Ciri-Ciri Bunga Kamboja: Bentuk, Warna, Batang, dan Daun

Ciri-Ciri Bunga Kamboja

Ciri-Ciri Bunga Kamboja

Ciri-ciri bunga kamboja paling mudah kamu kenali lewat bentuk bunganya yang menyerupai terompet, kelopaknya yang berjumlah lima, aromanya yang harum, serta batangnya yang tebal dan bergetah putih. Selain itu, tanaman hias tropis bernama latin Plumeria atau frangipani tersebut tumbuh di pekarangan, taman, pura, hingga area pemakaman. Oleh karena itu, kamu tidak perlu menjadi ahli botani untuk mengenalinya. Artikel ini mengulas ciri fisik, klasifikasi, perbedaan warna, manfaat, dan tips perawatan, sehingga kamu bisa mengenali kamboja secara langsung.

Sekilas tentang Tanaman Kamboja

Kamboja berasal dari Amerika Tengah dan Karibia. Sementara itu, nama Plumeria mengabadikan Charles Plumier, ahli botani asal Prancis. Tanaman tersebut masuk ke Nusantara pada masa penjajahan Portugis dan Belanda. Setelah itu, kamboja beradaptasi dengan baik di dataran rendah hingga ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut.

Masyarakat Bali menyebut kamboja dengan nama jepun dan menanamnya di sekitar pura karena tanaman tersebut memiliki makna spiritual. Sebaliknya, di daerah lain orang lebih sering menanamnya sebagai peneduh atau penanda makam. Namun, para kolektor tanaman hias sekarang juga memburu kamboja karena keindahan bunganya.

Klasifikasi Ilmiah Kamboja

Kamboja termasuk keluarga Apocynaceae, sama seperti oleander dan adenium. Untuk memudahkanmu, tabel berikut merangkum klasifikasinya.

Tingkat TaksonomiKeterangan
KerajaanPlantae
DivisiMagnoliophyta (Tracheophyta)
KelasMagnoliopsida
OrdoGentianales
FamiliApocynaceae
GenusPlumeria
Spesies umumPlumeria rubra, Plumeria obtusa, Plumeria alba

Ciri-Ciri Bunga Kamboja Berdasarkan Bagian Tanaman

Kamu bisa mengenali kamboja dengan memeriksa lima bagian utamanya. Sebelum masuk ke penjelasan rinci, tabel berikut meringkas ciri morfologinya.

BagianCiri Utama
BatangBerkayu, keras, tebal, bercabang banyak, cenderung bengkok, bergetah putih
DaunTunggal, lonjong dengan ujung runcing, tepi rata, tebal, panjang sekitar 20–40 cm
BungaBerbentuk terompet atau corong, berkelopak lima, tumbuh di ujung ranting, beraroma harum
BuahLonjong memanjang, hijau lalu kehitaman saat tua, berongga dua, berbiji banyak
AkarTunggang, bercabang, berwarna cokelat, menembus tanah hingga sekitar 1,5–2 meter

1. Batang Tebal, Bengkok, dan Bergetah Putih

Batang kamboja tumbuh keras dan berkayu dengan tinggi sekitar 1,5 hingga 6 meter, bahkan lebih pada jenis tertentu. Selain itu, cabangnya banyak, dan bekas dudukan daun terlihat jelas di permukaannya. Ketika kamu mematahkan ranting muda, getah putih langsung mengalir keluar. Karena getah tersebut mengiritasi kulit dan mata, kamu sebaiknya mencuci tangan setelah menyentuhnya.

2. Daun Lonjong yang Rontok Saat Berbunga Lebat

Daun kamboja berbentuk lonjong, tebal, dan berujung runcing. Di samping itu, warnanya hijau muda sampai hijau tua dengan tepi yang rata. Daun tumbuh bergerombol di ujung ranting. Akibatnya, saat musim kering atau bunga mekar lebat, tanaman sering menggugurkan daunnya, sehingga ranting tampak gundul dengan tandan bunga di ujungnya.

3. Bunga Berbentuk Terompet dengan Lima Kelopak

Bunga merupakan ciri paling menonjol. Mahkotanya membentuk corong atau terompet, dan umumnya terdiri atas lima kelopak berukuran seragam yang tersusun spiral. Selanjutnya, bunga tumbuh berkelompok di ujung ranting dengan warna yang beragam, mulai dari putih, kuning, merah muda, hingga merah. Bahkan, banyak kultivar menampilkan gradasi warna, misalnya pusat kuning dengan tepi putih atau merah muda.

4. Buah dan Biji

Buah kamboja muncul berpasangan dengan bentuk lonjong memanjang sepanjang sekitar 18–20 cm. Mula-mula warnanya hijau, kemudian menghitam saat tua. Di dalamnya tersimpan banyak biji pipih bersayap tipis. Namun, kamboja di pekarangan jarang berbuah. Oleh sebab itu, petani biasanya memperbanyaknya lewat stek batang.

5. Akar Tunggang

Akar kamboja bertipe tunggang dan bercabang. Di mana Akar tersebut menyerap air serta mineral dari lapisan tanah yang dalam. Dengan demikian, tanaman tetap bertahan saat musim kemarau.

Perbedaan Kamboja Berdasarkan Warna Bunga

Warna bunga membantu kamu membedakan jenis dan kultivar. Berikut gambaran umumnya.

Warna BungaJenis yang Sering DitemuiKeterangan Singkat
PutihPlumeria alba, Plumeria obtusaKelopak putih dengan pusat kuning, sering tumbuh di pemakaman dan pura
Merah mudaKultivar Plumeria rubraWarna lembut, aroma manis
MerahPlumeria rubraKelopak merah pekat, tampil mencolok di taman
KuningKultivar PlumeriaWarna cerah, sering berpadu dengan putih

Meskipun namanya mirip, kamboja jepang (Adenium obesum) berbeda dari kamboja biasa. Sebab, adenium berbatang membengkak di pangkal dan berdaun jauh lebih kecil.

Ketika keke mengamati kamboja di pekarangan, aroma bunganya terasa paling kuat menjelang malam. Sebaliknya, pada pagi hari wanginya lebih lembut. Pengamatan keke tersebut sejalan dengan fungsi alaminya, sebab bunga memikat ngengat penyerbuk yang aktif di malam hari. Selain itu, ranting yang patah meneteskan getah lengket dalam hitungan detik, dan getah tersebut meninggalkan rasa gatal ringan di kulit. Karena itu, saya menyarankan kamu memakai sarung tangan setiap kali memangkas atau menyetek kamboja.

Kamu juga bisa memakai trik sederhana untuk memastikan tanaman yang kamu lihat benar-benar kamboja. Pertama, periksa susunan daunnya yang bergerombol di ujung ranting. Kedua, cium bunganya. Jika kamu menemukan daun besar bergerombol dan bunga berkelopak lima yang harum, hampir pasti tanaman tersebut adalah Plumeria.

Manfaat Bunga Kamboja

Setelah mengenali cirinya, kamu bisa menimbang manfaatnya.

  • Tanaman hias: kamboja mempercantik taman dan pekarangan, lagi pula tahan di lahan panas.
  • Sarana upacara dan tradisi: masyarakat Bali memakainya dalam sesajen dan dekorasi keagamaan.
  • Aromaterapi dan parfum: minyak atsiri bunganya menjadi bahan wewangian.
  • Pengobatan tradisional: sebagian orang memanfaatkan bunga dan kulit batang untuk meredakan bengkak atau sakit kepala, karena kandungan minyak atsiri dan flavonoid menjadi dasar klaim tersebut.
  • Inspirasi kerajinan: motif kamboja muncul pada ukiran, lukisan, dan batik.

Namun, getah kamboja beracun. Oleh karena itu, konsultasikan penggunaannya dengan tenaga kesehatan sebelum kamu mencobanya sebagai obat.

Tips Merawat Kamboja agar Rajin Berbunga

Agar kamboja rajin berbunga, kamu bisa mengikuti langkah berikut.

  1. Pertama, letakkan tanaman di tempat yang mendapat sinar matahari langsung minimal enam jam sehari.
  2. Kedua, gunakan media tanam yang gembur dan berdrainase baik.
  3. Ketiga, siram secukupnya, lalu biarkan tanah mengering di antara penyiraman agar akar tidak busuk.
  4. Keempat, beri pupuk berkandungan fosfor lebih tinggi untuk merangsang bunga.
  5. Terakhir, pangkas cabang yang kering di awal musim tumbuh.

Singkatnya, kamboja menonjol lewat bunga berbentuk terompet dengan lima kelopak, aroma harum, batang tebal bergetah putih, dan daun lonjong yang bergerombol di ujung ranting. Dengan demikian, kamu sekarang bisa membedakannya dari bunga lain, baik saat berjalan di taman maupun saat memilih bibit di toko tanaman.

Punya pengalaman menanam kamboja? Tulis jenis dan warna kamboja favoritmu di medsosmu. Setelah itu, bagikan artikel ini ke teman atau komunitas pecinta tanaman agar lebih banyak orang mengenali keindahan Plumeria.

Baca juga:

FAQ

1. Apa ciri-ciri bunga kamboja yang paling mudah dikenali?

Bunga kamboja berbentuk terompet dengan lima kelopak berukuran seragam. Selain itu, bunga tumbuh berkelompok di ujung ranting dan beraroma harum, terutama pada malam hari. Warnanya putih, kuning, merah muda, atau merah.

2. Bunga kamboja berasal dari mana?

Kamboja berasal dari Amerika Tengah dan Karibia. Kemudian, tanaman tersebut masuk ke Indonesia pada masa penjajahan Portugis dan Belanda, lalu menyebar luas, terutama di Bali.

3. Mengapa orang sering menanam kamboja di pemakaman?

Kamboja tumbuh kuat di lahan kering, memberi naungan, dan hidup lama. Karena sifat tersebut, masyarakat di banyak daerah menanamnya sebagai peneduh dan penanda makam. Sebaliknya, di Bali kamboja menjadi tanaman suci di area pura.

4. Apakah getah kamboja berbahaya?

Ya, getah putihnya bersifat iritan dan beracun. Misalnya, getah dapat memicu gatal atau iritasi pada kulit dan mata. Oleh karena itu, pakai sarung tangan saat memangkas, lalu cuci tangan sampai bersih.

5. Berapa tinggi pohon kamboja?

Pohon kamboja umumnya tumbuh setinggi 1,5 hingga 6 meter. Namun, jenis dan kondisi tempat tumbuh memengaruhi tinggi akhirnya, sehingga sebagian pohon tumbuh lebih tinggi lagi.

Scroll to Top