Tanaman Hias Hidup di Air
3 tanaman hias hidup di air, yaitu janda bolong, sirih gading, dan philodendron, bisa tumbuh tanpa tanah selama kamu menjaga air tetap bersih dan cahaya tetap cukup. Ketiganya termasuk famili Araceae dan mudah berakar dari stek batang. Media air membuat rumah lebih bersih karena tidak ada tanah yang berserakan.
Mengapa Tanaman Hias Bisa Hidup di Air Tanpa Tanah?
Tanaman ini bisa hidup di air karena buku batangnya menumbuhkan akar air yang menyerap oksigen terlarut dan sedikit unsur hara dari air.
Akar air berbeda dari akar tanah. Bentuknya cenderung lebih panjang, tipis, dan rapuh karena beradaptasi dengan lingkungan basah. Karena itu, tanaman yang lama tumbuh di air kadang butuh waktu menyesuaikan diri saat kamu memindahkannya ke tanah.
Air biasa hanya mengandung sedikit unsur hara. Tanpa pupuk, pertumbuhan tanaman hias air tetap berjalan, tetapi lebih lambat dibanding tanaman di tanah.
Perbandingan Janda Bolong, Sirih Gading, dan Philodendron
Sirih gading paling mudah untuk pemula, janda bolong paling dekoratif, dan philodendron paling toleran terhadap cahaya redup. Tabel 1 merangkum perbedaannya.
Tabel 1. Perbandingan tiga tanaman hias yang bisa hidup di air
| Aspek | Janda bolong | Sirih gading | Philodendron |
|---|---|---|---|
| Nama ilmiah | Monstera adansonii | Epipremnum aureum | Philodendron hederaceum (jenis merambat) |
| Ciri daun | Berlubang alami | Berbentuk hati, hijau dengan corak kuning | Berbentuk hati, lebar, mengilap |
| Bagian yang distek | Batang dengan buku, akar udara jika ada | Batang dengan satu atau dua buku | Batang dengan beberapa buku |
| Cahaya | Terang tidak langsung | Fleksibel, dari redup sampai terang | Redup sampai terang tidak langsung |
| Kemudahan untuk pemula | Sedang | Sangat mudah | Mudah |
| Catatan | Pertumbuhan di air bisa lebih lambat | Bisa tumbuh memanjang bertahun-tahun | Cocok untuk rak dan meja |
Nama “janda bolong” di Indonesia kadang juga dipakai untuk jenis monstera lain. Cek nama ilmiah saat membeli bibit.
3 Tanaman Hias Hidup di Air yang Cocok untuk Pemula
1. Janda Bolong (Monstera adansonii)
Janda bolong adalah monstera berdaun kecil dengan lubang alami yang memberi kesan tropis pada ruangan. Pilih stek dengan minimal satu buku dan dua atau tiga daun. Akar udara yang sudah ada mempercepat proses adaptasi. Tanaman ini bisa bertahan di air, tetapi pertumbuhannya cenderung lebih lambat daripada di tanah, jadi air cocok sebagai media perbanyakan atau dekorasi jangka menengah.
2. Sirih Gading (Epipremnum aureum)
Sirih gading adalah pilihan paling aman bagi pemula karena mudah berakar dan toleran terhadap berbagai kondisi cahaya. Potong batang di bawah buku, lalu rendam buku itu di air. Dalam kondisi yang sesuai, sulurnya terus memanjang dan bisa menjuntai dari rak atau vas tinggi. Sirih gading hidup di air dalam waktu lama selama air diganti rutin dan cahaya cukup.
3. Philodendron (Philodendron hederaceum)
Philodendron daun hati memiliki daun lebar, mengilap, dan tumbuh merambat atau menjuntai. Caranya mirip dengan sirih gading: stek batang dengan beberapa buku, lalu rendam bagian buku. Tanaman ini cukup toleran terhadap cahaya yang lebih redup, sehingga cocok untuk meja kerja atau rak buku yang tidak terkena matahari langsung.
Cara Menanam Tanaman Hias di Air
Cara menanam tanaman hias di air dimulai dari memilih stek yang sehat dan merendam bagian bukunya, bukan daunnya. Ikuti langkah berikut:
- Pilih stek batang yang sehat dengan minimal satu buku dan dua atau tiga daun.
- Potong tepat di bawah buku memakai gunting bersih.
- Lepas daun yang akan berada di bawah permukaan air agar tidak membusuk.
- Isi gelas atau botol dengan air bersih, lalu rendam bagian buku.
- Letakkan wadah di tempat terang tanpa sinar matahari langsung.
- Ganti air seminggu sekali, bilas akar dengan lembut, dan sikat wadah.
- Setelah akar tumbuh, beri pupuk cair dengan takaran jauh lebih encer dari anjuran label, setiap beberapa minggu.
Wadah bening mendorong pertumbuhan alga bila terkena cahaya kuat. Wadah buram atau lokasi yang teduh membantu menekan masalah itu.
Cara Merawat agar Air Tidak Berlumut dan Akar Tidak Busuk
Kunci perawatannya adalah air bersih, cahaya terang tidak langsung, dan wadah yang rutin dibersihkan. Tabel di bawah membantu kamu mendiagnosis masalah umum.
| Masalah | Penyebab umum | Solusi |
|---|---|---|
| Air keruh atau berlendir | Bakteri, bagian tanaman yang membusuk | Ganti air, bilas akar, buang bagian yang lunak |
| Lumut hijau di dinding wadah | Cahaya terlalu kuat pada wadah bening | Pindahkan ke tempat teduh atau pakai wadah buram |
| Daun menguning | Cahaya kurang, nutrisi minim, atau daun terendam | Pindahkan ke tempat lebih terang, beri pupuk encer, lepas daun terendam |
| Batang lunak dan berbau | Pembusukan karena air jarang diganti | Potong bagian busuk, tanam ulang stek sehat |
| Akar tidak muncul | Buku tidak terendam atau stek lemah | Pastikan buku terendam, pilih stek yang lebih segar |
Hal yang Sering Terlewat: Keamanan dan Pindah ke Tanah
Tiga hal ini jarang dibahas, tetapi penting bagi rumah yang punya anak atau hewan peliharaan.
Pertama, hewan dan anak kecil. Tanaman Araceae mengandung kristal kalsium oksalat yang bisa mengiritasi mulut dan saluran cerna jika tergigit atau tertelan. Taruh vas di tempat yang tidak terjangkau.
Kedua, nyamuk. Air yang diam dan jarang diganti dapat menjadi tempat jentik nyamuk. Ganti air minimal seminggu sekali dan bersihkan wadah, terutama di musim hujan.
Ketiga, pindah ke tanah. Jika kamu ingin memindahkan tanaman ke pot, tunggu sampai akar air cukup panjang. Jaga media tanam tetap lembap selama beberapa minggu pertama karena akar air perlu menyesuaikan diri.
Kalau panduan ini membantu, simpan artikelnya untuk dibuka lagi saat mulai menyetek. Bagikan ke temanmu yang ingin punya tanaman hias tanpa repot dengan tanah. Tulis di medsosmu tanaman air apa yang sedang kamu coba, dan ceritakan hasilnya.
Baca juga:
- Manfaat Melati Belanda untuk Kesehatan dan Taman Rumah
- Apa Saja 5 Teori Sistem Ekologi? Memahami Pengaruh Lingkungan pada Perkembangan Manusia
- Keanekaragaman Hayati Tingkat Spesies: Ciri-Ciri, Contoh, dan Cara Melestarikannya
- Apakah Buah Monstera Bisa Dimakan? Ciri Matang & Bahayanya
FAQ
Apa saja tanaman hias yang bisa hidup di air tanpa tanah?
Janda bolong, sirih gading, dan philodendron adalah tiga tanaman hias yang bisa hidup di air tanpa tanah. Selain itu, lidah mertua, spider plant, dan bambu hoki juga bisa tumbuh di air, meski cara tumbuhnya berbeda. Pilih tanaman yang punya buku batang agar akar muncul dengan mudah.
Bagaimana cara menanam tanaman hias di air?
Potong stek batang yang punya satu atau dua buku dan beberapa daun. Rendam buku di air bersih, tetapi jaga daun tetap di atas permukaan. Letakkan di tempat terang tanpa sinar matahari langsung dan ganti air seminggu sekali. Akar biasanya muncul dalam beberapa minggu, lalu bertambah panjang seiring waktu.
Seberapa sering saya harus mengganti air?
Ganti air minimal seminggu sekali untuk mencegah alga, bau, dan jentik nyamuk. Jika air mulai keruh atau berlendir, ganti lebih cepat. Saat mengganti, bilas akar dengan lembut dan sikat wadah. Air yang segar menjaga pasokan oksigen untuk akar tetap cukup.
Apakah tanaman hias air perlu pupuk?
Pupuk tidak wajib, tetapi membantu pertumbuhan jangka panjang karena air biasa miskin unsur hara. Gunakan pupuk cair atau nutrisi hidroponik dengan takaran jauh lebih encer dari anjuran label setiap beberapa minggu. Berikan setelah akar tumbuh, dan hentikan jika air cepat berlumut.
Apakah tanaman hias air aman untuk kucing dan anjing?
Tidak sepenuhnya aman. Ketiga tanaman ini termasuk famili Araceae yang mengandung kalsium oksalat, sehingga bisa mengiritasi mulut dan saluran cerna kucing atau anjing yang menggigitnya. Letakkan vas di tempat yang tidak terjangkau hewan dan anak kecil, lalu hubungi dokter hewan bila terjadi gigitan.
Aqilla Putri Pasla, seorang pengamat lingkungan yang berfokus pada ekologi, konservasi, dan gaya hidup berkelanjutan melalui Konten yang berbasis fakta, tips praktis, serta wawasan edukatif.



