Jenis Aglonema dan Ciri-Cirinya
Jenis aglonema dan ciri-cirinya paling mudah dikenali dari warna daun: hijau polos, hijau keperakan, putih, atau merah muda hingga merah. Semua jenis berasal dari genus Aglaonema dan tumbuh baik di tempat teduh dataran rendah tropis. Pilih jenis yang cocok dengan selera warna dan waktu perawatan yang kamu punya.
Apa itu aglonema dan dari mana asalnya?
Aglonema adalah tanaman hias daun dari genus Aglaonema, famili Araceae, yang berasal dari hutan tropis Asia. Orang Indonesia sering menyebutnya sri rejeki, sedangkan di luar negeri namanya Chinese evergreen. Nilai tanaman ini terletak pada corak daunnya, bukan pada bunganya.
Di habitat asli, aglonema tumbuh di lantai hutan. Cahaya matahari sampai ke tanaman ini hanya setelah tersaring kanopi pohon besar. Kebiasaan itu menjelaskan kenapa aglonema tahan di ruangan teduh dan cepat gosong di bawah matahari langsung.
Beberapa spesies yang sering disebut dalam literatur hortikultura adalah Aglaonema commutatum, Aglaonema modestum, Aglaonema nitidum, Aglaonema rotundum, dan Aglaonema pictum. Banyak kultivar modern, terutama yang berwarna merah dan pink, lahir dari persilangan beberapa spesies tersebut. Akibatnya, nama dagang sering tumpang tindih. Widuri kadang disamakan dengan Red Peacock, dan Maria Christina kadang disebut Emerald Beauty. Selalu periksa label penjual dan foto daun sebelum membeli.
Bagaimana cara mengelompokkan jenis aglonema?
Cara paling praktis adalah mengelompokkan jenis aglonema berdasarkan warna dominan daun: hijau dan perak, merah dan pink, serta putih dan kuning. Kelompok warna ikut menentukan kebutuhan cahaya. Daun yang makin berwarna cerah umumnya butuh cahaya tidak langsung yang lebih terang untuk mempertahankan coraknya.
Tabel berikut meringkas perbedaan ketiga kelompok.
| Kelompok | Contoh jenis | Ciri daun | Kebutuhan cahaya (umum) |
|---|---|---|---|
| Hijau dan perak | Silver Queen, Silver King, Emerald Bay, BJ Freeman, Maria | Dasar hijau dengan bercak atau garis perak | Paling toleran terhadap tempat teduh |
| Merah dan pink | Red Peacock, Lipstik, Suksom, Red Kochin, Legacy | Semburat atau tepi merah, pink, hingga oranye | Cahaya tidak langsung yang lebih terang |
| Putih dan kuning | Snow White, Super White, Harlequin, Adelia | Dominasi krem, putih, atau kuning dengan bercak hijau | Cahaya tidak langsung yang cukup terang |
Perbedaan ini bersifat kecenderungan. Hasil akhirnya bergantung pada kultivar, umur tanaman, dan kondisi tempat kamu menanam.
Apa saja jenis aglonema hijau dan perak beserta ciri-cirinya?
Jenis aglonema hijau dan perak punya daun hijau dengan bercak atau garis keperakan, dan umumnya paling toleran terhadap cahaya redup. Contohnya Silver Queen, Silver King, Emerald Bay, BJ Freeman, dan Maria. Kelompok ini cocok untuk pemula dan untuk ruangan yang kurang terang.
Berikut ciri tiap jenis:
- Silver Queen: daun hijau dengan motif perak yang rata. Silver Queen termasuk salah satu kultivar paling dikenal dan sering dipakai sebagai tanaman ruangan.
- Silver King: mirip Silver Queen, tetapi garis peraknya lebih tegas mengikuti tulang daun, dan daunnya cenderung lebih panjang dan ramping.
- Emerald Bay: tepi daun hijau tua dengan bagian tengah abu-abu keperakan. Daunnya lebar dan tumbuh cukup simetris.
- BJ Freeman: daun besar dan tebal dengan corak hijau keabuan yang menyerupai kamuflase lembut.
- Maria dan Maria Christina: Maria berdaun hijau tua dengan guratan lebih terang. Maria Christina berukuran lebih kompak sehingga pas untuk meja atau rak.
- Emerald Star dan Nitidum: Emerald Star berdaun hijau dengan bintik lebih gelap. Nitidum berdaun hijau mengilap dengan tekstur halus.
Apa saja jenis aglonema merah dan pink yang populer?
Jenis aglonema merah dan pink yang populer di Indonesia antara lain Red Peacock (Widuri), Lipstik (Siam Aurora), Suksom, Red Kochin, Legacy, Cinta, dan Pride of Sumatra. Warna merahnya paling jelas di tulang daun atau tepi daun. Kelompok ini cocok untuk kamu yang menginginkan aksen warna di sudut ruangan.
- Red Peacock atau Widuri: daun oval memanjang berwarna hijau dengan semburat merah muda hingga merah di bagian tengah. Warnanya tampil lebih kuat di tempat dengan cahaya tidak langsung yang cukup.
- Lipstik atau Siam Aurora: daun hijau dengan tepi merah seperti garis lipstik. Banyak pemula memilihnya karena bentuknya sederhana dan mudah berkembang biak.
- Suksom: daun didominasi merah menyala, dengan sedikit hijau di bagian tepi atau urat. Jenis ini cocok sebagai titik fokus dekorasi.
- Red Kochin: daun merah dengan tepi hijau dan tangkai yang cenderung menjuntai. Varian Kochin cukup banyak, jadi cek foto daun sebelum membeli.
- Legacy: daun lebar berwarna hijau dengan bercak merah muda hingga merah dan tulang daun yang menonjol.
- Cinta: kombinasi hijau, kuning, oranye, dan pink pada daun berbentuk menyerupai hati.
- Pride of Sumatra dan Rotundum Aceh: kultivar dan spesies asal Sumatra yang berdaun merah tua dengan tulang daun tegas. Nama keduanya sering dikaitkan dengan Aglaonema rotundum, tetapi penamaan di pasaran bisa berbeda-beda.
- Anyamanee: daun berbercak merah muda, putih, dan hijau yang tampak seperti lukisan abstrak.
Apa saja jenis aglonema putih dan kuning yang menarik?
Jenis aglonema putih dan kuning punya daun dengan dominasi krem, putih, atau kuning keemasan yang berpadu dengan hijau. Contohnya Snow White, Super White, Harlequin, dan Adelia. Warna pucat ini menarik, tetapi daunnya lebih mudah terbakar jika terkena matahari langsung.
- Snow White: daun bercorak putih susu dengan garis hijau muda. Tampilannya kalem dan cocok untuk meja kerja.
- Super White: dominasi putih hampir di seluruh daun. Jenis ini sering dianggap versi premium Snow White, dan penjual biasanya menjualnya lebih mahal.
- Harlequin: kombinasi hijau muda, kuning, dan semburat oranye atau merah jambu. Warna daun dapat tampil berbeda tergantung cahaya dan umur tanaman.
- Adelia: daun agak oval dan meruncing dengan kombinasi kuning keemasan, merah muda, dan hijau tua.
Harga setiap jenis berubah-ubah menurut ukuran, kelangkaan, dan tren pasar. Kami tidak mencantumkan angka harga karena data yang beredar tidak seragam. Bandingkan beberapa penjual sebelum membeli.
Jenis aglonema mana yang cocok untuk pemula?
Jenis yang cocok untuk pemula adalah kultivar hijau dan perak seperti Silver Queen atau Maria, serta Lipstik yang mudah tumbuh. Ketiganya relatif toleran terhadap cahaya redup dan tidak rewel soal perawatan. Hindari dulu jenis langka yang mahal sampai kamu paham pola siram dan pencahayaan di rumahmu.
Gunakan kriteria berikut untuk memilih tanaman yang sehat:
- Periksa daun. Pilih daun yang tegak, segar, dan bebas bercak cokelat atau lubang.
- Lihat bagian bawah daun. Pastikan tidak ada bintik kecil bergerak, jaring halus, atau serbuk putih seperti kapas.
- Cek pangkal batang. Hindari batang yang lunak, berlendir, atau berbau busuk.
- Intip media. Media yang selalu becek dan berbau menandakan penyiraman berlebih.
- Perhatikan anakan. Tanaman yang punya beberapa anakan sehat menunjukkan pertumbuhan yang baik.
- Cocokkan nama dan foto. Minta foto daun dewasa untuk memastikan kultivarnya sesuai label.
Bagaimana kebutuhan cahaya, suhu, dan kelembapan aglonema?
Aglonema tumbuh paling baik di cahaya tidak langsung yang sedang hingga terang, dengan suhu sekitar 18–27 °C dan kelembapan sedang. Tanaman ini bertahan di tempat redup, tetapi pertumbuhannya melambat. Hindari sinar matahari langsung dan angin dingin karena keduanya merusak daun.
Panduan dari Clemson University menyebut kisaran suhu terbaik 68–80 °F (sekitar 20–27 °C) dan menyarankan menghindari suhu di bawah 55 °F (sekitar 13 °C). Suhu ruangan di dataran rendah tropis biasanya sudah nyaman bagi aglonema. Masalah yang lebih sering muncul justru panas dan sinar langsung di teras atau dekat kaca. Satu sumber menyebut batas atas sekitar 32 °C. Pada suhu setinggi itu, taruh tanaman di tempat yang lebih sejuk dan berventilasi baik.
Untuk kelembapan, satu panduan menyarankan kisaran 40–60%. Sumber lain bahkan menyebut aglonema tidak butuh tambahan kelembapan. Karena itu, jangan memaksakan angka tertentu. Perhatikan daunmu. Ujung daun yang mengering dan mengerut bisa menandakan udara terlalu kering atau terlalu panas.
Ringkasan kebutuhan aglonema:
| Aspek | Panduan umum | Catatan untuk dataran rendah tropis |
|---|---|---|
| Cahaya | Tidak langsung, sedang hingga terang | Lindungi dari matahari siang |
| Penyiraman | Saat bagian atas media terasa kering | Frekuensi bergantung cuaca dan pot |
| Media | Gembur, kaya bahan organik, tidak menggenang | Pastikan pot punya lubang drainase |
| Suhu | Sekitar 18–27 °C | Hindari tempat yang terasa panas menyengat |
| Kelembapan | Sedang, sekitar 40–60% | Sumber berbeda pendapat, amati kondisi daun |
| Pupuk | Sedikit, saat musim tumbuh | Ikuti label produk |
Kami tidak mencantumkan angka pH karena sumber yang kami periksa tidak menyepakati satu nilai.
Berapa sering menyiram aglonema?
Siram aglonema ketika bagian atas media terasa kering, sekitar satu hingga dua ruas jari dari permukaan. Jangan menyiram berdasarkan jadwal kaku. Frekuensinya berubah mengikuti cuaca, ukuran pot, dan jenis media. Aglonema lebih mudah rusak karena kebanyakan air daripada karena kekurangan air.
Cara mengeceknya sederhana. Tusukkan jari ke media. Kalau masih lembap, tunda penyiraman. Kalau sudah kering, siram sampai air keluar dari lubang drainase, lalu buang air yang tertampung di alas pot. Gunakan air bersuhu ruang.
Di musim hujan, media lebih lama kering karena udara lembap, jadi kamu menyiram lebih jarang. Di musim kemarau, media cepat kering, jadi kamu mengeceknya lebih sering. Pot yang kecil dan media yang sangat porous mengering lebih cepat daripada pot besar dengan media padat.
Media tanam dan pupuk apa yang cocok untuk aglonema?
Aglonema cocok ditanam di media gembur yang kaya bahan organik namun mudah meloloskan air. Campuran tanah, kompos atau humus, dan bahan porous seperti sekam bakar atau pasir sering dipakai. Media porous berarti media yang berongga sehingga air cepat mengalir dan akar tetap mendapat udara.
Beberapa panduan menyebut pemupukan cukup ringan, hanya saat musim tumbuh, dengan larutan pupuk cair yang lebih encer dari anjuran produk. Ikuti dosis dan cara pakai pada label produk. Kalau ragu, tanyakan ke penyuluh pertanian setempat atau penjual tanaman tepercaya. Siram dulu medianya sebelum memupuk agar akar tidak terbakar pupuk.
Ganti pot kalau akar sudah keluar dari lubang drainase atau media sudah memadat. Pilih pot yang hanya sedikit lebih besar dari pot lama. Pot yang terlalu besar menahan air terlalu lama.
Bagaimana cara memperbanyak aglonema?
Cara termudah memperbanyak aglonema adalah memisahkan anakan (divisi rumpun) saat mengganti pot. Kamu juga bisa memakai stek batang. Kedua cara ini berhasil jika media lembap tetapi tidak becek dan tanaman ditaruh di tempat teduh sampai muncul pertumbuhan baru.
Langkah memisahkan anakan:
- Siapkan pisau atau gunting yang bersih. Cuci dengan sabun atau sterilkan dengan alkohol.
- Keluarkan tanaman dari pot dengan hati-hati.
- Pisahkan anakan yang sudah punya akar sendiri dari tanaman induk.
- Tanam anakan di media baru yang gembur.
- Siram secukupnya dan letakkan di tempat teduh.
Untuk stek batang, potong beberapa ruas batang, lalu tanam di media lembap atau taruh di air bersih. Ganti air secara berkala bila memakai air. Pakai sarung tangan karena getah aglonema dapat mengiritasi kulit sebagian orang.
Apa saja masalah umum pada aglonema dan solusinya?
Masalah umum pada aglonema adalah daun menguning, ujung daun cokelat, warna daun pudar, dan serangan hama seperti tungau, kutu putih, kutu perisai, dan kutu daun. Penyebab terbanyak adalah penyiraman berlebih, cahaya yang tidak sesuai, dan sirkulasi udara yang buruk. Kenali gejalanya sebelum memberi perlakuan.
| Gejala | Kemungkinan penyebab | Solusi |
|---|---|---|
| Daun bawah menguning | Media terlalu basah, drainase buruk, atau daun tua | Kurangi penyiraman, periksa drainase, buang daun yang sudah mati |
| Ujung daun cokelat dan kering | Udara terlalu kering atau panas, angin langsung, atau kualitas air | Pindahkan ke tempat lebih sejuk, jauhkan dari angin dan AC |
| Warna daun pudar atau memucat | Cahaya terlalu redup | Pindahkan ke tempat dengan cahaya tidak langsung lebih terang |
| Bercak cokelat kering atau daun seperti terbakar | Sinar matahari langsung | Pindahkan ke tempat teduh |
| Pertumbuhan lambat, daun kecil | Cahaya kurang atau hara terbatas | Tambah cahaya tidak langsung, pertimbangkan pupuk ringan |
| Pangkal batang lunak dan berbau | Busuk akibat media terlalu basah | Kurangi air, ganti media, buang bagian yang busuk |
| Bintik halus, jaring tipis, atau serbuk putih di daun | Tungau, kutu putih, atau kutu perisai | Isolasi tanaman, lap daun, ikuti label produk pengendali hama |
Untuk hama, mulai dari cara fisik. Lap daun dengan kain lembap dan pisahkan tanaman yang terserang dari koleksi lain. Kalau perlu pestisida, baca label dengan cermat, ikuti petunjuknya, dan pakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Untuk anjuran dosis, tanyakan ke penyuluh pertanian setempat.
Apakah aglonema aman untuk anak dan hewan peliharaan?
Aglonema tidak aman jika dimakan. ASPCA mencatat tanaman ini beracun bagi anjing, kucing, dan kuda karena mengandung kristal kalsium oksalat yang tidak larut. Gejalanya antara lain iritasi dan nyeri di mulut, air liur berlebih, muntah, dan sulit menelan.
Letakkan aglonema di tempat yang tidak terjangkau kucing, anjing, atau anak kecil. Cuci tangan setelah memangkas atau memperbanyak tanaman. Kalau hewan peliharaan atau anak menggigit daunnya, hubungi dokter hewan atau tenaga kesehatan secepatnya. Jangan menunggu gejalanya memburuk.
Untuk keperluan lain, jangan mengklaim aglonema berkhasiat obat. Kami tidak menemukan dasar ilmiah yang cukup untuk klaim semacam itu. Anggap aglonema murni sebagai tanaman hias.
Kalau artikel ini membantu, simpan untuk rujukan saat berbelanja tanaman, lalu bagikan ke teman yang baru mulai berkebun. Ceritakan di kolom komentar jenis aglonema yang kamu rawat, di mana kamu menaruhnya, dan masalah apa yang paling sering muncul.
Baca juga:
- 8 Penyebab Daun Kuping Gajah Menguning dan Cara Mengatasinya
- 4 Penyebab Daun Philodendron Lemon Berubah Hijau, Ini Cara Mengembalikannya
- Cara Membasmi Kutu Putih pada Aglonema dari Isolasi hingga Pencegahan
- Apakah Penyebab Daun Kuping Gajah Layu? Kenali Tanda dan Solusinya
FAQ
1. Apa saja jenis aglonema yang paling mudah dirawat?
Jenis hijau dan perak seperti Silver Queen, Silver King, dan Maria umumnya paling mudah dirawat karena toleran terhadap cahaya redup. Lipstik atau Siam Aurora juga sering dipilih pemula karena mudah tumbuh. Tetap pastikan media tidak becek dan tanaman tidak terkena sinar matahari langsung.
2. Apakah aglonema merah butuh cahaya lebih banyak?
Aglonema merah dan pink umumnya tampil lebih cerah di tempat dengan cahaya tidak langsung yang cukup terang. Di tempat terlalu redup, warna merahnya bisa memudar. Di sisi lain, matahari langsung bisa membakar daun. Cari titik tengah, misalnya dekat jendela yang terlindung tirai atau teras yang teduh.
3. Berapa suhu ideal untuk aglonema?
Banyak panduan menyebut suhu ideal aglonema sekitar 18–27 °C, dengan batas bawah sekitar 13 °C. Suhu di dataran rendah tropis biasanya masih bisa diterima, tetapi hindari tempat yang panas menyengat atau terkena angin dingin dari AC. Perubahan suhu mendadak dapat membuat tanaman stres.
4. Apakah aglonema beracun bagi kucing dan anjing?
Ya. ASPCA mencatat aglonema beracun bagi anjing dan kucing karena mengandung kalsium oksalat tidak larut. Gejalanya meliputi iritasi mulut, air liur berlebih, muntah, dan sulit menelan. Jauhkan tanaman dari jangkauan hewan peliharaan dan hubungi dokter hewan bila tanaman ini sempat dimakan.
5. Kenapa daun aglonema menguning?
Daun aglonema paling sering menguning karena media terlalu basah, drainase buruk, atau daun tua yang memang mati secara alami. Cahaya yang kurang juga bisa membuat daun pucat. Periksa media, kurangi penyiraman, dan pastikan pot berlubang. Kalau penyebabnya tidak jelas, periksa pangkal batang dan akar.
Aqilla Putri Pasla, seorang pengamat lingkungan yang berfokus pada ekologi, konservasi, dan gaya hidup berkelanjutan melalui Konten yang berbasis fakta, tips praktis, serta wawasan edukatif.



