Apa Bedanya Adenium dan Kamboja? Cara Membedakan dari Bunga, Batang, Akar, dan Daun

Apa Bedanya Adenium dan Kamboja

Apa Bedanya Adenium dan Kamboja?

Apa bedanya Adenium dan kamboja akan terlihat jelas setelah kamu memperhatikan batang, akar, daun, dan kelopak bunganya. Sayangnya, banyak orang menyebut Adenium sebagai kamboja Jepang, sehingga mereka menganggap keduanya satu jenis. Padahal, kedua tanaman hias populer tersebut berasal dari genus berbeda, yaitu Adenium dan Plumeria, meskipun sama-sama masuk famili Apocynaceae.

Jawaban Singkat: Perbedaan Adenium dan Kamboja

Adenium berpohon pendek, berbatang besar, dan berakar membengkak seperti umbi. Selain itu, bunganya berwarna-warni dengan kelopak yang menyatu di pangkal. Sebaliknya, kamboja (Plumeria) berpohon tinggi, berbatang ramping, dan berakar biasa. Di samping itu, bunganya harum dengan kelopak yang saling terpisah di pangkal. Dari segi asal, Adenium datang dari Afrika dan Semenanjung Arab, sedangkan kamboja berasal dari benua Amerika.

Mengenal Kamboja (Plumeria)

Meskipun bernama kamboja, tanaman berjuluk frangipani itu tidak berasal dari negara Kamboja. Sebaliknya, kamboja tumbuh alami di Amerika Tengah, Meksiko, Karibia, dan Amerika Selatan. Selanjutnya, nama latinnya, Plumeria, mengabadikan Charles Plumier, botanis Prancis yang pertama kali menemukannya.

Di Indonesia, banyak orang mengaitkan kamboja dengan makam, sehingga tanaman tersebut mendapat julukan “bunga orang mati”. Namun, leluhur kita menanamnya di area pemakaman karena pohonnya tumbuh tinggi dan menaungi para peziarah, bukan karena alasan mistis. Sementara itu, warga Bali memakai bunga kamboja dalam ritual adat, dan penari pendet mengenakannya sebagai aksesori. Kini, kolektor bahkan memburu varian warna langka dan rela membayar mahal, sebab pembudidayanya masih terbatas.

Mengenal Adenium (Kamboja Jepang)

Sebagian orang menyebut Adenium “kamboja Jepang”. Padahal, tanaman tersebut tidak berasal dari Jepang dan bukan jenis kamboja. Sebenarnya, Adenium tumbuh alami di Afrika dan Semenanjung Arab. Lebih lanjut, nama genusnya merujuk pada Aden, kota di Yaman, sedangkan penduduk setempat menyebutnya desert rose atau mawar padang pasir.

Adenium mampu bertahan di wilayah gersang karena bonggol akarnya menyimpan cadangan air dan makanan. Dengan demikian, tanaman tersebut tahan kering dan bisa hidup ratusan tahun. Selain itu, hobiis menyukai bentuk batang dan akarnya yang artistik. Bahkan, sebagian orang di China dan Taiwan percaya bahwa Adenium membawa keberuntungan jika dipajang di rumah.

Tabel Perbandingan Adenium dan Kamboja

AspekAdenium (Kamboja Jepang)Kamboja (Plumeria)
GenusAdeniumPlumeria
AsalAfrika dan Semenanjung ArabAmerika Tengah, Meksiko, Karibia, Amerika Selatan
Tinggi pohonPendek, cocok untuk pot dan bonsaiTinggi, mencapai sekitar 6 meter atau lebih
BatangBesar, bagian bawah menyerupai umbiRamping dan memanjang, tanpa bentuk umbi
AkarMembengkak, berbonggol, menyimpan airBiasa, tertanam kokoh di tanah
DaunMeruncing atau melanset, panjang 8–10 cmLonjong, panjang 20–40 cm
Kelopak bungaMenyatu dari pangkal, berbentuk terompet atau loncengTerpisah di pangkal, tersusun seperti kelopak melati
Warna bungaDominan merah muda dengan corak putih, kuning, unguPutih dengan pusat kuning, juga merah muda hingga merah keunguan
AromaUmumnya tidak menonjolHarum khas
BuahPipih memanjang seperti tanduk, sekitar 20 cmPipih memanjang, 18–20 cm
SpesiesA. obesum, A. multiflorum, A. boehmianum, A. oleifolium, A. swazicumP. rubra, P. obtusa, P. alba, P. pudica, P. inodora

Perbedaan Adenium dan Kamboja Secara Detail

Bentuk Bunga

Pertama, kelopak Adenium menyatu dari pangkal hingga ujung dan membentuk terompet kecil. Selain itu, coraknya beragam, mulai dari garis, bintik, sampai bercak halus. Sebaliknya, kelopak kamboja terlepas satu sama lain sejak pangkal, sehingga kamu melihat helaian tunggal yang bertumpuk. Di samping itu, bunga kamboja mengeluarkan wangi yang khas.

Batang dan Tinggi Pohon

Meskipun berpohon pendek, Adenium memiliki batang gemuk dengan guratan seperti jala. Sebaliknya, kamboja menjulang tinggi dengan batang yang relatif kecil dan ramping untuk ukuran pohonnya. Akibatnya, tajuk kamboja dewasa mampu menaungi area seluas separuh lapangan basket.

Akar

Akar Adenium membesar menjadi umbi berbonggol dengan bentuk unik. Oleh sebab itu, kolektor sangat menyukai tampilannya. Sementara itu, akar kamboja tidak membengkak dan tidak menyimpan cadangan air dalam bentuk umbi.

Daun dan Buah

Daun kamboja lebar dan panjang, sedangkan daun Adenium lebih kecil dan sempit. Namun, buah keduanya sama-sama pipih memanjang. Dengan demikian, buah bukan petunjuk yang andal untuk membedakan kedua tanaman.

Persamaan Adenium dan Kamboja

Meskipun berbeda, keduanya tetap punya kemiripan. Pertama, keduanya anggota famili Apocynaceae. Kedua, keduanya tumbuh baik di daerah kering dan mudah dirawat. Ketiga, batang keduanya mengeluarkan getah saat terluka. Akibatnya, banyak pemula salah menyebut nama kedua tanaman.

Karena getahnya bisa mengiritasi kulit dan mata, kenakan sarung tangan setiap kali kamu memangkas atau mengambil stek.

Pengalaman Membedakan Adenium dan Kamboja di Lapangan

Awalnya, keke membeli bibit Adenium di pasar tanaman. Penjual menyebutnya “kamboja mini”, tetapi pangkal batangnya langsung menarik perhatian karena sudah menggembung seperti bonggol. Setahun kemudian, bonggol tersebut membesar, lalu bunga merah muda berurat putih bermunculan di ujung cabang.

Sementara itu, di halaman tetangga, pohon kamboja putih tumbuh jauh lebih tinggi daripada pagar rumah. Batangnya lurus dan ramping, tanpa bonggol sedikit pun di pangkalnya. Selain itu, ketika keke menyentuh bunganya, helaian kelopaknya terlepas satu per satu, sedangkan kelopak Adenium selalu menyatu. keke menyimpulkan bahwa kamu cukup melihat pangkal batang dan susunan kelopak untuk memastikan jenisnya.

Cara Cepat Membedakan Adenium dan Kamboja

Ikuti tiga langkah singkat berikut saat kamu berdiri di depan tanaman:

  1. Pertama, lihat pangkal batang. Batang menggembung atau berbonggol berarti Adenium, sedangkan batang lurus dan ramping berarti kamboja.
  2. Kedua, ukur daun. Daun kecil dan sempit berarti Adenium, sementara daun besar dan panjang berarti kamboja.
  3. Ketiga, periksa kelopak. Kelopak menyatu seperti terompet berarti Adenium, sebaliknya kelopak terpisah dan berbau harum berarti kamboja.

Perawatan: Adenium vs Kamboja

Adenium menyukai sinar matahari penuh dan media tanam yang porus. Selain itu, siram secukupnya, sebab akar berbonggol mudah busuk jika tergenang. Ketika musim hujan tiba, pindahkan pot ke tempat teduh yang tidak lembap. Di sisi lain, kamboja juga menyukai matahari penuh dan tahan kering. Namun, pohonnya tumbuh lebih besar, sehingga kamu perlu menyediakan ruang lega di halaman. Terakhir, petani lazim memperbanyak kamboja lewat stek batang, sedangkan Adenium bisa diperbanyak lewat biji, stek, atau sambung.

Sekarang, bagikan artikel tersebut ke temanmu yang masih menyebut Adenium sebagai kamboja mini, lalu tulis di medsosmu tanaman mana yang kamu pelihara.

Baca juga:

FAQ

1. Apa bedanya Adenium dan kamboja secara singkat?

Adenium berbatang besar dengan akar berumbi, berdaun kecil, dan berkelopak menyatu. Sebaliknya, kamboja berpohon tinggi dengan batang ramping, berdaun besar, dan berkelopak terpisah. Selain itu, Adenium berasal dari Afrika dan Semenanjung Arab, sedangkan kamboja berasal dari benua Amerika.

2. Apakah Adenium sama dengan kamboja Jepang?

Ya. Kamboja Jepang hanyalah nama populer Adenium di Indonesia. Namun, nama tersebut menyesatkan, sebab Adenium tidak berasal dari Jepang dan bukan jenis kamboja.

3. Apakah Adenium termasuk keluarga kamboja?

Keduanya berkerabat jauh dalam famili Apocynaceae. Meskipun demikian, genusnya berbeda, yaitu Adenium dan Plumeria. Karena itu, para ahli menggolongkan keduanya sebagai tanaman yang terpisah.

4. Mana yang lebih mudah dirawat, Adenium atau kamboja?

Keduanya mudah dirawat dan tahan kering. Adenium lebih praktis untuk pot karena ukurannya kecil, tetapi kamu harus mengendalikan penyiraman agar akarnya tidak busuk. Sementara itu, kamboja lebih cocok untuk halaman luas dan tumbuh besar tanpa perawatan rumit.

5. Bagaimana cara membedakan bunga Adenium dan bunga kamboja?

Periksa pangkal kelopaknya. Kelopak Adenium menyatu membentuk terompet dengan corak warna beragam. Sebaliknya, kelopak kamboja terpisah, tersusun melingkar, dan berbau harum.

Scroll to Top