Tanaman Hias: Pengertian, Klasifikasi, Manfaat, Budidaya, dan Prospek Ekonominya untuk Rumah Tropis

Tanaman Hias

Tanaman Hias

Tanaman hias adalah tumbuhan berbentuk terna, merambat, perdu, atau pohon yang manusia tanam untuk memperindah taman, rumah, ruang kerja, dan ruang publik. Kamu bisa menikmati tumbuhan ornamental lewat bunga, daun, buah, batang, kulit kayu, bahkan aroma ranting yang segar. Dalam ilmu hortikultura, para ahli mengelompokkan tanaman hias berdasarkan fungsinya, sehingga status “hias” melekat pada tujuan penanamannya, bukan pada jenis botaninya.

Permintaan pasar tumbuhan hias terus naik, baik di kota maupun di desa. Misalnya, kantor, hotel, rumah sakit, sekolah, dan median jalan raya kini memakai tanaman dekoratif sebagai elemen desain. Selain itu, pertumbuhan minat tersebut membuka ruang bagi hobiis, petani, pelaku usaha, dan arsitek lanskap. Oleh karena itu, KeKe menguraikan seluruh aspek tanaman hias secara runtut supaya kamu bisa memilih, merawat, dan memanfaatkannya dengan tepat.

Pengertian dan Ruang Lingkup Tanaman Hias

Tanaman hias (bahasa Inggris: ornamental plant) adalah tumbuhan dengan bunga, daun, atau bentuk tubuh yang menarik dari segi warna, corak, dan struktur. Pembudidaya menanamnya untuk komponen taman, kebun rumah, penghias ruangan, upacara adat, riasan dan busana, serta karangan bunga. Bahkan, bunga potong pun termasuk tanaman hias.

Fungsi tanaman hias jauh melampaui dekorasi. Tumbuhan hias memperbaiki suasana ruang, meredam kebisingan, dan membantu mengendalikan suhu serta kelembapan mikro. Di samping itu, tumbuhan hias menyediakan habitat bagi satwa kecil dan menjadi sarana pendidikan. Karena penggolongannya berdasarkan fungsi, tanaman sayuran, tanaman obat, dan tanaman buah bisa berstatus tanaman hias, dan sebaliknya. Contohnya, cabai hias dalam pot, sirih gading di rak buku, dan serai wangi yang orang tanam di sekitar rumah sebagai pengusir nyamuk.

Istilah yang Sering Muncul

Kamu akan menemukan beberapa istilah berikut dalam literatur dan toko tanaman.

IstilahArti Singkat
Tanaman hias daunTanaman dengan daya tarik utama pada bentuk, warna, dan corak daun
Tanaman hias bungaTanaman dengan daya tarik utama pada bunga
Tanaman indoorTanaman yang tahan hidup di dalam ruangan dengan cahaya terbatas
Tanaman outdoorTanaman yang tumbuh optimal di ruang terbuka
Tanaman gantungTanaman merambat atau menjuntai yang orang tempatkan di pot gantung
VariegataCorak daun dengan belang putih, kuning, atau krem
StekTeknik perbanyakan dengan memotong bagian batang, daun, atau akar
Media tanamBahan tempat akar tumbuh, misalnya tanah, sekam, cocopeat, atau perlit
TajukBentuk keseluruhan bagian atas tanaman

Sejarah Singkat dan Perkembangan Tumbuhan Hias

Manusia menanam tumbuhan demi keindahan sejak peradaban kuno. Sebagai contoh, bangsa Mesir, Persia, Tiongkok, dan Romawi membangun taman dengan tanaman pilihan. Kemudian, pada abad ke-17, kegemaran orang Belanda terhadap bunga tulip memicu fenomena perdagangan yang sejarawan sebut “tulip mania”. Sejak saat itu, perdagangan tanaman hias berkembang menjadi industri global.

Di Indonesia, Kebun Raya Bogor yang berdiri pada 1817 menjadi salah satu pusat koleksi dan penelitian tumbuhan tropis. Selain itu, iklim tropis yang hangat dan lembap memungkinkan ribuan jenis tumbuhan hias tumbuh subur. Dalam beberapa tahun terakhir, tren tanaman hias daun seperti monstera, aglaonema, dan philodendron melonjak, terutama ketika banyak orang menghabiskan waktu lebih lama di rumah. Akibatnya, harga jenis langka bahkan sempat melambung tinggi di pasar daring.

Klasifikasi Tanaman Hias

1. Berdasarkan Tempat Tumbuh

Kamu bisa membagi tumbuhan hias menjadi tiga kelompok utama.

  • Pertama, tanaman hias indoor toleran terhadap cahaya redup dan mudah dirawat, misalnya dracaena, dieffenbachia, tanaman doa (Maranta leuconeura), bromelia, dan papirus payung.
  • Kedua, tanaman hias outdoor menyukai cahaya terbuka dan sirkulasi udara lancar, misalnya mawar, anyelir, pakis, begonia, coleus, petunia, dan maple Jepang.
  • Ketiga, tanaman hias tahan matahari langsung cocok untuk daerah panas, misalnya bambu, echeveria, gerbera, aster, dan dahlia.

2. Berdasarkan Bagian yang Dinikmati

KelompokDaya Tarik UtamaContoh
Tanaman hias bungaWarna dan aroma bungaMawar, anyelir, dahlia, gerbera, bunga bakung
Tanaman hias daunBentuk, warna, dan corak daunAglaonema, calathea, monstera, philodendron
Tanaman hias batang dan akarStruktur unikPachypodium, bonsai, sukulen berbatang tebal
Tanaman hias buahWarna dan bentuk buahCabai hias, terong hias
Tanaman airKemampuan menghias dan menjernihkan kolamTeratai, papirus, eceng gondok mini

3. Berdasarkan Bentuk Pertumbuhan

Bentuk TumbuhCiriContoh
TernaBatang lunak, tinggi terbatasPeperomia, begonia, calathea
Merambat atau menjuntaiBatang panjang yang memanjat atau menggantungSirih gading, English ivy, philodendron
PerduBercabang dari pangkal, berkayuMawar, hibiscus, schefflera
PohonBatang utama tegak dan berkayuKaret kebo, maple Jepang, yucca
SukulenMenyimpan air di daun atau batangEcheveria, paddle plant, lidah mertua

Faktor Lingkungan yang Menentukan Keberhasilan

Tanaman hias tumbuh baik ketika lingkungan memenuhi kebutuhan dasarnya. Oleh sebab itu, kamu perlu memahami enam faktor berikut sebelum membeli bibit.

1. Cahaya

Cahaya menggerakkan fotosintesis. Akibatnya, tanaman yang kekurangan cahaya menghasilkan batang panjang dan pucat (etiolasi). Sebaliknya, tanaman yang kelebihan cahaya menunjukkan daun terbakar dengan bercak coklat. Karena itu, perhatikan arah jendela dan lama penyinaran sebelum kamu menentukan posisi pot.

Tingkat CahayaCiri LokasiContoh Tanaman
RendahRuang tanpa jendela besar, dua sampai tiga meter dari jendelaLidah mertua, ZZ plant, sirih gading
SedangDekat jendela dengan cahaya terang tidak langsungMonstera, philodendron, aglaonema, calathea
TinggiTeras atau balkon dengan sinar matahari langsung beberapa jamBambu, echeveria, dahlia, bromelia, yucca

2. Suhu dan Kelembapan

Sebagian besar tanaman hias tropis tumbuh optimal pada suhu sekitar 20 sampai 30 derajat Celsius dengan kelembapan udara sedang hingga tinggi. Namun, kebutuhan tiap jenis berbeda. Misalnya, calathea dan tanaman doa menyukai udara lembap, sedangkan sukulen dan lidah mertua menyukai udara kering.

3. Air

Air melarutkan hara dan menjaga tekanan sel. Meskipun demikian, kelebihan air lebih sering membunuh tanaman daripada kekurangan air. Sebab, akar yang tergenang kehilangan oksigen dan membusuk.

4. Media Tanam

Media tanam yang baik menahan air secukupnya, beraerasi baik, dan memiliki pH yang sesuai, umumnya 5,5 sampai 7,0. Selanjutnya, kamu bisa menyesuaikan komposisinya dengan jenis tanaman.

Jenis TanamanContoh Komposisi Media
Tanaman daun umum (monstera, philodendron)Tanah humus, sekam bakar, cocopeat, dan sedikit pupuk kandang matang
Sukulen dan kaktusPasir atau perlit, tanah, dan pumice dengan proporsi porous tinggi
Tanaman lembap (calathea)Cocopeat, humus, dan sedikit arang sekam agar tetap lembap tetapi gembur
Anggrek dan bromelia epifitPakis, arang, atau kulit kayu

5. Nutrisi

Tanaman membutuhkan nitrogen untuk daun, fosfor untuk akar dan bunga, serta kalium untuk ketahanan. Sebagai contoh, pupuk organik seperti kompos dan pupuk kandang matang memberi hara secara perlahan. Di sisi lain, pupuk daun membantu ketika tanaman tampak kurang subur.

6. Ruang dan Wadah

Pot yang terlalu kecil membatasi akar, sedangkan pot yang terlalu besar menahan air berlebih. Oleh karena itu, pilih pot dengan lubang drainase dan ukuran satu tingkat lebih besar saat kamu memindahkan tanaman.

Teknik Perbanyakan Tanaman Hias

Pembudidaya memperbanyak tumbuhan hias secara generatif atau vegetatif. Tabel berikut merangkum tujuh metode yang paling sering orang pakai.

MetodeCara KerjaContoh TanamanKelebihan
Generatif (biji)Menyemai biji hingga berkecambahPetunia, aster, bunga matahariJumlah bibit banyak
Stek batangMemotong batang beserta ruas dan menanamnya di air atau mediaSirih gading, philodendron, monsteraSifat induk terjaga
Stek daunMenanam daun utuh atau potongan daunEcheveria, sansevieria, begoniaCocok untuk sukulen
Pemisahan anakanMemisahkan rumpun menjadi beberapa tanamanSpider plant, lidah mertua, calatheaCepat dan mudah
CangkokMenumbuhkan akar pada cabang yang masih menempel pada indukKaret kebo, mawarBibit langsung besar
Okulasi dan sambungMenempelkan mata tunas pada batang bawahMawar, adeniumMenggabungkan sifat unggul
Kultur jaringanMenumbuhkan sel di laboratorium sterilAnggrek, aglaonema langkaBibit seragam dalam jumlah besar

Langkah Budidaya Tanaman Hias

Ikuti sepuluh langkah berikut untuk hasil yang konsisten.

  1. Pertama, pilih jenis tanaman sesuai intensitas cahaya, suhu, kelembapan, dan jenis tanah di tempatmu.
  2. Kedua, siapkan media tanam yang porous dan tetap menahan air. Sebagai contoh, campuran tanah humus, pasir, sekam atau serbuk gergaji, dan pupuk kandang bekerja baik untuk banyak jenis.
  3. Ketiga, pilih bibit sehat dari toko tanaman, stek, atau okulasi. Sebelum membeli, periksa daun, batang, dan akarnya.
  4. Keempat, tanam dengan hati-hati dan pastikan media menyelimuti akar secara merata.
  5. Kelima, siram secara rutin, tetapi cek kelembapan media dengan jari lebih dulu.
  6. Selanjutnya, atur cahaya sesuai kebutuhan, karena sebagian jenis menyukai sinar langsung, sedangkan sebagian lagi lebih senang teduh atau sinar pagi.
  7. Setelah itu, beri pupuk organik seperti kompos, pupuk kandang, atau pupuk daun sesuai dosis anjuran.
  8. Kemudian, pangkas daun atau cabang yang kering, bengkok, atau rusak supaya tanaman membentuk tunas baru.
  9. Di samping itu, jaga kebersihan pot dan lingkungan sekitar, dan hindari genangan air.
  10. Terakhir, pantau tanamanmu setiap minggu. Jika kamu melihat layu, daun berbercak, atau perubahan warna, bertindaklah segera.

Hama dan Penyakit pada Tumbuhan Hias

Hama dan penyakit menyerang tanaman yang stres akibat cahaya, air, atau nutrisi yang kurang tepat. Namun, kamu bisa mencegahnya dengan sirkulasi udara baik, media bersih, dan pemeriksaan rutin.

MasalahGejalaPenanganan
Kutu putih (mealybug)Gumpalan putih seperti kapas di ketiak daunUsap dengan kapas beralkohol, semprot larutan sabun cair
Tungau laba-labaBintik kuning halus dan jaring tipis di bawah daunNaikkan kelembapan, semprot air dan sabun insektisida
Kutu daun (aphid)Koloni kecil di pucuk muda, daun menggulungSemprot air bertekanan lembut, gunakan sabun insektisida
Busuk akarDaun menguning, batang lunak, media berbauAngkat tanaman, buang akar busuk, ganti media, kurangi penyiraman
Bercak daunBintik coklat atau hitam bertepi kuningBuang daun sakit, kurangi kelembapan daun, perbaiki sirkulasi udara
Jamur akar (fusarium)Layu meski media basahGanti media dan pot, isolasi tanaman

Profil Jenis Tanaman Hias Populer

Berdasarkan tabel berikut, kamu bisa memilih tanaman sesuai kondisi ruangmu.

TanamanAsalCahayaPenyiramanCatatan
Lidah mertua (Dracaena trifasciata, dulu Sansevieria)Afrika tropisTerang hingga redupBeberapa hari sampai seminggu sekaliSangat tangguh, tahan lupa disiram
Sirih gading (Epipremnum aureum)Kepulauan PasifikRedup hingga terang tidak langsungSaat media mulai keringCocok untuk pot gantung
Monstera deliciosa (janda bolong)Amerika TengahTerang tidak langsungSaat tanah mengeringDaun berlubang khas
AglaonemaAsia tropisRedup hingga terang tidak langsungSaat media mulai keringCorak daun merah, hijau, dan perak
Chinese money plant (Pilea peperomioides)Yunnan, TiongkokTerang tidak langsungSaat tanah mengeringDaun bulat, menghasilkan anakan
Spider plant (lili paris)Afrika bagian selatanTerang tidak langsungSedangMenghasilkan anakan pada stolon
Calathea ornataAmerika SelatanTeduh, lembapJaga media selalu lembapSensitif terhadap air keras dan angin
Karet kebo (Ficus elastica)Asia Selatan dan TenggaraTerang tidak langsungSaat lapisan atas media keringCocok sebagai titik fokus ruangan
ZZ plant (Zamioculcas zamiifolia)Afrika TimurRedup hingga terangJarangMenyimpan air di umbi
ScheffleraAsia dan PasifikTerangSeminggu sekaliDaun menjari seperti kipas
PhilodendronAmerika tropisTerang tidak langsungSeminggu sekaliTumbuh cepat, mudah distek
BromeliaAmerika tropisTerang tidak langsungIsi cekungan daun dan siram media secukupnyaTahan panas, bisa menempel di batang pohon

Sebagai catatan, orang sering menyebut paddle plant (Kalanchoe luciae) kaktus, padahal tanaman tersebut sukulen dari famili Crassulaceae. Demikian pula, Pachypodium bukan tanaman asal Meksiko, karena marga tersebut berasal dari Madagaskar dan Afrika bagian selatan.

Manfaat Tanaman Hias

1. Manfaat Estetika dan Psikologis

Tanaman hias mempercantik ruang dan menciptakan suasana asri. Selain itu, merawat tanaman memberi efek terapeutik, karena aktivitas menyiram, memangkas, dan mengamati tunas baru menurunkan stres dan kecemasan. Sementara itu, kontak dengan unsur alam membantu konsentrasi dan meningkatkan rasa sejahtera. Banyak psikolog lingkungan menyebut fenomena tersebut efek biofilia, yaitu kecenderungan manusia mencari kedekatan dengan alam.

2. Manfaat Ekologis

Tanaman yang tumbuh langsung di tanah menahan erosi. Selain itu, tajuk yang rapat meredam kebisingan, dan tanaman air menyaring serta menjernihkan kolam. Lebih lanjut, tumbuhan berbunga menarik kupu-kupu, lebah, dan burung kecil, sehingga taman rumahmu ikut menjaga keanekaragaman hayati perkotaan.

3. Manfaat bagi Kualitas Udara: Perlu Sikap Kritis

Studi NASA pada 1989 menunjukkan bahwa tanaman menyerap senyawa seperti formaldehida, benzena, dan xilena di dalam ruang uji tertutup. Namun, kajian yang lebih baru menyimpulkan bahwa ruangan biasa dengan pertukaran udara normal membutuhkan jumlah tanaman yang sangat banyak untuk menghasilkan efek yang terukur. Karena itu, anggap tanaman sebagai pelengkap ventilasi yang baik, bukan penggantinya.

4. Manfaat Ekonomi dan Edukasi

Tumbuhan hias membuka lapangan kerja di pembibitan, toko tanaman, jasa lanskap, dan karangan bunga. Di samping itu, sekolah memakai kebun mini untuk mengajarkan siklus hidup tumbuhan dan tanggung jawab merawat makhluk hidup.

Penataan Tanaman Hias di Rumah

Dalam arsitektur lanskap, bentuk tajuk dan penempatan tanaman menjadi pertimbangan utama. Berikut beberapa prinsip sederhana yang bisa kamu terapkan.

  • Pertama, tempatkan tanaman berdaun besar seperti karet kebo atau monstera sebagai titik fokus di sudut ruang.
  • Kedua, gantung sirih gading atau English ivy untuk memanfaatkan ruang vertikal di ruang sempit.
  • Selanjutnya, kelompokkan tiga pot dengan tinggi berbeda supaya tampilan lebih dinamis dan kelembapan sekitar naik.
  • Sebagai alternatif untuk ruang kecil, letakkan peperomia atau Chinese money plant di atas meja samping.
  • Di samping itu, pilih pot berwarna netral supaya daun tampil menonjol.
  • Bahkan, kamu bisa membuat terarium atau kokedama untuk tanaman mini yang menyukai kelembapan.
  • Terakhir, putar pot seperempat putaran setiap minggu supaya pertumbuhan tanaman simetris.

Keamanan: Tanaman Hias dan Hewan Peliharaan

Sebagian tumbuhan hias mengandung kristal kalsium oksalat yang mengiritasi mulut dan kerongkongan jika tertelan. Contohnya, dieffenbachia, philodendron, sirih gading, monstera, dan aglaonema termasuk kelompok tersebut. Misalnya, kucing yang mengunyah daunnya bisa mengalami air liur berlebih dan muntah. Oleh karena itu, tempatkan tanaman berisiko di tempat yang anak kecil dan hewan peliharaan tidak jangkau. Jika kamu mencurigai keracunan, hubungi dokter hewan atau tenaga medis segera.

Prospek Ekonomi Tanaman Hias

Tren gaya hidup hijau, inovasi varietas baru, kemajuan teknologi budidaya, dan pasar daring membuka peluang bisnis yang luas. Sebagai contoh, kamu bisa menjual tanaman hias komersial seperti Monstera deliciosa, Philodendron birkin, Philodendron pink princess, Philodendron xanadu, Calathea medallion, Calathea orbifolia, Peperomia caperata, Peperomia obtusifolia, golden pothos, marble queen, dan Zamioculcas zamiifolia.

Model UsahaModal AwalKeterampilan Utama
Pembibitan dan stekRendah hingga sedangPerbanyakan vegetatif, pengendalian hama
Toko tanaman daringRendahFotografi, pengemasan, layanan pelanggan
Jasa lanskap dan penataan tamanSedangDesain, pengetahuan jenis tanaman
Penyewaan tanaman untuk kantor dan acaraSedangPerawatan rutin, logistik
Karangan bunga dan bunga potongSedangDesain floral, manajemen stok segar
Pembuatan terarium dan kokedamaRendahKreativitas, teknik rangkai

Selain itu, konservasi varietas lokal memperkuat ekonomi daerah dan pendidikan lingkungan. Pada akhirnya, pelaku usaha yang menjaga kualitas bibit, memberi informasi perawatan yang jujur, dan mengirim tanaman dengan aman membangun kepercayaan pelanggan dalam jangka panjang.

Kesalahan dalam Merawat Tanaman Hias

  • Pertama, penyiraman berlebihan membuat akar busuk.
  • Kedua, pot tanpa lubang drainase menahan air di dasar media.
  • Selain itu, penempatan tanaman teduh di bawah sinar matahari langsung membakar daun.
  • Di sisi lain, pemupukan dengan dosis terlalu pekat merusak akar.
  • Lalu, pengabaian hama seperti kutu putih dan tungau membuat populasinya meledak.
  • Sementara itu, pemindahan tanaman terlalu sering memaksa tanaman terus beradaptasi.
  • Akibatnya, media yang padat dan tidak porous menghambat pernapasan akar.
  • Terakhir, pembelian tanaman tanpa mengecek kebutuhan cahaya dan kelembapannya sering berujung kegagalan.

Bagikan artikel ke temanmu yang ingin mulai berkebun, dan tulis tanaman hias favoritmu di kolom komentar supaya kita bisa bertukar tips.

Baca juga:

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan tanaman hias?

Tanaman hias adalah tumbuhan yang orang tanam untuk keindahan bunga, daun, batang, buah, atau aromanya. Selain itu, tumbuhan tersebut menjalankan fungsi seperti peneduh, peredam bising, dan pengusir nyamuk.

2. Apa tanaman hias yang paling mudah dirawat untuk pemula?

Lidah mertua, sirih gading, dan aglaonema cocok bagi pemula. Sebab, ketiganya toleran terhadap cahaya redup dan penyiraman yang tidak teratur.

3. Seberapa sering kamu harus menyiram tanaman hias?

Frekuensi bergantung pada jenis, media, dan cuaca. Oleh karena itu, cek kelembapan media dengan jari, lalu siram hanya saat lapisan atasnya mulai kering. Sebagai contoh, sukulen membutuhkan siraman lebih jarang daripada calathea.

4. Apakah tanaman hias benar-benar membersihkan udara?

Tanaman menyerap sebagian senyawa organik di ruang uji. Namun, di rumah biasa efeknya kecil, sehingga kamu tetap perlu membuka jendela dan menjaga sirkulasi udara.

5. Bisakah tanaman hias menjadi sumber penghasilan?

Bisa. Misalnya, kamu bisa membudidayakan bibit lewat stek, menjual tanaman langka secara daring, atau membuka jasa penataan taman dan penyewaan tanaman untuk kantor.

Referensi

  1. ASPCA. (n.d.). Golden pothos. Dalam Toxic and non-toxic plants. ASPCA Animal Poison Control Center. https://www.aspca.org/pet-care/aspca-poison-control/toxic-and-non-toxic-plants/golden-pothos
  2. ASPCA. (2025, 13 Oktober). These houseplants can cause trouble for your pets. https://www.aspca.org/news/these-houseplants-can-cause-trouble-your-pets
  3. Bringslimark, T., Hartig, T., & Patil, G. G. (2009). The psychological benefits of indoor plants: A critical review of the experimental literature. Journal of Environmental Psychology, 29(4), 422–433. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0272494409000413
  4. Burge, D. O., Mugford, K., Hastings, A. P., & Agrawal, A. A. (2013). Phylogeny of the plant genus Pachypodium (Apocynaceae). PeerJ, 1, e70. https://doi.org/10.7717/peerj.70
  5. Cummings, B. E., & Waring, M. S. (2020). Potted plants do not improve indoor air quality: A review and analysis of reported VOC removal efficiencies. Journal of Exposure Science & Environmental Epidemiology, 30(2), 253–261. https://doi.org/10.1038/s41370-019-0175-9
  6. Lee, M.-S., Lee, J., Park, B.-J., & Miyazaki, Y. (2015). Interaction with indoor plants may reduce psychological and physiological stress by suppressing autonomic nervous system activity in young adults: A randomized crossover study. Journal of Physiological Anthropology, 34, Article 21. https://doi.org/10.1186/s40101-015-0060-8
  7. Takawira-Nyenya, R., Mucina, L., Cardinal-McTeague, W. M., & Thiele, K. R. (2018). Sansevieria (Asparagaceae, Nolinoideae) is a herbaceous clade within Dracaena: Inference from non-coding plastid and nuclear DNA sequence data. Phytotaxa, 376(6), 254–276. https://doi.org/10.11646/phytotaxa.376.6.2
  8. Takawira-Nyenya, R., Thiede, J., & Mucina, L. (2021). New nomenclatural and taxonomic adjustments in Dracaena (Asparagaceae). Phytotaxa, 524(4), 293–300. https://doi.org/10.11646/phytotaxa.524.4.5
  9. Wolverton, B. C., Johnson, A., & Bounds, K. (1989). Interior landscape plants for indoor air pollution abatement: Final report. NASA John C. Stennis Space Center. https://ntrs.nasa.gov/api/citations/19930073077/downloads/19930073077.pdf

di review oleh tim reviewers

Scroll to Top