Manfaat Lidah Mertua: 7 Khasiat Terbukti, Fakta vs Mitos, dan Cara Merawatnya

Manfaat Lidah Mertua

Manfaat Lidah Mertua

Manfaat lidah mertua menarik perhatian peneliti, pencinta tanaman hias, dan penghuni kota yang menghabiskan hampir seluruh harinya di dalam ruangan. Tanaman yang juga bernama snake plant atau tanaman ular tersebut memiliki daun tegak, kaku, dan berujung runcing. Di sisi lain, kualitas udara dalam ruang (indoor air quality) sering lebih buruk daripada udara luar, sebab cat dinding, karpet, pembersih lantai, dan furnitur kayu lapis melepaskan bahan kimia ke udara. Oleh karena itu, kamu perlu memisahkan bukti ilmiah yang kuat dari klaim turun-temurun yang belum teruji sebelum menilai khasiat lidah mertua. KeKe mengulas kegunaan tanaman lidah mertua berdasarkan penelitian. Selanjutnya, artikel membahas batas kemampuannya, lalu menuntun kamu memaksimalkannya di rumah.

Apa itu Lidah Mertua?

Klasifikasi dan Ciri Morfologi

Lidah mertua termasuk tanaman sukulen, yaitu tanaman berdaun tebal yang menyimpan cadangan air. Selain itu, masyarakat Indonesia mengenalnya sebagai tanaman apotek hidup dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Meskipun demikian, sebagian penggunaan obat tradisionalnya belum terbukti secara klinis. Tanaman tersebut bertahan di tempat kering maupun lembap, sehingga pemula pun mudah merawatnya.

AspekKeterangan
Nama ilmiahSansevieria trifasciata (sinonim: Dracaena trifasciata)
Nama umumLidah mertua, tanaman ular, snake plant, mother-in-law’s tongue
FamiliAsparagaceae
AsalAfrika Barat tropis
Tipe metabolismeCAM (Crassulacean Acid Metabolism)
Kebutuhan cahayaRendah hingga tinggi, toleran terhadap ruang redup
Kebutuhan airSedikit, siram saat media tanam benar-benar kering
PerbanyakanStek daun dan pemisahan rimpang

Varietas Populer di Indonesia

Kolektor tanaman hias mengoleksi banyak kultivar lidah mertua. Meskipun bentuk daunnya berbeda, kebutuhan perawatan semua kultivar hampir sama. Dengan demikian, kamu bisa memilih varietas berdasarkan selera estetika saja.

VarietasCiri khasCocok untuk
LaurentiiTepi daun kuning keemasanSudut ruang tamu
Black GoldDaun gelap dengan tepi emasRuang kerja bergaya modern
MoonshineDaun hijau keperakanKamar tidur dengan cahaya lembut
CylindricaDaun bulat seperti tombakDekorasi meja dan teras
HahniiRumpun pendek berbentuk rosetMeja kerja dan rak kecil

Kandungan dan Cara Kerja Lidah Mertua

Daun lidah mertua mengandung saponin, flavonoid, dan senyawa fenolik. Selain itu, penelitian laboratorium melaporkan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi dari ekstraknya. Akan tetapi, peneliti melakukan sebagian besar uji tersebut pada sel atau hewan percobaan. Karena itu, kamu belum bisa menganggap hasilnya sebagai bukti khasiat pada manusia.

Kemampuan penyaringan udara bekerja lewat tiga jalur. Pertama, daun menyerap gas melalui stomata. Kedua, mikroorganisme di media tanam menguraikan senyawa yang masuk ke akar dan tanah. Ketiga, permukaan daun menangkap debu. Para ahli menyebut proses gabungan tersebut fitoremediasi.

Manfaat Lidah Mertua bagi Kesehatan dan Lingkungan Hunian

1. Membantu Menyaring Polutan Udara

Studi NASA Clean Air Study tahun 1989 menguji berbagai tanaman hias dalam ruang tertutup. Hasilnya, peneliti menemukan bahwa lidah mertua menyerap beberapa VOC, yaitu formaldehida, benzena, xilena, toluena, dan trikloroetilena. Sebagai contoh, senyawa tersebut berasal dari cat, perekat, pelarut, plastik, dan produk pembersih. Lebih lanjut, paparan jangka panjang dapat memicu sakit kepala, iritasi mata, dan mual.

Namun, kamu perlu memahami batasnya. Uji NASA berlangsung di ruang kecil yang tertutup rapat. Selain itu, tinjauan ilmiah yang terbit pada 2019 menyimpulkan bahwa pergantian udara alami di rumah mengencerkan polutan jauh lebih cepat daripada kerja tanaman. Dengan kata lain, kamu membutuhkan tanaman dalam jumlah sangat besar untuk menyamai efek ventilasi biasa. Meskipun begitu, kamu tetap mendapat manfaat tambahan dari tanaman. Singkatnya, ventilasi menentukan hasil utamanya.

2. Bekerja dengan Metabolisme CAM

Lidah mertua membuka stomata pada malam hari dan menyimpan karbon dioksida dalam bentuk asam malat. Kemudian, pada siang hari, tanaman memakai simpanan tersebut untuk fotosintesis sambil menutup stomata. Dengan cara itu, mekanisme CAM membantu tanaman menghemat air. Itulah sebabnya lidah mertua tahan kering.

Sementara itu, banyak artikel populer menyebut tanaman tersebut “menghasilkan oksigen di malam hari”. Padahal, klaim tersebut terlalu kuat, karena pelepasan oksigen tetap bergantung pada reaksi cahaya. Meski begitu, lidah mertua tidak menghabiskan oksigen kamarmu secara berarti. Oleh sebab itu, kamu aman meletakkannya di kamar tidur.

3. Mendukung Kelegaan bagi Penderita Alergi

Udara yang bersih dan cukup lembap membantu meredakan iritasi saluran napas. Selain itu, daun yang lebar menangkap debu, sehingga partikel yang melayang sedikit berkurang. Di samping itu, penelitian laboratorium awal pada ekstrak Sansevieria melaporkan aktivitas antialergi dan antioksidan. Akan tetapi, studi pada manusia masih terbatas. Oleh karena itu, perlakukan temuan tersebut sebagai petunjuk awal. Selanjutnya, tetap ikuti anjuran dokter untuk obat alergi maupun asma.

4. Membantu Mengurangi Keluhan Sick Building Syndrome

Sick Building Syndrome (SBS) adalah kumpulan keluhan seperti sakit kepala, mata perih, batuk kering, dan mudah lelah. Keluhan tersebut muncul saat seseorang berada di gedung tertentu, lalu mereda setelah ia keluar. Biasanya, ventilasi buruk, kelembapan tinggi, jamur, dan bahan kimia bangunan menjadi pemicunya. Dalam kondisi itu, lidah mertua berperan sebagai pelengkap. Namun, perbaikan sirkulasi udara, kebersihan AC, dan pengendalian jamur memberi dampak yang jauh lebih besar.

5. Menjaga Kelembapan Ruangan

Tanaman melepaskan uap air lewat transpirasi. Karena lidah mertua hemat air, kontribusi kelembapannya kecil. Meski demikian, tanaman tersebut tetap membantu di ruang ber-AC yang cenderung kering. Akibatnya, kulit dan tenggorokanmu tidak mudah gatal.

6. Menurunkan Stres dan Meningkatkan Suasana Hati

Konsep biophilic design menyatakan bahwa manusia merasa lebih tenang bila dekat dengan unsur alam. Selain itu, beberapa studi psikologi lingkungan mencatat bahwa merawat tanaman dalam ruang menurunkan tekanan mental dan menambah rasa nyaman. Justru efek psikologis tersebut paling mudah kamu rasakan dalam keseharian, terutama bila kamu bekerja dari rumah.

7. Mempercantik Hunian dengan Biaya Rendah

Daun tegak lidah mertua memberi kesan rapi dan modern pada ruangan. Selain itu, kamu tidak perlu memupuk atau menyiram tanaman tersebut setiap hari. Oleh karena itu, tanaman tersebut cocok bagi pekerja sibuk dan penghuni apartemen. Lebih dari itu, kemudahan perawatan membuat banyak orang bertahan memeliharanya. Pada akhirnya, tanaman yang hidup lama memberi manfaat lebih besar daripada tanaman yang cepat mati.

Ringkasan Tingkat Bukti Ilmiah

Klaim manfaatTingkat buktiCatatan
Menyerap VOC di ruang ujiCukup kuat (skala laboratorium)Efek di rumah nyata jauh lebih kecil
Melepaskan oksigen di malam hariLemahCAM menyerap COâ‚‚ malam hari, tetapi tidak menambah oksigen secara berarti
Mengurangi alergiAwal (praklinis)Butuh uji pada manusia
Mengurangi gejala SBSTerbatasVentilasi tetap faktor utama
Menurunkan stresSedangBerlaku untuk tanaman hias pada umumnya
Menurunkan radiasi layarTidak terbuktiTanaman tidak menahan radiasi elektronik
Mengobati diabetes atau hipertensiTidak terbuktiJangan mengonsumsi rebusan lidah mertua sebagai obat

Pemisahan Fakta dan Mitos

Sebagian sumber populer menyebut lidah mertua mampu menyerap 107 jenis polutan, meredam radiasi monitor, menyembuhkan sakit kepala lewat daun bakar, atau mengobati diabetes dan hipertensi lewat air rebusan. Sayangnya, klaim semacam itu belum punya dasar penelitian klinis yang memadai.

MitosFakta
Lidah mertua menyerap 107 jenis polutanStudi klasik menguji sebagian kecil senyawa, bukan ratusan
Tanaman menahan radiasi layar komputerTanaman tidak menghalangi gelombang elektromagnetik
Air rebusan akar menurunkan gula darah dan tekanan darahBelum ada uji klinis yang membuktikan keamanan dan dosisnya
Satu pot cukup membersihkan seluruh rumahEfek satu pot terhadap ruangan sangat kecil
Daun bakar menyembuhkan sakit kepalaTidak ada bukti ilmiah yang mendukung

Sebaliknya, mengonsumsi bagian tanaman tanpa dosis dan keamanan yang jelas berisiko, apalagi bila kamu sedang menjalani terapi medis. Karena itu, konsultasikan pengobatanmu dengan dokter bila kamu memiliki diabetes atau tekanan darah tinggi. Sebagai gantinya, pakai lidah mertua sebagai tanaman penyegar ruangan.

Lidah Mertua dibanding Tanaman Hias Lain

Kamu punya banyak pilihan tanaman dalam ruang. Untuk itu, tabel berikut membantu kamu membandingkan lidah mertua dengan beberapa tanaman populer.

TanamanKemudahan perawatanToleransi cahaya rendahCatatan keamanan
Lidah mertuaSangat mudahBaikToksik ringan bagi hewan peliharaan
Sirih gadingMudahBaikToksik bagi hewan dan anak kecil bila termakan
Lidah buayaMudahKurang, butuh cahaya terangGetah kuning dapat mengiritasi bila termakan
Peace lilySedangBaikToksik bagi hewan peliharaan
Spider plantMudahSedangUmumnya aman bagi hewan peliharaan

Jadi, pilih lidah mertua bila kamu sering lupa menyiram atau tinggal di ruangan dengan cahaya terbatas. Sebaliknya, pilih spider plant bila kamu memelihara kucing yang suka mengunyah daun.

Pengalaman Merawat Lidah Mertua

KeKe menaruh dua pot lidah mertua di sudut kamar tidur dan satu pot di dekat rak sepatu selama beberapa bulan. Ternyata, tanaman tersebut bertahan walau saya sempat lupa menyiramnya hampir tiga minggu. Daunnya tetap tegak. Sebaliknya, pot yang terlalu sering saya siram mulai lembek di pangkal batang. Dari pengalaman itu, saya belajar bahwa kelebihan air merusak tanaman lebih cepat daripada kekurangan air. Selain itu, saya mencatat tiga hal yang berulang:

  • Pertama, daun menguning dan lembek hampir selalu muncul setelah saya menyiram terlalu sering.
  • Kedua, ujung daun kecokelatan muncul saat pot terkena sinar matahari langsung yang terlalu terik.
  • Ketiga, stek daun butuh waktu berminggu-minggu sebelum akar baru tumbuh, jadi saya harus bersabar.

Memang, aroma ruangan terasa lebih segar bagi saya. Namun, KeKe menduga sebagian kesan tersebut berasal dari suasana yang lebih asri, bukan dari penyaringan udara semata.

Cara Memaksimalkan Manfaat Lidah Mertua di Rumah

FaktorAnjuranAlasan
Jumlah tanamanTempatkan beberapa pot di ruang yang sering kamu pakaiSemakin banyak daun, semakin besar luas serapan, meski efeknya tetap terbatas
LokasiKamar tidur, ruang kerja, sudut minim sirkulasiDekat sumber VOC dan tempat kamu lama berada
PenyiramanSiram saat tanah kering totalAkar mudah busuk bila tergenang
Kebersihan daunLap dengan kain lembap secara berkalaDebu menutup stomata dan menghambat pertukaran gas
Media tanamCampuran tanah berpori, pasir, dan sekam bakarMencegah genangan
PotPilih pot berlubang drainaseAir berlebih keluar dengan cepat
CahayaCahaya terang tidak langsungMendukung pertumbuhan tanpa membakar daun

Langkah Perawatan Harian dan Bulanan

  1. Pertama, cek kelembapan tanah dengan jari sedalam dua ruas sebelum kamu menyiram.
  2. Kedua, lap daun setiap dua minggu supaya stomata tetap terbuka.
  3. Ketiga, putar pot seperempat putaran tiap bulan agar rumpun tumbuh simetris.
  4. Selanjutnya, beri pupuk sukulen setengah dosis dua sampai tiga bulan sekali pada musim tumbuh.
  5. Terakhir, pindahkan tanaman ke pot yang lebih besar saat akar memenuhi pot lama.

Cara Memperbanyak Lidah Mertua

Kamu bisa memperbanyak tanaman dengan dua cara. Pertama, potong daun sehat menjadi beberapa bagian sepanjang 5 sampai 8 sentimeter, lalu keringkan potongan selama sehari. Setelah itu, tanam sisi bawahnya di media berpori. Kedua, pisahkan anakan beserta rimpangnya dari induk, kemudian tanam di pot baru. Perlu kamu ingat bahwa stek daun pada kultivar berpinggiran kuning, seperti Laurentii, sering kehilangan corak kuningnya. Sebaliknya, pemisahan rimpang mempertahankan corak aslinya.

Di samping perawatan tanaman, kamu tetap perlu membuka jendela setiap hari dan membersihkan AC secara rutin. Dengan demikian, kombinasi ventilasi dan tanaman memberi hasil terbaik.

Peringatan Keamanan bagi Hewan Peliharaan

Daun lidah mertua mengandung saponin. Karena itu, anjing atau kucing yang mengunyahnya bisa mengalami air liur berlebih, mual, muntah, dan diare. Untuk mencegahnya, letakkan pot di rak tinggi atau ruangan yang tidak terjangkau hewan peliharaanmu. Selain itu, hubungi dokter hewan bila gejalanya berlanjut. Terakhir, jauhkan tanaman dari anak kecil yang suka memasukkan benda ke mulut.

Bagikan artikel tentang khasiat lidah mertua ke keluarga dan temanmu, terutama yang masih percaya mitos tanaman penahan radiasi. Terakhir, simpan tautan artikel supaya kamu bisa membacanya lagi.

Baca juga:

FAQ

1. Apa saja manfaat lidah mertua yang sudah terbukti?

Penelitian mendukung kemampuannya menyerap VOC di ruang uji, kontribusi kecil pada kelembapan, dan efek psikologis positif dari tanaman hias. Sebaliknya, klaim pengobatan penyakit kronis belum terbukti.

2. Apakah lidah mertua aman diletakkan di kamar tidur?

Aman. Tanaman tersebut tidak membuat kamar kekurangan oksigen. Meski begitu, pastikan hewan peliharaan dan anak kecil tidak mengunyah daunnya.

3. Berapa banyak lidah mertua yang kamu perlukan untuk membersihkan udara?

Tidak ada angka pasti untuk rumah biasa. Sebab, studi menunjukkan tanaman butuh jumlah sangat besar untuk menyamai efek ventilasi. Oleh karena itu, anggap tanaman sebagai pelengkap, lalu tingkatkan sirkulasi udara.

4. Apakah air rebusan lidah mertua bisa mengobati diabetes atau hipertensi?

Belum ada bukti klinis yang mendukung. Karena itu, jangan mengonsumsinya sebagai obat. Sebagai gantinya, konsultasikan terapi yang tepat dengan dokter.

5. Apakah lidah mertua beracun?

Lidah mertua bersifat toksik ringan bagi anjing dan kucing karena kandungan saponin. Selain itu, manusia sebaiknya tidak mengonsumsinya sebagai obat. Jadi, lebih baik kamu memakainya sebagai tanaman hias.

Referensi

  1. American Society for the Prevention of Cruelty to Animals. (n.d.). Snake plant. ASPCA Toxic and Non-Toxic Plants. https://www.aspca.org/pet-care/aspca-poison-control/toxic-and-non-toxic-plants/snake-plant
  2. Cummings, B. E., & Waring, M. S. (2020). Potted plants do not improve indoor air quality: A review and analysis of reported VOC removal efficiencies. Journal of Exposure Science & Environmental Epidemiology, 30(2), 253–261. https://doi.org/10.1038/s41370-019-0175-9
  3. Lee, M.-S., Lee, J., Park, B.-J., & Miyazaki, Y. (2015). Interaction with indoor plants may reduce psychological and physiological stress by suppressing autonomic nervous system activity in young adults: A randomized crossover study. Journal of Physiological Anthropology, 34, Article 21. https://doi.org/10.1186/s40101-015-0060-8
  4. Takawira-Nyenya, R., Mucina, L., Cardinal-McTeague, W. M., & Thiele, K. R. (2018). Sansevieria (Asparagaceae, Nolinoideae) is a herbaceous clade within Dracaena: Inference from non-coding plastid and nuclear DNA sequence data. Phytotaxa, 376(6), 254–276. https://doi.org/10.11646/phytotaxa.376.6.2
  5. Wolverton, B. C., Johnson, A., & Bounds, K. (1989). Interior landscape plants for indoor air pollution abatement (NASA-TM-101766). NASA John C. Stennis Space Center. https://ntrs.nasa.gov/api/citations/19930073077/downloads/19930073077.pdf
Scroll to Top