Aglonema
Aglonema adalah tanaman hias daun dari famili Araceae (talas-talasan) yang menawarkan corak daun beragam, mulai dari hijau polos, perak, hingga merah menyala. Orang Indonesia mengenalnya dengan nama sri rejeki, sedangkan pencinta tanaman di luar negeri menyebutnya Chinese evergreen. Tanaman ini tumbuh baik di tempat teduh, sehingga cocok untuk ruang tamu, kamar tidur, hingga meja kerja. Di artikel ini, kamu akan mengenal pengertian, ciri-ciri, jenis populer, dan cara merawat aglonema dengan benar.
Pengertian Aglonema
Aglonema (ejaan ilmiah: Aglaonema) adalah genus tanaman berbunga dari famili Araceae. Habitat aslinya berada di hutan tropis dan subtropis Asia serta Papua Nugini yang lembap dan teduh. Peneliti memperkirakan ada sekitar 30 spesies di alam, dan para pemulia tanaman telah menyilangkan ratusan kultivar dari spesies tersebut.
Kamu mungkin juga mengenal aglonema dengan sebutan lain:
- Sri rejeki: sebagian orang percaya tanaman ini mendatangkan rezeki.
- Ratu daun (queen of the leaves): daya tarik utamanya terletak pada keindahan daun.
- Chinese evergreen: nama internasional karena tanaman ini selalu hijau dan berkembang di Asia.
- Tanaman hias daun: kategori botani untuk tanaman yang orang pelihara demi keindahan daunnya.
Petani Asia sudah menanam aglonema sebagai tanaman pembawa keberuntungan selama berabad-abad. Tanaman ini masuk ke dunia Barat pada tahun 1885, ketika Kebun Raya Kerajaan Kew menerima koleksi pertamanya.
Ciri-Ciri Aglonema
Kamu bisa mengenali aglonema lewat lima bagian tubuhnya. Tabel berikut merangkum ciri utamanya.
| Bagian | Ciri-ciri |
|---|---|
| Akar | Akar serabut (tanaman monokotil). Akar sehat berwarna putih dan berisi, sedangkan akar kurang sehat berwarna cokelat. |
| Batang | Pendek, lunak, berair, berwarna putih, hijau muda, atau merah muda, dan sering tertutup daun. |
| Daun | Daya tarik utama. Bentuknya bulat telur, lonjong, atau delta, dengan gradasi warna hijau, perak, merah, kuning, atau putih. |
| Bunga | Bunga majemuk berupa tongkol (spadix) yang dilindungi seludang (spatha). |
| Buah dan biji | Buah berbentuk bulat lonjong, hijau kekuningan saat muda, lalu berubah merah saat matang. Biji di dalamnya bisa kamu pakai untuk pembiakan. |
Tinggi tanaman dewasa umumnya berkisar antara 30 sampai 120 cm, tergantung kultivarnya. Pertumbuhannya tergolong lambat, jadi kamu tidak perlu sering mengganti pot.
Jenis-Jenis Aglonema Populer
Para penghobi memburu kultivar tertentu karena warna daunnya yang mencolok. Berikut jenis yang sering muncul dalam daftar koleksi.
| Jenis | Ciri khas |
|---|---|
| Red peacock (widuri) | Warna merah cerah di bagian tengah daun. |
| Widuri putih | Daun dominan putih dengan tulang dan tepi hijau. |
| Bidadari | Daun berwarna kuning, jingga, pink, dan hijau dengan tangkai merah muda. |
| Cinta | Daun berbentuk hati dengan lekukan di kedua pangkalnya. |
| Pride of Sumatra | Daun lonjong bernuansa merah dengan tulang daun merah menyala. |
| Moonlight | Daun bulat dan cekung seperti mangkuk dengan tulang daun merah. |
| Suksom | Daun merah menyala dan polos karena minim klorofil. |
| Silver queen | Tepi daun hijau tua dengan bagian tengah berwarna perak keputihan. Kultivar ini meraih Award of Garden Merit dari Royal Horticultural Society. |
| Claudia | Daun hijau pucat dengan sedikit semburat merah muda. |
| Anyamanee | Daun lebar dengan tiga warna: hijau, merah, dan putih. |
| Harlequin | Warna daun berubah mengikuti intensitas cahaya. |
| Cutlass | Daun panjang dan tajam seperti belati, hijau tua dengan corak putih kehijauan. |
| Lipstik (Siam aurora) | Tepi daun, tulang daun, dan ujung batang berwarna merah menyala. |
| Red cochin | Daun merah menyala dengan tepi hijau tua. |
Kamu juga akan menemukan kultivar hasil pemuliaan Universitas Florida, seperti Moonlight Bay, Emerald Bay, Diamond Bay, dan Stripes.
Manfaat Aglonema untuk Rumah dan Kantor
Aglonema memberi beberapa manfaat nyata bagi ruangan yang kamu tempati:
- Mempercantik ruangan: satu pot aglonema sudah membuat sudut rumah tampak lebih segar dan cerah.
- Beradaptasi dengan cahaya rendah: tanaman ini tetap tumbuh di ruangan dengan pencahayaan sedang hingga rendah, bahkan di bawah lampu neon.
- Membantu mengurangi polutan udara: Studi Udara Bersih NASA menemukan bahwa spesies Aglaonema modestum efektif menyaring racun rumah tangga seperti formaldehida dan benzena.
- Menjadi terapi: merawat tanaman memberi waktu jeda dari rutinitas harian.
- Mudah dirawat: pemula pun sanggup memeliharanya.
Cara Merawat Aglonema agar Tumbuh Subur
Aglonema bertahan di dalam maupun luar ruangan, tetapi kamu tetap perlu memberi perhatian rutin. Tabel berikut meringkas kebutuhan utamanya.
| Aspek | Panduan |
|---|---|
| Cahaya | Pilih tempat terang tanpa sinar matahari langsung, misalnya di samping jendela atau di sudut ruangan. |
| Suhu | Suhu ideal berkisar 20 sampai 25 °C. Kerusakan akibat dingin mulai muncul di bawah 15 °C. |
| Penyiraman | Siram saat lapisan tanah sedalam 2,5 cm terasa kering. Pada cuaca panas, kamu mungkin perlu menyiram setiap 2 sampai 3 hari. |
| Media tanam | Campur tanah, cocopeat, arang, dan kompos dengan perbandingan 1:1:1, atau gunakan tanah, sekam, dan pupuk kandang 1:1:1. |
| Pupuk | Berikan pupuk organik atau kompos secukupnya. Pupuk berlebih justru merusak tanaman. |
| Pemangkasan | Buang daun layu atau menguning dan potong bunga agar energi tanaman terfokus pada daun. |
| Pembersihan | Lap daun secara berkala supaya warna tetap cerah. |
Cara menanam bonggol aglonema
Bonggol adalah bagian batang paling bawah yang memiliki akar. Kamu bisa menanamnya untuk memperbanyak tanaman dengan langkah berikut:
- Bersihkan bonggol dengan air bersih, lalu potong akar atau batang yang membusuk.
- Siapkan media tanam gembur berhumus, campur dengan arang, sekam, pupuk, dan sedikit pasir halus.
- Pilih pot dengan lubang drainase di bagian bawah.
- Letakkan bonggol di media tanam dan sisakan bagian atasnya tetap terbuka agar tanaman bisa bernapas.
- Siram secukupnya dan jaga kelembaban media.
Cara memperbanyak aglonema
Kamu bisa memperbanyak aglonema lewat stek batang, pembagian anakan di pangkal tanaman, atau biji dari buah yang matang. Stek batang dan pembagian anakan memberi hasil paling cepat.
Masalah umum dan solusinya
- Daun menguning: penyebab utamanya penyiraman berlebih. Kurangi frekuensi dan cek drainase pot.
- Bercak gelap berminyak pada daun: tanda kerusakan akibat suhu dingin. Pindahkan tanaman ke tempat yang lebih hangat.
- Hama: tungau laba-laba, kutu putih, kutu sisik, dan kutu daun sering menyerang. Periksa bagian bawah daun secara rutin.
- Bercak daun atau busuk akar: jamur dan bakteri memicunya. Buang bagian yang sakit dan perbaiki sirkulasi udara.
Pengalaman Merawat Aglonema di Rumah
Dari pengalaman keke merawat aglonema di dalam ruangan, kesalahan paling sering justru datang dari kebiasaan menyiram terlalu rajin. Kamu bisa menancapkan jari ke tanah sedalam satu ruas: jika terasa basah, tunda penyiraman. Daun yang mulai menguning hampir selalu menjadi sinyal pertama bahwa akar terlalu lembap.
Pencahayaan juga menentukan warna. Kultivar berdaun merah memunculkan warna terbaiknya di tempat terang yang teduh, sedangkan di tempat gelap warnanya cenderung memudar menjadi hijau. Kamu juga sebaiknya memotong bunga yang tumbuh. Setelah itu, daun baru biasanya muncul lebih rimbun.
Apakah Aglonema Beracun?
Ya. Aglonema mengandung kristal kalsium oksalat. Getahnya bisa mengiritasi kulit, dan jika tertelan, tanaman bisa mengiritasi selaput lendir mulut dan tenggorokan. Pakai sarung tangan saat memangkas, dan letakkan pot di tempat yang tidak terjangkau anak kecil serta hewan peliharaan.
Penutup
Sekarang kamu sudah paham bahwa aglonema bukan sekadar tanaman hias, melainkan perpaduan keindahan daun, ketangguhan, dan simbol harapan. Pilih jenis yang cocok dengan sudut rumahmu, atur cahaya dan penyiraman dengan cermat, lalu nikmati prosesnya.
Bagikan artikel ke teman atau keluarga yang gemar tanaman hias, dan tulis di medsosmu jenis aglonema favoritmu. Satu pot daun yang kamu rawat dengan sabar akan tumbuh menjadi cerita yang menghijaukan rumahmu.
Baca juga:
- Cara Menanam Kamboja dari Batang (Stek) agar Cepat Berakar
- Penyebab Daun Lidah Mertua Menguning: Diagnosis, Penanganan, dan Pencegahan
- Lidah Mertua Tidak Tumbuh? Ini 9 Penyebab dan Cara Mengatasinya
- 9 Penyebab Daun Anthurium Menguning dan Cara Mengatasinya
FAQ
1. Apa yang dimaksud aglonema?
Aglonema adalah tanaman hias daun dari famili Araceae yang berasal dari Asia tropis dan Papua Nugini. Orang Indonesia menyebutnya sri rejeki atau ratu daun, dan dunia internasional menyebutnya Chinese evergreen. Tanaman ini terkenal karena corak daunnya yang indah dan perawatannya yang mudah.
2. Mengapa aglonema disebut sri rejeki?
Sebagian masyarakat percaya bahwa merawat aglonema mendatangkan rezeki dan keberuntungan. Tradisi Asia memang menanam tanaman ini sebagai pembawa hoki selama berabad-abad, sehingga nama sri rejeki melekat.
3. Bagaimana cara merawat aglonema supaya subur?
Taruh aglonema di tempat terang tanpa sinar matahari langsung, siram saat tanah bagian atas sedalam 2,5 cm mengering, dan gunakan media tanam gembur dengan drainase baik. Beri pupuk organik secukupnya, bersihkan daun dari debu, dan pangkas daun layu serta bunga.
4. Berapa sering kamu harus menyiram aglonema?
Siram aglonema ketika lapisan tanah atas terasa kering, umumnya setiap 2 sampai 3 hari saat cuaca panas dan lebih jarang saat musim hujan. Cek kelembaban tanah dulu sebelum menyiram supaya akar tidak membusuk.
5. Apakah aglonema aman untuk rumah yang memiliki anak atau hewan peliharaan?
Aglonema tidak aman jika anak atau hewan memakannya karena tanaman mengandung kalsium oksalat yang memicu iritasi. Letakkan pot di tempat tinggi atau ruangan yang tidak mereka jangkau.
Referensi
- American Society for the Prevention of Cruelty to Animals. (n.d.). Chinese evergreen. ASPCA. https://www.aspca.org/pet-care/aspca-poison-control/toxic-and-non-toxic-plants/chinese-evergreen
- Cummings, B. E., & Waring, M. S. (2020). Potted plants do not improve indoor air quality: A review and analysis of reported VOC removal efficiencies. Journal of Exposure Science & Environmental Epidemiology, 30(2), 253–261. https://doi.org/10.1038/s41370-019-0175-9
- Gilman, E. F., Klein, R. W., & Hansen, G. (2018). Aglaonema modestum: Chinese evergreen (Fact Sheet FPS25). University of Florida, UF/IFAS Extension. https://journals.flvc.org/edis/article/view/136862
- Nicolson, D. H. (1969). A revision of the genus Aglaonema (Araceae). Smithsonian Contributions to Botany, 1. Smithsonian Institution Press. https://repository.si.edu/server/api/core/bitstreams/a4c9d4d3-a0b4-439c-a8cf-654347cee810/content
- Royal Botanic Gardens, Kew. (n.d.). Aglaonema Schott. Plants of the World Online. https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:2671-1
- Wolverton, B. C., Douglas, W. L., & Bounds, K. (1989). A study of interior landscape plants for indoor air pollution abatement (NASA-TM-108061). National Aeronautics and Space Administration. https://ntrs.nasa.gov/citations/19930072988
- Wolverton, B. C., Johnson, A., & Bounds, K. (1989). Interior landscape plants for indoor air pollution abatement (NASA-TM-101766). National Aeronautics and Space Administration. https://ntrs.nasa.gov/citations/19930073077
Aqilla Putri Pasla, seorang pengamat lingkungan yang berfokus pada ekologi, konservasi, dan gaya hidup berkelanjutan melalui Konten yang berbasis fakta, tips praktis, serta wawasan edukatif.



