Tanaman Penghasil Oksigen di Malam Hari
Tanaman penghasil oksigen di malam hari memang ada, seperti Lidah mertua, lidah buaya, anggrek, kaktus natal, dan jade plant termasuk tanaman CAM (Crassulacean Acid Metabolism). Sebagai contoh, tanaman CAM membuka stomata, yaitu pori daun, pada malam hari untuk menyerap CO₂. Selanjutnya, mereka menyimpan CO₂ tersebut sebagai asam malat di vakuola sel (Winter et al., 2015). Selain itu, sirih gading, peace lily, spider plant, palem areca, tulsi, dan gerbera juga masuk daftar populer. Meski begitu, kelompok kedua bukan tanaman CAM klasik.
Bagaimana Tanaman Bisa Aktif di Malam Hari?
Pada siang hari, tanaman memakai cahaya untuk fotosintesis dan melepas oksigen. Sebaliknya, pada malam hari hampir semua tanaman berespirasi: mereka menyerap oksigen dan melepas CO₂.
Tanaman CAM memakai strategi hemat air. Pertama, mereka membuka stomata saat suhu lebih rendah. Kemudian, enzim PEP karboksilase mengikat CO₂ menjadi asam malat. Setelah itu, tanaman melepaskan CO₂ tersebut kembali pada siang hari untuk diolah lewat siklus Calvin (Winter et al., 2015). Dengan demikian, stomata terbuka pada malam hari dan tertutup pada siang hari, sehingga tanaman mengurangi kehilangan air (Hurtado-Castano et al., 2023).
Di sisi lain, penjual tanaman hias sering menyebut kelompok tersebut “penghasil oksigen malam hari”. Padahal, istilah teknis yang lebih tepat adalah tanaman penyerap CO₂ malam hari.
Daftar Tanaman Penghasil Oksigen di Malam Hari
1. Lidah Mertua (Sansevieria)
Lidah mertua menjadi juara tanaman kamar tidur. Daunnya tegak seperti pedang dan tumbuh baik di cahaya redup. Bahkan, tanaman tersebut bertahan meski kamu lupa menyiram dua minggu. Selain itu, dalam uji ruang tertutup, berbagai tanaman hias, termasuk lidah mertua, menyerap formaldehida (Wolverton et al., 1989).
2. Lidah Buaya (Aloe Vera)
Lidah buaya mengolah CO₂ dengan metode CAM. Karena ukurannya sedang, kamu bisa menaruhnya di meja samping tempat tidur. Lagi pula, kamu bisa memanfaatkan gel daunnya untuk merawat kulit. Namun, biarkan tanahnya kering penuh di antara dua penyiraman.
3. Anggrek
Anggrek, terutama Phalaenopsis, termasuk tanaman CAM yang menyerap CO₂ pada malam hari. Selain itu, bunganya bertahan berminggu-minggu. Akibatnya, kamar tidurmu tampak lebih hidup.
4. Kaktus Natal dan Sukulen
Kaktus natal, jade plant, dan echeveria hidup dengan sedikit air. Karena ukurannya kecil, kamu bisa meletakkannya di rak, meja kerja, atau kusen jendela. Selain itu, perawatannya sangat sederhana.
5. Sirih Gading (Pothos)
Sirih gading merambat dengan cepat dan mudah diperbanyak lewat stek batang. Misalnya, kamu cukup menancapkan potongan batang ke air atau tanah. Setelah itu, tanaman baru tumbuh dalam beberapa minggu.
6. Peace Lily
Peace lily menyukai cahaya tidak langsung dan tumbuh baik di ruangan teduh. Selain itu, peneliti NASA menguji tanaman tersebut sebagai penyerap polutan udara dalam ruang tertutup (Wolverton et al., 1989).
7. Spider Plant dan Palem Areca
Spider plant juga termasuk tanaman yang peneliti uji dalam studi NASA (Wolverton et al., 1989). Sementara itu, palem areca menghadirkan nuansa tropis di ruangan. Oleh sebab itu, kedua tanaman tersebut cocok untuk kamu yang menyukai tampilan hijau yang rimbun.
8. Tulsi dan Gerbera
Tulsi mengeluarkan aroma khas yang banyak orang rasakan menenangkan. Sementara itu, gerbera memberi warna cerah. Meski demikian, dasar ilmiah untuk pelepasan oksigen malam hari kedua tanaman tersebut lebih lemah daripada tanaman CAM. Karena itu, anggap keduanya sebagai tanaman pemanis ruangan.
Tabel Tanaman Penghasil Oksigen Malam Hari
| Tanaman | Nama Latin | Kebutuhan Cahaya | Penyiraman | Tingkat Perawatan |
|---|---|---|---|---|
| Lidah mertua | Sansevieria trifasciata | Redup sampai terang | 2–3 minggu sekali | Sangat mudah |
| Lidah buaya | Aloe vera | Terang, tidak langsung | Saat tanah kering total | Mudah |
| Anggrek | Phalaenopsis | Terang, tidak langsung | Seminggu sekali | Sedang |
| Kaktus natal | Schlumbergera | Redup sampai sedang | Saat tanah kering | Mudah |
| Jade plant | Crassula ovata | Terang | Saat tanah kering | Sangat mudah |
| Sirih gading | Epipremnum aureum | Redup sampai sedang | Seminggu sekali | Sangat mudah |
| Peace lily | Spathiphyllum | Sedang, tidak langsung | Saat tanah kering | Mudah |
| Spider plant | Chlorophytum comosum | Terang, tidak langsung | Saat tanah kering | Mudah |
Mencoba Tanaman di Kamar Tidur
Pertama, keke menaruh dua pot lidah mertua di sudut kamar dan satu lidah buaya di meja samping tempat tidur. Kemudian, mencatat perkembangannya selama dua bulan. Hasilnya, lidah mertua tetap segar walau saya menyiramnya hanya tiga minggu sekali. Sebaliknya, lidah buaya sempat membusuk di pangkal karena saya menyiramnya terlalu sering. Selain itu, udara kamar terasa lebih segar dan ruangan tampak lebih tenang. Meski demikian, keke tidak mengukur kadar oksigennya dengan alat. Pada akhirnya, keke menyimpulkan bahwa penyiraman berlebih membunuh lebih banyak tanaman daripada kurang cahaya.
Seberapa Besar Pengaruhnya pada Kualitas Tidurmu?
Kamu perlu tahu fakta pentingnya. Pertama, studi NASA tahun 1989 menguji tanaman di ruang tertutup berukuran kecil (Wolverton et al., 1989). Kedua, tinjauan berikutnya menegaskan bahwa kemampuan tanaman menyerap senyawa organik volatil (VOC) di laboratorium belum tentu terulang di bangunan nyata (Dela Cruz et al., 2014).
Selanjutnya, Cummings dan Waring (2020) menghitung laju pembersihan udara dari berbagai studi tersebut. Hasilnya, sebuah bangunan membutuhkan sekitar 10 sampai 1.000 tanaman per meter persegi lantai agar kemampuan tanaman menyamai pertukaran udara luar-dalam yang sudah terjadi di bangunan biasa. Jadi, ventilasi yang baik tetap menentukan kualitas udara kamarmu.
Meski begitu, tanaman memberi manfaat lain. Misalnya, mereka mempercantik ruangan dan menciptakan suasana rileks yang banyak orang rasakan membantu tidur. Singkatnya, perlakukan tanaman sebagai pelengkap, bukan pengganti ventilasi.
Tips Menempatkan Tanaman di Kamar Tidur
- Pertama, letakkan tanaman dekat jendela agar mendapat cahaya tidak langsung dan sirkulasi udara.
- Kedua, pilih pot dengan lubang drainase supaya akar tidak membusuk.
- Ketiga, siram saat satu ruas jari bagian atas tanah terasa kering.
- Selanjutnya, beri pupuk seimbang sebulan sekali pada musim tumbuh.
- Terakhir, jauhkan tanaman beracun, seperti peace lily dan sirih gading, dari jangkauan anak dan hewan peliharaan.
Ayo Berbagi Pengalamanmu
Tanaman mana yang sudah kamu simpan di kamar tidur? Tulis jawabanmu di kolom komentar. Selain itu, bagikan tulisan tersebut ke teman atau keluarga yang sedang mencari tanaman hias untuk kamarnya. Terakhir, simpan tabel di atas supaya kamu mudah memilih saat berbelanja tanaman.
Satu pot hijau di sudut kamar tidak mengubah dunia, tetapi bisa mengubah caramu menutup hari.
Baca juga:
- Tanaman Penyerap Karbondioksida Terbanyak untuk Udara Rumah Lebih Segar
- Apa Saja Pohon Penyerap Polutan Terbaik? Daftar Lengkap dan Daya Serap CO₂-nya
- Apa Saja Tanaman Penyerap Polusi? 11 Pilihan untuk Udara Rumah Lebih Segar
- Contoh Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen pada Manusia, Hewan, dan Tumbuhan
- Urutan Rantai Makanan: Pengertian, Jenis, Tingkatan, dan Contoh Lengkap
FAQ
1. Apa saja tanaman penghasil oksigen di malam hari?
Lidah mertua, lidah buaya, anggrek, kaktus natal, dan jade plant menjadi pilihan utama. Sebab, kelima tanaman tersebut termasuk kelompok CAM yang menyerap CO₂ saat gelap (Winter et al., 2015).
2. Apakah tanaman di kamar tidur berbahaya karena menghasilkan CO₂ di malam hari?
Tidak. Sebab, jumlah CO₂ yang tanaman lepas saat berespirasi sangat kecil dibandingkan CO₂ yang kamu hembuskan sendiri. Karena itu, kamar dengan beberapa pot tanaman aman untuk tidur, selama ventilasinya baik.
3. Tanaman apa yang paling cocok untuk pemula?
Lidah mertua dan jade plant. Sebab, keduanya tahan cahaya redup dan jarang butuh air. Bahkan, keduanya sulit mati meski perawatannya seadanya.
4. Berapa pot tanaman yang kamu perlukan di kamar?
Satu sampai tiga pot sudah cukup untuk kamar berukuran standar. Namun, jumlah tersebut hanya menambah kesegaran visual dan tidak menggantikan ventilasi (Cummings & Waring, 2020).
5. Apakah tanaman CAM benar-benar melepas oksigen saat malam?
Tidak sepenuhnya. Tanaman CAM menyerap CO₂ pada malam hari, tetapi mereka mengolahnya menjadi gula dan melepas oksigen saat cahaya tersedia pada siang hari (Winter et al., 2015). Oleh karena itu, sebutan yang lebih akurat adalah tanaman penyerap CO₂ malam hari.
Referensi
- Cummings, B. E., & Waring, M. S. (2020). Potted plants do not improve indoor air quality: A review and analysis of reported VOC removal efficiencies. Journal of Exposure Science & Environmental Epidemiology, 30(2), 253–261. https://doi.org/10.1038/s41370-019-0175-9
- Dela Cruz, M., Christensen, J. H., Thomsen, J. D., & Müller, R. (2014). Can ornamental potted plants remove volatile organic compounds from indoor air? A review. Environmental Science and Pollution Research, 21(24), 13909–13928. https://greenplantsforgreenbuildings.org/wp-content/uploads/2014/09/Dela-Cruz-2014-review-on-phytoremediation-with-indoor-plants-2.pdf
- Hurtado-Castano, N., Atkins, E., Barnes, J., Boxall, S. F., Dever, L. V., Kneřová, J., Hartwell, J., Cushman, J. C., & Borland, A. M. (2023). The starch-deficient plastidic PHOSPHOGLUCOMUTASE mutant of the constitutive crassulacean acid metabolism (CAM) species Kalanchoë fedtschenkoi impacts diel regulation and timing of stomatal CO₂ responsiveness. Annals of Botany. https://doi.org/10.1093/aob/mcad017
- Winter, K., Holtum, J. A. M., & Smith, J. A. C. (2015). Crassulacean acid metabolism: A continuous or discrete trait? New Phytologist, 208(1), 73–78. https://doi.org/10.1111/nph.13446
- Wolverton, B. C., Johnson, A., & Bounds, K. (1989). Interior landscape plants for indoor air pollution abatement (NASA Technical Report No. 19930073077). National Aeronautics and Space Administration. https://ntrs.nasa.gov/search.jsp?R=19930073077
Aqilla Putri Pasla, seorang pengamat lingkungan yang berfokus pada ekologi, konservasi, dan gaya hidup berkelanjutan melalui Konten yang berbasis fakta, tips praktis, serta wawasan edukatif.



