Anthurium Dorayaki: Ciri, dan Cara Merawatnya

Anthurium Dorayaki

Anthurium Dorayaki

Anthurium Dorayaki adalah tanaman hias daun berbentuk cekung seperti mangkok yang kini banyak diburu kolektor. Daunnya tebal, berwarna hijau tua pekat, dan dihiasi urat silver yang tegas. Kamu bisa merawatnya dengan mudah asalkan cahaya, media tanam, dan penyiraman sesuai kebutuhannya.

Apa Itu Anthurium Dorayaki?

Anthurium Dorayaki adalah tanaman hias daun dari genus Anthurium yang populer karena bentuk daunnya unik, tebal, dan menyerupai kue dorayaki khas Jepang. Para pencinta tanaman memberinya julukan “Dorayaki” karena daunnya bulat dan cekung. Di Indonesia, orang juga menyebutnya anthurium kuping gajah karena ukuran daunnya yang besar. Pada tanaman dewasa, satu helai daun bisa melebihi ukuran kepala manusia.

Ciri-Ciri Anthurium Dorayaki

Kamu bisa mengenali tanaman aroid koleksi tersebut lewat beberapa karakter fisik berikut.

BagianCiri Khas
Bentuk daunBulat, tebal, kaku, dan cekung ke atas seperti mangkok
Warna daunHijau tua pekat
Urat daunSilver atau putih, terlihat jelas
BatangSemi kotak hingga semi bulat, tebal, dengan lapisan seperti lilin
Ukuran daun dewasaDapat melampaui ukuran kepala orang dewasa

Perbedaan Anthurium Dorayaki dan Silver Blush

Keduanya sama-sama anthurium berdaun indah, tetapi kamu bisa membedakannya dengan mudah lewat bentuk daun dan ketebalan urat.

AspekAnthurium DorayakiAnthurium Silver Blush
Bentuk daunCekung seperti mangkokLebih datar, tidak cekung
Urat daunSilver atau putih, lebih tipisSilver, lebih tebal
Warna dominan saat dewasaHijau tua dengan urat kontrasSilver makin dominan di permukaan daun
PerawatanCahaya terang tidak langsung, media porousSama dengan Dorayaki

Bila kamu masih ragu saat membeli, perhatikan dulu lekuk daunnya. Daun yang membentuk mangkok hampir pasti Dorayaki.

Cara Merawat Anthurium Dorayaki

Perawatan Anthurium Dorayaki berpusat pada lima hal: cahaya, media tanam, penyiraman, suhu dan kelembapan, serta pemupukan.

1. Cahaya

Letakkan tanaman di tempat teduh dengan cahaya terang tidak langsung (bright indirect light). Sinar matahari langsung selama berjam-jam membuat daun hangus dan terbakar. Cahaya yang ideal mendorong pertumbuhan daun baru yang sehat dan lebar.

2. Media Tanam

Pilih media yang porous dan gembur supaya air tidak menggenang. Kamu bisa mencampur perlit, sekam bakar, sekam mentah, dan humus bambu. Alternatifnya, campurkan kulit kayu pinus, perlit, dan gambut. Anthurium menyukai media lembap yang tidak becek, dengan pH sekitar 6,5.

3. Penyiraman

Siram tanaman saat media bagian atas mulai kering. Tancapkan dua ruas jari ke media sedalam 5 hingga 8 sentimeter. Jika terasa kering, siram. Jika masih basah, tunda dulu agar akar tidak membusuk. Di daerah tropis yang panas, frekuensinya bisa mencapai 1 sampai 2 hari sekali, sedangkan di ruangan sejuk cukup seminggu sekali atau dua kali. Kondisi media selalu menjadi patokan terbaik, bukan kalender.

4. Suhu dan Kelembapan

Anthurium Dorayaki tumbuh baik pada suhu 21 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan udara 70 hingga 80 persen. Suhu di luar rentang tersebut membuat tanaman rentan sakit. Semprotkan air di sekitar tanaman atau letakkan wadah berisi air di dekatnya untuk menaikkan kelembapan udara.

5. Pemupukan

Beri pupuk cair setiap 2 hingga 4 minggu sekali. Pupuk dengan kandungan fosfat tinggi merangsang pembungaan, sedangkan pupuk seimbang menjaga daun tetap hijau pekat. Kurangi dosis agar akar tidak terbakar.

Pengalaman Merawat Anthurium Dorayaki

Dari pengalaman keke merawat anthurium di teras semi tertutup, kesalahan terbesar pemula adalah menyiram menurut jadwal tetap. keke pernah menyiram setiap hari, lalu menemukan ujung akar kecokelatan dan lembek dalam waktu dua minggu. Setelah beralih ke cek jari dan media yang lebih porous, daun baru muncul lebih tebal dan cekungnya makin sempurna. keke juga memindahkan pot ke dekat jendela berkorden tipis, dan daun yang sebelumnya pucat berubah hijau pekat. Kamu bisa meniru pola sederhana tersebut: cek media, atur cahaya, lalu amati respons daun.

Masalah pada Anthurium Dorayaki dan Solusinya

GejalaKemungkinan PenyebabSolusi
Daun menguningPenyiraman berlebihan atau media padatKurangi siraman dan ganti media yang lebih porous
Tepi daun cokelat dan keringSinar matahari langsung atau udara terlalu keringPindahkan ke cahaya tidak langsung dan naikkan kelembapan
Akar busukMedia becekPotong akar busuk, ganti media, dan siram lebih hemat
Pertumbuhan lambatCahaya kurang atau nutrisi minimTambah cahaya terang tidak langsung dan beri pupuk rutin

Tips Memilih Bibit Anthurium Dorayaki yang Sehat

  • Pilih tanaman dengan daun tebal, kaku, dan cekung merata.
  • Periksa urat daun silver yang jelas dan tidak pudar.
  • Pastikan akar putih atau kekuningan dan tidak berbau busuk.
  • Hindari tanaman dengan bercak cokelat atau daun layu.
  • Beli dari penjual yang menjelaskan media tanam dan kondisi tumbuh bibitnya.

Punya pengalaman unik merawat Anthurium Dorayaki? Tulis di medsos supaya pencinta tanaman lain ikut belajar. Bagikan artikel ke teman atau komunitas tanamanmu, lalu simpan untuk panduan perawatan berikutnya.

Baca juga:

FAQ

1. Apa itu Anthurium Dorayaki?

Anthurium Dorayaki adalah tanaman hias daun berdaun tebal, hijau tua, dan cekung seperti mangkok dengan urat silver. Namanya berasal dari kemiripan bentuk daunnya dengan kue dorayaki Jepang.

2. Apa perbedaan Anthurium Dorayaki dan Silver Blush?

Dorayaki berdaun cekung dengan urat lebih tipis, sedangkan Silver Blush berdaun lebih datar dengan urat silver lebih tebal. Pada tanaman dewasa, warna silver lebih dominan di Silver Blush.

3. Berapa kali Anthurium Dorayaki perlu disiram?

Siram saat media bagian atas sedalam dua ruas jari terasa kering. Dalam praktiknya, frekuensi berkisar antara 1 sampai 2 hari sekali di cuaca panas dan seminggu sekali atau dua kali di ruangan sejuk.

4. Apakah Anthurium Dorayaki boleh terkena sinar matahari langsung?

Tidak. Sinar matahari langsung membakar daun. Letakkan tanaman di tempat teduh dengan cahaya terang tidak langsung.

5. Media tanam apa yang cocok untuk Anthurium Dorayaki?

Media yang porous dan gembur, seperti campuran perlit, sekam bakar, sekam mentah, dan humus bambu. Kulit kayu pinus, perlit, dan gambut juga bekerja dengan baik.

Referensi

  1. Artur, A. G., Teixeira, D. B. de S., Martins, T. da S., Taniguchi, C. A. K., & Castro, A. C. R. de. (2021). Fertilization for potted foliage anthurium. Journal of Plant Nutrition. https://doi.org/10.1080/01904167.2021.2014881
  2. Chen, J., McConnell, D. B., Henny, R. J., & Everitt, K. C. (2018). Cultural guidelines for commercial production of interiorscape Anthurium (EDIS Publication No. ENH956/EP159). University of Florida, IFAS Extension. https://ask.ifas.ufl.edu/publication/ep159
  3. Chen, L., Tarin, M. W. K., Huo, H., Zheng, Y., & Chen, J. (2021). Photosynthetic responses of Anthurium × ‘Red’ under different light conditions. Plants, 10(5), Article 857. https://doi.org/10.3390/plants10050857
  4. Sosa-Flores, V. P., & Valdez-Aguilar, L. A. (2017). Anion proportion in the nutrient solution impacts the growth and nutrient status of anthurium (Anthurium andraeanum Linden ex André). HortScience, 52(11), 1585–1592. https://doi.org/10.21273/HORTSCI12082-17
Scroll to Top