Jenis Bunga Melati
Jenis bunga melati di dunia mencapai sekitar 200 spesies, dan melati putih, melati gambir, melati Spanyol, melati raja, melati kuning, serta melati bintang menjadi yang paling populer di Indonesia. Meskipun jumlahnya sangat banyak, setiap spesies punya bentuk bunga, warna, aroma, dan cara tumbuh yang berbeda. Oleh karena itu, kamu bisa memilih sesuai kebutuhan, entah untuk hiasan teras, bahan teh, pagar hidup, atau tanaman pot di balkon. Di Indonesia, melati putih bahkan menyandang gelar “puspa bangsa” dan melambangkan kesucian serta ketulusan dalam berbagai upacara adat.
Selanjutnya, keke mengajak kamu mengenal tiap jenis melati, mulai dari ciri fisik, asal-usul, kegunaan, sampai tips merawatnya.
Ringkasan: Jenis Bunga Melati dalam Satu Tabel
Supaya kamu bisa membandingkan jenisnya dengan cepat, tabel di bawah merangkum ciri utama tiap melati.
| Nama Umum | Nama Latin | Warna Bunga | Aroma | Bentuk Tumbuh | Kegunaan Utama |
|---|---|---|---|---|---|
| Melati putih | Jasminum sambac | Putih | Harum kuat | Semak | Riasan pengantin, campuran teh |
| Melati gambir | Jasminum officinale | Putih | Lembut | Merambat | Tanaman rambat, hiasan pergola |
| Melati Spanyol | Jasminum grandiflorum | Putih | Sangat kuat | Perdu merambat | Bahan parfum, aromaterapi |
| Melati raja | Jasminum rex | Putih | Hampir tidak berbau | Merambat | Tanaman hias |
| Melati kuning (primrose) | Jasminum mesnyi | Kuning terang | Ringan | Semak menjuntai | Hiasan halaman, pot besar |
| Melati musim dingin | Jasminum nudiflorum | Kuning pekat | Hampir tidak berbau | Semak | Tanaman hias iklim sejuk |
| Melati bintang | Jasminum multiflorum | Putih | Harum menenangkan | Merambat | Taman kecil, tanaman indoor |
| Melati pot (dwarf) | Jasminum parkeri | Kuning | Ringan | Semak kerdil | Tanaman pot |
| Melati Italia | Jasminum humile ‘Revolutum’ | Kuning | Wangi | Semak hingga 2,5 m | Taman dan pagar |
| Melati hutan | Jasminum abyssinicum | Putih | Lembut | Merambat | Taman minimalis |
| Wild jasmine | Chrysojasminum fruticans | Kuning | Ringan | Semak | Taman tahan kering |
| Melati Belanda | Quisqualis indica | Putih, merah muda, merah | Harum, terutama malam hari | Merambat | Pagar, pergola, tanaman hias |
| Star jasmine | Trachelospermum jasminoides | Putih | Lembut | Merambat | Pagar, dinding rumah |
Mengenal Bunga Melati dan Ciri Khasnya
Melati termasuk keluarga Oleaceae dan tumbuh subur di daerah beriklim hangat. Selain itu, para ahli menduga tanaman tersebut berasal dari kawasan Himalaya, lalu menyebar ke Asia Selatan, Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Eropa. Di India, misalnya, masyarakat menganggap melati sebagai tanaman sakral dengan nilai spiritual tinggi.
Agar kamu mudah mengenali melati, perhatikan beberapa ciri umumnya.
- Daun: majemuk menyirip, dengan helai daun tumbuh di kiri dan kanan tangkai. Namun, pada sebagian spesies daunnya tunggal.
- Bunga: berbentuk tabung dengan lima kelopak atau lebih, tergantung varietasnya.
- Aroma: paling kuat saat malam hari, sebab bunga melepaskan lebih banyak minyak atsiri pada waktu tersebut.
- Pertumbuhan: beragam, mulai dari semak setinggi 4 meter sampai tanaman rambat sepanjang 9 sampai 15 meter.
Sementara itu, orang Indonesia menyebut tanaman ini melati, sedangkan penutur bahasa Inggris menyebutnya jasmine. Selain itu, nama daerah dan nama populer sering berbeda-beda, sehingga satu spesies bisa punya beberapa sebutan. Oleh sebab itu, nama latin menjadi pegangan paling aman saat kamu membeli bibit.
Jenis Bunga Melati Putih
1. Melati Putih (Jasminum sambac)
Melati putih menjadi jenis yang paling mudah kamu temukan di Indonesia. Bunganya kecil, berwarna putih bersih, dengan ujung kelopak membulat. Selain itu, aromanya khas dan menenangkan. Masyarakat memakai kuncupnya untuk rangkaian pengantin adat Jawa dan Sunda, lalu mencampurnya ke dalam teh melati. Di dunia internasional, orang mengenalnya sebagai Arabian jasmine. Menariknya, kelopaknya kadang berubah kemerahan seiring lama mekar.
Di sisi lain, melati putih juga cocok untuk pemula. Tanamannya cepat tumbuh di pot dan mudah dipangkas. Dengan demikian, ia rajin berbunga selama mendapat cahaya cukup.
2. Melati Gambir (Jasminum officinale)
Melati gambir tumbuh merambat dan bisa mencapai 6 meter, bahkan lebih jika kamu menanamnya langsung di tanah. Bunganya kecil, memanjang, dan beraroma lembut. Karena itu, kamu bisa memanfaatkannya untuk pergola, pagar, atau dinding tanaman. Selain itu, tanaman tersebut tidak boros air, sehingga penyiraman seminggu sekali atau dua minggu sekali sudah cukup pada kondisi tertentu.
Lebih lanjut, melati gambir tumbuh rimbun dan menghadirkan nuansa taman ala cottage. Di beberapa negara, orang menyebutnya common jasmine atau poet’s jasmine. Tradisi pengobatan lama juga memakai bunganya sebagai tonik dan penenang. Namun, kamu sebaiknya tidak menjadikannya pengganti obat dari dokter.
3. Melati Spanyol (Jasminum grandiflorum)
Melati Spanyol berbunga lebih besar daripada melati putih dan beraroma jauh lebih kuat. Akibatnya, produsen parfum memakainya sebagai bahan dasar wewangian. Selain itu, aromanya populer untuk aromaterapi. Kelopaknya panjang dan anggun, sehingga cocok untuk sudut taman atau teras. Meskipun demikian, sebagian sumber menulis nama latin yang berbeda untuk melati Spanyol, jadi cocokkan nama latin dengan penjual sebelum kamu membeli.
4. Melati Raja (Jasminum rex)
Melati raja, yang juga bernama Jasminum nobile, berasal dari Thailand. Bunganya berdiameter hingga 7 cm, sehingga ukurannya jauh melampaui jenis melati lain. Selain itu, kelopaknya putih bersih dan tumbuh sendiri-sendiri, bukan berkelompok. Tanamannya tumbuh cepat dan menyukai sinar matahari penuh maupun sebagian. Namun, jangan berharap aroma kuat, karena melati raja nyaris tidak berbau. Jadi, kamu menanamnya demi tampilan, bukan wangi.
5. Melati Bintang (Jasminum multiflorum)
Melati bintang, atau downy jasmine, memiliki kelopak putih memanjang yang membentuk bintang. Di samping itu, masyarakat Asia Selatan menyebutnya kunda dan mengaitkannya dengan kemurnian, cinta, serta spiritualitas. Kamu bisa menanamnya di taman atau di dalam ruangan, asalkan cahayanya cukup. Bunganya pun tumbuh berkelompok dan lebat. Meskipun begitu, sumber botani menyebut beberapa varian multiflorum hampir tidak beraroma, jadi cek dulu varian bibit yang kamu beli.
6. Melati Hutan (Jasminum abyssinicum)
Melati hutan menghasilkan bunga putih berkelompok yang tampak cantik ketika mekar serentak. Selain itu, tanaman merambat tersebut menyukai halaman dengan sinar matahari cukup. Karena relatif mudah dirawat, pemula pun bisa mencobanya untuk taman minimalis.
Apabila kamu bosan dengan warna putih, melati kuning menawarkan pilihan segar. Terlebih lagi, beberapa di antaranya tahan kering, sehingga cocok untuk kamu yang jarang sempat menyiram.
7. Melati Kuning atau Primrose (Jasminum mesnyi)
Melati primrose berasal dari Tiongkok dan berkelopak kuning terang dengan mahkota ganda. Sebagian orang menyebutnya melati Jepang, padahal tanamannya tidak berasal dari Jepang. Selain itu, ia tahan panas dan kekeringan. Oleh karena itu, tanam di tempat yang menerima sinar matahari penuh. Setelah itu, pangkas ranting yang menjuntai terlalu panjang.
8. Melati Musim Dingin (Jasminum nudiflorum)
Spesies asal pegunungan Tibet berwarna kuning pekat dan mudah dibedakan dari kerabatnya. Namun, ia lebih cocok untuk iklim sejuk. Akibatnya, kamu di dataran rendah tropis mungkin kesulitan merawatnya.
9. Melati Pot atau Dwarf (Jasminum parkeri)
Tanaman kerdil berbunga kuning kecil dengan daun oval mungil. Karena ukurannya ringkas, melati pot ideal untuk balkon atau meja teras.
10. Melati Italia (Jasminum humile ‘Revolutum’)
Melati Italia membentuk semak setinggi hingga 2,5 meter dengan bunga kuning berkelompok. Selain itu, tanamannya berasal dari kawasan Afghanistan, Himalaya, dan India. Meskipun warnanya bukan putih, wanginya tetap menggoda. Dengan demikian, kamu bisa menjadikannya pagar hidup berbunga.
11. Wild Jasmine (Chrysojasminum fruticans)
Spesies yang tumbuh seperti semak dan berbunga kuning ini punya pusat bunga lebih lebar dan dalam dibanding melati lain. Selain itu, sifatnya tahan kering. Karena itu, wild jasmine cocok untuk kamu yang punya jadwal padat.
Sebagian tanaman memakai nama melati karena bunganya harum atau bentuknya mirip. Meskipun demikian, secara botani tanaman tersebut tidak termasuk genus Jasminum.
12. Melati Belanda (Quisqualis indica)
Melati Belanda, yang dikenal juga sebagai Rangoon creeper, menjadi salah satu tanaman rambat paling menarik untuk pagar dan pergola. Tanaman tersebut masuk keluarga Combretaceae, sehingga kerabatnya bukan melati sejati. Meskipun begitu, bunganya yang harum membuat banyak orang Indonesia menyebutnya melati. Para ahli botani kini juga mencantumkannya dengan nama Combretum indicum, jadi kamu mungkin menemukan dua nama latin di toko tanaman.
Keunikan utamanya terletak pada warna bunga. Kuncupnya berwarna putih, lalu perlahan berubah menjadi merah muda dan akhirnya merah tua. Akibatnya, satu tandan bunga bisa menampilkan tiga warna sekaligus. Selain itu, bunganya berbentuk tabung panjang dan tumbuh berkelompok. Aromanya paling terasa pada sore sampai malam hari.
Dari sisi perawatan, melati Belanda tumbuh cepat dan menyukai sinar matahari penuh. Karena batangnya merambat panjang, siapkan pagar, tiang, atau pergola sejak awal. Selain itu, pangkas rutin setelah masa berbunga supaya tanaman tetap rapi dan bunganya lebih lebat. Di sisi lain, masyarakat memang memakai bijinya dalam pengobatan tradisional, tetapi konsumsi berlebihan bisa menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, kamu sebaiknya menanamnya sebagai tanaman hias dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mencoba ramuan apa pun.
13. Star Jasmine (Trachelospermum jasminoides)
Star jasmine berbunga putih berbentuk bintang kecil dan beraroma lembut. Meskipun tidak termasuk genus Jasminum, banyak orang tetap menggolongkannya sebagai melati karena penampilannya mirip. Selain itu, tanaman rambat tersebut cocok untuk pagar dan dinding.
14. Melati Jepang yang Membingungkan
Di sisi lain, nama melati Jepang juga membingungkan. Sebagian sumber menunjuk Jasminum mesnyi, sedangkan sumber lain menunjuk Pseuderanthemum reticulatum. Oleh karena itu, tanyakan nama latinnya sebelum kamu membeli.
Arti dan Makna Bunga Melati dalam Budaya
Melati membawa makna mendalam di banyak budaya, sebagaimana contoh berikut.
- Indonesia: melati putih menjadi simbol nasional “puspa bangsa”. Misalnya, pengantin Jawa dan Sunda merangkai untaian melati sebagai lambang kesucian dan ketulusan cinta.
- India dan Asia Selatan: masyarakat memakai melati dalam ritual keagamaan, festival, dan pernikahan sebagai simbol kemurnian serta spiritualitas.
- Dunia wewangian: industri parfum memanfaatkan minyak atsiri melati sebagai salah satu bahan bunga paling berharga.
Manfaat Bunga Melati
Selain tampil cantik, melati menawarkan beragam manfaat.
- Aromaterapi: wangi melati membantu suasana terasa lebih tenang dan rileks.
- Minuman: kuncup melati putih memberi aroma khas pada teh melati.
- Kosmetik dan parfum: minyak atsiri melati hadir dalam banyak produk perawatan.
- Dekorasi: tanaman rambat seperti melati gambir dan melati Belanda membuat pagar, pergola, dan dinding terlihat hijau serta rimbun.
- Pengobatan tradisional: sebagian masyarakat memakai melati sebagai penenang dan tonik.
Memang, beberapa sumber menyebut kandungan antioksidan pada melati. Namun, klaim kesehatan seperti pencegahan kanker belum punya bukti kuat. Oleh sebab itu, anggap manfaat tersebut sebagai informasi tambahan, bukan terapi. Sebelum memakai melati sebagai obat, konsultasikan dulu dengan tenaga kesehatan.
Pengalaman keke Menanam Melati di Rumah
Pertama, keke mulai dengan melati putih di dalam pot berdiameter 40 cm. Hasilnya cukup cepat: tanaman berbunga setelah beberapa bulan, dan aromanya paling terasa menjelang malam. Selanjutnya, menempatkan pot di teras yang terkena matahari pagi sampai siang, lalu menyiram secukupnya. Selain itu, keke memangkas ranting yang terlalu panjang setiap beberapa pekan. Ternyata, pemangkasan rutin memicu tunas baru dan bunga yang lebih rapat.
Kemudian, keke mencoba melati gambir di dekat pagar. Batangnya merambat jauh lebih cepat daripada dugaan saya. Karena itu, kamu perlu menyiapkan penyangga sejak awal. Dari dua pengalaman tersebut, keke menyimpulkan satu hal: pemula paling mudah berhasil dengan melati putih, sedangkan melati kuning cocok kalau kamu jarang sempat menyiram.
Cara Memilih Jenis Melati Sesuai Kebutuhan Kamu
Sebelum membeli bibit, sesuaikan jenis melati dengan tujuan kamu.
- Untuk teh dan rangkaian bunga: pilih melati putih.
- Untuk aroma kuat dan aromaterapi: pilih melati Spanyol.
- Untuk pagar atau dinding hijau: pilih melati gambir, melati Belanda, atau star jasmine.
- Untuk bunga yang berganti warna: pilih melati Belanda.
- Untuk pot kecil di balkon: pilih melati pot atau melati bintang.
- Untuk warna berbeda dan perawatan minim: pilih melati kuning.
- Untuk bunga berukuran besar: pilih melati raja.
Cara Menanam dan Merawat Melati
Agar perawatan tepat sasaran, tabel berikut membantu kamu menyesuaikannya dengan jenis melati.
| Jenis | Cahaya | Penyiraman | Catatan Perawatan |
|---|---|---|---|
| Melati putih | Matahari pagi sampai siang | Teratur, tanah lembap tetapi tidak becek | Pangkas rutin agar bunga rapat |
| Melati gambir | Matahari penuh atau sebagian | Seminggu sekali atau dua minggu sekali | Siapkan penyangga rambat |
| Melati Spanyol | Matahari penuh | Teratur | Tanam di tanah agar merambat leluasa |
| Melati raja | Matahari penuh atau sebagian | Teratur | Tumbuh cepat, perlu ruang |
| Melati kuning | Matahari penuh | Jarang, tahan kering | Pangkas ranting menjuntai |
| Melati bintang | Cahaya terang | Teratur | Cocok untuk indoor jika cahaya cukup |
| Melati Belanda | Matahari penuh | Teratur, kurangi saat musim hujan | Siapkan pergola, pangkas setelah berbunga |
Selain itu, langkah umum berikut berlaku untuk hampir semua melati.
- Pertama, pilih lokasi dengan cahaya matahari yang cukup.
- Kedua, gunakan media tanam gembur dengan drainase baik, supaya akar tidak membusuk.
- Ketiga, siram secara teratur, lalu kurangi frekuensinya saat musim hujan.
- Keempat, beri pupuk berkala agar tanaman rajin berbunga.
- Kelima, pangkas rutin untuk menjaga ukuran dan bentuk.
- Terakhir, periksa daun dari hama seperti kutu putih, lalu bersihkan segera.
Kesalahan Saat Menanam Melati
Sebaliknya, beberapa kebiasaan justru membuat melati sulit berbunga.
- Kurang cahaya: tanaman tumbuh subur, tetapi jarang berbunga.
- Menyiram berlebihan: tanah becek memicu akar busuk.
- Tidak memangkas: ranting menjadi liar, akibatnya bunga berkurang.
- Salah membeli bibit: nama populer yang sama kadang merujuk ke tanaman berbeda, jadi minta nama latin.
- Mengharapkan wangi dari semua jenis: padahal melati raja dan beberapa varian lain nyaris tidak berbau.
Sekarang kamu sudah mengenal jenis-jenis melati beserta ciri, makna, dan cara merawatnya. Oleh karena itu, bagikan artikel ke teman atau keluarga yang sedang mencari tanaman hias berbunga harum. Setelah itu, tulis di medsosmu jenis melati yang ingin kamu tanam lebih dulu.
Baca juga:
- 5 Metode Cara Memperbanyak Sirih Gading
- Sirih Gading Sebaiknya Disiram Berapa Kali? Panduan Frekuensi Menyiram Pothos agar Daun Lebat
- Apakah Tanaman Philodendron Tahan Panas? Ya, Ini Batas Suhu dan Cara Merawatnya
- Cara Merawat Lidah Mertua Indoor untuk Pertumbuhan Optimal
- Cara Merawat Sirih Gading di Dalam Rumah agar Tumbuh Subur dan Variegasinya Tetap Cantik
FAQ
1. Apa saja jenis bunga melati yang paling populer?
Jenis yang paling populer adalah melati putih (Jasminum sambac), melati gambir (Jasminum officinale), melati Spanyol (Jasminum grandiflorum), melati raja (Jasminum rex), melati kuning (Jasminum mesnyi), dan melati bintang (Jasminum multiflorum). Selain itu, melati Belanda (Quisqualis indica) juga sering orang tanam, meski bukan melati sejati.
2. Berapa jumlah jenis bunga melati di dunia?
Para ahli botani menemukan sekitar 200 spesies melati di seluruh dunia. Selain itu, sebagian besar tumbuh di wilayah tropis dan subtropis Asia, Afrika, dan Australasia.
3. Melati apa yang menjadi bunga nasional Indonesia?
Melati putih (Jasminum sambac) menjadi bunga nasional Indonesia dengan sebutan “puspa bangsa”. Sebab itu, bunganya melambangkan kesucian dan ketulusan.
4. Apakah semua melati beraroma harum?
Tidak semua. Melati putih dan melati Spanyol beraroma kuat, sedangkan melati raja dan beberapa varian melati musim dingin nyaris tidak berbau.
5. Jenis melati apa yang cocok untuk pemula?
Melati putih menjadi pilihan paling aman karena mudah tumbuh di pot dan cepat berbunga. Selain itu, melati kuning juga cocok kalau kamu jarang sempat menyiram, sebab tanamannya tahan kering.
di review oleh tim reviewers
Aqilla Putri Pasla, seorang pengamat lingkungan yang berfokus pada ekologi, konservasi, dan gaya hidup berkelanjutan melalui Konten yang berbasis fakta, tips praktis, serta wawasan edukatif.



