Cara Mudah Mengusir Nyamuk dengan Tanaman Hias dan 3M

Cara Mudah Mengusir Nyamuk dengan Tanaman Hias

Cara Mudah Mengusir Nyamuk dengan Tanaman Hias

Cara mudah mengusir nyamuk dengan tanaman hias adalah menanam jenis beraroma kuat seperti serai wangi, lavender, kemangi, rosemary, atau marigold. Letakkan di dekat jendela, pintu, dan sudut ruangan. Remas daunnya sesekali agar minyak atsirinya keluar. Selanjutnya, buang genangan air di tatakan pot karena genangan menjadi tempat nyamuk bertelur.

Mengapa Tanaman Hias Bisa Mengusir Nyamuk?

Tanaman tertentu menghasilkan minyak atsiri beraroma tajam yang mengacaukan cara nyamuk mencari manusia.

Nyamuk betina melacak karbon dioksida dari napas, panas tubuh, dan bau kulit. Aroma kuat dari senyawa seperti sitronelal, geraniol, dan linalool dapat menutupi sebagian sinyal itu. Karena itu, para peneliti menguji senyawa tersebut sebagai bahan pengusir nabati (Maia dan Moore, 2011; Nerio dkk., 2010).

Namun, tanaman hidup hanya melepas minyak atsiri dalam jumlah kecil. Akibatnya, aroma terasa paling kuat di dekat tanaman, terutama setelah kamu meremas daunnya.

Tanaman Hias Pengusir Nyamuk untuk Rumah di Iklim Tropis

Serai wangi, kemangi, rosemary, marigold, dan geranium wangi menjadi pilihan populer yang cocok untuk rumah di Indonesia.

Tabel Ringkasan tanaman hias pengusir nyamuk, penempatan, dan catatan perawatannya

TanamanAroma atau senyawa utamaPenempatanCatatan
Serai wangi (Cymbopogon nardus)Sitronelal dan geraniolDekat jendela, pintu, terasSuka matahari penuh dan tumbuh menjadi rumpun besar
Kemangi (Ocimum basilicum)Minyak atsiri beraroma tajamDapur, terasCepat tumbuh, pangkas pucuknya secara rutin
Rosemary (Salvia rosmarinus)Aroma kayu yang kuatBalkon, terasTidak tahan tanah becek
Marigold (Tagetes sp.)Aroma menyengatTepi taman, pagarButuh sinar matahari langsung
Geranium wangi (Pelargonium sp.)Geraniol dan sitronelolTeras, ambang jendelaBerisiko bagi hewan peliharaan jika termakan
Lavender (Lavandula angustifolia)LinaloolArea terang di dalam atau luar rumahSulit tumbuh di dataran rendah yang lembap
Zodia (Evodia suaveolens)Aroma menyengatSudut ruangan yang beranginBukti ilmiah masih terbatas

Hati-hati dengan nama tanaman. Geranium wangi berbeda dari tapak dara (Catharanthus roseus), padahal sebagian artikel menyamakan keduanya. Selain itu, lavender lebih sulit tumbuh di dataran rendah yang lembap. Sementara itu, zodia sangat populer, tetapi penelitian tentang kemampuannya mengusir nyamuk masih sedikit. Oleh karena itu, pilih tanaman yang sesuai dengan cahaya dan suhu di rumahmu.

Cara Menempatkan Tanaman agar Aromanya Bekerja

Taruh tanaman di jalur masuk nyamuk, yaitu jendela, pintu, dan area tempat kamu sering duduk atau tidur.

1. Di Dalam Rumah

Pot kecil di ambang jendela atau di dekat meja kerja lebih mudah memengaruhi udara sekitarnya. Pilih lokasi yang terang, sebab tanaman yang kekurangan cahaya akan lemah dan aromanya berkurang.

2. Di Teras dan Halaman

Kelompokkan beberapa pot serai wangi dan marigold di tepi teras sebagai pagar hidup. Dengan demikian, aroma tanaman menumpuk di satu area dan terasa lebih kuat. Di area terbuka, angin ikut menyebarkan aroma, tetapi angin yang kencang juga cepat menipiskannya.

Langkah Mudah Mengusir Nyamuk dengan Tanaman Hias

Kamu bisa memulainya dengan enam langkah sederhana berikut.

  1. Pilih dua sampai tiga jenis tanaman yang cocok dengan cahaya di rumahmu.
  2. Tanam di pot berlubang drainase dengan media yang gembur.
  3. Letakkan pot di dekat jendela, pintu, atau ruang yang sering kamu pakai.
  4. Remas atau gosok daunnya dengan lembut setiap kali lewat agar minyak atsirinya keluar.
  5. Pangkas secara rutin agar tanaman tetap rimbun dan segar.
  6. Buang air di tatakan pot setelah menyiram.

Seberapa Efektif Tanaman Pengusir Nyamuk

Tanaman membantu mengurangi nyamuk di sekitarnya, tetapi tidak menjamin rumah bebas nyamuk.

Ulasan ilmiah tentang pengusir nyamuk nabati menunjukkan bahwa perlindungan paling jelas muncul pada minyak atsiri yang sudah diformulasikan, bukan pada tanaman yang hanya berdiri di pot (Maia dan Moore, 2011). Sejalan dengan itu, Rentokil Indonesia menyebut bahwa tanaman tidak menjamin perlindungan jangka panjang dari gigitan nyamuk. Dengan demikian, anggap tanaman hias sebagai lapisan perlindungan tambahan.

Padukan dengan 3M Plus agar Nyamuk Tidak Berkembang Biak

Menghilangkan genangan air jauh lebih menentukan daripada menambah tanaman, karena nyamuk Aedes bertelur di air tergenang.

WHO mencatat bahwa nyamuk Aedes, penular demam berdarah, berkembang biak di wadah-wadah berisi air di sekitar rumah. Pot dan tatakannya termasuk di antaranya.

Tabel Langkah 3M Plus pada area tanaman

LangkahTindakanContoh di area tanaman
MengurasKuras dan sikat dinding wadah airTatakan pot, vas, ember
MenutupTutup wadah yang menampung airTandon, tempayan, tampungan air hujan
Mendaur ulangManfaatkan ulang atau singkirkan barang bekasPot pecah, kaleng, ban bekas
PlusPasang kasa, gunakan kelambu, tanam tanaman pengusirVentilasi, jendela, tempat tidur

Jika kamu menanam tanaman di media air, ganti airnya secara rutin dan bersihkan lumut di dalam wadah. Misalnya, lakukan seminggu sekali.

Cara Mengusir Nyamuk secara Alami Selain Tanaman

Selain tanaman, beberapa kebiasaan sederhana juga membantu menekan gigitan nyamuk tanpa bahan kimia keras.

  • Pasang kasa nyamuk pada jendela dan ventilasi.
  • Gunakan kelambu saat tidur, terutama untuk bayi dan anak.
  • Pakai baju lengan panjang saat nyamuk sedang aktif.
  • Jaga ruangan tetap terang dan kering, dan rapikan tumpukan barang yang lembap.

Keamanan untuk Anak, Hewan Peliharaan, dan Kulit

Tanaman pengusir nyamuk tergolong alami, tetapi alami tidak selalu berarti aman bagi semua orang.

Catnip menarik kucing, dan Ageratum mengandung kumarin yang berbahaya bagi hewan jika termakan. Sementara itu, serai dan geranium juga dapat mengganggu kucing atau anjing yang mengunyahnya. Karena itu, taruh tanaman di luar jangkauan hewan dan anak kecil.

Selain itu, jangan oleskan minyak esensial langsung ke kulit tanpa pengencer, seperti minyak pembawa. Sebagian orang mengalami iritasi atau alergi. Jika gatal atau ruam muncul, hentikan pemakaian dan konsultasikan ke dokter.

Simpan artikel ini sebagai panduan awal sebelum kamu berbelanja tanaman. Bagikan juga kepada keluarga atau tetangga yang sering mengeluh soal nyamuk. Setelah itu, tulis di medsos tanaman mana yang kamu pilih dan hasil yang kamu rasakan.

Baca juga:

FAQ

1. Tanaman apa yang paling efektif untuk mengusir nyamuk?

Banyak orang memilih serai wangi, kemangi, rosemary, marigold, dan geranium wangi karena aromanya kuat dan tanamannya mudah tumbuh di Indonesia. Meski begitu, tidak ada satu tanaman yang menjamin rumah bebas nyamuk. Kamu mendapat hasil terbaik dengan menggabungkan beberapa tanaman dan membuang genangan air.

2. Apakah tanaman pengusir nyamuk benar-benar efektif?

Tanaman membantu mengurangi nyamuk di area dekat tanaman, tetapi efeknya terbatas. Tanaman hidup melepas minyak atsiri dalam jumlah kecil, sedangkan perlindungan kuat umumnya butuh senyawa yang sudah diformulasikan. Karena itu, pakai tanaman sebagai lapisan tambahan, bukan satu-satunya perlindungan dari gigitan nyamuk dan penyakit seperti demam berdarah.

3. Di mana sebaiknya menaruh tanaman pengusir nyamuk?

Taruh tanaman di dekat jendela, pintu, teras, dan area tempat kamu sering duduk atau tidur. Pilih lokasi yang mendapat cahaya sesuai kebutuhan tanaman. Remas daunnya sesekali agar minyak atsiri keluar, lalu buang air di tatakan pot supaya nyamuk tidak bertelur di sana.

4. Apakah tanaman pengusir nyamuk aman untuk anak dan hewan peliharaan?

Tanaman umumnya tidak berbahaya bila hanya dipajang, tetapi beberapa jenis berisiko bagi hewan peliharaan jika termakan, misalnya catnip, Ageratum, serai, dan geranium. Letakkan tanaman di luar jangkauan anak dan hewan. Selain itu, hentikan pemakaian jika kamu merasa gatal atau bersin setelah menyentuh tanaman, lalu tanyakan ke dokter.

5. Apakah tanaman bisa menggantikan obat nyamuk?

Tidak sepenuhnya. Tanaman mengurangi nyamuk secara ringan dan menambah keasrian rumah, tetapi tidak menghentikan nyamuk yang sudah berkembang biak. Karena itu, kamu tetap perlu menguras dan menutup tempat penampungan air, memasang kasa, dan memakai pelindung seperti kelambu saat daerahmu rawan demam berdarah.

Daftar Referensi

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). Kendalikan DBD dengan PSN 3M Plus. https://kemkes.go.id/id/%20kendalikan-dbd-dengan-psn-3m-plus
  2. Lee, M. Y. (2018). Essential oils as repellents against arthropods. BioMed Research International, 2018, Article 6860271. https://doi.org/10.1155/2018/6860271
  3. Maia, M. F., & Moore, S. J. (2011). Plant-based insect repellents: A review of their efficacy, development and testing. Malaria Journal, 10(Suppl 1), Article S11. https://doi.org/10.1186/1475-2875-10-S1-S11
  4. Rentokil Initial Indonesia. (n.d.). 5 tanaman pengusir nyamuk. https://www.rentokil.com/id/layanan-kami/pengendalian-hama/tips-mudah-mengendalikan-hama/5-tanaman-pengusir-nyamuk
  5. World Health Organization. (n.d.). Dengue and severe dengue. https://www.who.int/news-room/facts-in-pictures/detail/dengue-and-severe-dengue
Scroll to Top