Tanaman Hias
Tanaman hias adalah tumbuhan berbentuk terna, merambat, perdu, atau pohon yang manusia tanam untuk memperindah taman, rumah, ruang kerja, dan ruang publik. Kamu bisa menikmati tumbuhan ornamental lewat bunga, daun, buah, batang, kulit kayu, bahkan aroma ranting yang segar. Dalam ilmu hortikultura, para ahli mengelompokkan tanaman hias berdasarkan fungsinya, sehingga status “hias” melekat pada tujuan penanamannya, bukan pada jenis botaninya.
Permintaan pasar tumbuhan hias terus naik, baik di kota maupun di desa. Misalnya, kantor, hotel, rumah sakit, sekolah, dan median jalan raya kini memakai tanaman dekoratif sebagai elemen desain. Selain itu, pertumbuhan minat tersebut membuka ruang bagi hobiis, petani, pelaku usaha, dan arsitek lanskap. Oleh karena itu, KeKe menguraikan seluruh aspek tanaman hias secara runtut supaya kamu bisa memilih, merawat, dan memanfaatkannya dengan tepat.
Pengertian dan Ruang Lingkup Tanaman Hias
Tanaman hias (bahasa Inggris: ornamental plant) adalah tumbuhan dengan bunga, daun, atau bentuk tubuh yang menarik dari segi warna, corak, dan struktur. Pembudidaya menanamnya untuk komponen taman, kebun rumah, penghias ruangan, upacara adat, riasan dan busana, serta karangan bunga. Bahkan, bunga potong pun termasuk tanaman hias.
Fungsi tanaman hias jauh melampaui dekorasi. Tumbuhan hias memperbaiki suasana ruang, meredam kebisingan, dan membantu mengendalikan suhu serta kelembapan mikro. Di samping itu, tumbuhan hias menyediakan habitat bagi satwa kecil dan menjadi sarana pendidikan. Karena penggolongannya berdasarkan fungsi, tanaman sayuran, tanaman obat, dan tanaman buah bisa berstatus tanaman hias, dan sebaliknya. Contohnya, cabai hias dalam pot, sirih gading di rak buku, dan serai wangi yang orang tanam di sekitar rumah sebagai pengusir nyamuk.
Istilah yang Sering Muncul
Kamu akan menemukan beberapa istilah berikut dalam literatur dan toko tanaman.
| Istilah | Arti Singkat |
|---|---|
| Tanaman hias daun | Tanaman dengan daya tarik utama pada bentuk, warna, dan corak daun |
| Tanaman hias bunga | Tanaman dengan daya tarik utama pada bunga |
| Tanaman indoor | Tanaman yang tahan hidup di dalam ruangan dengan cahaya terbatas |
| Tanaman outdoor | Tanaman yang tumbuh optimal di ruang terbuka |
| Tanaman gantung | Tanaman merambat atau menjuntai yang orang tempatkan di pot gantung |
| Variegata | Corak daun dengan belang putih, kuning, atau krem |
| Stek | Teknik perbanyakan dengan memotong bagian batang, daun, atau akar |
| Media tanam | Bahan tempat akar tumbuh, misalnya tanah, sekam, cocopeat, atau perlit |
| Tajuk | Bentuk keseluruhan bagian atas tanaman |
Sejarah Singkat dan Perkembangan Tumbuhan Hias
Manusia menanam tumbuhan demi keindahan sejak peradaban kuno. Sebagai contoh, bangsa Mesir, Persia, Tiongkok, dan Romawi membangun taman dengan tanaman pilihan. Kemudian, pada abad ke-17, kegemaran orang Belanda terhadap bunga tulip memicu fenomena perdagangan yang sejarawan sebut “tulip mania”. Sejak saat itu, perdagangan tanaman hias berkembang menjadi industri global.
Di Indonesia, Kebun Raya Bogor yang berdiri pada 1817 menjadi salah satu pusat koleksi dan penelitian tumbuhan tropis. Selain itu, iklim tropis yang hangat dan lembap memungkinkan ribuan jenis tumbuhan hias tumbuh subur. Dalam beberapa tahun terakhir, tren tanaman hias daun seperti monstera, aglaonema, dan philodendron melonjak, terutama ketika banyak orang menghabiskan waktu lebih lama di rumah. Akibatnya, harga jenis langka bahkan sempat melambung tinggi di pasar daring.
Klasifikasi Tanaman Hias
1. Berdasarkan Tempat Tumbuh
Kamu bisa membagi tumbuhan hias menjadi tiga kelompok utama.
- Pertama, tanaman hias indoor toleran terhadap cahaya redup dan mudah dirawat, misalnya dracaena, dieffenbachia, tanaman doa (Maranta leuconeura), bromelia, dan papirus payung.
- Kedua, tanaman hias outdoor menyukai cahaya terbuka dan sirkulasi udara lancar, misalnya mawar, anyelir, pakis, begonia, coleus, petunia, dan maple Jepang.
- Ketiga, tanaman hias tahan matahari langsung cocok untuk daerah panas, misalnya bambu, echeveria, gerbera, aster, dan dahlia.
2. Berdasarkan Bagian yang Dinikmati
| Kelompok | Daya Tarik Utama | Contoh |
|---|---|---|
| Tanaman hias bunga | Warna dan aroma bunga | Mawar, anyelir, dahlia, gerbera, bunga bakung |
| Tanaman hias daun | Bentuk, warna, dan corak daun | Aglaonema, calathea, monstera, philodendron |
| Tanaman hias batang dan akar | Struktur unik | Pachypodium, bonsai, sukulen berbatang tebal |
| Tanaman hias buah | Warna dan bentuk buah | Cabai hias, terong hias |
| Tanaman air | Kemampuan menghias dan menjernihkan kolam | Teratai, papirus, eceng gondok mini |
3. Berdasarkan Bentuk Pertumbuhan
| Bentuk Tumbuh | Ciri | Contoh |
|---|---|---|
| Terna | Batang lunak, tinggi terbatas | Peperomia, begonia, calathea |
| Merambat atau menjuntai | Batang panjang yang memanjat atau menggantung | Sirih gading, English ivy, philodendron |
| Perdu | Bercabang dari pangkal, berkayu | Mawar, hibiscus, schefflera |
| Pohon | Batang utama tegak dan berkayu | Karet kebo, maple Jepang, yucca |
| Sukulen | Menyimpan air di daun atau batang | Echeveria, paddle plant, lidah mertua |
Faktor Lingkungan yang Menentukan Keberhasilan
Tanaman hias tumbuh baik ketika lingkungan memenuhi kebutuhan dasarnya. Oleh sebab itu, kamu perlu memahami enam faktor berikut sebelum membeli bibit.
1. Cahaya
Cahaya menggerakkan fotosintesis. Akibatnya, tanaman yang kekurangan cahaya menghasilkan batang panjang dan pucat (etiolasi). Sebaliknya, tanaman yang kelebihan cahaya menunjukkan daun terbakar dengan bercak coklat. Karena itu, perhatikan arah jendela dan lama penyinaran sebelum kamu menentukan posisi pot.
| Tingkat Cahaya | Ciri Lokasi | Contoh Tanaman |
|---|---|---|
| Rendah | Ruang tanpa jendela besar, dua sampai tiga meter dari jendela | Lidah mertua, ZZ plant, sirih gading |
| Sedang | Dekat jendela dengan cahaya terang tidak langsung | Monstera, philodendron, aglaonema, calathea |
| Tinggi | Teras atau balkon dengan sinar matahari langsung beberapa jam | Bambu, echeveria, dahlia, bromelia, yucca |
2. Suhu dan Kelembapan
Sebagian besar tanaman hias tropis tumbuh optimal pada suhu sekitar 20 sampai 30 derajat Celsius dengan kelembapan udara sedang hingga tinggi. Namun, kebutuhan tiap jenis berbeda. Misalnya, calathea dan tanaman doa menyukai udara lembap, sedangkan sukulen dan lidah mertua menyukai udara kering.
3. Air
Air melarutkan hara dan menjaga tekanan sel. Meskipun demikian, kelebihan air lebih sering membunuh tanaman daripada kekurangan air. Sebab, akar yang tergenang kehilangan oksigen dan membusuk.
4. Media Tanam
Media tanam yang baik menahan air secukupnya, beraerasi baik, dan memiliki pH yang sesuai, umumnya 5,5 sampai 7,0. Selanjutnya, kamu bisa menyesuaikan komposisinya dengan jenis tanaman.
| Jenis Tanaman | Contoh Komposisi Media |
|---|---|
| Tanaman daun umum (monstera, philodendron) | Tanah humus, sekam bakar, cocopeat, dan sedikit pupuk kandang matang |
| Sukulen dan kaktus | Pasir atau perlit, tanah, dan pumice dengan proporsi porous tinggi |
| Tanaman lembap (calathea) | Cocopeat, humus, dan sedikit arang sekam agar tetap lembap tetapi gembur |
| Anggrek dan bromelia epifit | Pakis, arang, atau kulit kayu |
5. Nutrisi
Tanaman membutuhkan nitrogen untuk daun, fosfor untuk akar dan bunga, serta kalium untuk ketahanan. Sebagai contoh, pupuk organik seperti kompos dan pupuk kandang matang memberi hara secara perlahan. Di sisi lain, pupuk daun membantu ketika tanaman tampak kurang subur.
6. Ruang dan Wadah
Pot yang terlalu kecil membatasi akar, sedangkan pot yang terlalu besar menahan air berlebih. Oleh karena itu, pilih pot dengan lubang drainase dan ukuran satu tingkat lebih besar saat kamu memindahkan tanaman.
Teknik Perbanyakan Tanaman Hias
Pembudidaya memperbanyak tumbuhan hias secara generatif atau vegetatif. Tabel berikut merangkum tujuh metode yang paling sering orang pakai.
| Metode | Cara Kerja | Contoh Tanaman | Kelebihan |
|---|---|---|---|
| Generatif (biji) | Menyemai biji hingga berkecambah | Petunia, aster, bunga matahari | Jumlah bibit banyak |
| Stek batang | Memotong batang beserta ruas dan menanamnya di air atau media | Sirih gading, philodendron, monstera | Sifat induk terjaga |
| Stek daun | Menanam daun utuh atau potongan daun | Echeveria, sansevieria, begonia | Cocok untuk sukulen |
| Pemisahan anakan | Memisahkan rumpun menjadi beberapa tanaman | Spider plant, lidah mertua, calathea | Cepat dan mudah |
| Cangkok | Menumbuhkan akar pada cabang yang masih menempel pada induk | Karet kebo, mawar | Bibit langsung besar |
| Okulasi dan sambung | Menempelkan mata tunas pada batang bawah | Mawar, adenium | Menggabungkan sifat unggul |
| Kultur jaringan | Menumbuhkan sel di laboratorium steril | Anggrek, aglaonema langka | Bibit seragam dalam jumlah besar |
Langkah Budidaya Tanaman Hias
Ikuti sepuluh langkah berikut untuk hasil yang konsisten.
- Pertama, pilih jenis tanaman sesuai intensitas cahaya, suhu, kelembapan, dan jenis tanah di tempatmu.
- Kedua, siapkan media tanam yang porous dan tetap menahan air. Sebagai contoh, campuran tanah humus, pasir, sekam atau serbuk gergaji, dan pupuk kandang bekerja baik untuk banyak jenis.
- Ketiga, pilih bibit sehat dari toko tanaman, stek, atau okulasi. Sebelum membeli, periksa daun, batang, dan akarnya.
- Keempat, tanam dengan hati-hati dan pastikan media menyelimuti akar secara merata.
- Kelima, siram secara rutin, tetapi cek kelembapan media dengan jari lebih dulu.
- Selanjutnya, atur cahaya sesuai kebutuhan, karena sebagian jenis menyukai sinar langsung, sedangkan sebagian lagi lebih senang teduh atau sinar pagi.
- Setelah itu, beri pupuk organik seperti kompos, pupuk kandang, atau pupuk daun sesuai dosis anjuran.
- Kemudian, pangkas daun atau cabang yang kering, bengkok, atau rusak supaya tanaman membentuk tunas baru.
- Di samping itu, jaga kebersihan pot dan lingkungan sekitar, dan hindari genangan air.
- Terakhir, pantau tanamanmu setiap minggu. Jika kamu melihat layu, daun berbercak, atau perubahan warna, bertindaklah segera.
Hama dan Penyakit pada Tumbuhan Hias
Hama dan penyakit menyerang tanaman yang stres akibat cahaya, air, atau nutrisi yang kurang tepat. Namun, kamu bisa mencegahnya dengan sirkulasi udara baik, media bersih, dan pemeriksaan rutin.
| Masalah | Gejala | Penanganan |
|---|---|---|
| Kutu putih (mealybug) | Gumpalan putih seperti kapas di ketiak daun | Usap dengan kapas beralkohol, semprot larutan sabun cair |
| Tungau laba-laba | Bintik kuning halus dan jaring tipis di bawah daun | Naikkan kelembapan, semprot air dan sabun insektisida |
| Kutu daun (aphid) | Koloni kecil di pucuk muda, daun menggulung | Semprot air bertekanan lembut, gunakan sabun insektisida |
| Busuk akar | Daun menguning, batang lunak, media berbau | Angkat tanaman, buang akar busuk, ganti media, kurangi penyiraman |
| Bercak daun | Bintik coklat atau hitam bertepi kuning | Buang daun sakit, kurangi kelembapan daun, perbaiki sirkulasi udara |
| Jamur akar (fusarium) | Layu meski media basah | Ganti media dan pot, isolasi tanaman |
Profil Jenis Tanaman Hias Populer
Berdasarkan tabel berikut, kamu bisa memilih tanaman sesuai kondisi ruangmu.
| Tanaman | Asal | Cahaya | Penyiraman | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| Lidah mertua (Dracaena trifasciata, dulu Sansevieria) | Afrika tropis | Terang hingga redup | Beberapa hari sampai seminggu sekali | Sangat tangguh, tahan lupa disiram |
| Sirih gading (Epipremnum aureum) | Kepulauan Pasifik | Redup hingga terang tidak langsung | Saat media mulai kering | Cocok untuk pot gantung |
| Monstera deliciosa (janda bolong) | Amerika Tengah | Terang tidak langsung | Saat tanah mengering | Daun berlubang khas |
| Aglaonema | Asia tropis | Redup hingga terang tidak langsung | Saat media mulai kering | Corak daun merah, hijau, dan perak |
| Chinese money plant (Pilea peperomioides) | Yunnan, Tiongkok | Terang tidak langsung | Saat tanah mengering | Daun bulat, menghasilkan anakan |
| Spider plant (lili paris) | Afrika bagian selatan | Terang tidak langsung | Sedang | Menghasilkan anakan pada stolon |
| Calathea ornata | Amerika Selatan | Teduh, lembap | Jaga media selalu lembap | Sensitif terhadap air keras dan angin |
| Karet kebo (Ficus elastica) | Asia Selatan dan Tenggara | Terang tidak langsung | Saat lapisan atas media kering | Cocok sebagai titik fokus ruangan |
| ZZ plant (Zamioculcas zamiifolia) | Afrika Timur | Redup hingga terang | Jarang | Menyimpan air di umbi |
| Schefflera | Asia dan Pasifik | Terang | Seminggu sekali | Daun menjari seperti kipas |
| Philodendron | Amerika tropis | Terang tidak langsung | Seminggu sekali | Tumbuh cepat, mudah distek |
| Bromelia | Amerika tropis | Terang tidak langsung | Isi cekungan daun dan siram media secukupnya | Tahan panas, bisa menempel di batang pohon |
Sebagai catatan, orang sering menyebut paddle plant (Kalanchoe luciae) kaktus, padahal tanaman tersebut sukulen dari famili Crassulaceae. Demikian pula, Pachypodium bukan tanaman asal Meksiko, karena marga tersebut berasal dari Madagaskar dan Afrika bagian selatan.
Manfaat Tanaman Hias
1. Manfaat Estetika dan Psikologis
Tanaman hias mempercantik ruang dan menciptakan suasana asri. Selain itu, merawat tanaman memberi efek terapeutik, karena aktivitas menyiram, memangkas, dan mengamati tunas baru menurunkan stres dan kecemasan. Sementara itu, kontak dengan unsur alam membantu konsentrasi dan meningkatkan rasa sejahtera. Banyak psikolog lingkungan menyebut fenomena tersebut efek biofilia, yaitu kecenderungan manusia mencari kedekatan dengan alam.
2. Manfaat Ekologis
Tanaman yang tumbuh langsung di tanah menahan erosi. Selain itu, tajuk yang rapat meredam kebisingan, dan tanaman air menyaring serta menjernihkan kolam. Lebih lanjut, tumbuhan berbunga menarik kupu-kupu, lebah, dan burung kecil, sehingga taman rumahmu ikut menjaga keanekaragaman hayati perkotaan.
3. Manfaat bagi Kualitas Udara: Perlu Sikap Kritis
Studi NASA pada 1989 menunjukkan bahwa tanaman menyerap senyawa seperti formaldehida, benzena, dan xilena di dalam ruang uji tertutup. Namun, kajian yang lebih baru menyimpulkan bahwa ruangan biasa dengan pertukaran udara normal membutuhkan jumlah tanaman yang sangat banyak untuk menghasilkan efek yang terukur. Karena itu, anggap tanaman sebagai pelengkap ventilasi yang baik, bukan penggantinya.
4. Manfaat Ekonomi dan Edukasi
Tumbuhan hias membuka lapangan kerja di pembibitan, toko tanaman, jasa lanskap, dan karangan bunga. Di samping itu, sekolah memakai kebun mini untuk mengajarkan siklus hidup tumbuhan dan tanggung jawab merawat makhluk hidup.
Penataan Tanaman Hias di Rumah
Dalam arsitektur lanskap, bentuk tajuk dan penempatan tanaman menjadi pertimbangan utama. Berikut beberapa prinsip sederhana yang bisa kamu terapkan.
- Pertama, tempatkan tanaman berdaun besar seperti karet kebo atau monstera sebagai titik fokus di sudut ruang.
- Kedua, gantung sirih gading atau English ivy untuk memanfaatkan ruang vertikal di ruang sempit.
- Selanjutnya, kelompokkan tiga pot dengan tinggi berbeda supaya tampilan lebih dinamis dan kelembapan sekitar naik.
- Sebagai alternatif untuk ruang kecil, letakkan peperomia atau Chinese money plant di atas meja samping.
- Di samping itu, pilih pot berwarna netral supaya daun tampil menonjol.
- Bahkan, kamu bisa membuat terarium atau kokedama untuk tanaman mini yang menyukai kelembapan.
- Terakhir, putar pot seperempat putaran setiap minggu supaya pertumbuhan tanaman simetris.
Keamanan: Tanaman Hias dan Hewan Peliharaan
Sebagian tumbuhan hias mengandung kristal kalsium oksalat yang mengiritasi mulut dan kerongkongan jika tertelan. Contohnya, dieffenbachia, philodendron, sirih gading, monstera, dan aglaonema termasuk kelompok tersebut. Misalnya, kucing yang mengunyah daunnya bisa mengalami air liur berlebih dan muntah. Oleh karena itu, tempatkan tanaman berisiko di tempat yang anak kecil dan hewan peliharaan tidak jangkau. Jika kamu mencurigai keracunan, hubungi dokter hewan atau tenaga medis segera.
Prospek Ekonomi Tanaman Hias
Tren gaya hidup hijau, inovasi varietas baru, kemajuan teknologi budidaya, dan pasar daring membuka peluang bisnis yang luas. Sebagai contoh, kamu bisa menjual tanaman hias komersial seperti Monstera deliciosa, Philodendron birkin, Philodendron pink princess, Philodendron xanadu, Calathea medallion, Calathea orbifolia, Peperomia caperata, Peperomia obtusifolia, golden pothos, marble queen, dan Zamioculcas zamiifolia.
| Model Usaha | Modal Awal | Keterampilan Utama |
|---|---|---|
| Pembibitan dan stek | Rendah hingga sedang | Perbanyakan vegetatif, pengendalian hama |
| Toko tanaman daring | Rendah | Fotografi, pengemasan, layanan pelanggan |
| Jasa lanskap dan penataan taman | Sedang | Desain, pengetahuan jenis tanaman |
| Penyewaan tanaman untuk kantor dan acara | Sedang | Perawatan rutin, logistik |
| Karangan bunga dan bunga potong | Sedang | Desain floral, manajemen stok segar |
| Pembuatan terarium dan kokedama | Rendah | Kreativitas, teknik rangkai |
Selain itu, konservasi varietas lokal memperkuat ekonomi daerah dan pendidikan lingkungan. Pada akhirnya, pelaku usaha yang menjaga kualitas bibit, memberi informasi perawatan yang jujur, dan mengirim tanaman dengan aman membangun kepercayaan pelanggan dalam jangka panjang.
Kesalahan dalam Merawat Tanaman Hias
- Pertama, penyiraman berlebihan membuat akar busuk.
- Kedua, pot tanpa lubang drainase menahan air di dasar media.
- Selain itu, penempatan tanaman teduh di bawah sinar matahari langsung membakar daun.
- Di sisi lain, pemupukan dengan dosis terlalu pekat merusak akar.
- Lalu, pengabaian hama seperti kutu putih dan tungau membuat populasinya meledak.
- Sementara itu, pemindahan tanaman terlalu sering memaksa tanaman terus beradaptasi.
- Akibatnya, media yang padat dan tidak porous menghambat pernapasan akar.
- Terakhir, pembelian tanaman tanpa mengecek kebutuhan cahaya dan kelembapannya sering berujung kegagalan.
Bagikan artikel ke temanmu yang ingin mulai berkebun, dan tulis tanaman hias favoritmu di kolom komentar supaya kita bisa bertukar tips.
Baca juga:
- Cara Menanam Lidah Mertua dengan Media Air, Akar Tumbuh 4-8 Minggu
- Keanekaragaman Hayati Tingkat Spesies: Ciri-Ciri, Contoh, dan Cara Melestarikannya
- Alat Ukur Curah Hujan: Ombrometer, Tipping Bucket, ARR (IoT), Radar Hujan, dan ATHUS
- 10 Manfaat Ekosistem Laut bagi Kehidupan
- Dampak Sampah Plastik terhadap Lingkungan dari 500 Tahun Penguraian hingga Bahaya Dioksin bagi Tubuh
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan tanaman hias?
Tanaman hias adalah tumbuhan yang orang tanam untuk keindahan bunga, daun, batang, buah, atau aromanya. Selain itu, tumbuhan tersebut menjalankan fungsi seperti peneduh, peredam bising, dan pengusir nyamuk.
2. Apa tanaman hias yang paling mudah dirawat untuk pemula?
Lidah mertua, sirih gading, dan aglaonema cocok bagi pemula. Sebab, ketiganya toleran terhadap cahaya redup dan penyiraman yang tidak teratur.
3. Seberapa sering kamu harus menyiram tanaman hias?
Frekuensi bergantung pada jenis, media, dan cuaca. Oleh karena itu, cek kelembapan media dengan jari, lalu siram hanya saat lapisan atasnya mulai kering. Sebagai contoh, sukulen membutuhkan siraman lebih jarang daripada calathea.
4. Apakah tanaman hias benar-benar membersihkan udara?
Tanaman menyerap sebagian senyawa organik di ruang uji. Namun, di rumah biasa efeknya kecil, sehingga kamu tetap perlu membuka jendela dan menjaga sirkulasi udara.
5. Bisakah tanaman hias menjadi sumber penghasilan?
Bisa. Misalnya, kamu bisa membudidayakan bibit lewat stek, menjual tanaman langka secara daring, atau membuka jasa penataan taman dan penyewaan tanaman untuk kantor.
Referensi
- ASPCA. (n.d.). Golden pothos. Dalam Toxic and non-toxic plants. ASPCA Animal Poison Control Center. https://www.aspca.org/pet-care/aspca-poison-control/toxic-and-non-toxic-plants/golden-pothos
- ASPCA. (2025, 13 Oktober). These houseplants can cause trouble for your pets. https://www.aspca.org/news/these-houseplants-can-cause-trouble-your-pets
- Bringslimark, T., Hartig, T., & Patil, G. G. (2009). The psychological benefits of indoor plants: A critical review of the experimental literature. Journal of Environmental Psychology, 29(4), 422–433. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0272494409000413
- Burge, D. O., Mugford, K., Hastings, A. P., & Agrawal, A. A. (2013). Phylogeny of the plant genus Pachypodium (Apocynaceae). PeerJ, 1, e70. https://doi.org/10.7717/peerj.70
- Cummings, B. E., & Waring, M. S. (2020). Potted plants do not improve indoor air quality: A review and analysis of reported VOC removal efficiencies. Journal of Exposure Science & Environmental Epidemiology, 30(2), 253–261. https://doi.org/10.1038/s41370-019-0175-9
- Lee, M.-S., Lee, J., Park, B.-J., & Miyazaki, Y. (2015). Interaction with indoor plants may reduce psychological and physiological stress by suppressing autonomic nervous system activity in young adults: A randomized crossover study. Journal of Physiological Anthropology, 34, Article 21. https://doi.org/10.1186/s40101-015-0060-8
- Takawira-Nyenya, R., Mucina, L., Cardinal-McTeague, W. M., & Thiele, K. R. (2018). Sansevieria (Asparagaceae, Nolinoideae) is a herbaceous clade within Dracaena: Inference from non-coding plastid and nuclear DNA sequence data. Phytotaxa, 376(6), 254–276. https://doi.org/10.11646/phytotaxa.376.6.2
- Takawira-Nyenya, R., Thiede, J., & Mucina, L. (2021). New nomenclatural and taxonomic adjustments in Dracaena (Asparagaceae). Phytotaxa, 524(4), 293–300. https://doi.org/10.11646/phytotaxa.524.4.5
- Wolverton, B. C., Johnson, A., & Bounds, K. (1989). Interior landscape plants for indoor air pollution abatement: Final report. NASA John C. Stennis Space Center. https://ntrs.nasa.gov/api/citations/19930073077/downloads/19930073077.pdf
di review oleh tim reviewers
Aqilla Putri Pasla, seorang pengamat lingkungan yang berfokus pada ekologi, konservasi, dan gaya hidup berkelanjutan melalui Konten yang berbasis fakta, tips praktis, serta wawasan edukatif.



