Penyakit pada Tanaman Lidah Mertua: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Penyakit pada Tanaman Lidah Mertua

Penyakit pada Tanaman Lidah Mertua

Penyakit pada tanaman lidah mertua sering muncul tanpa kamu sadari, padahal tanaman hias dari famili Asparagaceae itu terkenal tahan banting dan mudah dirawat. Lebih dari 70 varietas Sansevieria tumbuh di rumah, kantor, dan taman. Namun, daya tahan yang kuat sering membuat pemilik lengah. Akibatnya, gangguan kecil berkembang menjadi kerusakan serius.

Sebenarnya, kamu bisa mengenali masalah kesehatan tanaman sejak awal lewat bentuk daunnya. Misalnya, noda coklat, daun layu, daun cekung, dan daun mengering menjadi sinyal utama. Oleh karena itu, KeKe mengulas gejala, penyebab, dan solusi setiap gangguan dengan bahasa yang mudah kamu praktikkan.

Apa yang Dimaksud dengan Penyakit pada Tanaman Lidah Mertua?

Penyakit pada tanaman lidah mertua adalah gangguan kesehatan Sansevieria yang jamur, bakteri, atau hama sebabkan. Selain itu, kondisi lingkungan yang kurang tepat sering memicunya. Akibatnya, gangguan merusak akar, daun, atau batang, sehingga tanaman kehilangan daya tumbuh dan nilai estetikanya.

Jenis Penyakit pada Tanaman Lidah Mertua

1. Busuk Akar

Busuk akar menempati urutan teratas sebagai gangguan paling umum pada Sansevieria. Penyebab utamanya, penyiraman berlebihan dan pot tanpa drainase membuat akar terendam air. Kemudian, akar kekurangan oksigen dan mati, sementara mikroorganisme seperti Rhizoctonia dan Pythium berkembang biak.

Gejalanya meliputi daun menguning, layu, dan mudah rontok. Selain itu, kamu terkadang mencium aroma jamur yang menyengat di pangkal tanaman. Masalah tersebut sering luput dari perhatian karena tanah menutupi akar. Bahkan, pada kasus ekstrem busuk akar bisa mematikan seluruh tanaman dalam 8 sampai 10 hari. Oleh sebab itu, waspadalah terutama pada musim hujan.

2. Busuk Daun

Jamur atau bakteri memicu busuk daun, terutama saat kelembapan tinggi atau penyiraman berlebihan. Mula-mula, bercak coklat atau hitam muncul di permukaan daun. Setelah itu, bercak meluas dan membuat jaringan daun lembek serta membusuk.

3. Antraknosa

Jamur Colletotrichum sp. menyebabkan antraknosa. Pertama, bercak coklat tua hingga hitam menyerang daun dan batang. Lalu, bercak meluas sampai daun gugur. Penyakit berkembang pesat pada kondisi lembap dengan suhu tinggi.

4. Jamur pada Permukaan Daun

Selain antraknosa, jamur lain juga mengubah bentuk daun. Daun tampak cekung dan berbercak merah. Kemudian, pertumbuhan seperti jaring putih menyelimuti daun dan akhirnya berubah coklat tua. Sebab itu, daun yang terus basah mempercepat serangan.

5. Serangan Hama: Tungau Laba-laba dan Kutu Putih

Tungau laba-laba dan kutu putih menyedot getah tanaman. Akibatnya, daun menjadi layu, kekuningan, bahkan rontok, dan pertumbuhan terhambat. Di samping itu, kedua hama menular dengan cepat ke tanaman di dekatnya.

Tabel Penyakit Lidah Mertua

GangguanGejala UtamaPenyebabPenanganan Cepat
Busuk akarDaun menguning, layu, rontok, bau jamur di pangkalPenyiraman berlebih, drainase buruk, Rhizoctonia, PythiumAngkat tanaman, potong akar busuk, ganti media tanam
Busuk daunBercak coklat atau hitam, daun lembekJamur atau bakteri, kelembapan tinggiPotong daun sakit, perbaiki sirkulasi udara
AntraknosaBercak coklat tua hingga hitam, daun gugurJamur Colletotrichum sp.Buang bagian sakit, semprot fungisida
Jamur daunDaun cekung, bercak merah, jaring putihDaun basah, cahaya kurangJaga daun kering, atur cahaya dan suhu
Tungau laba-labaDaun lemah, pertumbuhan terhambatHama penyedot getahCuci dengan air sabun, tambah kelembapan
Kutu putihDaun layu, menguning, rontokHama penyedot getahAmbil manual atau oles alkohol

KeKe pernah menyelamatkan Sansevieria yang daunnya menguning dan rebah setelah dua minggu musim hujan. Awalnya, KeKe menyiramnya dua kali seminggu karena mengira tanaman haus. Namun, ketika saya mengangkat tanaman dari pot, akarnya berwarna coklat, lunak, dan berbau asam.

Karena itu, KeKe langsung memotong semua akar busuk dengan gunting yang sudah saya sterilkan. Selanjutnya, saya menjemur bagian potongan beberapa jam. Setelah itu, saya menanam ulang di media porous berisi campuran tanah, pasir, dan sekam bakar. Sejak saat itu, saya menyiram hanya ketika media benar-benar kering. Akhirnya, tunas baru muncul sekitar enam minggu kemudian. Singkatnya, kelebihan air lebih berbahaya daripada kekurangan air bagi lidah mertua.

Cara Mengatasi Penyakit pada Tanaman Lidah Mertua

1. Mengatasi Busuk Akar

  • Pertama, keluarkan tanaman dari pot dan periksa akarnya.
  • Kedua, potong akar yang terinfeksi dengan alat steril.
  • Ketiga, ganti media tanam dengan media baru yang porous.
  • Keempat, pilih pot dengan lubang drainase yang baik.
  • Terakhir, kurangi penyiraman dan biarkan media mengering di antara dua penyiraman.

2. Mengatasi Busuk Daun

Pertama, potong daun yang terinfeksi dengan alat steril. Kemudian, kurangi kelembapan lewat pengaturan penyiraman. Di samping itu, pastikan udara bersirkulasi baik di sekitar tanaman.

3. Mengatasi Antraknosa

Pertama, potong dan buang bagian tanaman yang terinfeksi. Selanjutnya, bersihkan alat potong setiap selesai pakai agar jamur tidak berpindah. Setelah itu, semprotkan fungisida berbahan aktif mancozeb atau chlorothalonil untuk menekan jamur.

4. Mengatasi Tungau Laba-laba dan Kutu Putih

Untuk tungau, bersihkan daun dengan air sabun lembut. Selain itu, tingkatkan kelembapan sekitar tanaman supaya tungau tidak betah. Sementara itu, ambil kutu putih secara manual atau oles dengan alkohol. Jika serangan parah, gunakan insektisida khusus. Terakhir, pisahkan tanaman yang terserang agar hama tidak menular ke tanaman lain.

Cara Mencegah Penyakit pada Lidah Mertua

  1. Pertama, siram secukupnya, yaitu hanya saat tanah kering, terutama pada musim hujan.
  2. Kedua, pilih pot berdrainase baik supaya air berlebih mengalir keluar dari dasar pot.
  3. Ketiga, jaga daun tetap kering dengan menyiram langsung ke media tanam.
  4. Keempat, beri cahaya dan suhu ideal dengan menempatkan tanaman di lokasi terang yang sirkulasi udaranya lancar.
  5. Kelima, periksa daun, pangkal, dan akar setiap minggu.
  6. Terakhir, sterilkan gunting sebelum dan sesudah memotong.

Penutup

Lidah mertua tidak menuntut perawatan rumit, tetapi tanaman tangguh sekalipun tetap butuh pemilik yang peka. Dengan demikian, rawat Sansevieria kamu dengan air secukupnya, cahaya yang cukup, dan perhatian rutin, maka tanaman akan berdiri tegak selama bertahun-tahun.

Sansevieria kamu pernah mengalami gejala di atas? Jika ya, tulis pengalamanmu di kolom komentar. Selain itu, bagikan artikel ke teman sesama pencinta tanaman hias, sebab satu tautan yang kamu kirim bisa menyelamatkan satu tanaman.

Baca juga:

FAQ

1. Apa penyebab utama penyakit pada tanaman lidah mertua?

Penyiraman berlebihan dan drainase buruk menjadi penyebab utama. Selain itu, kondisi lembap memicu jamur dan bakteri menyerang akar serta daun.

2. Bagaimana ciri lidah mertua yang terkena busuk akar?

Daun menguning, layu, dan mudah rontok. Di samping itu, pangkal tanaman terkadang mengeluarkan bau jamur menyengat, dan akar berubah coklat serta lunak.

3. Apakah lidah mertua yang membusuk masih bisa diselamatkan?

Bisa, selama sebagian akar atau rimpang masih sehat. Karena itu, potong bagian busuk, ganti media tanam, dan kurangi penyiraman. Namun, tanaman yang parah bisa mati dalam 8 sampai 10 hari, jadi bertindaklah cepat.

4. Fungisida apa yang cocok untuk antraknosa pada lidah mertua?

Fungisida berbahan aktif mancozeb atau chlorothalonil membantu mengendalikan jamur penyebab antraknosa. Sebelum menyemprot, buang dulu bagian tanaman yang sakit.

5. Bagaimana cara membasmi hama pada lidah mertua?

Ambil kutu putih secara manual atau oles dengan alkohol. Sementara itu, cuci daun dengan air sabun lembut untuk tungau laba-laba, lalu naikkan kelembapan sekitar tanaman. Jika serangan parah, pakai insektisida khusus.

Referensi

  1. Kee, Y. J., Suhaimi, N. N., Zakaria, L., & Mohd, M. H. (2017). Characterisation of Neoscytalidium dimidiatum causing leaf blight on Sansevieria trifasciata in Malaysia. Australasian Plant Disease Notes, 12, Article 60. https://doi.org/10.1007/s13314-017-0284-z
  2. Kee, Y. J., Zakaria, L., & Mohd, M. H. (2019). Lasiodiplodia species associated with Sansevieria trifasciata leaf blight in Malaysia. Journal of General Plant Pathology, 85, 66–71. https://doi.org/10.1007/s10327-018-0814-3
  3. Kee, Y. J., Zakaria, L., & Mohd, M. H. (2020a). Curvularia asianensis and Curvularia eragrostidis associated with leaf spot of Sansevieria trifasciata in Malaysia. Journal of Phytopathology, 168, 290–296. https://doi.org/10.1111/jph.12890
  4. Kee, Y. J., Zakaria, L., & Mohd, M. H. (2020b). Identification, pathogenicity and histopathology of Colletotrichum sansevieriae causing anthracnose of Sansevieria trifasciata in Malaysia. Journal of Applied Microbiology, 129(3), 626–636. https://doi.org/10.1111/jam.14640
  5. Kee, Y. J., Zakaria, L., & Mohd, M. H. (2020c). Morphology, phylogeny and pathogenicity of Fusarium species from Sansevieria trifasciata in Malaysia. Plant Pathology, 69(3), 442–454. https://doi.org/10.1111/ppa.13138
  6. First report on Colletotrichum sansevieriae causing anthracnose of Sansevieria trifasciata in Germany (2022). Journal of Crop Health. https://doi.org/10.1007/s10343-022-00777-1

di review oleh tim reviewers

Scroll to Top