Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Dapur di Rumah: 2 Metode

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Dapur

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Dapur

Cara membuat pupuk kompos dari sampah dapur cukup sederhana: cacah sisa sayur dan buah, lalu campur dengan bahan kering seperti daun atau serbuk gergaji dalam wadah berlubang udara. Tambahkan sedikit tanah atau larutan EM4 sebagai pengurai. Tutup wadah, jaga kelembapan, dan aduk seminggu sekali. Kompos matang dalam beberapa minggu hingga tiga bulan.

Menurut Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), sisa makanan menyumbang 39,27% komposisi sampah nasional pada 2024. Oleh karena itu, mengompos di rumah langsung mengurangi sampahmu sekaligus memberi nutrisi untuk tanaman.

Apa Itu Pupuk Kompos dari Sampah Dapur?

Pupuk kompos dari sampah dapur adalah pupuk organik hasil penguraian sisa makanan nabati oleh mikroorganisme. Bakteri dan jamur memecah sisa sayur dan buah menjadi bahan gelap, remah, dan berbau tanah. Selain itu, kompos memperbaiki struktur tanah, membantu tanah menahan air, dan menambah bahan organik.

Di sisi regulasi, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah mendorong pengelolaan sampah dari sumbernya. Karena dapur termasuk sumber itu, kamu bisa mulai dari sana.

Sampah Dapur Apa yang Boleh dan Tidak Boleh Masuk Kompos?

Sisa nabati seperti kulit buah, sayur, dan ampas kopi cocok untuk kompos, sedangkan daging, minyak, dan susu sebaiknya kamu hindari. Pembagian ini penting karena bahan yang salah menimbulkan bau dan mengundang hama. Tabel berikut merangkum pilihan bahannya.

KategoriContohCatatan
Bahan hijau (basah)Sisa sayur, kulit buah, ampas kopi dan teh, nasi basi dalam jumlah kecilMenyumbang nitrogen dan air. Cacah hingga kecil.
Bahan cokelat (kering)Daun kering, serbuk gergaji, kardus atau kertas cacahMenyerap kelebihan air, menjaga udara, dan menekan bau.
PelengkapKulit telur yang kamu hancurkanMengurai lebih lambat, jadi hancurkan sampai halus.
HindariDaging, ikan, tulang, minyak jelantah, susu, kotoran anjing atau kucing, plastikMenimbulkan bau menyengat, mengundang lalat dan tikus, serta berisiko membawa patogen.

Sebagai patokan awal, gunakan sekitar dua bagian bahan cokelat untuk satu bagian bahan hijau berdasarkan volume. Kemudian sesuaikan sambil jalan. Jika tumpukan basah dan bau, tambahkan bahan cokelat. Sebaliknya, jika tumpukan kering dan lambat berubah, tambahkan bahan hijau atau percikan sedikit air.

Alat dan Bahan untuk Membuat Pupuk Kompos

Kamu cukup menyiapkan wadah bertutup yang berlubang udara, bahan hijau, bahan cokelat, dan sedikit pengurai. Semua perlengkapan ini mudah kamu temukan di rumah.

  • Ember bekas atau tong ukuran sedang dengan tutup. Lubangi bagian samping dan dasarnya agar udara masuk.
  • Baki atau piring di bawah ember untuk menampung cairan yang menetes.
  • Sarung tangan, pisau atau gunting untuk mencacah, dan kayu pengaduk.
  • Bahan hijau dan bahan cokelat dalam jumlah cukup.
  • Pengurai opsional: segenggam tanah, kompos matang, pupuk kandang, atau larutan EM4.
  • Botol semprot berisi air.

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Dapur, Langkah demi Langkah

Intinya, kamu menumpuk bahan hijau dan cokelat secara berlapis dalam wadah berventilasi, menjaga kelembapan, lalu mengaduknya secara rutin. Dua metode berikut cocok untuk kondisi rumah yang berbeda.

1. Metode Ember Berlapis untuk Rumah Kecil

  1. Lubangi ember di samping dan dasar, lalu letakkan di tempat teduh yang terlindung dari hujan.
  2. Hamparkan lapisan bahan cokelat di dasar ember.
  3. Cacah sampah dapur hingga kecil, kemudian taruh di atas lapisan cokelat.
  4. Taburkan segenggam tanah atau kompos matang. Sebagai alternatif, semprotkan larutan EM4 yang kamu encerkan sesuai petunjuk kemasan.
  5. Tutup bahan hijau dengan lapisan cokelat sampai tidak ada sisa makanan yang terlihat.
  6. Semprot air sampai tumpukan lembap, tetapi jangan sampai air menetes.
  7. Tutup ember rapat. Ulangi pelapisan setiap kali kamu menambah sampah.
  8. Aduk seminggu sekali, lalu panen setelah satu hingga tiga bulan.

2. Metode Lubang Tanah untuk Pekarangan

Jika kamu punya pekarangan, gali lubang di area yang tidak tergenang dan jauh dari sumur atau sumber air. Masukkan sampah dapur secara bertahap, lalu tutup setiap lapisan dengan tanah untuk mengurangi bau. Setelah lubang penuh, padatkan tanah penutupnya dan tunggu sekitar tiga bulan.

Cara Merawat Kompos agar Cepat Matang

Kompos matang lebih cepat jika kamu menjaga empat hal: ukuran cacahan, kelembapan, udara, dan keseimbangan bahan.

  • Ukuran cacahan: potongan kecil mengurai lebih cepat karena mikroba punya permukaan lebih luas untuk bekerja.
  • Kelembapan: tumpukan harus lembap, tetapi tidak menetes ketika kamu genggam.
  • Udara: aduk seminggu sekali dan pastikan lubang udara tidak tersumbat.
  • Keseimbangan bahan: pantau rasio hijau dan cokelat, lalu koreksi bila perlu.

Selain itu, perhatikan suhunya. Tumpukan yang aktif terasa hangat, kemudian suhunya turun menjelang matang.

Mengatasi Masalah Kompos yang Sering Muncul

Sebagian besar masalah kompos berasal dari tumpukan yang terlalu basah, kurang udara, atau salah bahan. Karena itu, cek tabel berikut sebelum kamu membongkar seluruh isi ember.

GejalaPenyebab UmumSolusi
Bau busuk atau asamTerlalu basah, kurang udara, bahan hijau berlebihTambahkan bahan cokelat, aduk, dan pastikan lubang udara terbuka.
Lalat atau belatungSisa makanan terbuka atau ada daging dan minyakTutup bahan hijau dengan lapisan cokelat, tutup ember rapat, dan keluarkan bahan terlarang.
Tumpukan kering dan tidak berubahKurang air atau kurang bahan hijauSemprot air dan tambahkan bahan hijau.
Menggumpal dan berlendirTerlalu padat dan basahAduk hingga gembur, lalu campur serbuk gergaji atau daun kering.

Ciri Kompos Matang dan Cara Memakainya

Kompos matang berwarna cokelat kehitaman, bertekstur remah, dan berbau tanah segar. Bahan aslinya sudah tidak tampak, kecuali potongan kecil seperti kulit telur. Jika kamu masih mencium bau menyengat atau merasakan hangat, beri waktu tambahan.

Setelah matang, campurkan kompos dengan tanah pot atau taburkan di sekitar pangkal tanaman. Sebaiknya jangan memakai kompos setengah matang, sebab bahan yang masih terurai dapat mengganggu akar.

Pengalaman keke Membuat Kompos Dapur

keke mulai mengompos pada bulan maret 2025 karena tempat sampah dapur selalu penuh dan berbau. Awalnya, memakai ember bekas bertutup dengan lubang udara di samping dan dasar. Kemudian keke menumpuk daun kering, sisa sayur yang di cacah, dan segenggam tanah secara berlapis. Namun, minggu pertama berjalan kurang mulus: tumpukan terlalu basah dan mengeluarkan bau asam. Karena itu, keke menambahkan serbuk gergaji dan mengaduk lebih sering. Setelah itu, bau berkurang dan lalat tidak datang lagi.

keke juga menaruh ember di tempat teduh agar hujan tidak membasahi isinya. Selama proses berlangsung, keke menghindari daging dan minyak. keke mengaduk ember seminggu sekali. Setelah 5 minggu, kompos berwarna cokelat kehitaman dan berbau tanah. keke mencampurnya dengan tanah pot untuk tanaman Aglonema, dan daunnya tampak lebih segar. Sejak itu, keke jarang membeli pupuk untuk tanaman pot. Pelajaran terbesar: keseimbangan bahan kering dan basah menentukan hasil, jadi jangan menunggu bau muncul sebelum menambah bahan kering.

Coba mulai dengan satu ember minggu ini, lalu ceritakan hasilnya di medsosmu. Simpan artikel ini supaya kamu bisa membukanya saat kompos mulai berbau. Kamu juga bisa membagikannya ke teman atau keluarga yang masih membuang sisa dapur ke tempat sampah.

Baca juga:

FAQ

1. Berapa lama membuat pupuk kompos dari sampah dapur?

Waktu pengomposan berkisar dari beberapa minggu hingga tiga bulan. Cacahan yang kecil, pengadukan rutin, dan kelembapan yang pas mempercepat prosesnya. Sebaliknya, wadah yang padat atau terlalu basah membuat proses berjalan lambat. Karena itu, jangan berpatokan pada kalender saja; cek warna, bau, dan tekstur kompos.

2. Apakah perlu EM4 untuk membuat kompos dari sampah dapur?

Tidak wajib. EM4 berisi mikroorganisme yang membantu mempercepat penguraian, tetapi kompos tetap jadi tanpa EM4 selama kamu menyeimbangkan bahan hijau dan cokelat. Sebagai pengganti, taburkan segenggam tanah atau kompos matang karena keduanya membawa mikroba alami. Dengan demikian, kamu menghemat biaya tanpa mengorbankan hasil.

3. Kenapa kompos dapur berbau busuk dan bagaimana mengatasinya?

Bau busuk biasanya muncul karena kompos terlalu basah, kurang udara, atau kelebihan bahan hijau. Tambahkan daun kering, serbuk gergaji, atau kardus cacah, lalu aduk hingga gembur. Pastikan wadah punya lubang udara dan tutup tetap rapat agar lalat tidak masuk. Setelah beberapa hari, bau seharusnya kembali seperti tanah.

4. Sampah dapur apa yang tidak boleh dikomposkan?

Hindari daging, ikan, tulang, minyak jelantah, susu, dan kotoran hewan peliharaan. Bahan-bahan itu menimbulkan bau menyengat, mengundang lalat dan tikus, serta berisiko membawa patogen. Selain itu, jangan masukkan plastik, kaca, atau kertas berlapis. Fokuslah pada sisa sayur, kulit buah, ampas kopi dan teh, serta kulit telur.

5. Bagaimana tahu kompos sudah matang dan siap dipakai?

Kompos matang berwarna cokelat kehitaman, bertekstur remah seperti tanah, dan berbau tanah segar. Selain itu, bahan aslinya sudah tidak tampak, kecuali potongan kecil seperti kulit telur. Suhu tumpukan juga sudah turun mendekati suhu sekitar. Jika masih berbau menyengat atau hangat, beri waktu tambahan.

Scroll to Top