Cara Agar Aglonema Cepat Beranak
Cara agar aglonema cepat beranak bertumpu pada tiga hal: media tanam gembur, cahaya terang tanpa terik, dan nutrisi yang konsisten. Kombinasi ketiganya memancing tunas baru muncul dari pangkal batang, biasanya dalam 3–6 bulan. Kamu tidak perlu membeli bibit terus-menerus, apalagi untuk jenis berharga mahal. Satu tanaman induk yang sehat mampu menghasilkan banyak anakan, sehingga koleksimu bertambah rimbun tanpa biaya besar.
Mengapa Aglonema Lambat Bertunas?
Sebelum menambah perawatan, kenali dulu penghambatnya. Tanaman hias famili Araceae (sering disebut sirih gading atau Chinese evergreen) hanya bertunas ketika energinya cukup. Kalau akar sesak, media padat, atau cahaya kurang, tanaman memilih bertahan hidup, bukan berkembang biak.
| Kesalahan umum | Dampak pada tanaman | Solusi cepat |
|---|---|---|
| Media padat dan lembap terus | Akar kekurangan oksigen, rawan busuk | Ganti dengan campuran gembur dan berongga |
| Penyiraman berlebihan | Unsur hara tercuci, akar busuk | Siram setelah permukaan media mengering |
| Pot terlalu kecil | Akar sesak, tunas tidak punya ruang | Naikkan satu tingkat ukuran pot |
| Pot terlalu besar | Energi habis untuk membentuk akar | Pilih pot sedikit lebih lebar dari pot lama |
| Cahaya kurang | Fotosintesis lambat, akar mencuat ke permukaan | Pindahkan ke area lebih terang |
| Tanpa nutrisi tambahan | Pertumbuhan stagnan | Pupuk rutin dengan dosis encer |
9 Langkah Membuat Aglonema Cepat Beranak
1. Siapkan Media Tanam yang Gembur dan Subur
Media tanam menentukan separuh keberhasilan. Aglonema menyukai media yang tetap lembap, tetapi tidak menahan air berlebihan. Pilih salah satu campuran berikut, lalu isi pot sampai sekitar dua pertiga bagian, jangan menimbun pangkal batang terlalu dalam.
| Campuran media | Perbandingan |
|---|---|
| Tanah, cocopeat, arang sekam, kompos | 1:1:1:1 |
| Tanah, sekam padi, pupuk kandang | 1:1:1 |
| Tanah humus, cocopeat, sekam bakar | Seimbang |
| Tanah, kompos, sekam padi | 2:1:1 |
2. Pilih Pot Berukuran Sedang
Pot kecil membuat akar sesak, sedangkan pot raksasa mengalihkan energi tanaman ke pembentukan akar. Pot sedang dengan lubang drainase lebar memberi ruang tumbuh sekaligus mencegah genangan. Saat tanaman membesar, naikkan ukuran pot secukupnya.
3. Atur Pencahayaan: Terang, Bukan Terik
Aglonema mampu bertahan di ruangan redup, tetapi jenis berdaun banyak warna merah dan merah muda butuh cahaya lebih banyak agar warnanya tetap tajam. Tanda kekurangan cahaya: akar mencuat dari media dan daun tampak pucat. Jemur tanaman pada pagi hari atau taruh di teras beratap yang terang. Sinar siang langsung membuat daun memudar dan kering.
4. Siram dengan Ritme yang Tepat
Siram sekitar tiga hari sekali atau dua kali seminggu, menyesuaikan cuaca. Cek dulu media dengan jari: kalau permukaan masih lembap, tunda penyiraman. Air berlebih memadatkan media dan membusukkan akar, dua musuh utama tunas baru.
5. Jaga Kelembapan Udara 60–70%
Tanaman tropis ini nyaman di udara lembap. Semprot daun secara berkala, letakkan pot di atas nampan kerikil berair, atau gunakan pelembap udara. Udara terlalu kering mengundang tungau laba-laba.
6. Beri Pupuk dan Nutrisi Tambahan Secara Teratur
Berikan pupuk cair encer dengan kandungan NPK seimbang, misalnya 20-20-20, sebulan sekali pada musim tumbuh. Kurangi atau hentikan saat musim hujan karena pertumbuhan melambat. Untuk dorongan ekstra, kamu bisa menyiram air cucian beras dua minggu sekali. Air cucian beras mengandung vitamin B dan mineral yang berfungsi sebagai unsur hara murah. Sebagian pehobi juga menyemprotkan larutan vitamin B1 khusus tanaman pada daun dan batang, namun jangan sampai media becek.
7. Tambahkan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)
ZPT bekerja sebagai hormon pemicu, berbeda dengan pupuk yang menyuplai nutrisi. Oleskan perangsang tunas pada pangkal batang sesuai dosis di kemasan. Hasilnya lebih terasa pada tanaman yang sudah sehat dan berakar kuat.
8. Gemburkan Media dan Pangkas Daun Layu
Gemburkan permukaan media setiap dua sampai empat minggu dengan hati-hati supaya akar dan calon tunas tidak rusak. Media gembur memudahkan tunas menembus permukaan. Pangkas juga daun layu atau menguning, karena tanaman lalu mengalihkan sumber daya ke bagian sehat dan memicu tunas samping.
9. Pisahkan Anakan Saat Repotting
Repotting menjadi momen terbaik untuk memperbanyak aglonema. Lakukan ketika tanaman terlihat padat atau pertumbuhan terhenti. Keluarkan tanaman dari pot, bersihkan akar dari media lama, lalu pisahkan anakan yang tumbuh dari pangkal induk dengan pisau steril. Tanam masing-masing di pot terpisah.
Jadwal Perawatan Aglonema Mingguan
| Perawatan | Frekuensi |
|---|---|
| Penyiraman | 2–3 hari sekali, setelah permukaan media mengering |
| Penyemprotan daun | Tiap pagi atau dua hari sekali |
| Pupuk NPK cair encer | Sebulan sekali (musim tumbuh) |
| Air cucian beras | Dua minggu sekali |
| Penggemburan media | Dua sampai empat minggu sekali |
| Pengecekan hama | Seminggu sekali |
Pengalaman Pribadi Merawat Aglonema
keke pernah memiliki aglonema yang bertahun-tahun hanya menambah daun tanpa satu pun tunas. Penyebabnya ternyata sederhana: potnya terlalu besar dan medianya padat karena keke terlalu sering menyiram. Setelah dipindahkan ke pot sedang, mengganti media dengan campuran tanah, cocopeat, dan arang sekam, lalu menggeser tanaman ke teras yang terang, tunas pertama muncul sekitar empat bulan kemudian. Pelajaran terpentingnya: ubah satu faktor dulu, tunggu beberapa minggu, lalu amati hasilnya.
Merawat Anakan Setelah Muncul
Biarkan anakan tumbuh sampai memiliki 3–5 daun sebelum kamu pisahkan. Jaga media tetap lembap, beri nutrisi secara berkala, dan kurangi vitamin atau air siraman karena anakan masih rentan jamur.
Hama yang Perlu Kamu Waspadai
Kutu daun, serangga sisik, dan kutu kebul sesekali menyerang. Periksa bagian bawah daun, lalu bersihkan dengan kain yang dibasahi alkohol atau sabun insektisida. Kebersihan pot dan area sekitar tanaman mencegah serangan berulang.
Aglonema cepat beranak ketika akar bernapas lega, cahaya cukup, dan nutrisi terjaga. Mulai dari media dan pot, lalu lanjutkan dengan cahaya, penyiraman, serta pemupukan. Sudah mencoba salah satu langkah di atas? Bagikan hasilmu di medsos, dan share artikel ke teman sesama pencinta tanaman hias supaya koleksi mereka ikut rimbun.
Baca juga:
- Kenapa Daun Aglonema Membusuk? Penyebab dan Cara Mengatasinya
- Penyebab Daun Aglonema Menguning: 7 Faktor Utama dan Cara Mengatasinya
- Bagaimana Cara Membuat Bonggol Adenium Cepat Besar? 7 Teknik yang Dipakai keke
- Cara Menanam Sirih Gading di Pot: 6 Langkah Mudah untuk Pemula
FAQ
1. Berapa lama aglonema mulai beranak?
Dengan perawatan optimal, sebagian besar aglonema mengeluarkan tunas baru dalam 3–6 bulan. Waktunya bisa lebih lama, tergantung varietas dan kondisi tanaman.
2. Apa media tanam terbaik agar aglonema cepat beranak?
Campuran tanah humus, cocopeat, dan sekam bakar dengan perbandingan seimbang. Media tersebut gembur, kaya nutrisi, dan memudahkan akar menyebar sehingga tunas mudah naik ke permukaan.
3. Apakah aglonema lebih cepat beranak di pot kecil atau besar?
Pot berukuran sedang paling ideal. Pot kecil membuat akar sesak, sedangkan pot terlalu besar membuat tanaman fokus membentuk akar, bukan anakan.
4. Seberapa sering aglonema perlu disiram dan dipupuk?
Siram 2–3 hari sekali saat permukaan media mulai kering. Beri pupuk NPK cair encer sebulan sekali pada musim tumbuh, dan air cucian beras dua minggu sekali sebagai tambahan.
5. Kapan anakan aglonema boleh dipisahkan dari induk?
Tunggu sampai anakan memiliki 3–5 daun dan akar yang cukup. Lakukan pemisahan saat repotting, lalu tanam di pot terpisah dengan media gembur.
Aqilla Putri Pasla, seorang pengamat lingkungan yang berfokus pada ekologi, konservasi, dan gaya hidup berkelanjutan melalui Konten yang berbasis fakta, tips praktis, serta wawasan edukatif.



