Cara Merawat Aglonema agar Rimbun
Cara merawat aglonema agar rimbun ada pada lima hal: cahaya terang tidak langsung, penyiraman secukupnya, media tanam yang gembur dan porous, pemupukan teratur, serta pemisahan anakan secara berkala. Kamu bisa menerapkan kelimanya tanpa alat mahal dan tanpa pengalaman berkebun yang panjang.
Aglonema, yang dikenal juga sebagai sri rejeki atau Chinese evergreen, memang jadi primadona tanaman hias daun. Corak hijau, merah muda, dan merah pada daunnya memikat banyak pencinta tanaman. Namun, tampilan rimbun tidak datang begitu saja. Kamu perlu memahami kebutuhan dasarnya, lalu merawatnya dengan konsisten.
Karakter Aglonema sebelum Merawatnya
Aglonema berasal dari hutan hujan Asia Tenggara. Habitat aslinya teduh, lembap, dan kaya serasah daun. Pahami kondisi itu, maka kamu akan mudah menirunya di rumah.
Tanaman ini termasuk famili Araceae. Ia tumbuh baik di tempat dengan cahaya terang tidak langsung, media berdrainase baik, dan penyiraman yang tidak berlebihan. Kondisi tersebut membuat batang bercabang, anakan bermunculan, dan rumpun terlihat penuh.
1. Atur Cahaya: Terang tetapi Tidak Langsung
Cahaya menentukan warna dan kesehatan daun. Letakkan aglonema di teras teduh, dekat jendela berkorden tipis, atau di bawah paranet. Sinar matahari langsung membakar daun dan memudarkan coraknya.
Catatan dari pengalaman langsung: Saat saya memindahkan aglonema dari area terbuka ke bawah paranet 60%, ujung daun yang semula kecokelatan berhenti memburuk dalam dua minggu. Daun baru pun tumbuh lebih lebar dan warnanya lebih pekat. Jika kamu tinggal di daerah tropis dengan matahari terik seperti Jambi, paranet hampir wajib.
Beberapa tanda pencahayaan kamu keliru:
- Daun menguning dan warna memudar: cahaya terlalu kuat.
- Batang memanjang dan daun jarang: cahaya terlalu redup.
- Bercak cokelat kering di tepi daun: daun terbakar matahari.
2. Siram Secukupnya, Jangan Setiap Hari
Kesalahan paling umum adalah menyiram terlalu sering. Media yang terus basah membuat akar dan batang membusuk, sehingga rumpun justru menyusut.
Siram aglonema 2–3 kali seminggu. Saat musim hujan, kurangi menjadi 1–2 kali seminggu. Gunakan uji jari: tusukkan jari sedalam 2–3 cm ke media. Jika terasa lembap, tunda penyiraman. Jika kering, siram sampai air keluar dari lubang drainase.
Kamu juga bisa memanfaatkan air cucian beras sesekali. Kandungan vitamin B1 di dalamnya membantu merangsang pertumbuhan akar.
3. Pilih Media Tanam yang Gembur dan Porous
Media tanam menentukan seberapa leluasa akar berkembang. Akar yang leluasa menghasilkan tunas dan anakan lebih banyak.
Kamu bisa memilih salah satu campuran berikut:
| Campuran Media | Perbandingan | Keunggulan |
|---|---|---|
| Tanah + cocopeat + arang sekam + kompos | 1 : 1 : ½ : ½ | Menyimpan lembap tetapi tetap lega |
| Tanah + kompos + sekam padi | 2 : 1 : 1 | Mudah dibuat dan murah |
| Tanah + sekam padi + pupuk kandang | 1 : 1 : 1 | Kaya unsur hara |
Isi pot hanya setengah bagian saat penanaman awal, lalu tambahkan media seiring pertumbuhan. Gunakan pot berlubang drainase agar air tidak menggenang. Gemburkan media minimal sebulan sekali supaya tidak mengeras. Jika tanah sudah padat, ganti dengan media baru.
4. Beri Pupuk Rutin dengan Dosis Berimbang
Aglonema membutuhkan nutrisi untuk membentuk daun baru dan anakan. Berikan pupuk sesuai dosis anjuran di kemasan. Pupuk berlebih justru membakar akar.
Kamu dapat menggabungkan pupuk kompos atau pupuk kandang pada media dengan pupuk daun cair berkala. Pantau responsnya. Daun baru yang segar dan ukurannya membesar menandakan dosisnya sudah tepat.
5. Pisahkan Anakan dan Lakukan Repotting
Rumpun rimbun lahir dari anakan yang sehat. Namun, pot yang terlalu sempit membuat anakan saling berebut ruang dan nutrisi.
Langkah praktisnya:
- Keluarkan tanaman dari pot dengan hati-hati.
- Bersihkan sebagian tanah dari akar.
- Pisahkan anakan yang sudah memiliki akar sendiri menggunakan pisau steril.
- Tanam anakan di pot baru dengan media segar.
- Letakkan di tempat teduh selama 1–2 minggu agar tanaman pulih.
Anakan yang dipisahkan akan tumbuh mandiri, sedangkan induk memperoleh ruang lebih lega untuk memunculkan tunas baru.
6. Bersihkan Gulma, Debu, dan Daun Layu
Gulma menyerap nutrisi dan merebut ruang tumbuh. Cabut gulma sampai ke akarnya agar tidak tumbuh lagi. Gulma yang tumbuh lebih cepat dapat membuat aglonema kerdil.
Lap daun dengan spons lembut atau kain basah untuk menghilangkan debu. Debu menghambat penyerapan cahaya dan dapat mengundang penyakit. Pangkas daun layu dan menguning pada bagian batangnya dengan gunting tanaman yang bersih. Dengan begitu, energi tanaman terfokus pada daun sehat dan tunas baru.
Untuk daun yang mengilap, kamu bisa mengelapnya dengan air bersih. Sebagian pehobi juga memakai larutan air dan susu bubuk encer, tetapi kamu perlu mencobanya pada satu daun terlebih dahulu.
7. Jaga Suhu dan Kelembapan
Aglonema kurang tahan suhu dingin. Pertumbuhannya terhambat di bawah 16 °C. Hindari menaruhnya dekat pendingin ruangan atau di area yang terkena angin dingin langsung. Kelembapan udara yang cukup membantu daun tetap segar dan tidak mengering di ujung.
8. Waspadai Hama dan Penyakit
Periksa tanaman setiap minggu. Hama yang sering menyerang antara lain kutu putih, tungau, dan ulat bulu. Singkirkan secara manual pada tahap awal. Jika serangan meluas, gunakan pestisida nabati atau pestisida sintetis sesuai petunjuk kemasan.
Kesalahan Umum yang Membuat Aglonema Tidak Rimbun
| Kesalahan | Akibat | Solusi |
|---|---|---|
| Menyiram setiap hari | Akar busuk, daun menguning | Siram 2–3 kali seminggu, uji kelembapan media |
| Menjemur langsung | Daun terbakar, warna pudar | Pindahkan ke tempat teduh atau pasang paranet |
| Pot tanpa lubang drainase | Air menggenang | Gunakan pot berlubang |
| Media padat | Akar sulit berkembang | Gemburkan sebulan sekali |
| Anakan dibiarkan menumpuk | Rebutan nutrisi | Pisahkan dan lakukan repotting |
| Mengabaikan debu dan hama | Daun kusam, tanaman rentan sakit | Lap daun dan periksa rutin |
Keamanan bagi Anak dan Hewan Peliharaan
Aglonema termasuk tanaman berkalsium oksalat. Getah dan bagian tanamannya dapat mengiritasi mulut jika dikunyah atau tertelan. Gejalanya berupa rasa perih atau terbakar, pembengkakan, dan kesulitan menelan.
Simpan pot di tempat yang tidak terjangkau anak kecil dan hewan peliharaan. Jika terjadi gigitan, segera cari pertolongan medis bila muncul pembengkakan di mulut atau tenggorokan, sulit bernapas, muntah berulang, atau nyeri berat. Untuk hewan peliharaan, hubungi dokter hewan.
Rawat dengan Sabar, Rimbun akan Menyusul
Perawatan aglonema agar rimbun bertumpu pada kebiasaan kecil yang kamu lakukan secara konsisten: cahaya yang tepat, air yang cukup, media yang lega, dan perhatian rutin. Mulailah dari satu perbaikan, misalnya memasang paranet atau mengganti media, lalu amati perubahannya.
Bagikan artikel ini ke teman sesama pencinta tanaman hias, lalu tulis di medsosmu kendala aglonema yang sedang kamu hadapi. Pengalamanmu bisa membantu pembaca lain.
Baca juga:
- Anthurium Hookeri: Ciri, Cara Merawat, dan Perbanyakan
- Apa Saja Hama Anthurium? Jenis, Ciri, dan Cara Mengatasinya
- Lidah Mertua (Dracaena trifasciata): Klasifikasi, Manfaat, Budi Daya, Perawatan, dan Risikonya
- Cara Memangkas Sirih Gading agar Rimbun dan Sehat
- 14 Jenis Bunga Melati yang Paling Populer di Indonesia
FAQ
1. Berapa kali aglonema disiram agar rimbun?
Siram 2–3 kali seminggu pada cuaca normal dan 1–2 kali seminggu saat musim hujan. Pastikan media lembap tetapi tidak tergenang.
2. Apakah aglonema boleh terkena sinar matahari langsung?
Tidak. Sinar matahari langsung membakar daun dan memudarkan warna. Letakkan aglonema di tempat dengan cahaya terang tidak langsung atau di bawah paranet.
3. Media tanam apa yang paling bagus untuk aglonema?
Pilih media gembur dan porous, misalnya campuran tanah, kompos, dan sekam padi dengan perbandingan 2:1:1. Campuran tanah, cocopeat, arang sekam, dan kompos juga efektif.
4. Bagaimana cara memperbanyak anakan aglonema?
Pisahkan anakan yang sudah berakar saat repotting. Tanam di media baru dan letakkan di tempat teduh selama 1–2 minggu. Rumpun induk pun memperoleh ruang untuk tumbuh lebih rimbun.
5. Mengapa daun aglonema menguning dan layu?
Penyebab utamanya penyiraman berlebihan, cahaya terlalu kuat, atau media yang padat. Kurangi frekuensi siram, pindahkan ke tempat teduh, dan gemburkan media. Pangkas daun yang sudah menguning pada bagian batangnya.
Aqilla Putri Pasla, seorang pengamat lingkungan yang berfokus pada ekologi, konservasi, dan gaya hidup berkelanjutan melalui Konten yang berbasis fakta, tips praktis, serta wawasan edukatif.



