Spider Plant (Lili Paris): Cara Merawat dan Jenisnya

Spider Plant

Spider Plant

Spider plant (Chlorophytum comosum), atau tanaman lili paris, adalah tanaman hias gantung yang sangat mudah tumbuh di dalam rumah. Daunnya panjang dan melengkung, lalu anakannya menjuntai seperti laba-laba kecil. Kamu tidak perlu pengalaman berkebun untuk merawatnya. Meski begitu, beberapa kebiasaan kecil menentukan apakah daunnya tetap hijau atau justru mencoklat di ujung.

Apa Itu Spider Plant?

Spider plant adalah tanaman abadi hijau dari famili Asparagaceae. Orang Indonesia juga menyebutnya lili paris atau tanaman laba-laba. Tanaman ini berasal dari Afrika tropis dan selatan, tetapi kini tumbuh di banyak negara.

Tanaman ini populer karena ketahanannya. Selain itu, bentuknya yang menjuntai membuatnya cocok sebagai tanaman hias gantung di jendela, teras teduh, atau sudut ruangan.

AspekKeterangan
Nama ilmiahChlorophytum comosum
FamiliAsparagaceae
Nama lainLili paris, tanaman laba-laba, airplane plant, ribbon plant
AsalAfrika tropis dan selatan
Tinggi rumpunSekitar 30–60 cm, tergantung kondisi dan sumber
DaunPanjang 20–45 cm, lebar 6–25 mm
Tangkai perbungaanHingga 75 cm, membawa anakan di ujungnya

Ciri-Ciri Tanaman Laba-Laba

Ciri utama tanaman laba-laba adalah rumpun daun sempit yang keluar dari satu titik pusat. Daunnya tampak seperti alur atau lipatan di bagian tengah. Warnanya bisa hijau polos, atau bergaris putih dan kuning.

Akar tebal dan berdaging menyimpan air. Karena itu, tanaman ini tetap bertahan ketika jadwal siram kamu tidak teratur.

Bunganya kecil, berbentuk bintang, dan berwarna putih kehijauan. Beberapa artikel populer menyebut tanaman ini tidak berbunga, padahal bunganya ada, hanya mungil dan sering luput dari perhatian. Setelah berbunga, ujung tangkai menumbuhkan anakan (planlet). Anakan itu akhirnya terkulai dan menyentuh tanah, lalu mengeluarkan akar baru.

Tangkai bunga biasanya muncul saat hari pendek dan malam panjang tanpa gangguan cahaya selama minimal tiga minggu. Namun, di dalam ruangan tangkai bisa muncul kapan saja.

Cara Merawat Lili Paris

Perawatan lili paris berpusat pada empat hal: cahaya terang tidak langsung, air secukupnya, media gembur, dan pot yang tidak terlalu longgar. Tabel berikut meringkas semuanya sebelum kita bahas satu per satu.

KebutuhanPanduan
CahayaTerang hingga sedang, tidak langsung
AirSiram saat permukaan tanah mengering sedikit
Kualitas airUtamakan air hujan atau air bebas klorin dan fluorida
SuhuSekitar 13–27°C
MediaCampuran gembur dengan drainase baik
PupukSetiap 3–4 bulan, atau lebih sering dengan setengah dosis
PotAgak sempit, ganti saat akar memenuhi pot

Cahaya yang Tepat

Spider plant tumbuh baik di cahaya terang hingga sedang yang tidak langsung. Sinar matahari yang terik membakar daunnya dan meninggalkan bercak coklat. Sebaliknya, ruangan yang terlalu gelap membuat pertumbuhan melambat.

Sebuah penelitian di Jurnal Produksi Tanaman (Mei 2024) bahkan menguji lili paris di dalam ruangan dengan perlakuan naungan. Hasilnya menegaskan bahwa cahaya memengaruhi jumlah dan luas daun. Jadi, taruh tanamanmu dekat jendela yang terang, bukan di sudut yang benar-benar gelap.

Air dan Kualitas Air

Siram spider plant saat permukaan tanah mulai mengering, lalu biarkan kelebihan air mengalir keluar. Tanah yang terus basah memicu akar busuk. Tanah yang kering berlebihan, di sisi lain, membuat ujung daun mencoklat.

Kualitas air juga penting. Tanaman ini peka terhadap fluorida dan klorin di air keran. Oleh karena itu, pakai air hujan atau air yang sudah kamu endapkan, terutama jika ujung daun sering terbakar.

Media Tanam dan Pot

Pilih media berbasis tanah yang gembur dan berdrainase baik. Spider plant tumbuh dan menghasilkan anakan paling baik saat akarnya sedikit sempit di pot. Namun, akar yang terlalu padat menghambat pertumbuhan, jadi ganti pot ketika akar mulai memenuhi wadah.

Suhu dan Kelembapan

Kisaran suhu nyaman tanaman ini sekitar 13–27°C. Di dataran rendah tropis, suhu siang sering melewati angka itu. Karena itu, letakkan tanaman di ruang teduh berventilasi baik, dan hindari area yang terkena pantulan panas langsung.

Pemupukan

Pupuk setiap 3–4 bulan sudah cukup. Kamu juga bisa memupuk lebih sering dengan larutan setengah dosis. Pupuk berlebihan justru mengurangi jumlah anakan dan memicu ujung daun mencoklat.

Cara Memperbanyak Spider Plant

Cara termudah memperbanyak spider plant adalah memakai anakan yang tumbuh di ujung tangkai. Metode ini hampir selalu berhasil. Ikuti langkah berikut:

  1. Pilih anakan yang sudah mulai membentuk akar atau berdiameter sekitar 5 cm.
  2. Siapkan pot kecil berisi media gembur di dekat tanaman induk.
  3. Letakkan anakan di permukaan media tanpa memutus tangkainya dari induk.
  4. Tahan anakan dengan klip kertas yang kamu bengkokkan agar akar menyentuh tanah.
  5. Potong tangkai penghubung setelah anakan berakar kuat.

Alternatifnya, kamu bisa memotong anakan berakar lalu menanamnya langsung. Rumpun besar juga bisa kamu bagi saat mengganti pot. Kamu bisa menyemai biji, tetapi bibit hasil biji tidak selalu mewarisi corak daun induknya.

Jenis Spider Plant yang Populer

Kultivar spider plant dibedakan terutama dari pola warna daunnya. Bentuk beraneka ragam, atau variegata, adalah yang paling populer.

KultivarCiri utama
VittatumDaun hijau tua dengan garis putih krem lebar di tengah; tumbuh lebih lambat
VariegatumDaun hijau dengan tepi putih; cenderung menghasilkan lebih sedikit anakan
Milky WayTepi hijau dengan bagian tengah putih hingga krem yang lebar
White StripeGaris putih tipis di tulang daun yang memudar saat daun menua
Hijau polosDaun hijau tanpa corak, umumnya lebih mudah menghasilkan anakan

Mengatasi Masalah Umum pada Lili Paris

Masalah paling umum pada spider plant adalah ujung daun mencoklat. Penyebabnya beragam, mulai dari kelembapan rendah sampai kualitas air. Tabel ini membantumu menelusuri sumbernya.

GejalaKemungkinan penyebabSolusi
Ujung daun mencoklatTanah terlalu kering, kelembapan rendah, atau fluorida dan klorin di airJaga tanah agak lembap, ganti dengan air hujan, gunting ujung yang mencoklat
Bercak coklat di daunSinar matahari langsungPindahkan ke tempat terang tidak langsung
Akar busuk dan daun layuTanah terus basah atau drainase burukKurangi siraman, ganti media, pastikan lubang pot terbuka
Sedikit anakanPupuk berlebihan atau pot terlalu longgarKurangi pupuk, pakai pot yang lebih sempit
Serangga kecil di daunKutu putih atau kutu perisaiBersihkan manual dan pisahkan dari tanaman lain

Apakah Spider Plant Aman dan Bisa Membersihkan Udara?

Spider plant tergolong aman bagi manusia, kucing, dan anjing, tetapi kemampuannya membersihkan udara rumah sering dibesar-besarkan. Banyak dokter hewan menyukai tanaman ini karena tidak beracun bagi hewan peliharaan. Meski begitu, jaga agar hewanmu tidak mengunyah daunnya berlebihan.

Soal udara, studi NASA memang menemukan tanaman ini mampu menyerap polutan seperti formaldehida dan xilena. Namun, eksperimen itu berlangsung di ruang tertutup berskala laboratorium. Studi berikutnya tidak bisa mereplikasi hasil itu di rumah dan kantor sungguhan.

Sebagai gambaran, kebutuhan sekitar 70 tanaman untuk rumah hemat energi seluas sekitar 167 m² menunjukkan skalanya. Karena itu, anggap spider plant sebagai penghias yang menyegarkan ruangan, bukan pengganti ventilasi.

Spider Plant sebagai Tanaman Hias Gantung

Spider plant cocok sebagai tanaman hias gantung karena tangkai dan anakannya menjuntai alami. Gantung tanaman dekat jendela supaya mendapat cahaya merata. Selain itu, posisi tinggi menjauhkan daun dari jangkauan hewan peliharaan.

Pot gantung juga memberi ruang bagi anakan untuk menjuntai tanpa tertekuk. Kamu bisa memadukannya dengan tanaman berukuran lain agar tampilan ruangan lebih dinamis.

Kalau panduan ini membantu, simpan artikel ini untuk rujukan saat daun tanamanmu bermasalah. Bagikan juga ke temanmu yang baru mulai mengoleksi tanaman hias. Lalu ceritakan di medsosmu: apakah spider plantmu sudah menghasilkan anakan?

Baca juga:

FAQ

1. Apa itu spider plant?

Spider plant adalah nama umum Chlorophytum comosum, tanaman hias dari famili Asparagaceae yang berasal dari Afrika. Orang Indonesia juga menyebutnya lili paris atau tanaman laba-laba. Daunnya sempit, panjang, dan melengkung, sedangkan anakannya menjuntai dari tangkai panjang sehingga cocok untuk pot gantung.

2. Berapa sering spider plant perlu disiram?

Siram spider plant saat permukaan tanah mulai mengering, lalu biarkan air keluar lewat lubang drainase. Akar tebalnya menyimpan air, jadi tanaman ini toleran terhadap jadwal siram yang tidak teratur. Namun, tanah yang terus basah memicu akar busuk. Sesuaikan frekuensi dengan cuaca dan ukuran pot.

3. Kenapa ujung daun spider plant mencoklat?

Ujung daun mencoklat biasanya muncul karena tanah terlalu kering, kelembapan rendah, atau penumpukan garam dan bahan kimia dari air keran, terutama fluorida dan klorin. Karena itu, pakai air hujan atau air bebas klorin, jaga tanah tetap sedikit lembap, dan gunting bagian yang mencoklat.

4. Apakah spider plant aman untuk kucing dan anjing?

Spider plant tergolong tidak beracun bagi kucing dan anjing, sehingga banyak dokter hewan merekomendasikannya. Meski begitu, jaga agar hewan tidak mengunyah daunnya berlebihan. Gantung tanaman di tempat tinggi supaya daunnya tetap utuh dan hewanmu tidak terganggu.

5. Apakah spider plant benar-benar membersihkan udara?

Spider plant menyerap senyawa seperti formaldehida dalam eksperimen laboratorium, termasuk studi NASA. Namun, ulasan berikutnya menyimpulkan efeknya di ruangan nyata sangat kecil. Anggap tanaman ini sebagai penghias yang menenangkan, bukan pengganti ventilasi atau alat pembersih udara.

Referensi

  1. Cummings, B. E., & Waring, M. S. (2020). Potted plants do not improve indoor air quality: A review and analysis of reported VOC removal efficiencies. Journal of Exposure Science & Environmental Epidemiology, 30(2), 253–261. https://doi.org/10.1038/s41370-019-0175-9
  2. Dela Cruz, M., Christensen, J. H., Thomsen, J. D., & Müller, R. (2014). Can ornamental potted plants remove volatile organic compounds from indoor air? A review. Environmental Science and Pollution Research, 21(24), 13909–13928. https://doi.org/10.1007/s11356-014-3240-x
  3. Wolverton, B. C., Douglas, W. L., & Bounds, K. (1989). A study of interior landscape plants for indoor air pollution abatement (NASA-TM-108061). National Aeronautics and Space Administration. https://ntrs.nasa.gov/citations/19930072988
  4. Wolverton, B. C., Johnson, A., & Bounds, K. (1989). Interior landscape plants for indoor air pollution abatement (NASA-TM-101766). National Aeronautics and Space Administration. https://ntrs.nasa.gov/citations/19930073077
  5. [Nama penulis]. (2024). [Judul lengkap artikel tentang lili paris (Chlorophytum comosum) di dalam ruang]. Jurnal Produksi Tanaman, 12(5), 320–326. https://doi.org/10.21776/ub.protan.2024.012.05.04
  6. Wulandari, R. A., & Ma’rufi, I. (2022). Analisis kemampuan lili paris (Chlorophytum comosum variegatum) dalam menyerap formalin di ruangan. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. https://doaj.org/article/9b284483c7ab4a3ca80f418800868f19
Scroll to Top