Lidah Mertua di Kamar Tidur
Lidah mertua di kamar tidur menjadi salah satu pilihan tanaman hias indoor yang paling sering kamu temui di rumah modern. Tanaman berdaun tegak seperti pedang dengan nama ilmiah Dracaena trifasciata (sebelumnya Sansevieria trifasciata), atau snake plant, tahan cahaya redup dan hemat air. Karena itu, banyak orang menaruhnya di dekat tempat tidur, sebab mereka percaya tanaman tersebut memurnikan udara dan membantu tidur lebih nyenyak. Namun, tidak semua klaim populer tersebut punya dasar ilmiah yang kuat.
Di bawah ini, KeKe mengulas klaim mana yang didukung penelitian dan klaim mana yang masih mitos. Selain itu, kamu akan menemukan panduan memilih varietas, menentukan posisi pot, merawat tanaman, dan menguji manfaatnya sendiri di rumah. Dengan demikian, kamu bisa mengambil keputusan berdasarkan bukti, bukan sekadar tren.
Jawaban Singkat: Bolehkah Menaruh Lidah Mertua di Kamar Tidur?
Boleh. Kamu bisa menaruh tanaman lidah mertua di ruang tidur asalkan kamu menjauhkannya dari anak kecil dan hewan peliharaan, memberinya cahaya tidak langsung, dan menyiramnya secukupnya. Selain itu, manfaat terbesarnya berupa estetika dan suasana tenang. Sebaliknya, efek penyaringan udaranya memang nyata di laboratorium, tetapi kecil di kamar sungguhan.
Tanaman Lidah Mertua
Tanaman sukulen tropis tersebut berasal dari Afrika Barat, lalu tumbuh luas sebagai tanaman hias di seluruh dunia. Sementara itu, para ahli botani memindahkan genus Sansevieria ke genus Dracaena pada 2017. Akibatnya, kamu akan menemukan dua nama ilmiah di berbagai sumber, padahal keduanya merujuk pada tanaman yang sama.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Nama ilmiah | Dracaena trifasciata (sinonim: Sansevieria trifasciata) |
| Nama umum | Lidah mertua, snake plant, mother-in-law’s tongue |
| Kelompok | Sukulen berdaun tebal |
| Tinggi | 15 cm hingga sekitar 1,2 m, tergantung varietas |
| Jalur fotosintesis | CAM (Crassulacean Acid Metabolism) |
| Toleransi | Cahaya redup, kekeringan, ruang ber-AC |
| Kelemahan | Rentan busuk akar bila terlalu basah, beracun ringan bagi hewan |
Mengapa Tanaman Lidah Mertua Cocok untuk Ruang Tidur?
Kamar tidur menuntut tanaman yang tidak rewel. Pertama, cahaya alami di kamar sering terbatas. Kedua, AC menyala berjam-jam, sehingga udara menjadi kering. Ketiga, kamu jarang punya waktu untuk merawat tanaman setiap hari. Untungnya, lidah mertua memenuhi ketiga syarat tersebut:
- Tanaman tetap tumbuh di cahaya redup hingga cahaya terang tidak langsung.
- Daun tebalnya menyimpan air, sehingga tanaman tahan bila kamu lupa menyiram.
- Bentuknya tumbuh vertikal, jadi tanaman tidak memakan banyak ruang lantai.
- Tanaman bertahan pada suhu sekitar 15–32 °C, yaitu rentang yang mencakup suhu kamar tropis.
- Tanaman memakai jalur fotosintesis CAM yang unik.
Cara Kerja Fotosintesis CAM di Malam Hari
Sebagian besar tanaman membuka stomata (pori daun) pada siang hari. Sebaliknya, lidah mertua memakai strategi bernama Crassulacean Acid Metabolism (CAM), yang berevolusi di lingkungan kering untuk menghemat air. Berikut tahapannya:
- Pertama, pada siang hari stomata menutup sebagian supaya air tidak menguap.
- Kedua, pada malam hari stomata membuka, lalu tanaman menyerap karbon dioksida (CO₂) dan mengubahnya menjadi asam malat.
- Terakhir, pada pagi hingga siang hari tanaman memecah asam malat, melepaskan CO₂ di dalam daun, dan menjalankan fotosintesis dengan bantuan cahaya sehingga menghasilkan oksigen.
Jadi, tanaman lidah mertua memang menyerap CO₂ di malam hari. Akan tetapi, pelepasan oksigennya terjadi terutama saat ada cahaya. Oleh karena itu, klaim populer bahwa lidah mertua “memproduksi oksigen di malam hari” menyederhanakan proses tersebut secara berlebihan. Selain itu, jumlah CO₂ yang satu tanaman serap jauh lebih kecil daripada CO₂ yang kamu hembuskan saat tidur. Dengan demikian, ventilasi tetap menentukan kualitas udara kamarmu.
Lidah Mertua sebagai Penyaring Udara Alami: Apa Kata Penelitian?
1. Temuan NASA Clean Air Study (1989)
Wolverton dan rekan-rekannya di NASA menguji beberapa tanaman hias di dalam ruang uji tertutup berukuran kecil. Hasilnya, tanaman termasuk lidah mertua menurunkan kadar senyawa organik volatil (VOC) seperti benzena, formaldehida, dan trikloroetilena. Kemudian, studi lanjutan menambahkan xilena dan toluena ke dalam daftar. Sejak itu, hasil tersebut menjadi dasar klaim “tanaman pembersih udara” yang tersebar luas.
2. Tinjauan Ilmiah Modern
Meskipun demikian, Cummings dan Waring (2019) meninjau berbagai studi lanjutan dan menyimpulkan bahwa hasil ruang uji tertutup tidak bisa langsung berlaku di rumah. Alasannya, rumah bertukar udara dengan luar ruangan, dan pertukaran tersebut membuang VOC jauh lebih cepat daripada kerja tanaman. Akibatnya, untuk menyamai efek ventilasi biasa, kamu membutuhkan sekitar 10 sampai 1.000 tanaman per meter persegi lantai. Jumlah itu jelas melampaui kapasitas kamar mana pun.
3. Kelembapan dan Iklim Tropis
Memang, lidah mertua melepaskan uap air lewat transpirasi. Namun, tanaman CAM menguapkan air dalam jumlah kecil. Di sisi lain, rumah beriklim tropis sudah punya kelembapan tinggi, sedangkan AC justru mengeringkan udara kamar. Karena itu, tanaman tidak mampu mengimbangi efek pengeringan tersebut. Jika kamu sering bangun dengan tenggorokan kering, periksa dulu arah embusan AC, lalu pertimbangkan pelembap udara.
Ringkasan: Klaim Populer versus Bukti
| Klaim populer | Bukti ilmiah | Penilaian |
|---|---|---|
| Menyerap VOC (benzena, formaldehida) | Terbukti di ruang uji tertutup, dampak kecil di rumah | Sebagian benar |
| Menghasilkan oksigen di malam hari | CAM menyerap CO₂ malam hari, oksigen keluar terutama siang hari | Terlalu sederhana |
| Meningkatkan kelembapan udara | Tanaman CAM menguapkan air dalam jumlah kecil | Efek minimal |
| Mengusir nyamuk karena saponin | Belum ada bukti kuat pada kondisi rumah | Belum terbukti |
| Membuat tidur lebih nyenyak | Belum ada uji klinis yang langsung menguji lidah mertua | Belum terbukti |
| Menurunkan stres dan menenangkan suasana | Studi tanaman indoor menunjukkan penurunan respons stres fisiologis | Didukung bukti awal |
Manfaat Nyata Lidah Mertua untuk Kualitas Tidur dan Suasana Kamar
1. Efek Psikologis yang Terdukung Bukti
Manfaat yang paling kuat justru bersifat psikologis. Sebagai contoh, Lee dan rekan-rekannya (2015) menemukan bahwa berinteraksi dengan tanaman indoor menekan aktivitas sistem saraf simpatis dan menurunkan respons stres pada peserta penelitian. Oleh karena itu, kamu bisa memanfaatkan efek tersebut lewat ritual sederhana, misalnya mengelap daun setiap akhir pekan atau memeriksa kelembapan tanah sebelum tidur.
2. Estetika dan Kerapian Ruang
Selain itu, bentuk daun yang tegak dan warna hijau yang tenang membuat ruang istirahat terasa lebih rapi dan segar. Lidah mertua tidak menjalar, tidak menggugurkan daun, dan tidak menuntut penataan ulang. Dengan demikian, tanaman tersebut cocok untuk gaya minimalis maupun bohemian.
3. Hubungan dengan Kebiasaan Tidur
Kualitas tidur bergantung pada suhu ruang, gelap-terangnya kamar, kebisingan, dan jadwal tidur yang konsisten. Jadi, tanaman hanya berperan sebagai pelengkap. Jangan berharap lidah mertua menggantikan air purifier, pelembap udara, atau kebiasaan tidur yang sehat. Terlebih lagi, jika kamu punya asma atau alergi, buka jendela secara rutin, bersihkan debu, dan konsultasikan kondisimu ke dokter.
Risiko yang Perlu Kamu Waspadai
1. Toksisitas bagi Anak dan Hewan Peliharaan
Daun lidah mertua mengandung saponin. Oleh sebab itu, ASPCA mencantumkan snake plant sebagai tanaman beracun ringan bagi kucing dan anjing, dengan gejala seperti mual, muntah, dan diare bila hewan menggigit daunnya. Demikian pula, anak kecil yang menelan daun bisa mengalami gangguan pencernaan. Karena itu, letakkan tanaman di tempat yang tidak terjangkau.
2. Jamur pada Media Tanam
Selanjutnya, tanah yang terus lembap memicu tumbuhnya jamur dan lalat kecil (fungus gnat). Bila kamu sensitif terhadap spora jamur, kondisi tersebut justru memperburuk alergi. Sebagai solusi, pilih media tanam porous dan biarkan tanah mengering di antara penyiraman.
3. Risiko Lain
- Busuk akar: penyiraman berlebihan menjadi penyebab utama kematian lidah mertua.
- Kerusakan daun oleh AC: embusan udara dingin langsung meninggalkan bercak cokelat.
- Pot terguling: pot berat di dekat tempat tidur bisa menimpa kamu atau anak, sehingga kamu perlu memilih pot yang stabil dan meletakkannya di posisi aman.
Varietas Lidah Mertua Terbaik untuk Kamar Tidur
Sebelum membeli, sesuaikan ukuran tanaman dengan luas kamarmu. Misalnya, varietas Laurentii setinggi satu meter akan mendominasi kamar kecil, sedangkan Hahnii yang mungil justru tenggelam di kamar luas. Tabel berikut membantu kamu memilih.
| Varietas | Tinggi perkiraan | Cocok untuk | Karakter |
|---|---|---|---|
| Hahnii (Sarang Burung) | 15–25 cm | Kamar kecil, meja samping tempat tidur | Berbentuk roset, kompak, mudah dirawat |
| Moonshine | 40–60 cm | Kamar ukuran sedang, meja rias | Daun hijau keperakan, tampil modern |
| Laurentii | 60–120 cm | Kamar luas, sudut lantai | Tepi daun kuning, klasik |
| Black Coral | 60–90 cm | Kamar bergaya minimalis gelap | Hijau sangat tua, dramatis |
| Cylindrica | 60–120 cm | Kamar bergaya arsitektural | Daun bulat seperti tabung, bentuk unik |
Cara Menempatkan Tanaman Lidah Mertua di Kamar Tidur
Penempatan memengaruhi kesehatan tanaman sekaligus keamanan kamarmu. Oleh karena itu, perhatikan cahaya, aliran udara, dan jarak dari tempat tidur sebelum kamu menaruh pot.
| Lokasi | Saran | Catatan |
|---|---|---|
| Lantai dekat jendela | Baik untuk Laurentii dan Cylindrica | Cahaya tidak langsung mempercepat pertumbuhan |
| Meja rias atau rak | Baik untuk Hahnii dan Moonshine | Pastikan rak menerima cahaya sekitar |
| Sudut kamar | Cukup baik | Pertumbuhan melambat bila gelap |
| Tepat di depan ventilasi AC | Hindari | Udara dingin langsung merusak daun |
| Kamar tanpa jendela | Hindari | Pertumbuhan hampir berhenti |
Selain itu, kamu tidak perlu menaruh pot persis di samping bantal. Jarak beberapa langkah dari tempat tidur sudah cukup, sebab efek penyaringan udara tidak bergantung pada kedekatan.
Tips Perawatan Lidah Mertua di Kondisi Kamar Tidur
1. Media Tanam dan Pot
Pertama, pilih campuran porous, misalnya tanah, pasir, dan sekam bakar, atau media khusus kaktus. Kedua, gunakan pot terakota bila kamu cenderung menyiram berlebihan, karena terakota mengeringkan tanah lebih cepat daripada pot plastik. Terakhir, pastikan pot punya lubang drainase.
2. Penyiraman
Siram tanaman setelah media tanam kering sampai kedalaman 5 cm, umumnya 2–3 minggu sekali di ruangan redup. Untuk memastikannya, tusukkan jari atau tusuk sate kayu ke dalam tanah. Kemudian, tuangkan air ke tanah, bukan ke celah pangkal daun, supaya pangkal tidak membusuk.
3. Cahaya dan Suhu
Cahaya terang tidak langsung mendorong pertumbuhan paling baik. Meskipun begitu, tanaman tetap sehat di cahaya redup. Di samping itu, jauhkan daun dari embusan AC langsung dan matahari siang yang terik.
4. Pupuk dan Ganti Pot
Beri pupuk seimbang dengan setengah dosis setiap 2–3 bulan saat tanaman aktif tumbuh. Setelah itu, ganti pot setiap 2–3 tahun, atau segera ketika akar mendesak pot dan keluar dari lubang drainase.
5. Perbanyakan Tanaman
Kamu bisa memisahkan anakan (rumpun) saat mengganti pot. Stek daun juga berhasil. Akan tetapi, varietas berpinggir kuning seperti Laurentii kehilangan pinggir kuningnya bila kamu memperbanyaknya dengan stek daun. Oleh karena itu, gunakan pemisahan rumpun untuk mempertahankan corak.
6. Kebersihan Daun
Usap daun dengan kain lembap setiap 2–3 minggu. Dengan cara tersebut, debu tidak menutup stomata, sehingga tanaman berfotosintesis dengan efisien.
Membaca Gejala pada Daun
| Gejala | Kemungkinan penyebab | Tindakan |
|---|---|---|
| Daun menguning dan lembek | Kelebihan air, busuk akar | Kurangi penyiraman, periksa akar, ganti media |
| Ujung atau tepi daun cokelat | Embusan AC langsung, atau pupuk berlebih | Geser pot, hentikan pupuk sementara |
| Daun keriput | Kekeringan berkepanjangan | Siram sampai air keluar dari lubang drainase |
| Pola kuning memudar | Cahaya terlalu sedikit | Pindahkan ke tempat lebih terang |
| Bercak seperti kapas putih | Kutu putih (mealybug) | Bersihkan dengan kapas beralkohol 70% |
| Lalat kecil beterbangan | Media terlalu lembap | Biarkan tanah kering, ganti media bila perlu |
Alternatif Tanaman untuk Kamar Tidur
Jika kamu memelihara kucing atau anjing, pertimbangkan tanaman lain yang lebih aman. Tabel berikut membandingkan beberapa pilihan populer.
| Tanaman | Kebutuhan cahaya | Tingkat perawatan | Keamanan bagi hewan (menurut ASPCA) |
|---|---|---|---|
| Lidah mertua | Redup hingga terang tidak langsung | Sangat mudah | Beracun ringan |
| Sirih gading (pothos) | Redup hingga sedang | Mudah | Beracun |
| Peace lily | Redup hingga sedang | Sedang | Beracun |
| ZZ plant (Zamioculcas) | Redup hingga sedang | Sangat mudah | Beracun |
| Palem kuning (areca) | Terang tidak langsung | Sedang | Tidak beracun |
| Tanaman laba-laba (spider plant) | Sedang hingga terang | Mudah | Tidak beracun |
Uji Sendiri di Kamarmu Selama 14 Hari
Kamu bisa membuktikan manfaat lidah mertua dengan eksperimen sederhana. Agar hasilnya adil, jangan mengubah hal lain selama dua minggu.
| Hari | Yang kamu lakukan | Yang kamu catat |
|---|---|---|
| 1–3 | Ukur kondisi awal tanpa tanaman | Skor kualitas tidur (1–5), kelembapan dengan higrometer, rasa tenggorokan pagi hari |
| 4 | Taruh 1–2 tanaman lidah mertua di kamar | Lokasi dan varietas tanaman |
| 5–14 | Jalani rutinitas seperti biasa | Skor tidur, kelembapan, kesan suasana kamar |
| 14 | Bandingkan catatan | Perubahan yang kamu rasakan |
Selanjutnya, siapkan format catatan harian seperti berikut supaya datamu rapi:
| Tanggal | Skor tidur (1–5) | Kelembapan (%) | Suhu (°C) | Catatan pagi hari |
|---|---|---|---|---|
| Hari 1 | ||||
| Hari 2 | ||||
| Hari 3 |
Hasil yang paling mungkin, kelembapan dan kadar udara nyaris tidak berubah, tetapi suasana kamar terasa lebih tenang. Meskipun tampak sederhana, catatan tersebut jauh lebih berharga daripada klaim yang kamu baca di media sosial.
Lidah Mertua dalam Perspektif Feng Shui
Feng shui memandang lidah mertua sebagai tanaman berelemen Kayu yang membawa energi Yang, yaitu energi aktif. Sementara itu, kamar tidur menurut prinsip tersebut membutuhkan energi Yin yang tenang. Karena itu, sebagian praktisi menyarankan kamu menaruh tanaman di ruang lain, misalnya ruang tamu atau ruang kerja. Namun, anggap saran tersebut sebagai keyakinan budaya, bukan temuan sains. Pada akhirnya, kamu berhak memutuskan sendiri sesuai kenyamananmu.
Kesalahan Pemilik Lidah Mertua
Sebagian besar masalah tanaman muncul dari kebiasaan yang keliru. Berikut kesalahan yang paling sering terjadi:
- Kamu menyiram terjadwal tanpa memeriksa tanah terlebih dahulu.
- Kamu memakai pot tanpa lubang drainase.
- Kamu menaruh tanaman tepat di bawah ventilasi AC.
- Kamu memilih media tanam padat seperti tanah kebun murni.
- Kamu mengharapkan satu pot menggantikan air purifier.
- Kamu lupa memindahkan tanaman dari jangkauan anak dan hewan peliharaan.
Jika artikel ilmiah tini membantu kamu, bagikan ke keluarga atau teman yang sedang menata kamar tidur.
Baca juga:
- Manfaat Lidah Mertua: 7 Khasiat Terbukti, Fakta vs Mitos, dan Cara Merawatnya
- Tanaman Mirip Lidah Mertua: 13 Jenis dan Cara Membedakannya
- Jenis Lidah Mertua Mini: 8 Varietas, Ciri, Perawatan, dan Cara Menatanya
- Alat Ukur Curah Hujan: Ombrometer, Tipping Bucket, ARR (IoT), Radar Hujan, dan ATHUS
- Wajib Tahu! Contoh Komponen Biosfer yang Masih Sering di Abaikan
- 10 Manfaat Ekosistem Laut bagi Kehidupan
FAQ
1. Apakah lidah mertua boleh diletakkan di kamar tidur?
Boleh. Lidah mertua aman untuk kamar tidur asalkan kamu menaruhnya di tempat stabil dan jauh dari jangkauan anak serta hewan peliharaan. Selain itu, beri tanaman cahaya tidak langsung dan penyiraman secukupnya.
2. Apakah lidah mertua menghasilkan oksigen di malam hari?
Tidak secara langsung. Lidah mertua memang menyerap CO₂ di malam hari lewat fotosintesis CAM, tetapi tanaman melepaskan oksigen terutama saat ada cahaya. Karena itu, efeknya pada kadar oksigen kamar sangat kecil.
3. Apakah lidah mertua beracun bagi anak dan hewan peliharaan?
Ya, ringan. Daunnya mengandung saponin yang bisa menyebabkan mual, muntah, atau iritasi bila anak atau hewan peliharaan menggigit atau menelannya. Oleh sebab itu, taruh tanaman di tempat tinggi atau tertutup.
4. Berapa jumlah lidah mertua yang ideal untuk satu kamar tidur?
Satu sampai tiga pot sudah cukup untuk kamar berukuran biasa. Jumlah tersebut mengikuti kebutuhan estetika, sebab menambah pot tidak mengubah kualitas udara secara berarti.
5. Seberapa sering kamu perlu menyiram lidah mertua di kamar tidur?
Siram setelah media tanam kering total, umumnya setiap 2–3 minggu sekali di kamar berpencahayaan redup. Sebelum menyiram, periksa tanah dengan jari sedalam 5 cm supaya akar tidak busuk.
Referensi
- ASPCA. (n.d.). Snake plant. ASPCA Animal Poison Control. Diakses 21 September 2026, dari https://www.aspca.org/pet-care/animal-poison-control/toxic-and-non-toxic-plants/snake-plant
- Bringslimark, T., Hartig, T., & Patil, G. G. (2009). The psychological benefits of indoor plants: A critical review of the experimental literature. Journal of Environmental Psychology, 29(4), 422–433. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0272494409000413
- Ceusters, N., Borland, A. M., & Ceusters, J. (2021). How to resolve the enigma of diurnal malate remobilisation from the vacuole in plants with crassulacean acid metabolism? New Phytologist, 229(6), 3116–3124. https://doi.org/10.1111/nph.17070
- Cummings, B. E., & Waring, M. S. (2020). Potted plants do not improve indoor air quality: A review and analysis of reported VOC removal efficiencies. Journal of Exposure Science & Environmental Epidemiology, 30(2), 253–261. https://doi.org/10.1038/s41370-019-0175-9
- Lee, M.-S., Lee, J., Park, B.-J., & Miyazaki, Y. (2015). Interaction with indoor plants may reduce psychological and physiological stress by suppressing autonomic nervous system activity in young adults: A randomized crossover study. Journal of Physiological Anthropology, 34, Article 21. https://doi.org/10.1186/s40101-015-0060-8
- Mabberley, D. J. (2017). Mabberley’s plant-book: A portable dictionary of plants, their classifications and uses (4th ed.). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/9781316335581
- Takawira-Nyenya, R., Mucina, L., Cardinal-McTeague, W. M., & Thiele, K. R. (2018). Sansevieria (Asparagaceae, Nolinoideae) is a herbaceous clade within Dracaena: Inference from non-coding plastid and nuclear DNA sequence data. Phytotaxa, 376(6), 254–276. https://doi.org/10.11646/phytotaxa.376.6.2
- Wolverton, B. C., Douglas, W. L., & Bounds, K. (1989). A study of interior landscape plants for indoor air pollution abatement: An interim report (NASA-TM-108061). NASA John C. Stennis Space Center. https://ntrs.nasa.gov/citations/19930072988
- Wolverton, B. C., Johnson, A., & Bounds, K. (1989). Interior landscape plants for indoor air pollution abatement: Final report (NASA-TM-101766). NASA John C. Stennis Space Center. https://ntrs.nasa.gov/citations/19930073077
di review oleh tim reviewers
Aqilla Putri Pasla, seorang pengamat lingkungan yang berfokus pada ekologi, konservasi, dan gaya hidup berkelanjutan melalui Konten yang berbasis fakta, tips praktis, serta wawasan edukatif.



