Mengenal Melati Belanda dengan Nama Ilmiah Quisqualis Indica

Melati Belanda

Melati Belanda

Melati Belanda (Quisqualis indica) adalah tanaman merambat berbunga wangi yang warnanya berubah dari putih, merah muda, hingga merah dalam satu tandan. Oleh karena itu, banyak orang menanamnya untuk menutupi pagar, pergola, dan dinding taman. Selain itu, tanaman hias tersebut berbunga hampir sepanjang tahun. Kamu bisa menanamnya langsung di tanah atau, sebagai alternatif, di dalam pot besar. Panduan keke di bawah membahas ciri, syarat tumbuh, cara tanam, perawatan, perbanyakan, hama, hingga ide penataan. Dengan demikian, kamu bisa menikmati bunganya secepat mungkin.

Apa Itu Melati Belanda?

Melati Belanda
Tanaman Melati Belanda yang tumbuh di atap rumah keke

Melati Belanda dikenal juga dengan nama Rangoon creeper dan Chinese honeysuckle. Selain itu, para ahli botani kadang menulis nama ilmiahnya sebagai Combretum indicum, karena marga Quisqualis kini banyak digabungkan ke dalam marga Combretum. Di Indonesia, masyarakat menyebutnya bunga ceguk, wudani, bidani, atau kacekluk, tergantung daerahnya. Sementara itu, orang Bugis memanggilnya tikao.

Nama “Belanda” sering menimbulkan salah paham. Pertama, tanaman tersebut tidak berasal dari Belanda. Kedua, tanaman tersebut tidak sekerabat dengan melati sejati (Jasminum). Orang memberi nama itu karena aroma bunganya mirip melati. Sebenarnya, habitat aslinya berada di kawasan tropis Asia dan Afrika.

Perbedaan Melati Belanda dan Melati Sejati

AspekMelati BelandaMelati sejati (Jasminum)
MargaQuisqualis atau CombretumJasminum
Warna bungaBerubah dari putih ke merahUmumnya putih atau kuning
Bentuk bungaTerompet panjang, bergerombolBintang kecil dengan kelopak terbuka
Kebiasaan tumbuhMerambat kuat, berkayuSemak atau merambat ringan
Fungsi utamaPeneduh dan penutup pagarWewangian, teh, dan rangkaian bunga

Ciri-Ciri Fisik

BagianCiri
BatangBerkayu, merambat, kadang berduri kecil
Panjang rambatanSekitar 2 hingga 8 meter
DaunHijau atau hijau kekuningan, berhadapan, berbentuk elips
BungaBerbentuk terompet, tumbuh bergerombol
Warna bungaPutih, merah muda, lalu merah
AromaWangi, terutama pada sore dan malam
Waktu berbungaHampir sepanjang tahun jika cukup sinar matahari

Mengapa Warna Bunganya Berubah?

Setiap kuntum mekar pada waktu berbeda. Mula-mula, bunga baru muncul berwarna putih, lalu memerah dalam dua sampai tiga hari. Karena kuntum muda dan tua menempel pada tangkai yang sama, kamu melihat gradasi warna yang cantik dalam satu dompol. Selain memanjakan mata, warna bergradasi tersebut memikat lebah, kupu-kupu, dan burung penyerbuk.

Jenis Melati Belanda yang Beredar

Penjual tanaman hias biasanya menawarkan dua tipe:

TipeKarakterCocok untuk
Rangoon creeperMerambat, rimbun seperti semak jika tanpa penyangga, bunga merah dengan gradasi tipisPagar, dinding, dan pergola
Tipe kompakTumbuh lebih tegak dan rapi, lebih fleksibel ditataPot besar, sudut teras, dan taman kecil

Jika lahanmu terbatas, pilih tipe kompak. Sebaliknya, pilih tipe merambat jika kamu ingin menutupi bidang yang luas.

Manfaat Melati Belanda untuk Taman dan Rumah

Tanaman rambat tersebut bekerja sebagai peneduh alami sekaligus penghias. Sebagai contoh, kamu bisa memanfaatkannya dalam beberapa cara:

  • Menutupi pagar dan dinding yang tampak kusam.
  • Selain itu, membuat kanopi teduh di pergola atau gerbang masuk.
  • Di samping itu, menarik lebah, kupu-kupu, dan burung ke halaman.
  • Lebih lanjut, menambah aroma harum di teras atau area duduk luar ruangan.
  • Terakhir, menahan tanah di lereng kecil, asalkan kamu tidak memangkasnya terlalu sering.

Pemanfaatan Tradisional dan Peringatan Keamanan

Masyarakat tradisional memakai akar, daun, dan biji melati Belanda sebagai obat herbal, misalnya untuk mengusir cacing parasit, meredakan diare, atau menurunkan demam. Namun, peneliti belum menyediakan bukti klinis yang memadai untuk klaim tersebut. Bahkan, biji yang dimakan berlebihan bisa memicu cegukan, mual, dan gangguan pencernaan lain. Oleh sebab itu, konsultasikan dulu dengan tenaga kesehatan sebelum mencoba ramuan apa pun. Selain itu, jauhkan biji dari anak-anak serta hewan peliharaan.

Syarat Tumbuh yang Ideal

Melati Belanda menyukai tempat cerah dan lembap. Dengan demikian, kamu cukup memenuhi syarat berikut:

FaktorKebutuhan
CahayaSinar matahari penuh; tahan teduh parsial
TanahSubur, gembur, drainase baik; pH mudah menyesuaikan
KelembapanTanah lembap, tidak tergenang
PenyanggaWajib, berupa teralis, kawat, atau pagar
Waktu tanamMenjelang musim hujan
SuhuHangat khas daerah tropis

Tanaman yang kekurangan cahaya biasanya sedikit berbunga, bahkan daunnya mudah rontok. Karena itu, pilih lokasi yang menerima matahari langsung selama beberapa jam setiap hari. Namun, jika halamanmu panas sekali, beri naungan pada sore hari agar daun tidak layu.

Memilih Penyangga yang Tepat

Batang melati Belanda membesar dan berkayu seiring usia. Oleh karena itu, pilih penyangga yang kuat.

Jenis penyanggaKelebihanKekurangan
Teralis kayuRapi dan mudah dibentukPerlu dicat atau dilapisi agar tahan hujan
Kawat atau jaring besiKuat dan murahBisa panas di bawah terik matahari
Pagar besi atau bambuLangsung tersediaPerlu ikatan tambahan di beberapa titik
PergolaMenghasilkan kanopi teduhMemerlukan rangka kokoh dan biaya lebih besar

Pasang penyangga sebelum menanam. Dengan begitu, kamu tidak merusak akar saat memasangnya kemudian.

Cara Menanam Melati Belanda di Tanah

Ikuti langkah berikut agar bibit cepat beradaptasi:

  1. Pertama, pasang penyangga sebelum menanam.
  2. Kedua, gali lubang dengan lebar dua sampai tiga kali lebar wadah bibit, lalu sesuaikan kedalamannya dengan panjang akar.
  3. Ketiga, campur tanah galian dengan kompos.
  4. Setelah itu, lepaskan bibit dari wadah dengan hati-hati dan jaga akarnya tetap utuh.
  5. Selanjutnya, kendurkan tanah di sekitar akar dengan jari.
  6. Kemudian, isi lubang separuh dengan campuran tanah dan kompos, lalu siram agar kantong udara hilang.
  7. Berikutnya, penuhi lubang dan siram perlahan.
  8. Sesudah itu, taburkan kompos setebal sekitar 7 cm di sekitar pangkal tanaman dan tutup dengan mulsa untuk menahan air.
  9. Terakhir, ikat batang pada penyangga dengan tali longgar.

Beri jarak sekitar 50 cm dari tanaman lain, dan 6 hingga 30 cm dari struktur penyangga. Sementara itu, jika kamu memakainya sebagai penutup tanah, tanam bibit dengan jarak 20 hingga 25 cm.

Cara Menanam Melati Belanda di Pot

Jika halamanmu sempit, kamu tetap bisa menanam melati Belanda di pot:

  1. Pertama, pilih pot besar dengan lubang drainase.
  2. Kedua, isi separuh pot dengan campuran tanah dan kompos.
  3. Selanjutnya, letakkan bibit tanpa kantong plastiknya.
  4. Setelah itu, tambahkan media sampai penuh, lalu siram pada bagian pangkal.
  5. Kemudian, pasang teralis kecil atau ajir bambu sebagai tempat merambat.
  6. Terakhir, pindahkan pot ke tempat yang terkena matahari langsung.

Selain itu, ganti pot dengan ukuran lebih besar setiap satu atau dua tahun jika akar mulai keluar dari lubang drainase.

Perawatan Harian Melati Belanda

PerawatanPanduan
PenyiramanPaling sedikit seminggu sekali di kebun; dua hingga tiga kali seminggu untuk tanaman dalam ruangan atau pot
PemupukanPilih pupuk rendah nitrogen; beri kompos secara berkala
PemangkasanLakukan setelah siklus mekar utama; pangkas ringan kapan saja
PenyanggaPeriksa ikatan dan longgarkan jika batang membesar
MulsaTambahkan untuk menahan air saat kemarau

Pupuk bernitrogen tinggi hanya memperbanyak daun dan mengurangi bunga. Sebaliknya, kebun dengan tanah yang sudah subur hampir tidak memerlukan pupuk tambahan. Jika kamu memakai pupuk cair pekat, campurkan dengan air sesuai petunjuk kemasan, kemudian tuangkan saat penyiraman rutin.

Kapan Waktu Terbaik Memangkas?

Pangkas setelah bunga mulai berkurang. Pertama, potong cabang yang kering, saling bersilangan, atau tumbuh liar. Dengan begitu, tanaman tetap rapi, rambatan tidak terlalu rimbun, dan tunas bunga baru muncul. Di sisi lain, sebagian pekebun memilih memangkas pada musim kemarau, saat pertumbuhan melambat. Kamu bebas memilih salah satu waktu, asalkan tidak memangkas habis saat tanaman penuh kuncup.

Jadwal Perawatan Sepanjang Tahun

PeriodeTugas utama
Menjelang musim hujanTanam bibit baru, pasang penyangga, tambahkan kompos
Musim hujanPantau hama, kurangi penyiraman jika tanah terlalu basah
Awal musim kemarauPangkas setelah siklus mekar, perbaiki ikatan
Musim kemarauSiram teratur, pasang mulsa tebal

Cara Memperbanyak Melati Belanda

Kamu bisa menambah koleksi tanpa membeli bibit baru. Pada umumnya, pekebun memakai tiga cara:

CaraLangkah singkatTingkat kemudahan
Stek batangPotong batang sehat sepanjang 15 sampai 20 cm, buang daun bawah, tancapkan di media lembap, dan taruh di tempat teduh terangMudah
Cangkok atau layeringTekuk cabang ke tanah, tutup bagian tengah dengan tanah, tunggu akar tumbuh, lalu potong dari indukMudah
Anakan atau tunas akarPisahkan tunas yang tumbuh di sekitar pangkal dengan sebagian akarnyaSedang

Pilih batang yang sudah agak berkayu tetapi masih segar. Selanjutnya, jaga media tetap lembap. Selain itu, hindari sinar matahari terik sampai tunas baru muncul.

Hama dan Masalah yang Sering Muncul

MasalahTandaPenanganan
Kutu daunDaun keriting dan lengketSemprot sabun insektisida atau minyak nimba
Tungau laba-labaBercak kuning dan jaring halusSemprot air, lalu minyak nimba
Ulat dan belalangDaun berlubangAmbil manual atau semprot larutan bawang putih
Tidak berbungaDaun lebat, bunga sedikitTambah sinar matahari, kurangi pupuk nitrogen
Daun rontokTanaman tampak lemahPindahkan ke tempat lebih terang, atur penyiraman
Akar lemah di potPertumbuhan lambatGanti media dan pot yang lebih besar

Buang bagian tanaman yang terserang sebelum hama menyebar. Sementara itu, jika kamu memakai insektisida kimia, gunakan setengah takaran dan ulangi setiap dua minggu. Sebagai alternatif, pilih ramuan alami dari bawang putih.

Kesalahan Umum Saat Menanam Melati Belanda

  • Menanam di tempat teduh penuh, sehingga bunga sedikit.
  • Selain itu, memberi pupuk nitrogen berlebihan.
  • Lupa memasang penyangga, akibatnya tanaman menumpuk dan kusut.
  • Menyiram terlalu sering sampai tanah tergenang.
  • Terakhir, memangkas saat kuncup banyak, sehingga siklus mekar terpotong.

Ide Penataan Melati Belanda di Rumah

LokasiCara menataHasil
Pagar depanArahkan batang ke kawat atau jerujiTirai bunga yang menutupi pagar
Pergola terasRambatkan ke tiang dan atapKanopi teduh dan harum
Gerbang masukBentuk lengkungan dari rangka besiPintu masuk yang berkesan
Sudut balkonTanam di pot besar dengan teralisDinding hijau berbunga
Dinding polosPasang jaring taliLatar bunga bergradasi

Padukan melati Belanda dengan tanaman perdu pendek di bagian bawah. Dengan demikian, tamanmu tampak berlapis dan lebih hidup.

Pengalaman Menanam Melati Belanda

Pada percobaan pertama, keke menanam bibit di pot kecil dan menaruhnya di teras yang teduh. Akibatnya, dalam tiga bulan tanaman hanya menumbuhkan daun dan nyaris tanpa bunga. Setelah itu, keke memindahkannya ke pagar yang terkena matahari pagi sampai siang, dan kuncup pertama muncul dalam beberapa minggu. Di samping itu, mengganti pupuk dengan kompos dan pupuk rendah nitrogen. Hasilnya, tandan bunga tumbuh lebih rapat dan aromanya terasa jelas saat sore hari. Kemudian, dari batang hasil pangkasan, keke mencoba stek, dan hampir semuanya bertunas dalam beberapa minggu. Pada akhirnya, keke belajar bahwa cahaya dan penyangga yang kokoh menentukan hasil lebih dari apa pun.

Tanam Sekarang, Nikmati Wanginya

Sekarang kamu sudah tahu cara memilih lokasi, menanam, merawat, memperbanyak, dan mengatasi hama pada melati Belanda. Tinggal satu langkah lagi: siapkan penyangga dan mulai menanam. Jika panduan di atas membantu, bagikan ke teman yang sedang mencari tanaman rambat untuk pagarnya. Setelah itu, tulis pengalamanmu di kolom komentar.

Satu tanaman rambat sederhana mampu mengubah pagar yang membosankan menjadi tirai warna dan wangi yang kamu nantikan setiap sore.

Baca juga:

FAQ

1. Apa itu melati Belanda?

Melati Belanda (Quisqualis indica) adalah tanaman perdu merambat berbunga wangi dengan warna yang berubah dari putih ke merah muda dan merah. Selain itu, tanaman tersebut berasal dari kawasan tropis dan tidak berkerabat dengan melati sejati.

2. Berapa lama melati Belanda berbunga?

Melati Belanda bisa berbunga hampir sepanjang tahun jika mendapat sinar matahari langsung, air cukup, dan pemangkasan teratur. Biasanya, tanaman muda mulai berbunga setelah beberapa bulan.

3. Seberapa sering kamu perlu menyiram melati Belanda?

Siram paling sedikit seminggu sekali untuk tanaman di kebun. Sebaliknya, tanaman di dalam ruangan atau di pot memerlukan penyiraman dua sampai tiga kali seminggu. Pastikan tanah lembap, tetapi tidak tergenang.

4. Apakah melati Belanda aman untuk rumah dengan anak dan hewan peliharaan?

Bunga dan daunnya umumnya tidak berbahaya jika hanya disentuh. Namun, bijinya bisa menyebabkan cegukan dan gangguan pencernaan jika dimakan berlebihan. Oleh karena itu, jauhkan bijinya dari anak kecil dan hewan peliharaan.

5. Mengapa melati Belanda tidak berbunga?

Penyebab paling umum adalah kekurangan sinar matahari, pupuk nitrogen berlebihan, atau tidak pernah dipangkas. Untuk mengatasinya, pindahkan tanaman ke tempat cerah, ganti pupuk, lalu pangkas setelah siklus mekar selesai.

Scroll to Top