Manfaat Tanaman Janda Bolong di Dalam Rumah, Ini Faktanya

Manfaat Tanaman Janda Bolong di Dalam Rumah

Manfaat Tanaman Janda Bolong di Dalam Rumah

Manfaat tanaman janda bolong di dalam rumah lebih banyak menyentuh sisi psikologis daripada kebersihan udara. Daunnya yang berlubang menjadi dekorasi favorit, dan kegiatan merawatnya terbukti menenangkan banyak orang. Namun, sebagian klaim populer, seperti kemampuan menyaring polutan, belum punya bukti yang kuat. Artikel ini memisahkan manfaat yang berdasar penelitian dari mitos, supaya kamu bisa memutuskan dengan tenang.

Mengenal Janda Bolong

Janda bolong adalah nama populer di Indonesia untuk Monstera adansonii, tanaman rambat dari famili Araceae yang berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Sebutan “bolong” merujuk pada lubang alami di daunnya. Meskipun begitu, penjual sering mencampuradukkan beberapa istilah. Oleh sebab itu, tabel berikut membantu kamu membedakannya.

IstilahArtiCatatan
Janda bolongNama populer Monstera adansonii di IndonesiaDaun relatif kecil dengan lubang banyak
VariegataBentuk berdaun belang putih atau kremLangka dan mahal; tidak ada bukti manfaat yang berbeda dari versi hijau
Monstera deliciosaSpesies lain dengan daun jauh lebih besarSering tertukar dengan janda bolong

Manfaat Tanaman Janda Bolong di Dalam Rumah

Manfaat yang paling kuat dukungan penelitiannya adalah penurunan stres. Sementara itu, manfaat lain bersifat pendukung atau estetika. Perlu kamu ketahui pula bahwa sebagian besar studi meneliti tanaman hias dalam ruangan secara umum, bukan janda bolong secara khusus.

1. Menurunkan stres dan memperbaiki suasana hati

Berinteraksi dengan tanaman dapat menurunkan ketegangan. Misalnya, dalam uji silang acak pada dewasa muda, peneliti Korea menemukan bahwa interaksi aktif dengan tanaman dalam ruangan mengurangi stres fisiologis dan psikologis dibandingkan dengan kerja mental. Selain itu, kamu tidak perlu menjadi ahli berkebun. Sebab, rutinitas menyiram, memeriksa daun baru, dan memutar pot sudah cukup memberi jeda dari layar. nih

2. Membantu menurunkan tekanan darah diastolik

Studi yang sama juga mencatat tekanan darah diastolik yang lebih rendah setelah tugas memindahkan tanaman. Padahal, banyak artikel menyebut tekanan sistolik. Akan tetapi, temuan yang tercatat di jurnal adalah diastolik. Lagi pula, efeknya kecil dan bukan terapi. Oleh karena itu, kalau kamu menderita hipertensi, tetap ikuti anjuran dokter.

3. Mendukung fokus dan memberi jeda visual

Teori restorasi atensi menyatakan bahwa pemandangan alam membantu perhatian pulih setelah bekerja lama. Selanjutnya, penelitian di lingkungan kantor melaporkan manfaat serupa pada kapasitas atensi. Sebaliknya, klaim bahwa daun hijau “menyehatkan mata” belum punya uji klinis yang saya ketahui. Dengan demikian, yang bisa dipastikan hanyalah jeda pandang dari layar gawai.

4. Mempercantik dan menyejukkan ruangan

Karena janda bolong merambat, kamu bisa menggantungnya atau mengarahkannya ke tiang lumut tanpa memakan lantai. Di samping itu, kesan sejuk yang muncul bersifat persepsi. Dengan kata lain, warna hijau membuat ruangan terasa lebih hidup, tetapi suhu ruangan tidak ikut turun.

5. Hobi produktif dan peluang ekonomi

Janda bolong mudah diperbanyak lewat stek batang. Selain itu, varian langka, terutama yang berdaun belang, punya pasar jual-beli sendiri. Namun, harga bisa naik turun tajam. Jadi, anggap sisi ekonomi ini bonus, bukan alasan utama memelihara.

Benarkah Janda Bolong Membersihkan Udara?

Tidak pada skala rumah yang sesungguhnya. Pasalnya, klaim ini berawal dari penelitian NASA tahun 1989 yang menguji tanaman di ruang uji tertutup berukuran kecil. Padahal, rumah punya pintu dan jendela yang sering terbuka.

Kemudian, tinjauan Cummings dan Waring (2019) menghitung ulang hasil puluhan percobaan dengan ukuran standar clean air delivery rate (CADR). Hasilnya, median CADR satu tanaman hanya 0,023 m³ per jam, sehingga rumah membutuhkan 10 hingga 1.000 tanaman per meter persegi lantai untuk menyamai pertukaran udara biasa. Dengan kata lain, jendela yang kamu buka lebih berpengaruh daripada seluruh koleksi tanamanmu.

Tabel Klaim populer dan status buktinya.

Klaim populerStatus buktiCatatan
Menurunkan stresAda dukunganStudi tanaman dalam ruangan secara umum
Menurunkan tekanan darah diastolikAda, terbatasSatu studi pada dewasa muda
Menyaring udara rumahLemahTidak signifikan dibanding ventilasi
Menyehatkan mataBelum ada bukti khususHanya jeda dari layar
Menambah kelembapan ruanganTidak ada data khusus janda bolongVentilasi dan cuaca lebih menentukan

Risiko yang Jarang Dibahas: Daun Beracun

Janda bolong tidak aman untuk dikunyah. Sebab, tanaman famili Araceae mengandung kristal kalsium oksalat yang memicu iritasi mulut, air liur berlebih, dan kesulitan menelan pada anak kecil, anjing, dan kucing. Selain itu, daftar tanaman beracun ASPCA memuat genus Monstera.

Untungnya, langkah pencegahannya sederhana:

  1. Pertama, letakkan pot di rak tinggi atau gantung.
  2. Kedua, cuci tangan setelah memangkas atau menstek.
  3. Terakhir, hubungi dokter atau dokter hewan bila ada yang menelan daunnya.

Cara Merawat agar Manfaatnya Terasa

Tanaman yang sehat lebih enak dipandang dan lebih menyenangkan dirawat. Oleh karena itu, ikuti enam langkah ini.

  1. Pertama, pilih lokasi dengan cahaya terang tidak langsung, misalnya dekat jendela yang terhalang tirai tipis.
  2. Kedua, gunakan media tanam yang porous dan pot dengan lubang drainase.
  3. Ketiga, siram saat lapisan atas media mulai kering, lalu buang air yang menggenang di tatakan.
  4. Selanjutnya, putar pot secara berkala supaya pertumbuhan merata.
  5. Setelah itu, beri pupuk daun sesuai takaran di kemasan selama masa tumbuh.
  6. Terakhir, lap daun dengan kain lembap supaya debu tidak menghalangi cahaya.

Artikel ini membantu kamu? Jika iya, simpan sebagai pegangan sebelum membeli tanaman berikutnya. Selain itu, bagikan ke teman yang sedang berburu janda bolong, lalu tulis pengalamanmu di medsos.

Pada akhirnya, manfaat tanaman janda bolong di dalam rumah paling nyata bukan pada udara yang tersaring, melainkan pada pikiran yang ikut tenang bersama setiap daun barunya.

Baca juga:

FAQ

1. Apa manfaat tanaman janda bolong di dalam rumah?

Manfaat tanaman janda bolong di dalam rumah terutama berupa penurunan stres, suasana hati yang lebih baik, dan tampilan ruangan yang lebih hidup. Selain itu, satu studi pada dewasa muda mencatat tekanan darah diastolik yang lebih rendah setelah berinteraksi dengan tanaman. Namun, bukti ini berlaku untuk tanaman hias dalam ruangan secara umum.

2. Apakah janda bolong bisa membersihkan udara rumah?

Janda bolong tidak terbukti membersihkan udara rumah secara berarti. Sebab, tinjauan atas 196 hasil percobaan menyimpulkan bahwa tanaman pot menyerap polutan jauh lebih lambat daripada pertukaran udara lewat ventilasi biasa. Oleh karena itu, untuk udara lebih bersih, buka jendela, kurangi sumber asap, dan pakai purifier bila perlu.

3. Apakah janda bolong beracun bagi kucing, anjing, dan anak kecil?

Ya, janda bolong beracun bila dikunyah. Sebab, tanaman famili Araceae mengandung kristal kalsium oksalat yang memicu iritasi mulut, air liur berlebih, dan sulit menelan. Karena itu, letakkan di tempat tinggi atau gantung, dan hubungi dokter atau dokter hewan bila ada yang menelannya.

4. Apakah janda bolong aman diletakkan di kamar tidur?

Janda bolong aman di kamar tidur dari sisi gas. Pasalnya, respirasi tanaman pada malam hari menghasilkan karbon dioksida dalam jumlah sangat kecil dibandingkan napas manusia, sehingga tidak berarti bagi kualitas tidur. Meskipun begitu, pastikan pot tidak terjangkau anak atau hewan peliharaan dan media tanam tidak terlalu lembap.

5. Di mana letak terbaik janda bolong di dalam rumah?

Letakkan janda bolong dekat jendela dengan cahaya terang tidak langsung. Sebab, matahari langsung yang terik membakar daun, sedangkan ruangan gelap membuat batang memanjang dan daun mengecil. Selain itu, putar pot secara berkala agar pertumbuhan merata, dan jauhkan dari hembusan langsung pendingin ruangan.

Referensi

  1. Cummings, B. E., & Waring, M. S. (2020). Potted plants do not improve indoor air quality: A review and analysis of reported VOC removal efficiencies. Journal of Exposure Science & Environmental Epidemiology, 30(2), 253–261. https://doi.org/10.1038/s41370-019-0175-9
  2. Lee, M.-S., Lee, J., Park, B.-J., & Miyazaki, Y. (2015). Interaction with indoor plants may reduce psychological and physiological stress by suppressing autonomic nervous system activity in young adults: A randomized crossover study. Journal of Physiological Anthropology, 34(1), Article 21. https://doi.org/10.1186/s40101-015-0060-8
  3. Drexel University. (2019). Study: Actually, potted plants don’t improve air quality. https://drexel.edu/news/archive/2019/november/potted-plants-do-not-improve-air-quality
  4. Wolverton, B. C., Johnson, A., & Bounds, K. (1989). Interior landscape plants for indoor air pollution abatement (NASA Technical Memorandum NASA-TM-101766). NASA John C. Stennis Space Center. https://ntrs.nasa.gov/citations/19930073077
  5. Raanaas, R. K., Evensen, K. H., Rich, D., Sjøstrøm, G., & Patil, G. (2011). Benefits of indoor plants on attention capacity in an office setting. Journal of Environmental Psychology, 31(1), 99–105. [VERIFIKASI]
  6. ASPCA. (n.d.). Ceriman (Monstera deliciosa). ASPCA Animal Poison Control: Toxic and non-toxic plants. Diakses 18 Oktober 2026, dari https://www.aspca.org/pet-care/animal-poison-control/toxic-and-non-toxic-plants/ceriman
Scroll to Top