tegak, dan memanjang, sehingga ruangan langsung terlihat lebih hidup. Kamu bisa menempatkannya di sudut ruang tamu tanpa khawatir soal cahaya, karena varietas ini beradaptasi di berbagai kondisi. Perlu kamu tahu, warna kuningnya paling cerah saat tanaman mendapat cahaya terang tidak langsung.
2. Sansevieria Trifasciata Hijau Klasik
Versi polos tanpa tepi kuning ini menjadi pilihan paling aman bagi kamu yang baru mulai merawat tanaman. Daunnya hijau tua dengan garis terang, keras, dan tahan banting. Tanaman ini bertahan di ruangan minim cahaya, suhu tinggi, bahkan saat kamu lupa menyiram selama dua minggu.
3. Sansevieria Cylindrica
Daun silindris yang tumbuh tegak dan sering dipilin menjadi anyaman membuat Cylindrica tampil seperti karya seni. Tanaman ini tahan kekeringan, jadi cocok untuk kamu yang sering bepergian. Tempatkan di dekat jendela yang menerima cahaya terang tidak langsung agar pertumbuhannya optimal. Dengan tinggi yang bisa mencapai 1,5 meter di kondisi ideal, Cylindrica memberi sentuhan alami yang kuat pada ruang luas.
4. Sansevieria Hahnii dan Golden Hahnii
Hahnii tumbuh membulat seperti roset dengan daun lebar dan pendek. Ukurannya yang kecil dan padat pas untuk meja kerja, rak buku, atau ambang jendela. Varian Golden Hahnii menambahkan tepi krem atau kuning pada daun hijau tua. Kamu tidak perlu memberinya sinar matahari langsung, dan perawatannya sangat sederhana.
5. Sansevieria Kirkii (Dracaena Pethera)
Daun Kirkii tebal, bertekstur agak kasar, dan melengkung keluar sehingga membentuk pola bintang. Pertumbuhannya lambat, tetapi tanaman ini kuat menghadapi kondisi ekstrem. Kolektor sering memburunya karena tampilannya yang eksotis. Kamu perlu sabar, karena Kirkii baru terlihat penuh setelah beberapa tahun.
6. Sansevieria Moonshine
Warna hijau keperakan membuat Moonshine tampak lembut dan segar, cocok untuk kamar tidur dengan nuansa tenang. Pemula bisa merawatnya dengan mudah. Jauhkan dari sinar matahari langsung yang menyengat karena cahaya berlebih memudarkan warna peraknya.
7. Sansevieria Futura Robusta
Futura Robusta memiliki daun lebar dan pendek berwarna hijau keperakan dengan garis horizontal hijau tua. Bentuknya yang gemuk dan kokoh menjadikannya incaran kolektor. Kamu bisa menaruhnya di meja samping atau lantai dekat sofa.
8. Sansevieria Black Gold
Black Gold menampilkan daun hijau sangat gelap dengan garis kuning tegas di tepinya. Daunnya lebar dan bisa tumbuh hingga sekitar 90 cm. Tanaman ini tumbuh baik di cahaya redup, sehingga kamu bisa menempatkannya di sudut yang jarang terkena matahari.
9. Sansevieria Fischeri (Dracaena Singularis)
Fischeri cocok untuk kamu yang punya ruang terbatas. Daunnya melengkung seperti cangkang taco dengan garis hijau tua dan muda serta tepi kecokelatan. Tanaman ini tumbuh sekitar 30 hingga 40 cm dan kadang berbunga putih di musim panas. Di daerah bersuhu dingin, pindahkan tanaman ke dalam ruangan agar tidak rusak.
10. Sansevieria Patens
Patens membentuk roset dengan daun silindris melengkung yang berlapis warna hijau muda dan tua. Kurangi frekuensi penyiraman untuk varietas ini, dan lindungi dari sinar matahari langsung. Bentuknya yang unik menjadikan Patens pusat perhatian di meja konsol.
Cara Memilih Jenis Lidah Mertua Sesuai Ruangan
Ruangan yang berbeda membutuhkan tanaman yang berbeda. Gunakan panduan berikut:
- Meja kerja atau rak: pilih Hahnii, Golden Hahnii, atau Fischeri karena ukurannya kecil.
- Ruang tamu luas: pilih Laurentii, Cylindrica, atau Black Gold agar tanaman tampil dominan.
- Kamar tidur: pilih Moonshine atau trifasciata hijau karena warnanya menenangkan dan perawatannya ringan.
- Ruangan minim cahaya: pilih trifasciata hijau, Hahnii, atau Futura Robusta karena ketiganya paling toleran terhadap cahaya redup.
- Koleksi dekoratif: pilih Kirkii atau Patens karena bentuk daunnya paling unik.
Pengalaman keke Merawat Lidah Mertua di Dalam Rumah
Berdasarkan pengalaman merawat langsung, penyebab utama kegagalan bukan kekurangan cahaya, melainkan kelebihan air. Akar busuk muncul ketika tanah terus basah, dan gejalanya berupa daun yang lunak, berwarna kuning, lalu rebah dari pangkal. Saya menyarankan kamu menusukkan jari sedalam dua ruas ke media tanam sebelum menyiram. Kalau tanah masih lembap, tunda penyiraman beberapa hari.
Pengalaman lain: varietas berdaun tebal seperti Kirkii dan Patens tumbuh lambat sehingga kamu jarang perlu mengganti pot. Sebaliknya, Laurentii dan trifasciata cepat bertunas dan mengisi pot dalam waktu singkat. Kamu bisa membagi rumpun untuk mendapatkan tanaman baru sekaligus menjaga pot tetap lega.
Tips Perawatan Lidah Mertua Indoor Agar Tumbuh Sehat
- Pilih media tanam porous. Campur tanah dengan pasir atau perlit agar drainase lancar dan akar tidak membusuk.
- Gunakan pot berlubang drainase. Air berlebih harus mengalir keluar dari pot.
- Siram saat 2 hingga 5 cm bagian atas tanah kering. Di ruangan ber-AC atau minim cahaya, jarak siram bisa mencapai dua sampai tiga minggu.
- Beri cahaya terang tidak langsung. Cahaya redup masih aman, tetapi pertumbuhan melambat dan corak daun memudar.
- Beri pupuk secukupnya. Tambahkan kompos atau pupuk organik satu hingga dua kali selama musim tumbuh.
- Perbanyak lewat stek daun atau pembagian rumpun. Potong daun, tanam di media tanam atau air, lalu tunggu akar dan tunas muncul. Catatan: varietas bercorak seperti Laurentii bisa kehilangan tepi kuningnya bila kamu memperbanyaknya lewat stek daun, jadi gunakan pembagian rumpun untuk menjaga corak.
Kesalahan yang Sebaiknya Kamu Hindari
- Menyiram terlalu sering, terutama saat cuaca lembap.
- Memakai pot tanpa lubang drainase.
- Menaruh tanaman di sinar matahari langsung yang panas hingga daun terbakar.
- Membiarkan air tergenang di alas pot.
- Memberi pupuk terlalu banyak sehingga akar rusak.
Bagikan artikel ini ke teman atau keluarga yang sedang mencari tanaman hias mudah rawat. Satu pot lidah mertua menunjukkan bahwa tanaman yang tangguh tidak perlu banyak perhatian untuk memberi banyak keindahan.
Baca juga:
- Kekurangan Tanaman Lidah Mertua: 10 Risiko dan Solusinya
- Cara Menyiram Lidah Mertua yang Benar agar Tumbuh Subur dan Bebas Busuk Akar
- Simbiosis Mutualisme: Pengertian, Ciri, Jenis, Contoh, dan Perannya bagi Ekosistem
- Lidah Mertua di Kamar Tidur: Boleh atau Tidak? Cek Faktanya
FAQ
1. Apa jenis lidah mertua yang paling cocok untuk indoor?
Sansevieria trifasciata ‘Laurentii’, trifasciata hijau, Cylindrica, dan Hahnii paling cocok untuk indoor. Keempatnya tahan cahaya redup, jarang butuh air, dan mudah dirawat pemula.
2. Apakah lidah mertua bisa hidup tanpa sinar matahari langsung?
Bisa. Lidah mertua tumbuh baik di cahaya redup hingga terang tidak langsung. Pertumbuhannya melambat dan warna daun bisa memudar bila cahaya terlalu sedikit, jadi tempatkan dekat jendela bila memungkinkan.
3. Berapa kali lidah mertua indoor perlu disiram?
Siram saat 2 hingga 5 cm tanah bagian atas terasa kering, umumnya setiap dua hingga tiga minggu. Frekuensinya bergantung pada ukuran pot, suhu, dan kelembapan ruangan.
4. Apakah lidah mertua membersihkan udara di dalam rumah?
Lidah mertua membantu menyerap zat seperti formaldehida menurut penelitian laboratorium. Efeknya pada satu ruangan biasa terbatas, jadi kamu tetap perlu membuka ventilasi.
5. Apakah lidah mertua aman untuk hewan peliharaan?
Tidak sepenuhnya. Daun lidah mertua mengandung saponin yang bisa menyebabkan mual dan muntah bila kucing atau anjing memakannya. Letakkan tanaman di tempat yang tidak terjangkau hewan peliharaanmu.
Aqilla Putri Pasla, seorang pengamat lingkungan yang berfokus pada ekologi, konservasi, dan gaya hidup berkelanjutan melalui Konten yang berbasis fakta, tips praktis, serta wawasan edukatif.



