Cara Menanam Lidah Mertua dari Daun dan Anakan Beserta Media Tanamnya

Cara Menanam Lidah Mertua

Cara Menanam Lidah Mertua

Cara menanam lidah mertua dari daun dan anakan tergolong mudah, murah, dan cocok untuk pemula. Tanaman ular (snake plant) yang secara botani kini bernama Dracaena trifasciata, sebelumnya Sansevieria trifasciata, memiliki rimpang dan daun berdaging yang menyimpan cadangan air. Karena sifat itu, kamu bisa memperbanyaknya lewat stek daun maupun pemisahan anakan tanpa peralatan khusus. KeKe merangkum langkah, takaran media tanam, waktu terbaik, dan catatan pengalaman praktik agar kamu berhasil sejak percobaan pertama.

Lidah Mertua dan Cara Berkembang Biaknya

Lidah mertua berasal dari daerah tropis dan subtropis, dengan sebaran alami yang mencakup Afrika. Daunnya keras, tegak, berujung runcing, dan sering bercorak belang hijau tua dan hijau muda. Genus ini memiliki puluhan spesies dan banyak kultivar, misalnya laurentii (tepi kuning), Black Coral, Superba, Jiboia, dan Starfish.

Tanaman ini berkembang biak lewat rimpang, yaitu batang yang tumbuh di bawah tanah. Rimpang menyebar dan menghasilkan tunas baru, sehingga pot lama-kelamaan terasa sesak. Pemahaman tentang rimpang menjelaskan mengapa dua metode di bawah berhasil: stek daun memicu rimpang baru terbentuk dari potongan, sedangkan pemisahan anakan memindahkan rimpang yang sudah hidup.

Waktu Terbaik untuk Memperbanyak Lidah Mertua

Musim tanam menjadi waktu paling ideal. Di iklim sedang, musim semi dan musim panas memberi hasil terbaik, sementara awal musim gugur masih baik. Di iklim tropis seperti Indonesia, kamu bisa memulai hampir sepanjang tahun. Hindari kondisi terlalu dingin, karena lidah mertua tidak tahan suhu di bawah sekitar 10 °C. Tanaman induk yang sudah bertunas pada usia sekitar satu tahun juga siap dipisahkan ketika anakannya berumur dua sampai empat bulan.

1. Alat dan Bahan yang Perlu Kamu Siapkan

KebutuhanSpesifikasiFungsi
Alat potongPisau, gunting pangkas, atau gunting tajam dan bersihMenghasilkan potongan rapi dan mengurangi risiko busuk
PotUkuran kecil (sekitar 10 cm cukup untuk beberapa stek), wajib berlubang drainaseMencegah genangan air
Media tanamCampuran porous: tanah sukulen/kaktus, atau pasir malang + sekam bakar + pupuk organikMembuat akar mudah tumbuh dan air cepat mengalir
TatakanOpsionalMenampung air siraman
PenyanggaOpsional, misalnya tusuk bambuMenahan daun tinggi agar tidak roboh

2. Komposisi Media Tanam

Jenis tanamanPasir malangSekam bakarPupuk organik
Varietas berdaun pipih dan butuh air lebih banyak111
Varietas kering, misalnya berdaun silindris211

Kamu juga bisa memakai tanah pot biasa lalu menambahkan batu apung, perlit, atau sabut kelapa agar teksturnya lebih ringan dan kasar.

Cara Menanam Lidah Mertua dari Daun (Stek Daun)

Stek daun memakan waktu lebih lama, tetapi kamu tidak membutuhkan tanaman induk yang bertunas. Metode ini juga menghasilkan banyak bibit dari satu daun.

Langkah 1: Pilih Daun yang Sehat dan Cukup Tua

Pilih indukan sehat dan cukup umur, lalu ambil daun yang sudah tua tanpa bercak atau bagian lunak.

Langkah 2: Potong Daun

Potong daun sampai ke pangkal, sekitar satu sampai dua inci (2,5 sampai 5 cm) di atas permukaan tanah, dengan sayatan lurus melintang. Kamu bisa menanam daun utuh atau memotongnya menjadi beberapa bagian dengan panjang minimal 10 cm. Untuk varietas berdaun pendek, satu helai daun cukup untuk satu tanaman.

Langkah 3: Tandai Arah Pertumbuhan

Ingat arah potongan. Sisi yang tadinya menghadap pangkal harus berada di dalam tanah. Jika kamu menanam sisi ujung, potongan tidak akan berakar. Kamu bisa membuat sayatan miring kecil di ujung atas sebagai penanda.

Langkah 4: Anginkan Luka Potongan

Letakkan potongan di tempat teduh dan kering selama beberapa hari sampai ujung potongan mengering dan menutup (proses callusing). Di iklim kering, beberapa hari sudah cukup, sedangkan di iklim lembap waktunya bisa mendekati sepuluh hari. Jauhkan dari sinar matahari langsung. Langkah ini mencegah pembusukan.

Langkah 5: Tanam di Media Porous

Isi pot hampir penuh dengan media tanam, lalu tancapkan potongan sedalam sekitar 1 sampai 3 inci (2,5 sampai 7,5 cm) dan tekan media perlahan agar potongan berdiri kokoh. Beri penyangga bila daun terlalu tinggi.

Langkah 6: Tempatkan di Cahaya Terang Tidak Langsung

Taruh pot di dekat jendela yang terang, tetapi tidak persis di kaca. Sinar langsung membakar daun, sedangkan cahaya yang terlalu redup melemahkan stek.

Langkah 7: Atur Penyiraman

Tahan air selama 3 sampai 7 hari setelah tanam agar luka potongan beradaptasi, lalu siram sampai air keluar dari lubang drainase. Setelah itu siram sekitar seminggu sekali saat cuaca hangat dan dua sampai tiga minggu sekali saat dingin.

Cara Menanam Lidah Mertua dari Anakan (Pemisahan Rumpun)

Pemisahan anakan menghasilkan tanaman siap tumbuh lebih cepat karena anakan sudah membawa akar dan rimpang.

  1. Pilih induk yang rimbun. Tanaman dengan banyak tunas memberi banyak pilihan anakan.
  2. Keluarkan tanaman dari pot. Ketuk pot pelan-pelan sampai media longgar, lalu bersihkan tanah dari akar.
  3. Pilih anakan berdaun minimal tiga helai. Anakan sekecil apa pun boleh dipisah selama akarnya utuh dan daunnya sehat.
  4. Potong rimpang penghubung. Gunakan pisau tajam dan bersih, lalu olesi bekas potongan dengan fungisida atau pestisida sesuai anjuran.
  5. Kembalikan induk ke pot. Isi pot dengan media segar agar induk tetap rapi.
  6. Tanam anakan. Isi pot baru sekitar tiga perempat, letakkan anakan di tengah, lalu tutup dengan media sampai pangkal daun tertutup tanpa menanam lebih dalam dari posisi semula, karena pangkal daun bisa membusuk.
  7. Siram dan naungi. Siram sampai air mengalir dari dasar pot, lalu letakkan di tempat teduh beberapa hari sebelum kamu pindahkan ke cahaya lebih terang.

Kamu bisa memilih pot yang minimal dua inci (sekitar 5 cm) lebih lebar dari pot sebelumnya, karena rimpang butuh ruang untuk menghasilkan tunas baru.

Alternatif Ketiga: Stek Pucuk Anakan

Selain dua cara utama, kamu bisa memakai stek pucuk. Pilih induk yang sudah memiliki sekitar 12 helai daun, ambil tunas berdaun empat helai, dan potong pucuknya dengan hati-hati agar daun tidak terlepas. Anginkan potongan sekitar dua hari di tempat kering, lalu tanam dan siram secukupnya.

Perbandingan Metode Perbanyakan

AspekStek daunPemisahan anakan
Tingkat kesulitanMudahMudah sampai sedang
Kecepatan tumbuhLambat (anakan pertama muncul sekitar tiga bulan)Cepat karena akar sudah ada
Jumlah bibitBanyak dari satu daunTerbatas jumlah anakan
Kebutuhan indukCukup satu daunInduk berumpun rimbun
Corak kultivarVarietas bertepi kuning dapat kehilangan garis kuning pada pertumbuhan baruCorak sama dengan induk
Risiko utamaBusuk jika luka tidak keringAkar rusak saat pemisahan

Catatan Pengalaman Praktik dan Pengamatan Lapangan

Beberapa temuan dari praktik perbanyakan yang terdokumentasi bisa membantu kamu menyusun ekspektasi:

  • Daun asal tidak ikut tumbuh. Daun stek tetap berukuran seperti semula. Rimpang di bawah tanahlah yang memunculkan seluruh pertumbuhan baru.
  • Anakan pertama muncul sekitar tiga bulan. Anakan lain menyusul dalam beberapa bulan berikutnya, dan dari dua daun yang ditanam, empat tunas bisa muncul.
  • Corak kuning dapat hilang. Pada kultivar laurentii, daun stek tetap berpinggiran kuning, tetapi anakan barunya tumbuh hijau polos. Jika kamu ingin corak yang sama, pilih pemisahan anakan.
  • Cahaya menentukan mutu. Cahaya terang tidak langsung menghasilkan daun yang lebih kokoh, sedangkan cahaya minim membuat pertumbuhan kerdil.
  • Media ringan memangkas risiko busuk. Media porous membuat air cepat keluar, sehingga akar kecil punya ruang bernapas.

Perawatan Setelah Bibit Tumbuh

1. Penyiraman

Lidah mertua menyukai media yang benar-benar kering di antara dua penyiraman. Tanaman dewasa cukup disiram dari seminggu sekali sampai sebulan sekali, tergantung suhu dan ukuran pot. Genangan air menjadi penyebab utama busuk akar.

2. Pemupukan

Kamu bisa memakai pupuk seimbang, misalnya NPK 15-15-15 setiap tiga bulan (sekitar satu sendok untuk pot berdiameter 15 cm), atau pupuk kompos dan pupuk daun sekali seminggu. Pupuk lepas lambat membantu pemula karena risiko kelebihan dosisnya kecil.

3. Cahaya dan Suhu

Tanaman toleran terhadap cahaya redup sampai terang, bahkan tumbuh di bawah lampu kantor. Jaga suhu di atas sekitar 10 °C dan jauhkan dari angin dingin.

4. Repotting

Pindahkan tanaman ke pot satu ukuran lebih besar ketika rumpun terlihat sesak, sekaligus pisahkan anakan baru untuk memperbanyak koleksi.

Masalah dan Solusinya

GejalaKemungkinan penyebabSolusi
Pangkal stek lunak dan berbauLuka belum kering atau media terlalu basahBuang bagian busuk, anginkan ulang, tanam di media lebih kasar
Stek tidak berakarPotongan tertanam terbalikTanam sisi pangkal ke bawah
Daun terbakar dan bercoret cokelatSinar matahari langsungPindahkan ke cahaya terang tidak langsung
Daun menguning dan lembekPenyiraman berlebihanKurangi frekuensi siram, perbaiki drainase
Pertumbuhan kerdilCahaya kurangDekatkan ke jendela atau lampu tanam
Daun melengkung dan menyempit di pangkalTanaman terlalu tinggi atau padatPotong daun dan perbanyak, atau bagi rumpun

Manfaat Menanam Lidah Mertua

Lidah mertua populer sebagai tanaman hias pembersih udara. Studi NASA yang sering dikutip melaporkan tanaman ini mengurangi zat seperti benzena dan trikloroetilena di ruang tertutup. Namun, efek di rumah sungguhan lebih kecil daripada di ruang uji, sehingga kamu sebaiknya tetap menjaga ventilasi. Tanaman ini juga mudah dirawat, hemat air, dan cocok untuk kamu yang sibuk. Selain itu, sejumlah varietas bernilai ekonomi tinggi sehingga peluang usaha bibit terbuka lebar.

Penutup

Sekarang kamu memegang peta lengkap untuk memperbanyak lidah mertua dari daun dan anakan. Coba praktikkan salah satu metode, catat tanggal tanam dan perkembangan akarnya, lalu bagikan hasilmu di kolom komentar. Kalau tulisan ini membantu, share ke teman atau keluarga yang gemar berkebun, dan simpan panduan ini sebagai referensi saat kamu memindahkan tanaman ke pot baru.

Satu helai daun yang kamu tanam hari ini bisa menjadi rumpun hijau yang menemani rumahmu bertahun-tahun.

Baca juga:

FAQ

1. Berapa lama stek daun lidah mertua berakar dan bertunas?

Anakan pertama umumnya muncul sekitar tiga bulan setelah tanam, dan tunas berikutnya menyusul dalam beberapa bulan. Kecepatannya bergantung pada cahaya, suhu, dan kelembapan media.

2. Apakah daun lidah mertua harus dikeringkan sebelum ditanam?

Ya. Anginkan luka potongan beberapa hari sampai ujungnya mengering dan menutup, lalu tanam. Langkah itu menurunkan risiko busuk.

3. Bagian daun mana yang harus masuk ke tanah?

Bagian pangkal potongan, yaitu sisi yang semula lebih dekat dengan akar. Sisi ujung yang ditanam tidak akan berakar.

4. Kapan anakan lidah mertua boleh dipisahkan dari induk?

Pisahkan anakan yang berusia dua sampai empat bulan dan memiliki minimal tiga helai daun. Potong dengan pisau tajam, lalu olesi bekas potongan.

5. Media tanam apa yang paling cocok untuk perbanyakan lidah mertua?

Pilih media porous berdrainase baik, misalnya tanah sukulen dan kaktus, atau campuran pasir malang, sekam bakar, dan pupuk organik dengan perbandingan 1:1:1 (varietas biasa) atau 2:1:1 (varietas kering).

Scroll to Top