Media Tanam Aglonema yang Bagus
Media tanam aglonema yang paling cocok berupa campuran tanah, sekam bakar, dan kompos dengan perbandingan sekitar 2:1:1. Campuran itu menghasilkan media yang gembur, berpori, dan tetap menyimpan lembap, sehingga akar sri rejeki bernapas lega dan daun tumbuh rimbun.
Panduan keke ini, kamu akan menemukan komposisi, takaran, cara meracik, perbandingan media siap pakai dengan racikan sendiri, hingga kesalahan yang sering membuat aglaonema layu.
Mengenal Aglaonema dan Kebutuhan Akarnya
Aglaonema, atau sri rejeki dan Chinese evergreen, termasuk tanaman hias daun yang populer untuk interior rumah dan kantor. Tanaman tropis itu berasal dari lantai hutan yang teduh dan lembap. Akarnya tidak tahan genangan, jadi media tanam harus mengalirkan air dengan cepat sekaligus menahan sedikit kelembapan.
keke pernah menanam aglaonema di tanah kebun biasa. Dalam dua bulan, daun menguning dan pangkal batang melunak. Setelah keke ganti dengan campuran sekam bakar dan kompos, akar baru muncul dan tunas tumbuh kembali. Pengalaman keke menunjukkan bahwa media tanam menentukan nasib tanaman sejak hari pertama.
Komposisi Media Tanam Aglaonema dan Fungsinya
Setiap bahan punya tugas sendiri dalam campuran. Tabel berikut merangkum peran masing-masing bahan.
| Bahan | Fungsi Utama | Takaran Saran |
|---|---|---|
| Tanah lempung atau humus | Penopang akar dan penyimpan unsur hara | 2 bagian |
| Sekam bakar (arang sekam) | Memperlancar drainase dan sirkulasi udara | 1 bagian |
| Kompos atau pupuk kandang matang | Memasok nutrisi organik | 1 bagian |
| Cocopeat | Menjaga kelembapan tanpa memadatkan media | Sesuai kebutuhan |
| Pasir atau kerikil | Menambah pori dan mencegah genangan | Sesuai kebutuhan |
| Pakis | Menjaga media tetap renggang dan kaya serat | Sesuai kebutuhan |
Untuk bibit muda, kamu bisa memakai campuran sekam bakar, pasir, cocopeat, dan dolomit. Dolomit membantu menyesuaikan keasaman media.
Cara Membuat Media Tanam Aglaonema Sendiri
Berikut langkah meracik media tanam sendiri di rumah.
1. Siapkan Semua Bahan
Kumpulkan tanah, sekam bakar, kompos, serta bahan pori seperti cocopeat atau kerikil. Pilih kompos yang sudah matang agar tidak menimbulkan panas dan jamur.
2. Saring Bahan Agar Seragam
Saring tanah dan kompos untuk membuang serpihan besar yang mengganggu akar halus aglaonema.
3. Campur dengan Perbandingan 2:1:1
Aduk tanah, sekam bakar, dan kompos hingga rata. Tambahkan cocopeat atau pakis kalau media terasa terlalu padat saat kamu genggam.
4. Uji Kegemburan dan Drainase
Genggam segumpal media yang sudah lembap. Media yang bagus menggumpal ringan, lalu hancur saat kamu sentuh. Siram sedikit air, lalu amati. Air harus meresap dan keluar dengan cepat.
5. Isi Pot dengan Benar
Letakkan pecahan genteng atau kerikil di dasar pot sebagai lapisan drainase. Masukkan media, lalu sisakan ruang 2 sampai 3 cm dari bibir pot supaya tunas baru punya ruang tumbuh. Pilih pot yang lebar dan tidak terlalu tinggi, karena aglaonema menumbuhkan anakan dari pangkal batang. Pot tanah liat sangat dianjurkan karena pori-porinya membuang kelebihan air.
Media Tanam Siap Pakai atau Racikan Sendiri?
Kamu punya dua pilihan, dan keduanya punya kelebihan.
| Aspek | Media Siap Pakai | Racikan Sendiri |
|---|---|---|
| Kepraktisan | Langsung dipakai | Perlu mencari dan mencampur bahan |
| Biaya | Cenderung lebih mahal | Cenderung lebih hemat |
| Kontrol komposisi | Produsen sering merahasiakan takaran | Kamu mengatur sendiri |
| Masa pakai | Sekitar 8 bulan, lalu ganti | Ganti saat media memadat |
| Cocok untuk | Pemula dan penghobi sibuk | Penghobi yang ingin eksperimen |
Waspadai media serbaguna yang diklaim cocok untuk semua tanaman. Media jenis itu sering memperlambat pertumbuhan aglaonema karena tanahnya terlalu padat. Baca label bahan, lalu pastikan ada sekam bakar, sabut kelapa, atau pasir sebagai pembentuk pori.
Tanda Media Tanam Aglaonema Tidak Cocok
Amati sinyal berikut agar kamu bisa bertindak sebelum akar membusuk.
| Gejala | Kemungkinan Penyebab | Solusi |
|---|---|---|
| Daun menguning | Media terlalu basah atau drainase buruk | Tambahkan sekam bakar dan perbaiki lubang pot |
| Pangkal batang lunak | Akar busuk akibat media padat | Repotting dengan media baru yang lebih porous |
| Tunas sulit muncul | Media menggumpal | Gemburkan atau ganti media |
| Pertumbuhan terhambat | Media serbaguna kurang cocok | Campur ulang dengan komposisi 2:1:1 |
| Ujung daun cokelat | Kelembapan rendah atau mineral pada air | Gunakan air endapan dan naikkan kelembapan |
Perawatan Lanjutan Setelah Media Siap
Media yang tepat akan bekerja maksimal kalau kamu menyiram dan memupuk dengan pola yang benar.
- Siram ketika sekitar 50 persen volume media terasa kering. Alirkan air hingga keluar dari lubang drainase, lalu buang air di tatakan.
- Pakai air bersuhu ruang. Endapkan air keran selama 24 jam supaya klorin menguap.
- Beri pupuk cair setengah dosis sebulan sekali pada musim tumbuh.
- Tempatkan pot di cahaya terang tidak langsung dengan suhu sekitar 18 sampai 27 derajat Celsius.
- Ganti media dan pindahkan ke pot lebih besar setiap 2 sampai 3 tahun, atau saat akar memenuhi pot.
Kalau kamu berencana memperbanyak tanaman, pisahkan rumpun saat repotting dan pastikan tiap anakan membawa akar yang cukup.
Bagikan panduan lengkap tentang media tanam aglaonema kepada temanmu yang gemar berkebun, lalu ceritakan racikan andalanmu di kolom komentar!
Baca juga:
- Obat Hama Tanaman Aglonema Atasi Kutu Putih, Tungau, dan Thrips
- 8 Penyebab Aglonema Tidak Tumbuh Tunas dan Cara Mengatasinya
- Cara Stek Daun Lidah Mertua agar Cepat Berakar dan Bertunas
- Manfaat Sirih Gading untuk Rumah: Benarkah Bersihkan Udara?
FAQ
1. Apa media tanam aglaonema terbaik?
Campuran tanah, sekam bakar, dan kompos dengan perbandingan sekitar 2:1:1 menjadi pilihan terbaik. Campuran itu gembur, berpori, dan kaya nutrisi. Kamu bisa menambah cocopeat atau pakis agar media tidak memadat.
2. Bolehkah aglaonema ditanam di tanah biasa saja?
Tanah kebun murni kurang cocok karena mudah memadat dan menahan air terlalu lama. Kondisi itu memicu akar busuk. Campur tanah dengan sekam bakar dan kompos agar drainase lancar.
3. Berapa pH ideal untuk media tanam aglaonema?
Aglaonema tumbuh baik pada pH 5,5 sampai 7,0, yaitu sedikit asam hingga netral. Pada kisaran itu, akar menyerap nutrisi dengan optimal.
4. Kapan kamu harus mengganti media tanam aglaonema?
Ganti media setiap 2 sampai 3 tahun atau saat akar memenuhi pot. Segera ganti juga kalau media menggumpal, terlalu kering, atau terlalu basah. Media siap pakai biasanya bertahan sekitar 8 bulan.
5. Apakah media tanam siap pakai aman untuk aglaonema?
Media siap pakai aman dan praktis selama komposisinya berpori, misalnya mengandung sekam bakar, sabut kelapa, dan pasir. Hindari media serbaguna yang padat, karena produk jenis itu sering menghambat pertumbuhan.
Aqilla Putri Pasla, seorang pengamat lingkungan yang berfokus pada ekologi, konservasi, dan gaya hidup berkelanjutan melalui Konten yang berbasis fakta, tips praktis, serta wawasan edukatif.



