Sirih Gading (Epipremnum aureum): Karakteristik, Manfaat, Jenis, dan Cara Merawatnya

Sirih Gading

Sirih Gading

Sirih gading menarik perhatian pecinta tanaman hias karena daunnya berbentuk hati dengan corak hijau-kuning, pertumbuhannya cepat, dan perawatannya mudah. Selain itu, tanaman yang juga dikenal sebagai pothos atau devil’s ivy tersebut tumbuh baik di pot gantung, rak, moss pole, maupun media air. Oleh karena itu, banyak orang menanamnya untuk mempercantik hunian sekaligus memperbaiki kualitas udara dalam ruangan. Meskipun demikian, kamu perlu membedakan dua hal sejak awal, yaitu manfaat yang punya dukungan penelitian dan klaim yang terlalu dibesar-besarkan. Untuk itu, KeKe membahas keduanya secara berimbang, lengkap dengan tabel ringkas, panduan langkah demi langkah, dan jawaban atas pertanyaan yang sering diajukan.

Apa Itu Sirih Gading?

Sirih gading adalah tanaman merambat semi-epifit bernama ilmiah Epipremnum aureum. Di Indonesia, orang menyebutnya sirih gading emas untuk varietas berdaun keemasan. Sementara itu, pasar internasional lebih mengenal tanaman tersebut dengan nama golden pothos. Batangnya ramping dan lentur, sehingga panjangnya bisa mencapai puluhan meter ketika tumbuh liar dengan memanjat pohon lain. Selain itu, daunnya berbentuk hati dengan pangkal membulat dan ujung meruncing, berwarna hijau dengan semburat kuning hingga putih kekuningan.

Tanaman tersebut bertahan hidup di berbagai kondisi. Sebagai contoh, toleransinya terhadap cahaya redup dan kelalaian menyiram menjadikan sirih gading pilihan utama bagi pemula, pekerja kantoran, dan penghuni apartemen.

Klasifikasi Ilmiah

TingkatKeterangan
KerajaanPlantae
FamiliAraceae
GenusEpipremnum
SpesiesEpipremnum aureum
Nama umumSirih gading, pothos, golden pothos, devil’s ivy
Tipe pertumbuhanMerambat, semi-epifit, menjuntai

Karakteristik Botani Sirih Gading

Pertama, kamu perlu mengenali ciri fisik tanaman sebelum merawatnya. Berikut ringkasan karakteristik botaninya:

  • Habitus: merambat atau menjuntai, dengan akar udara yang muncul dari setiap nodus batang.
  • Daun: berukuran kecil hingga sedang pada tanaman pot. Namun, daun membesar dan kadang berlekuk ketika tanaman memanjat penyangga vertikal seperti moss pole atau batang pohon.
  • Habitat asli: hutan tropis dataran rendah di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik. Kini tanaman tersebut tersebar luas di seluruh dunia sebagai tanaman hias.
  • Suhu ideal: sekitar 21–32 °C, sehingga sesuai dengan iklim Indonesia.
  • Kelembapan: toleran terhadap kelembapan sedang, tetapi tumbuh lebih lebat pada udara yang cukup lembap.
  • Perbanyakan: stek batang yang memiliki nodus, yaitu ruas tempat akar dan tunas tumbuh.
  • Variegasi: pola warna kuning atau putih pada daun. Sayangnya, pola tersebut memudar bila cahaya terlalu kurang.

Manfaat Sirih Gading

1. Membantu Mengurangi Senyawa Organik Volatil (VOC)

Studi NASA Clean Air Study tahun 1989 (Wolverton dkk.) menempatkan sirih gading di antara tanaman yang menyerap formaldehida, benzena, dan xilena dalam ruang uji tertutup berukuran kecil. Mekanisme fitoremediasi berlangsung lewat stomata daun dan aktivitas mikroba di media tanam. Setelah polutan masuk, jaringan tanaman dan mikroba akar memecahnya menjadi senyawa yang lebih sederhana.

Meskipun demikian, kamu perlu mengetahui keterbatasannya. Tinjauan Cummings dan Waring (2019) menyimpulkan bahwa laju pembersihan udara oleh tanaman pot di ruangan nyata sangat kecil dibandingkan pertukaran udara lewat ventilasi. Bahkan, untuk menyamai efek ventilasi biasa, sebuah ruangan membutuhkan tanaman dalam jumlah yang tidak realistis. Karena itu, buka jendela, pasang ventilasi silang, dan kurangi sumber polutan seperti asap rokok dan cat berpelarut. Dengan kata lain, anggap sirih gading pelengkap, bukan pengganti.

2. Menambah Kelembapan Udara

Sirih gading melepaskan uap air lewat transpirasi. Memang efeknya kecil, tetapi masih terasa di ruang ber-AC yang cenderung kering. Untuk memaksimalkannya, kelompokkan beberapa pot dalam satu sudut agar terbentuk zona mikro yang sedikit lebih lembap.

3. Meredakan Stres dan Meningkatkan Suasana Hati

Penelitian Lee dkk. (2015) di Journal of Physiological Anthropology menemukan bahwa berinteraksi dengan tanaman dalam ruangan dapat menurunkan stres fisiologis dan psikologis dibandingkan dengan mengerjakan tugas komputer. Selain itu, temuan tersebut sejalan dengan hipotesis biofilia, yaitu kecenderungan naluriah manusia untuk merasa nyaman di dekat unsur alam. Sebagai contoh, sirih gading di meja kerja atau sudut kamar memberi kamu titik visual hijau yang menenangkan mata setelah berjam-jam menatap layar.

4. Memperindah Ruang dan Menambah Nilai Dekorasi

Batang yang menjuntai dari pot gantung, merambat di pagar teras, atau memanjat tiang moss pole menghasilkan tampilan asri tanpa biaya besar. Selanjutnya, padukan tanaman dengan pot berwarna netral, seperti putih, hitam, atau terakota, supaya warna daun tampil menonjol.

5. Aktivitas Berkebun yang Mudah dan Menyenangkan

Merawat tanaman yang mudah tumbuh melatih kebiasaan rutin dan memberi rasa pencapaian. Terlebih lagi, sirih gading cepat menunjukkan hasil, sebab sulur baru muncul dalam hitungan minggu. Akibatnya, kamu langsung melihat dampak dari perawatanmu.

Ringkasan Manfaat: yang Terbukti dan yang Perlu Dikritisi

KlaimStatus BuktiCatatan
Menyerap VOC dalam ruang uji tertutupAda dasar penelitianKondisi laboratorium berbeda dengan rumah nyata
Membersihkan udara rumah secara signifikanBukti lemahVentilasi jauh lebih efektif
Menambah kelembapanEfek kecilTerasa pada ruang kecil dan kering
Menurunkan stresAda dukungan penelitianEfek muncul lewat interaksi dan pandangan visual
Meningkatkan kualitas tidurBelum ada bukti kuatSebatas klaim populer
Mendekorasi ruangNyataBergantung pada penataan dan perawatan

Jenis-Jenis Sirih Gading Populer

Sirih gading punya beberapa varietas populer. Berikut perbandingannya:

JenisCiri DaunKebutuhan CahayaCatatan
Golden pothos (sirih gading emas)Hijau dengan corak kuning keemasanSedang hingga terang, tidak langsungPaling mudah tumbuh, cocok untuk pemula
JesseniaHijau kekuningan, corak sedikitTerang, tidak langsungWarna cerah bertahan bila cahaya cukup
Neon pothosHijau muda menyala, hampir kuning penuhTerang, tidak langsungMudah dikenali dari warnanya
Sirih gading putih (marble queen atau snow queen)Dominan putih dengan corak hijauTerangTumbuh lebih lambat, butuh cahaya lebih banyak

Oleh karena itu, kamu bisa memilih jenis berdasarkan cahaya di rumahmu. Varietas berdaun hijau pekat lebih toleran terhadap ruangan redup. Sebaliknya, varietas dengan variegasi putih membutuhkan cahaya lebih banyak agar polanya tidak memudar.

Cara Merawat Sirih Gading agar Tumbuh Subur

Perawatan sirih gading tergolong mudah, tetapi kamu harus melakukannya secara konsisten. Untuk memulai, lihat ringkasan kebutuhan berikut:

AspekRekomendasi
CahayaTerang, tidak langsung
SuhuSekitar 21–32 °C
MediaTanah gembur berdrainase baik, atau air
PenyiramanSaat permukaan media mulai kering
PemupukanSekitar tiga bulan sekali, dosis sesuai kemasan
PemangkasanRutin, saat tanaman aktif tumbuh
Pembersihan daunLap dengan kain lembap seminggu sekali

1. Media Tanam

Sirih gading tumbuh di media air maupun tanah. Jika kamu memilih tanah, campurkan kompos, sekam bakar, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : ¼. Selain itu, pilih pot dengan lubang drainase agar air berlebih keluar dan akar tidak membusuk. Sementara itu, bila kamu memilih media air, ganti air setiap satu hingga dua minggu supaya tidak keruh dan tidak berbau.

2. Pencahayaan

Letakkan sirih gading di tempat terang dengan cahaya tidak langsung, misalnya dekat jendela atau di teras beratap. Sebab, sinar matahari terik membakar daun. Di sisi lain, cahaya yang terlalu redup membuat batang memanjang, jarak antardaun merenggang, dan corak variegasi memudar.

3. Penyiraman

Siram ketika permukaan media mulai kering. Karena jadwal harian yang kaku bisa memicu akar busuk, cek kelembapan media dengan jari sebelum menyiram. Kemudian, pilih pagi hari sebagai waktu menyiram, sebab daun dan permukaan media punya waktu kering sepanjang hari sehingga risiko jamur turun. Terakhir, tuang air secukupnya sampai keluar dari lubang drainase, lalu buang air di alas pot.

4. Pemupukan

Beri pupuk organik atau pupuk tanaman hias sesuai dosis kemasan, kira-kira setiap tiga bulan pada tanaman yang aktif tumbuh. Perlu diingat, pupuk berlebihan tidak membuat tanaman lebih rimbun. Sebaliknya, garam pupuk yang menumpuk membakar ujung akar dan menyebabkan ujung daun cokelat. Oleh sebab itu, hindari memupuk tanaman yang sedang sakit atau bermasalah pada akar.

5. Pemangkasan agar Rimbun dan Kompak

Sirih gading yang rutin dipangkas justru terlihat lebih penuh. Untuk itu, ikuti langkah berikut:

  1. Pilih tanaman yang sehat dan aktif menumbuhkan daun baru.
  2. Potong sulur beberapa sentimeter di atas nodus dengan gunting bersih dan tajam.
  3. Setelah itu, pangkas pucuk secara berkala supaya tunas samping muncul dari ruas di bawahnya.
  4. Batasi pemangkasan sekitar sepertiga bagian tanaman per sesi.
  5. Kemudian, tanam potongan sehat sebagai stek dalam pot yang sama untuk tampilan lebih penuh.
  6. Terakhir, lanjutkan penyiraman normal dan jaga posisi cahaya yang sama.

Jangan menahan air atau nutrisi demi membuat tanaman tetap pendek. Sebab, kekurangan kebutuhan dasar justru melemahkan tanaman, sehingga bentuk rimbun tidak akan muncul.

Cara Memperbanyak Sirih Gading lewat Stek

Selain memangkas, kamu bisa memperbanyak tanaman secara gratis. Caranya sebagai berikut:

  1. Pilih batang sehat dengan minimal satu nodus. Namun, dua nodus memberi peluang berakar lebih besar.
  2. Potong di bawah nodus dengan gunting bersih.
  3. Buang daun yang terendam agar tidak membusuk.
  4. Selanjutnya, rendam stek di gelas berisi air bersih dan letakkan di tempat terang tidak langsung.
  5. Tunggu akar putih muncul, biasanya dua hingga empat minggu.
  6. Setelah itu, pindahkan ke media tanah gembur ketika akar mencapai beberapa sentimeter.
  7. Akhirnya, tanam beberapa stek dalam satu pot untuk tampilan rimbun.

Sirih gading punya dua wajah. Jika kamu menggantung potnya, sulur menjuntai dengan daun kecil. Sebaliknya, bila kamu menyediakan moss pole atau tiang kayu, akar udara menempel dan daun tumbuh jauh lebih besar. Karena itu, pilih sesuai gaya ruangan. Sementara itu, untuk tampilan mungil, pangkas rutin dan arahkan batang pendek ke permukaan media dengan penjepit tanaman yang tidak melukai batang.

Hama dan Penyakit yang Sering Menyerang Sirih Gading

Meskipun tangguh, sirih gading tetap bisa terserang hama dan penyakit. Tabel berikut membantu kamu mengenali dan menanganinya:

MasalahGejalaPenanganan
Kutu putih (mealybug)Bercak putih seperti kapas di ketiak daunLap dengan kapas beralkohol, lalu semprot air sabun
Tungau laba-labaBintik kuning halus, jaring tipis di daunSemprot air, tingkatkan kelembapan, ulangi berkala
Akar busukDaun menguning, media berbau, batang lunakKurangi penyiraman, ganti media, buang akar yang busuk
Bercak daunBercak cokelat atau hitamBuang daun terserang dan jaga sirkulasi udara
SunburnDaun kering kecokelatan di area terkena sinarPindahkan ke cahaya tidak langsung

Dari pengamatan KeKe merawat beberapa pot sirih gading di teras dan ruang tamu, tiga hal membuat perbedaan paling jelas:

  • Pertama, stek dengan dua nodus di gelas berisi air mulai mengeluarkan akar putih dalam sekitar dua minggu. Kemudian, saya pindahkan stek ke tanah setelah akar mencapai panjang beberapa sentimeter.
  • Kedua, daun menguning hampir selalu muncul ketika saya menyiram terlalu sering. Namun, daun kembali segar setelah saya menunggu media kering di bagian atas.
  • Ketiga, pot di sudut ruangan yang minim cahaya menghasilkan sulur panjang dengan jarak antardaun yang renggang. Akan tetapi, setelah saya pindahkan ke dekat jendela dan memangkas pucuknya, tunas samping tumbuh dalam beberapa minggu.

Sebagai tips praktis, catat tanggal penyiraman dan pemangkasan di ponsel, lalu bandingkan hasilnya tiap bulan. Dengan begitu, kamu menemukan pola perawatan yang cocok untuk rumahmu.

Risiko dan Keamanan: Toksisitas Kalsium Oksalat

Seluruh bagian sirih gading mengandung kristal kalsium oksalat berbentuk jarum. Akibatnya, jika anak atau hewan peliharaan mengunyahnya, kristal tersebut menimbulkan rasa terbakar di mulut, pembengkakan bibir dan lidah, air liur berlebih, kesulitan menelan, serta mual dan muntah. Selain itu, ASPCA mencantumkan pothos sebagai tanaman beracun bagi anjing dan kucing.

Oleh karena itu, tempatkan pot di area yang sulit dijangkau, misalnya digantung tinggi. Di samping itu, cuci tangan dengan sabun setelah memangkas karena getahnya bisa mengiritasi kulit. Bahkan, pakai sarung tangan bila kulitmu sensitif. Terakhir, hubungi dokter atau dokter hewan bila gejala muncul setelah tanaman tergigit, dan jangan memancing muntah tanpa arahan tenaga medis.

Kesalahan dalam Merawat Sirih Gading

Sebagian besar masalah berasal dari kebiasaan yang sama. Berikut kesalahan yang paling sering terjadi:

KesalahanAkibatSolusi
Menyiram terlalu seringAkar busuk, daun menguningSiram saat permukaan media kering
Cahaya terlalu redupBatang memanjang, corak pudarPindahkan ke tempat terang tidak langsung
Membiarkan sulur terlalu panjangTampilan menjuntai dan jarangPangkas rutin dan buat stek
Memangkas berlebihan sekaligusTanaman lama pulihBatasi sekitar sepertiga per sesi
Pupuk berlebihanAkar stres, pertumbuhan tidak sehatIkuti dosis kemasan
Pot tanpa lubang drainaseAir menggenang, akar membusukPakai pot berlubang atau pot dalam pot
Membuang hasil pangkasanKehilangan bahan stek gratisJadikan stek untuk pot baru

Memecahkan Masalah Daun Sirih Gading

Daun sering menjadi indikator pertama masalah perawatan. Karena itu, cocokkan gejala pada tanamanmu dengan tabel berikut:

Gejala pada DaunKemungkinan PenyebabLangkah Perbaikan
Menguning merataPenyiraman berlebihanTunggu media kering, cek drainase
Ujung cokelat keringPupuk berlebihan atau udara terlalu keringKurangi pupuk, siram dengan air bersih
Layu meski media basahAkar busukPeriksa akar dan ganti media
Layu dan media keringKekurangan airSiram hingga tuntas
Corak variegasi memudarCahaya kurangPindahkan ke tempat lebih terang
Daun kecil dan jarak renggangCahaya kurangTambah cahaya dan pangkas pucuk
Bintik hitam atau cokelatJamur atau kelembapan berlebihBuang daun, perbaiki sirkulasi udara

Bagikan artikel kepada temanmu yang sedang mencari tanaman indoor mudah rawat, lalu tulis di kolom komentar jenis sirih gading yang kamu tanam. Pada akhirnya, satu sulur hijau di sudut ruangan sering cukup untuk mengubah rumah menjadi tempat yang terasa hidup.

Baca juga:

FAQ

1. Apa manfaat utama sirih gading?

Sirih gading mempercantik ruangan, menambah kelembapan udara sedikit, membantu menyerap VOC dalam kondisi uji, dan mendukung relaksasi. Namun, efek pembersih udaranya di rumah nyata kecil, sehingga kamu perlu mengombinasikannya dengan ventilasi yang baik.

2. Berapa kali kamu perlu menyiram sirih gading?

Tidak ada jadwal tetap. Siram ketika permukaan media mulai kering, biasanya beberapa kali seminggu di iklim tropis. Selain itu, pastikan air keluar lewat lubang drainase dan tidak menggenang.

3. Apakah sirih gading beracun bagi anak dan hewan peliharaan?

Ya. Seluruh bagian tanaman mengandung kalsium oksalat yang mengiritasi mulut dan saluran cerna. Oleh karena itu, letakkan pot di tempat tinggi, lalu hubungi tenaga medis atau dokter hewan bila tergigit.

4. Mengapa daun sirih gading menguning?

Penyebab paling umum adalah penyiraman berlebihan yang membusukkan akar. Di samping itu, kekurangan cahaya, kekurangan nutrisi, dan daun tua yang gugur secara alami juga bisa menjadi penyebab. Untuk memastikannya, cek kelembapan media dan lokasi tanaman terlebih dahulu.

5. Bagaimana cara memperbanyak sirih gading?

Potong batang sehat yang memiliki minimal satu nodus, lalu rendam di air atau tanam di media lembap. Akar biasanya muncul dalam dua hingga empat minggu. Setelah itu, pindahkan stek ke pot ketika akar sudah cukup panjang.

Referensi

  1. American Society for the Prevention of Cruelty to Animals. (n.d.). Devil’s ivy (Epipremnum aureum). Toxic and non-toxic plants. Diakses 21 September 2026, dari https://www.aspca.org/pet-care/animal-poison-control/toxic-and-non-toxic-plants/pothos
  2. Cummings, B. E., & Waring, M. S. (2020). Potted plants do not improve indoor air quality: A review and analysis of reported VOC removal efficiencies. Journal of Exposure Science & Environmental Epidemiology, 30(2), 253–261. https://doi.org/10.1038/s41370-019-0175-9
  3. Lee, M.-S., Lee, J., Park, B.-J., & Miyazaki, Y. (2015). Interaction with indoor plants may reduce psychological and physiological stress by suppressing autonomic nervous system activity in young adults: A randomized crossover study. Journal of Physiological Anthropology, 34, Article 21. https://doi.org/10.1186/s40101-015-0060-8
  4. Wolverton, B. C., Johnson, A., & Bounds, K. (1989). Interior landscape plants for indoor air pollution abatement (NASA Technical Memorandum NASA-TM-101766). NASA John C. Stennis Space Center. https://ntrs.nasa.gov/citations/19930073077

di review oleh tim reviewers

Scroll to Top