Cara Memperbanyak Lidah Mertua
Cara memperbanyak lidah mertua (Dracaena trifasciata, dulu bernama Sansevieria trifasciata) yang paling andal adalah pembelahan rimpang. Stek daun di tanah menjadi pilihan kedua terbaik, sedangkan stek daun di air dan penyemaian biji cocok untuk kamu yang sabar. Tanaman ular berbisa mudah tumbuh, tetapi perbanyakannya memakan waktu lebih lama daripada pothos atau philodendron. Kamu perlu menunggu beberapa bulan sebelum anakan baru muncul. KeKe akan membahas tiap metode langkah demi langkah, lengkap dengan waktu terbaik, tabel perbandingan, dan solusi untuk kegagalan yang sering terjadi.
Lidah Mertua dan Perbanyakan Vegetatif
Lidah mertua tumbuh dari rimpang, yaitu batang bawah tanah yang menyimpan cadangan makanan dan memunculkan tunas baru. Satu pot yang tampak berisi banyak tanaman sebenarnya menampung satu sistem akar besar yang saling terhubung. Karena itu, kamu bisa memisahkan rumpun tanpa merusak induknya.
Perbanyakan vegetatif menghasilkan tanaman baru yang identik secara genetik dengan induknya. Kamu tidak perlu menunggu bunga atau biji. Kamu cukup memotong atau memisahkan bagian tanaman yang sehat.
Waktu Terbaik untuk Memperbanyak Lidah Mertua
Tanaman berkembang paling cepat saat masa pertumbuhan aktif. Di wilayah empat musim, para pemula sebaiknya mulai pada awal hingga pertengahan musim semi, sehingga stek memanfaatkan musim semi dan musim panas sepenuhnya. Di Indonesia yang beriklim tropis, kamu bisa mulai kapan saja. Pilih periode dengan suhu hangat dan cahaya terang, lalu hindari puncak musim hujan yang membuat media tanam terlalu lembap.
Alat dan Bahan yang Perlu Kamu Siapkan
- Gunting pangkas atau pisau yang tajam dan bersih (sterilkan dengan alkohol)
- Pot baru dengan lubang drainase
- Media tanam berpasir yang porous, misalnya campuran tanah, pasir, dan sekam bakar, atau campuran khusus kaktus
- Terpal atau kain alas untuk menampung tanah
- Stoples kaca jika kamu memilih metode air
- Wadah semai dan penutup plastik transparan jika kamu memilih biji
Metode 1: Pembelahan Rimpang (Paling Andal)
Metode pembelahan cocok untuk tanaman dewasa yang berumpun banyak. Kamu memindahkan tanaman yang sudah terbentuk sempurna ke pot baru, jadi tingkat keberhasilannya tinggi.
Langkah-langkah:
- Alasi area kerja dengan terpal, baringkan pot, lalu tarik tanaman keluar. Jika akar terlalu padat, tekan sisi pot dengan lembut untuk melonggarkan gumpalan akar.
- Tentukan kelompok batang yang ingin kamu pisahkan, lalu bersihkan tanah dari akarnya dengan tangan.
- Lepaskan rumpun dari induknya sambil mengurai akar. Jika akar terlalu padat, potong rimpang dengan gunting atau pisau tajam. Kerjakan dengan tangan sebanyak mungkin sebelum kamu memotong.
- Isi pot baru dengan campuran tanah berpasir segar, tanam tiap bagian, lalu padatkan tanah di sekeliling akar.
- Tempatkan pot di lokasi dengan pencahayaan yang sama seperti sebelumnya, lalu lanjutkan jadwal penyiraman teratur.
Metode 2: Stek Daun di Tanah
Setelah pembelahan, stek daun di tanah menjadi cara terbaik berikutnya. Metode ini bekerja untuk tanaman berbagai ukuran.
Langkah-langkah
- Pilih satu atau dua daun besar, lalu potong di pangkal, tepat di atas tanah.
- Potong tiap daun menjadi beberapa bagian setinggi 7 sampai 10 cm. Tandai bagian atas dan bawah setiap potongan, karena akar hanya tumbuh dari sisi bawah.
- Potong bentuk segitiga di dasar stek sehingga tampak seperti ujung pita. Torehan memperluas permukaan tempat akar muncul dan membantu kamu mengenali arah tanam.
- Diamkan stek minimal satu hari. Dua sampai tiga hari lebih baik. Kalus menutup luka dan mencegah bakteri masuk.
- Benamkan seluruh bagian bawah stek ke tanah berpasir dalam pot kecil berlubang drainase, lalu letakkan di tempat dengan cahaya tidak langsung sedang hingga terang.
- Buat tanah lembap tetapi tidak basah. Tarik stek perlahan setiap satu atau dua minggu. Jika kamu merasakan perlawanan, akar sudah terbentuk. Setelah itu, siram sedikit setiap beberapa minggu.
Akar bisa membutuhkan waktu hingga tiga bulan, dan anakan muncul lebih lama lagi dari pangkal stek.
Metode 3: Stek Daun di Air
Perbanyakan lidah mertua dalam air bisa berhasil dan menyenangkan karena kamu melihat akar tumbuh. Namun, metode ini rawan pembusukan, dan anakan lebih sulit beradaptasi saat pindah ke tanah.
Langkah-langkah
- Siapkan stek dengan cara yang sama seperti metode tanah: potong, bagi 7 sampai 10 cm, torehkan sisi bawah, dan keringkan hingga berkalus.
- Isi stoples kaca kecil dengan air bersuhu ruang, lalu rendam sisi bawah stek sepenuhnya.
- Letakkan stoples di tempat dengan cahaya tidak langsung sedang hingga terang.
- Ganti air setiap satu hingga dua minggu agar tetap segar.
- Pindahkan stek ke tanah setelah akar mencapai panjang minimal 3 cm. Kamu juga bisa menunggu sampai tunas baru muncul.
- Kubur akar sepenuhnya dalam pot kecil berisi media berpasir.
Metode 4: Penyemaian Biji
Penyemaian biji berlangsung paling lambat, dari beberapa minggu hingga berbulan-bulan, tergantung perawatan. Pilih metode ini jika kamu punya ruang, waktu, dan kesabaran ekstra.
- Isi wadah semai dengan campuran tanah berpasir untuk kaktus, lalu basahi.
- Taburkan biji di permukaan.
- Tutup wadah dengan plastik transparan untuk menjaga kelembapan.
- Letakkan di dekat jendela terang dengan paparan cahaya sekitar delapan jam. Jaga suhu hangat di kisaran 24 sampai 27 °C, dan gunakan alas penghangat jika ruangan dingin.
- Buka penutup plastik setelah biji berkecambah.
- Beri pupuk berimbang setelah tiga daun sejati muncul.
- Pindahkan bibit ke pot lebih besar saat tingginya sekitar 10 cm.
Perbandingan Metode Perbanyakan Lidah Mertua
| Metode | Tingkat Keandalan | Kecepatan | Risiko Busuk | Cocok untuk |
|---|---|---|---|---|
| Pembelahan rimpang | Sangat tinggi | Paling cepat | Rendah | Tanaman dewasa berumpun |
| Stek daun di tanah | Tinggi | Lambat (hingga 3 bulan berakar) | Rendah | Tanaman semua ukuran |
| Stek daun di air | Sedang | Lambat | Tinggi | Pengamatan akar, koleksi kecil |
| Biji | Sedang | Paling lambat | Sedang | Penanam sabar dengan ruang cukup |
Perawatan Setelah Perbanyakan
- Cahaya: Berikan cahaya tidak langsung yang terang. Hindari terik matahari siang pada stek muda.
- Penyiraman: Kurangi frekuensi. Sirami hanya saat media mulai kering, karena lidah mertua menyimpan air di daun dan rimpangnya.
- Media: Pakai campuran yang cepat mengalirkan air. Pot terakota membantu menguapkan kelembapan berlebih.
- Pemupukan: Tunda pupuk sampai tanaman punya akar dan tunas yang jelas.
- Kesabaran: Jangan menggali stek terlalu sering. Cukup periksa perlawanan akar setiap satu atau dua minggu.
Kesalahan dan Solusinya
| Masalah | Penyebab Umum | Solusi |
|---|---|---|
| Stek lembek dan berbau | Media atau air terlalu basah, kalus belum terbentuk | Potong bagian busuk, keringkan ulang, tanam di media lebih porous |
| Stek tidak berakar berbulan-bulan | Suhu dingin atau cahaya kurang | Pindahkan ke tempat hangat dan terang, lalu tunggu |
| Stek tumbuh terbalik | Arah potongan keliru | Tandai sisi atas dan bawah sebelum memotong |
| Anakan tidak muncul | Stek masih membentuk akar | Beri waktu lebih lama dan jaga kelembapan seperlunya |
| Pola tepi kuning hilang | Varietas variegata dari stek daun | Perbanyak varietas bermotif dengan pembelahan rimpang |
Varietas berpinggiran kuning seperti Laurentii cenderung kehilangan motif jika kamu memperbanyaknya lewat stek daun. Anakan biasanya kembali berwarna hijau polos. Pembelahan rimpang menjaga motif tetap utuh.
Kesimpulan
Perbanyakan lidah mertua terbukti mudah, asalkan kamu memilih metode yang sesuai kondisi tanaman dan menjaga media tetap kering di antara penyiraman. Pilih pembelahan rimpang untuk hasil cepat dan aman, stek daun di tanah untuk menggandakan tanaman dari satu daun, dan biji untuk eksperimen jangka panjang. Satu daun yang kamu rawat dengan sabar hari ini bisa menjadi rumpun hijau yang memenuhi rumahmu tahun depan.
Kamu sudah mencoba salah satu metode di atas? bagikan artikel ke teman sesama pencinta tanaman hias supaya mereka ikut menggandakan koleksinya.
Baca juga:
- Kutu Putih pada Lidah Mertua: Ciri, Penyebab, dan 5 Cara Membasminya
- Sirih Gading (Epipremnum aureum): Karakteristik, Manfaat, Jenis, dan Cara Merawatnya
- Jenis Lidah Mertua Mini: 8 Varietas, Ciri, Perawatan, dan Cara Menatanya
- Karakteristik Biosfer Berdasarkan Wilayah Kehidupan: Fauna dan Flora
- Cara Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Bernilai Tinggi dengan Metode Vermicomposting
FAQ
1. Berapa lama stek lidah mertua berakar?
Stek daun biasanya berakar dalam waktu hingga tiga bulan, dan anakan muncul lebih lama lagi. Pembelahan rimpang lebih cepat karena bagian yang kamu pisahkan sudah berakar.
2. Lebih baik memperbanyak lidah mertua di air atau di tanah?
Tanah lebih baik. Metode air bisa berhasil, tetapi memicu pembusukan dan membuat anakan sulit beradaptasi saat pindah ke media tanam.
3. Kapan waktu terbaik memperbanyak lidah mertua?
Mulailah saat masa pertumbuhan aktif, yaitu awal hingga pertengahan musim semi di wilayah empat musim. Di daerah tropis, pilih periode hangat dan terang tanpa hujan terus-menerus.
4. Mengapa stek lidah mertua saya busuk?
Penyebab utamanya media terlalu basah atau kalus belum terbentuk. Keringkan stek satu sampai tiga hari sebelum menanam, gunakan media berpasir, dan siram secukupnya.
5. Apakah semua varietas lidah mertua bisa diperbanyak dengan stek daun?
Sebagian besar bisa, tetapi varietas bermotif seperti Laurentii kehilangan pola tepi kuningnya. Untuk mempertahankan motif, gunakan pembelahan rimpang.
di review oleh tim reviewers
Aqilla Putri Pasla, seorang pengamat lingkungan yang berfokus pada ekologi, konservasi, dan gaya hidup berkelanjutan melalui Konten yang berbasis fakta, tips praktis, serta wawasan edukatif.



