Tanaman Hias Pembersih Udara
Tanaman hias pembersih udara membantu kamu menghadirkan suasana rumah yang lebih segar, asri, dan nyaman di tengah kualitas udara yang terus menurun, terutama di kota besar seperti Jakarta. Paparan polusi setiap hari memicu batuk, mata perih, tenggorokan kering, hingga sesak napas. Karena itu, banyak orang mencari cara alami untuk menyaring udara di dalam ruangan. keke membahas 10 tanaman indoor penyaring udara, tabel perbandingan, tips perawatan, dan batasan yang wajib kamu pahami sebelum membeli.
Apa yang Dimaksud dengan Tanaman Hias Pembersih Udara?
Tanaman hias pembersih udara adalah tanaman indoor yang menyerap polutan seperti benzena, formaldehida, dan xilena melalui daun dan media tanamnya. Tanaman pemurni udara juga melepas oksigen dan uap air, sehingga ruangan terasa lebih sejuk dan lembap. Kamu bisa memakainya sebagai dekorasi sekaligus pendamping alat penyaring udara.
Bagaimana Tanaman Menyaring Udara di Dalam Ruangan?
Tanaman bekerja lewat tiga jalur:
- Daun menyerap karbon dioksida saat fotosintesis dan melepas oksigen.
- Daun dan akar menyerap senyawa organik volatil (VOC) dari udara, proses yang para ilmuwan sebut fitoremediasi.
- Mikroba di dalam tanah pot ikut menguraikan sebagian polutan.
Penelitian NASA pada 1989 memicu tren tanaman pembersih udara. Peneliti menguji tanaman di ruang tertutup dan menemukan penurunan kadar VOC. Kamu perlu tahu bahwa rumah punya ventilasi dan volume udara jauh lebih besar daripada ruang uji. Penelitian lanjutan menunjukkan efek tanaman di rumah biasa jauh lebih kecil, dan sebuah kajian memperkirakan kamu butuh sangat banyak tanaman untuk menyaingi satu alat penyaring udara. Jadi, anggap tanaman sebagai pelengkap, bukan pengganti.
Ringkasan 10 Tanaman Penyaring Udara Alami
| Tanaman | Polutan yang Dikaitkan | Kebutuhan Cahaya | Tingkat Perawatan | Aman untuk Kucing/Anjing? |
|---|---|---|---|---|
| Lidah mertua (Sansevieria) | Formaldehida, benzena, xilena | Minim hingga terang | Sangat mudah | Tidak |
| Sirih gading (Pothos) | Formaldehida, xilena, toluena | Redup hingga terang tidak langsung | Mudah | Tidak |
| Spider plant | Formaldehida, karbon monoksida, xilena | Terang tidak langsung | Mudah | Ya |
| Peace lily | Amonia, benzena, formaldehida | Redup hingga sedang | Sedang | Tidak |
| Aglaonema (Sri rejeki) | Benzena, formaldehida, toluena | Redup hingga sedang | Mudah | Tidak |
| Dracaena (bambu rezeki) | Formaldehida, xilena, toluena | Terang tidak langsung | Mudah | Tidak |
| Palem kuning (Areca) | Benzena, formaldehida | Terang | Sedang | Ya |
| Pakis Boston | Formaldehida, xilena | Terang tidak langsung | Sedang | Ya |
| Lidah buaya | Formaldehida, benzena | Sinar matahari langsung | Mudah | Tidak |
| English ivy | Benzena, formaldehida | Teduh hingga terang tidak langsung | Sedang | Tidak |
Rekomendasi Tanaman Indoor Pembersih Udara
1. Lidah Mertua (Sansevieria)
Lidah mertua bertahan di ruangan dengan cahaya minim dan jarang butuh air. Siram hanya saat tanah benar-benar kering, karena air berlebih membuat akarnya membusuk. Pilihan tepat untuk pemula dan kamar tidur.
2. Sirih Gading (Pothos)
Sirih gading tumbuh menjuntai dengan daun hijau-kuning mengilap. Kamu bisa menanamnya di pot kecil atau menumbuhkannya dalam wadah berisi air. Stek batangnya mudah berakar, jadi kamu bisa memperbanyaknya tanpa biaya.
3. Spider Plant
Spider plant menghasilkan anakan yang menjuntai dan mudah dipindahkan ke pot baru. Tanaman aman untuk hewan peliharaan, sehingga cocok untuk rumah dengan kucing atau anjing. Letakkan di tempat terang tanpa sinar matahari langsung.
4. Peace Lily
Peace lily menampilkan bunga putih elegan dan menambah kelembapan ruangan. Jaga tanah tetap lembap, tetapi jangan sampai becek. Daunnya beracun bagi hewan peliharaan, jadi taruh di tempat yang tidak terjangkau.
5. Aglaonema (Sri Rejeki)
Aglaonema memamerkan corak daun hijau, merah, atau kuning yang mempercantik ruang tamu. Tanaman toleran terhadap cahaya redup dan udara kering. Kamu perlu menjauhkannya dari anjing dan kucing.
6. Dracaena (Bambu Rezeki)
Dracaena punya daun panjang dengan tepi putih, krem, atau merah, dan bisa tumbuh hingga beberapa meter. Siapkan pot besar dan ruangan berlangit-langit tinggi untuk varietas yang menjulang.
7. Palem Kuning (Areca)
Palem kuning memberi nuansa tropis dengan daun lembut dan rimbun. Tanaman aman untuk hewan peliharaan dan cocok untuk ruang keluarga. Berikan cahaya terang dan siram saat tanah mulai mengering.
8. Pakis Boston
Pakis Boston melepas banyak uap air, sehingga ikut menjaga kelembapan ruangan. Gantung di dekat jendela dan siram secara rutin. Tanaman juga aman untuk kucing dan anjing.
9. Lidah Buaya
Lidah buaya membutuhkan sinar matahari, jadi taruh di dekat jendela yang terang. Daunnya juga berguna untuk perawatan kulit, tetapi tanaman beracun bagi hewan peliharaan.
10. English Ivy
English ivy menjuntai cantik di rak atau pot gantung dan tumbuh baik di tempat teduh. Kamu bisa menaruhnya di kamar mandi karena tanaman membantu menyerap kelembapan. Jauhkan dari hewan peliharaan.
Catatan Praktik Perawatan yang Sering Menentukan Hasil
- Kamu bisa mengecek kelembapan tanah dengan menusukkan jari sedalam dua ruas sebelum menyiram. Kebiasaan sederhana itu mencegah pembusukan akar, penyebab utama kematian lidah mertua dan aglaonema.
- Debu yang menumpuk di daun menghambat fotosintesis. Lap daun dengan kain lembap setiap dua minggu.
- Tanaman yang berdiri di ruangan terlalu gelap akan menguning dan layu. Geser pot lebih dekat ke jendela dan perhatikan responsnya dalam dua sampai tiga minggu.
- Pot harus punya lubang drainase, karena air yang menggenang mengundang jamur dan nyamuk.
Berapa Tanaman yang Kamu Butuhkan per Ruangan?
Banyak sumber populer merujuk angka 2 sampai 3 tanaman berukuran sedang per 10 m². Anggap angka itu sebagai pedoman tampilan dan kelembapan, bukan jaminan udara bersih. Kamu mendapat manfaat nyata berupa suasana lebih tenang dan ruangan lebih hijau, meski dampak pada kadar polutan tetap terbatas.
Cara Melengkapi Tanaman dengan Langkah Lain
Kombinasikan tanaman pembersih udara alami dengan kebiasaan berikut agar kualitas udara rumah benar-benar membaik:
- Pasang air purifier untuk menyaring partikel halus seperti PM2.5.
- Buka ventilasi saat kualitas udara luar sedang baik.
- Sapu dan pel lantai secara rutin agar debu tidak beterbangan.
- Kurangi pengharum ruangan dan pembersih sintetis berlebihan.
- Jaga kelembapan ruangan agar jamur tidak tumbuh.
Mulai dari Satu Pot Hijau
Pilih satu atau dua tanaman dari daftar, sesuaikan dengan cahaya dan hewan peliharaan di rumahmu, lalu rawat dengan sabar. Kamu punya tanaman favorit lain? Tulis di kolom komentar, dan bagikan artikel ke keluarga atau teman yang sedang mencari tanaman indoor penyaring udara.
Udara bersih tidak datang dari satu pot saja, tetapi rumah yang hijau selalu memberimu alasan untuk bernapas lebih lega.
FAQ
1. Apa tanaman hias pembersih udara terbaik untuk kamar tidur?
Lidah mertua, spider plant, dan peace lily cocok untuk kamar tidur karena mudah dirawat dan toleran terhadap cahaya redup. Pilih spider plant bila kamu punya hewan peliharaan.
2. Berapa jumlah tanaman yang ideal untuk satu ruangan?
Pedoman populer menyebut 2 sampai 3 tanaman berukuran sedang per 10 m². Jumlah lebih banyak memberi kesan lebih hijau, tetapi tidak menjamin penurunan polutan yang signifikan.
3. Apakah tanaman bisa menggantikan air purifier?
Tidak. Air purifier menyaring partikel debu dan polutan dengan kapasitas jauh lebih besar. Tanaman berperan sebagai pelengkap yang menambah kelembapan, oksigen, dan nilai estetika.
4. Tanaman pembersih udara mana yang aman untuk kucing dan anjing?
Palem kuning, pakis Boston, dan spider plant tergolong aman. Hindari peace lily, English ivy, dracaena, aglaonema, krisan, dan lidah buaya bila hewan peliharaanmu suka menggigit daun.
5. Bagaimana cara merawat tanaman agar tetap sehat di dalam ruangan?
Berikan cahaya sesuai kebutuhan jenisnya, siram saat tanah mulai kering, lap debu dari daun secara berkala, dan gunakan pot berlubang drainase.
Referensi
- ASPCA. (t.t.). Toxic and non-toxic plants list. https://www.aspca.org/pet-care/animal-poison-control/toxic-and-non-toxic-plants
- Cummings, B. E., & Waring, M. S. (2020). Potted plants do not improve indoor air quality: A review and analysis of reported VOC removal efficiencies. Journal of Exposure Science & Environmental Epidemiology, 30(2), 253–261. https://doi.org/10.1038/s41370-019-0175-9
- Drexel University. (2019, November). Study: Actually, potted plants don’t improve air quality. https://drexel.edu/engineering/news-events/news/archive/2019/november/potted-plants-dont-improve-air-quality
- Orwell, R. L., Wood, R. L., Tarran, J., Torpy, F., & Burchett, M. D. (2004). Removal of benzene by the indoor plant/substrate microcosm and implications for air quality. Water, Air, and Soil Pollution, 157(1–4), 193–207. https://doi.org/10.1023/B:WATE.0000038896.55713.5b
- Wolverton, B. C., Douglas, W. L., & Bounds, K. (1989). A study of interior landscape plants for indoor air pollution abatement: An interim report (NASA-TM-108061). NASA John C. Stennis Space Center. https://ntrs.nasa.gov/citations/19930072988
- Wolverton, B. C., Johnson, A., & Bounds, K. (1989). Interior landscape plants for indoor air pollution abatement (NASA-TM-101766). NASA John C. Stennis Space Center. https://ntrs.nasa.gov/citations/19930073077
di review oleh tim reviewers
Aqilla Putri Pasla, seorang pengamat lingkungan yang berfokus pada ekologi, konservasi, dan gaya hidup berkelanjutan melalui Konten yang berbasis fakta, tips praktis, serta wawasan edukatif.



