Tanaman Hias Indoor Minim Cahaya
Tanaman hias indoor minim cahaya yang paling tangguh meliputi lidah mertua, ZZ plant, pothos, philodendron, sri rejeki (aglaonema), peace lily, tanaman besi cor, spider plant (lili paris), pakis sarang burung, dan peperomia. Dimana tanaman ini bertahan di ruangan teduh dengan cahaya tidak langsung. Meski begitu, semuanya tetap butuh sedikit cahaya, sehingga lampu tumbuh membantu di ruangan tanpa jendela. keke membantu kamu menakar cahaya di ruangan, memilih jenis yang cocok, dan merawatnya di iklim tropis Indonesia.
Apa yang Dimaksud Tanaman Hias Indoor Minim Cahaya?
Tanaman hias indoor minim cahaya adalah tanaman yang tetap sehat di bawah cahaya redup atau cahaya tidak langsung, tanpa sinar matahari langsung. Istilah ini sering menyesatkan, sebab tidak ada tanaman yang hidup di ruang gelap total. Semua tanaman hijau butuh cahaya untuk berfotosintesis.
Dalam istilah berkebun, low light (cahaya rendah) biasanya berarti ruangan yang teduh sebagian atau jauh dari jendela. Tanaman yang toleran terhadap kondisi ini umumnya tumbuh lebih lambat. Akibatnya, kebutuhan air dan pupuknya juga lebih kecil, sehingga cocok untuk kamu yang sibuk.
Banyak dari tanaman ini berasal dari lantai hutan tropis yang ternaungi kanopi pohon. Oleh karena itu, mereka sudah terbiasa dengan cahaya yang tersaring. Sebaliknya, tanaman berbunga yang butuh sinar penuh akan tumbuh kurus dan lemah di ruangan teduh.
Cara Mengukur Cahaya Sebelum Memilih Tanaman
Cara tercepat untuk mengukur cahaya adalah dengan tes baca dan tes bayangan, dua metode sederhana yang tidak butuh alat. Kamu cukup melakukannya pada siang hari di titik tempat tanaman akan berdiri.
- Tes baca: matikan lampu, lalu baca teks cetak di titik tersebut. Jika teks terbaca nyaman, cahaya cukup untuk tanaman yang sangat toleran seperti sri rejeki.
- Tes bayangan: letakkan tanganmu sekitar 30 cm di atas lantai atau meja. Bayangan yang tegas menandakan cahaya terang. Bayangan samar menandakan cahaya rendah. Jika bayangan tidak muncul, ruangan terlalu gelap tanpa lampu tambahan.
- Pengamatan jam cahaya: catat berapa jam ruangan menerima cahaya alami dalam sehari. Menurut pakar lanskap yang dikutip Bisnis.com, tanaman berkebutuhan cahaya minim masih bisa diletakkan di ruang dengan bukaan cahaya sekitar 1–2 jam per hari.
- Pengecekan hambatan: lihat apakah atap teras, tembok tetangga, atau tirai tebal menghalangi cahaya. Di Indonesia, hambatan seperti ini sering lebih berpengaruh daripada arah jendela.
Perbandingan 10 Tanaman Hias Indoor Minim Cahaya
Sepuluh tanaman berikut cocok untuk ruangan teduh, dengan tingkat kesulitan perawatan dari mudah sampai sedang. Tabel ini merangkum toleransi cahaya, pola penyiraman, dan keamanan bagi hewan peliharaan.
| Tanaman | Nama ilmiah | Toleransi cahaya rendah | Pola penyiraman | Hewan peliharaan |
|---|---|---|---|---|
| Lidah mertua | Dracaena trifasciata | Sangat toleran | Jarang, tunggu tanah kering | Beracun |
| ZZ plant | Zamioculcas zamiifolia | Sangat toleran | Jarang, tahan kering | Beracun |
| Tanaman besi cor | Aspidistra elatior | Sangat toleran | Biarkan kering di antara siraman | Umumnya aman |
| Pothos (sirih gading) | Epipremnum aureum | Toleran | Saat tanah atas sedalam 2,5 cm kering | Beracun |
| Philodendron hati | Philodendron hederaceum | Toleran | Saat tanah atas mulai kering | Beracun |
| Sri rejeki | Aglaonema spp. | Toleran | Lembap merata, tidak becek | Beracun |
| Peace lily | Spathiphyllum spp. | Toleran | Lembap merata, layu berarti haus | Beracun |
| Spider plant (lili paris) | Chlorophytum comosum | Toleran | Saat tanah atas sedalam 2,5 cm kering | Umumnya aman |
| Pakis sarang burung | Asplenium nidus | Toleran | Lembap merata, siram di tepi roset | Umumnya aman |
| Peperomia | Peperomia spp. | Cukup toleran | Saat 2,5–5 cm tanah atas kering | Umumnya aman |
1. Pilihan Paling Tangguh untuk Pemula
Lidah mertua, ZZ plant, dan tanaman besi cor adalah pilihan aman jika kamu sering lupa menyiram. ZZ plant menyimpan air di rimpangnya, sehingga tahan kering. Lidah mertua juga bertahan lama tanpa perhatian, tetapi akarnya mudah membusuk jika kamu menyiram terlalu sering.
Tanaman besi cor tumbuh sangat lambat dan hampir kebal terhadap kelalaian. Satu-satunya musuh utamanya adalah penyiraman berlebihan. Karena itu, biarkan tanah mengering dulu sebelum kamu menyiram lagi.
2. Pilihan untuk Ruangan Lembap dan Kamar Mandi
Pakis sarang burung, peace lily, peperomia, dan sri rejeki menyukai udara lembap. Pakis sarang burung paling cocok untuk kamar mandi teduh, tetapi tidak tahan udara kering. Peace lily layu dramatis saat haus, lalu pulih setelah kamu menyiramnya.
Sri rejeki bervariasi dalam kebutuhan cahaya. Varietas berdaun hijau gelap lebih toleran terhadap cahaya sedikit, sedangkan varietas berwarna merah muda atau merah butuh cahaya lebih terang agar warnanya tetap tajam.
3. Pilihan untuk Pot Gantung dan Rak
Pothos, philodendron hati, dan spider plant tumbuh menjuntai sehingga ideal untuk pot gantung atau rak tinggi. Posisi tinggi juga menjauhkan pothos dan philodendron dari jangkauan anak dan hewan peliharaan. Spider plant menghasilkan anakan yang bisa kamu pisahkan untuk tanaman baru.
Namun, di cahaya sangat redup, philodendron cenderung berbatang panjang dengan daun jarang. Oleh sebab itu, pangkas ujung batang secara rutin agar tanaman tetap rimbun.
Cara Merawat Tanaman Hias Indoor di Ruangan Teduh
Kunci merawat tanaman di ruangan teduh adalah mengurangi air dan pupuk, karena laju pertumbuhan dan penguapan di sana lebih rendah. Terapkan enam langkah berikut.
- Cek tanah sebelum menyiram. Masukkan jari sedalam 2,5 cm. Selain itu, ingat bahwa kelembapan udara Indonesia yang tinggi membuat tanah di ruangan teduh lama kering.
- Gunakan media tanam porous dengan drainase baik, misalnya campuran sekam bakar dan cocopeat. Pastikan pot berlubang di dasar.
- Lap daun dengan kain lembap secara rutin. Debu menghalangi daun menangkap cahaya yang sudah terbatas.
- Putar pot setiap beberapa minggu supaya pertumbuhan daun merata ke semua sisi.
- Beri pupuk cair encer, dengan dosis lebih rendah daripada anjuran kemasan, dan hanya saat tanaman aktif tumbuh.
- Tambahkan lampu tumbuh jika ruangan tidak punya jendela sama sekali.
Kamu perlu lampu tumbuh (grow light) jika tanamanmu menunjukkan tanda kekurangan cahaya. Tandanya antara lain batang memanjang dengan jarak antardaun yang lebar, daun mengecil atau pucat, dan corak daun memudar. Menurut Popbela, lampu tumbuh LED bisa membantu tanaman mendapat cahaya cukup tanpa membuat tagihan listrik melonjak. Dengan demikian, lampu tumbuh menjadi investasi kecil untuk ruangan tertutup.
Kesalahan Saat Memilih Tanaman untuk Cahaya Rendah
Kesalahan paling umum adalah menganggap semua tanaman hijau cocok untuk ruangan teduh. Beberapa jebakan lain juga sering terjadi:
- Menaruh tanaman di ruangan tanpa cahaya sama sekali, tanpa lampu pengganti.
- Menyiram sesuai jadwal tetap, bukan sesuai kondisi tanah.
- Memilih tanaman berkorak, lalu kecewa karena coraknya memudar di cahaya redup.
- Membeli calathea atau fittonia untuk pemula, padahal keduanya menuntut kelembapan tinggi dan lebih rewel.
- Melupakan toksisitas, padahal pothos, philodendron, ZZ plant, peace lily, dan lidah mertua beracun bagi anak dan hewan peliharaan.
Apakah Tanaman Indoor Benar-Benar Membersihkan Udara?
Efek tanaman pot terhadap kualitas udara rumah biasa sangat kecil, meski banyak artikel mengklaim sebaliknya. Klaim populer itu bersumber dari studi NASA tahun 1989 yang menguji tanaman di ruang uji tertutup. Sementara itu, tinjauan oleh Cummings dan Waring terhadap banyak studi menyimpulkan bahwa tanaman pot hampir tidak memperbaiki udara di rumah dengan ventilasi normal.
Oleh karena itu, pilih tanaman karena keindahan dan suasana yang ia hadirkan, bukan sebagai pengganti ventilasi atau alat pembersih udara.
Simpan artikel ini sebagai pegangan sebelum kamu ke toko tanaman. Bagikan ke temanmu yang sedang menata ruangan teduh. Kemudian tulis di medsosmu: ruangan mana yang paling gelap di rumahmu, dan tanaman apa yang sudah kamu coba?
Pada akhirnya, tanaman hias indoor minim cahaya bukan soal memaksa tanaman hidup di tempat gelap. Ini soal mencocokkan tanaman yang tepat dengan sudut teduh di rumahmu.
Baca juga:
- Contoh Jaring-Jaring Makanan di Sawah, Laut, Hutan, dan Danau
- Manfaat Tanaman Janda Bolong di Dalam Rumah, Ini Faktanya
- 15 Tanaman Hias Meja yang Mudah Dirawat dan Cantik untuk Ruang Kerja, Rak, dan Sudut Rumah
FAQ
1. Tanaman hias indoor apa yang paling tahan minim cahaya?
Lidah mertua, ZZ plant, tanaman besi cor, dan pothos termasuk yang paling tahan cahaya rendah. Keempatnya toleran terhadap kelalaian dan tidak menuntut penyiraman sering. Namun, semuanya tetap butuh cahaya tidak langsung walau redup. Karena itu, hindari ruangan yang benar-benar gelap, atau tambahkan lampu tumbuh.
2. Bisakah tanaman hias hidup tanpa sinar matahari sama sekali?
Tidak. Tanaman butuh cahaya untuk fotosintesis. Namun, cahaya itu tidak harus berupa sinar matahari langsung. Cahaya tidak langsung dari jendela atau lampu tumbuh LED cukup untuk tanaman toleran. Di ruangan tanpa jendela, lampu tumbuh menjadi syarat agar tanaman bertahan dalam jangka panjang.
3. Berapa lama sekali menyiram tanaman di ruangan minim cahaya?
Tidak ada jadwal baku. Cek tanah dengan jari, lalu siram saat lapisan atas sedalam sekitar 2,5 cm terasa kering. Di ruangan teduh, tanah lebih lama kering, sehingga tanaman butuh air lebih jarang. Untuk lidah mertua dan ZZ plant, tunggu tanah benar-benar kering agar akar tidak busuk.
4. Tanaman indoor minim cahaya mana yang aman untuk kucing dan anjing?
Spider plant, peperomia, pakis sarang burung, dan tanaman besi cor umumnya tergolong aman menurut daftar ASPCA. Sebaliknya, pothos, philodendron, ZZ plant, peace lily, sri rejeki, dan lidah mertua beracun jika hewan menggigit atau menelannya. Meski begitu, cek spesies tepatnya di basis data ASPCA sebelum membeli.
5. Mengapa tanaman indoor saya memanjang dan pucat di ruangan teduh?
Tanaman sedang mencari cahaya. Gejala ini bernama etiolasi: batang memanjang, jarak antardaun melebar, dan daun mengecil atau pucat. Pindahkan tanaman lebih dekat ke jendela atau tambahkan lampu tumbuh. Kemudian pangkas batang yang terlalu panjang agar tanaman tumbuh lebih rimbun.
Referensi
- ASPCA. (n.d.). Golden pothos (Epipremnum aureum). ASPCA Animal Poison Control. https://www.aspca.org/pet-care/animal-poison-control/toxic-and-non-toxic-plants/golden-pothos
- ASPCA. (n.d.). Spider plant (Chlorophytum comosum). ASPCA Animal Poison Control. https://www.aspca.org/node/5398
- Conover, C. A., & Poole, R. T. (1990). Light and fertilizer recommendations for production of acclimatized potted foliage plants (CFREC-Apopka Research Report RH-90-1). University of Florida, IFAS. https://mrec.ifas.ufl.edu/Foliage/Resrpts/rh_90_1.htm
- Conover, C. A., Poole, R. T., & Henley, R. W. (1991). Light and fertilizer recommendations for the interior maintenance of acclimatized foliage plants (CFREC-Apopka Research Report RH-91-7). University of Florida, IFAS. https://mrec.ifas.ufl.edu/Foliage/Resrpts/rh_91_7.htm
- Cummings, B. E., & Waring, M. S. (2020). Potted plants do not improve indoor air quality: A review and analysis of reported VOC removal efficiencies. Journal of Exposure Science & Environmental Epidemiology, 30(2), 253–261. https://doi.org/10.1038/s41370-019-0175-9
- Wolverton, B. C., Douglas, W. L., & Bounds, K. (1989). A study of interior landscape plants for indoor air pollution abatement (NASA-TM-108061). NASA John C. Stennis Space Center. https://ntrs.nasa.gov/citations/19930072988
- Wolverton, B. C., Johnson, A., & Bounds, K. (1989). Interior landscape plants for indoor air pollution abatement (NASA-TM-101766). NASA John C. Stennis Space Center. https://ntrs.nasa.gov/citations/19930073077
Aqilla Putri Pasla, seorang pengamat lingkungan yang berfokus pada ekologi, konservasi, dan gaya hidup berkelanjutan melalui Konten yang berbasis fakta, tips praktis, serta wawasan edukatif.



