Cara Menanam Biji Kamboja dari Semai hingga Pindah Tanam

Cara Menanam Biji Kamboja

Cara Menanam Biji Kamboja

Cara menanam biji kamboja dimulai dari menyeleksi biji, kemudian menyemainya di media yang porous, dan terakhir memindahkan bibit ke pot saat daunnya mencapai 6-8 helai. Seluruh tahapan memakan waktu sekitar dua bulan. Meskipun terasa lama, hasilnya sepadan, sebab bonggol (caudex) tanaman membesar dan bentuknya cocok untuk bonsai. Artikel ini memakai istilah “kamboja” untuk kamboja jepang atau adenium, jenis yang bonggolnya sering diburu para penghobi.

Mengapa Menanam Kamboja dari Biji?

Pertama, bonggol hasil semai tumbuh lebih besar dan menggelembung. Sebaliknya, bonggol hasil stek cenderung datar, sehingga nilai estetikanya lebih rendah. Karena itu, banyak penghobi memilih biji. Memang, pembungaan dari biji datang lebih lambat. Namun, kamu bisa mempercepatnya dengan hormon perangsang pembungaan.

Persiapan Sebelum Menanam

1. Mendapatkan Biji yang Berkualitas

Kamu bisa membeli biji atau memanen sendiri dari tanaman induk. Jika kamu memilih memanen sendiri, bantu penyerbukan dengan kuas kecil. Caranya, sapukan serbuk sari ke kepala putik. Selain itu, pilih induk yang sehat, tumbuh cepat, dan unggul, karena sifat induk menurun ke bibit.

Selanjutnya, perhatikan buahnya. Buah kamboja berbentuk seperti tanduk, dan buah yang matang berkulit kering serta terbuka di bagian atas polongnya. Di dalamnya, biji menempel pada bulu halus yang berfungsi sebagai alat terbang. Oleh sebab itu, bersihkan bulu tersebut sebelum menyemai.

2. Alat dan Bahan

Sebelum mulai, siapkan perlengkapan berikut:

  • Wadah semai bersih atau pot berdiameter sekitar 20 cm
  • Cocopeat dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1
  • Spray halus untuk menyiram
  • Plastik transparan
  • Pasir malang, sekam bakar, dan pupuk kandang fermentasi untuk pindah tanam
  • Potongan styrofoam untuk lapisan dasar polybag

Jika cocopeat sulit didapat, kamu bisa menggantinya dengan serutan kayu halus. Alternatif lain, pakai sekam bakar saja.

Langkah 1: Seleksi Biji dengan Perendaman

Seleksi memisahkan biji yang bisa tumbuh cepat dari biji yang lemah. Ikuti urutan berikut:

  1. Pertama, isi wadah bersih dengan air bersih.
  2. Kedua, masukkan semua biji ke dalam wadah.
  3. Ketiga, rendam minimal 10 menit.
  4. Setelah itu, buang biji yang mengapung, karena isinya kopong.
  5. Terakhir, ambil biji yang tenggelam untuk disemai.

Langkah 2: Menyiapkan Media Semai

Pertama, campurkan cocopeat dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1. Kemudian, isi pot sampai tiga perempat tinggi pot. Dengan demikian, media menjadi porous, sehingga air tidak menggenang dan akar bibit tidak mudah busuk.

Langkah 3: Menabur dan Menutup Biji

  1. Mula-mula, letakkan biji dalam posisi berbaring dengan jarak kira-kira 1 cm.
  2. Selanjutnya, jaga agar biji tidak terbenam terlalu dalam.
  3. Setelah itu, semprot media dengan air bersih memakai spray halus.
  4. Kemudian, tutup pot dengan plastik transparan.
  5. Terakhir, taruh pot di tempat teduh, jauh dari sinar matahari langsung.

Satu pot berdiameter 20 cm menampung sekitar 100-150 biji. Sementara itu, semprot lagi sedikit demi sedikit saat media mulai mengering. Sekitar seminggu kemudian, kecambah biasanya muncul.

Langkah 4: Merawat Kecambah Sampai Usia Dua Bulan

Begitu daun sejati tumbuh, buka plastik penutup. Meskipun begitu, tetap simpan bibit di tempat teduh dan siram dengan spray. Selanjutnya, tunggu sampai usia dua bulan. Pada saat itu, bibit sudah memiliki 6-8 helai daun, dan batang kecilnya mulai menunjukkan struktur berbonggol. Oleh karena itu, inilah waktu yang tepat untuk pindah tanam.

Langkah 5: Pindah Tanam ke Polybag

Pertama, siapkan polybag kecil atau gelas plastik bekas air mineral. Kedua, campurkan media berikut:

KomponenTakaran
Pasir malang1 bagian
Sekam bakar1 bagian
Pupuk kandang fermentasiSelanjutnya, tambahkan sekitar ¼ dari total media

Pilih pupuk kandang yang sudah terfermentasi, bukan kotoran ternak segar. Jika pasir malang tidak tersedia, kamu bisa menggantinya dengan remahan batu bata yang ditumbuk kasar berdiameter 1-2 mm. Namun, jangan menumbuknya terlalu halus, supaya sirkulasi udara di media tetap lancar.

Sebelum mengisi media, taruh potongan styrofoam di dasar polybag. Dengan begitu, air tidak tertahan di bawah, sehingga akar tidak membusuk.

Langkah 6: Penjemuran Bertahap

Setelah pindah tanam, letakkan bibit di tempat yang terkena cahaya matahari tidak langsung. Kemudian, saat tanaman cukup dewasa, jemur di bawah sinar matahari penuh. Memang, kamboja menyukai matahari. Akan tetapi, bibit muda mudah layu jika langsung terkena terik.

Catatan Pengalaman Lapangan

Dalam praktik, keke sering menemukan pola berikut:

  • Pertama, kelembapan berlebih menjadi penyebab utama bibit gagal. Oleh karena itu, semprot secukupnya dan jangan sampai media becek.
  • Kedua, biji segar berkecambah lebih rata daripada biji yang lama disimpan.
  • Ketiga, bibit yang tumbuh paling cepat di awal biasanya paling kuat. Karena itu, pisahkan bibit yang lambat dan rawat tersendiri.

Kesalahan yang Sering Terjadi

MasalahPenyebabSolusi
Biji tidak berkecambahBiji kopong atau terlalu lama disimpanOleh karena itu, seleksi dengan perendaman dan pakai biji segar
Bibit membusukMedia terlalu basahSebagai solusi, pakai media porous dan lapisan styrofoam
Bibit kurus dan memanjangKurang cahayaSebaiknya, pindahkan ke tempat yang lebih terang secara bertahap
Daun terbakarLangsung terkena matahari terikDengan demikian, jemur bertahap

Bagikan artikel ini ke teman sesama pecinta tanaman hias lewat media sosial. Selain itu, tulis di medsosmu jenis kamboja yang sedang kamu semai.

Baca juga:

FAQ

1. Bagaimana cara menanam biji kamboja agar cepat tumbuh?

Pertama, rendam biji selama 10 menit dan pilih yang tenggelam. Selanjutnya, tabur di media cocopeat dan sekam bakar 1:1, lalu tutup dengan plastik transparan di tempat teduh. Dengan cara tersebut, kecambah biasanya muncul dalam sekitar satu minggu.

2. Berapa lama biji kamboja berkecambah?

Biji kamboja berkecambah sekitar satu minggu setelah disemai. Kemudian, pada usia dua bulan, bibit memiliki 6-8 helai daun dan siap pindah tanam.

3. Media apa yang terbaik untuk menyemai biji kamboja?

Campuran cocopeat dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1 menjadi pilihan terbaik. Namun, jika cocopeat tidak ada, serutan kayu halus atau sekam bakar saja bisa menggantinya.

4. Kapan bibit kamboja boleh dipindah ke polybag?

Pindahkan bibit saat usianya sekitar dua bulan dan daunnya sudah 6-8 helai. Selanjutnya, pakai media pasir malang dan sekam bakar 1:1, lalu tambahkan pupuk kandang fermentasi sekitar ¼ bagian.

5. Mengapa biji kamboja lebih baik daripada stek?

Biji menghasilkan bonggol yang lebih besar dan menggelembung, sehingga cocok untuk bonsai. Sebaliknya, stek menghasilkan bonggol yang cenderung datar, meskipun berbunga lebih cepat.

Scroll to Top